Pengantin Pengganti Tuan Arogan

Pengantin Pengganti Tuan Arogan
Penyerangan part 2


__ADS_3

Satu persatu pria bertopeng itu berjatuhan dengan luka tembak di sekujur tubuhnya. Morgan masih menembaki pria bertopeng yang sempat merendahkannya. Setelah itu Morgan bergerak cepat mencari keberadaan Mai dan ponakan kembarnya. Dia harus menyelamatkannya.


Sementara Kendrick yang sedang menuruni tangga eskalator tak sengaja melihat pria bertopeng berjalan tergopoh-gopoh keluar dari Mall sambil membopong tubuh seorang wanita dan juga anak kecil. Kendrick begitu mengenali anak kecil tersebut dan langsung berlari mengejarnya.


Tanpa basa-basi Kendrick langsung menendang kepala pria bertopeng itu, refleks wanita yang digendongnya terhempas di lantai.


Bughhhh


Pria bertopeng itu menggelengkan kepalanya dan merasa pusing akibat tendangan bebas dari seorang Kendrick.


"Paman Ken." lirih Aqila sesegukan melihat orang yang dikenalinya.


Kendrick tersenyum tipis lalu kembali melayangkan pukulan ke wajah pria itu hingga tepat sasaran.


Para pengunjung mall yang melihat perkelahian tersebut tak berani mendekat, apalagi ikut campur dengan urusan mereka. Semuanya bermasa bodoh dan kembali pada aktivitasnya masing-masing.


"Sialan." umpatnya kesal dan mencoba melakukan perlawanan tanpa menurunkan Aqila dalam gendongannya.


Kendrick terlihat santai seolah bermain-main melawan pria bertopeng itu, mengingat Aqila berada dalam gendongan pria bertopeng itu. Kemudian Kendrick kembali melayangkan pukulan keras di perut dan juga punggung pria bertopeng itu hingga membuatnya hampir jatuh tersungkur di lantai, refleks Aqila yang berada dalam gendongan pria bertopeng itu terlepas dan melayang di udara.


Sontak Kendrick memutar tubuhnya dan langsung menangkap tubuh Aqila. Gerakannya begitu luwes dengan teknik beladiri yang begitu mumpuni, dengan sekali gerakan pria berpenampilan dingin itu berhasil menangkap tubuh mungil Aqila.


"Setelah ini, kita makan kue mochi." ucap Kendrick tersenyum tipis sambil menggendong Aqila dengan satu tangan.


"Iya paman, tapi, Aqil dibawa pergi oleh penjahat? dan kakak baik juga tidak bangun-bangun" ucap Aqila sambil mengusap air matanya lalu menunjuk ke arah kakak baiknya yang tergeletak di lantai.


Kendrick ikut membantu Aqila menghapus sisa-sisa air matanya. Pria bertopeng tadi kembali bangkit lalu menodongkan pistol ke arah Kendrick.


Dengan cepat Kendrick memutar tubuhnya lalu melayangkan tendangannya tepat mengenai tangan pria yang memegang sebuah pistol, hingga pistol dipegang pria bertopeng itu terjatuh.


Kendrick lalu menendang pistol tersebut layaknya bola sepak hingga berhasil menangkapnya kembali. Sekarang giliran Kendrick yang menodongkan pistol pada pria bertopeng itu.


Diluar dugaan pria bertopeng itu kembali mengeluarkan pisau lipatnya sambil melangkah mendekati Kendrick.


"Aqila, sekarang kamu harus tutup kedua telingamu dan juga tutup kedua matamu. Karena paman sedang bermain petak umpet dengan penjahat ini." ucap Kendrick membujuknya. Pasalnya dia tidak ingin anak balita itu melihat aksinya.


"Baik paman." ucap Aqila patuh dan langsung melakukan sesuai yang diperintahkan oleh Kendrick.


Dor


Dor


Dor

__ADS_1


Kendrick menembak kaki dan juga tangan pria bertopeng itu hingga membuat pria bertopeng itu lumpuh seketika. Tak berselang lama datanglah salah satu bodyguard Morgan dan langsung meringkus pria bertopeng itu.


"Bawa dia ke markas, jangan biarkan dia mati sebelum buka suara." perintah Kendrick kepada bodyguard berpakaian preman itu.


"Baik tuan." ucapnya patuh lalu menyeret paksa pria bertopeng itu masuk ke dalam mobilnya, dimana rekan bodyguardnya sudah menempati kursi kemudi dan siap melajukan mobilnya pergi meninggalkan tempat tersebut.


Setelah memastikan mereka pergi, barulah Kendrick kembali buka suara.


"Sudah selesai, sekarang Aqila boleh buka mata." ucap Kendrick tersenyum tipis dan Aqila langsung membuka matanya sembari celingak-celinguk melihat disekelilingnya hingga melihat kakak baiknya masih tergeletak di lantai.


"Paman Ken, lihat... itu kakak baik " ucap Aqila menunjuk ke arah kakak baiknya yang masih meringkuk di lantai.


Kendrick kemudian membawanya mendekat ke arah wanita berhijab yang dimaksud oleh Aqila. Kendrick tidak dapat melihat jelas wajah wanita itu, sehingga dia tidak tahu siapakah gerangan wanita itu, hingga suara Dilan mengagetkannya.


"Kendrick! mengapa kamu pergi begitu saja?" tanya Dilan dengan deru nafas ngos-ngosan karena berusaha mengejar Kendrick.


"Loh, kenapa ponakan manis ku bersamamu?" tanya Dilan bingung melihat Aqila bersama Kendrick.


"Situasinya begitu genting. Cepat siapkan mobil. Kamu harus segera membawa mereka pulang ke kediaman tuan Adelio." ucap Kendrick serius.


Dilan mengedarkan pandangannya melihat wanita berhijab tergeletak di lantai.


"Tunggu sebentar, siapakah wanita ini?" ucap Dilan penasaran lalu membalikkan tubuh wanita itu hingga matanya membulat sempurna.


"Sepertinya dia dalam pengaruh obat bius. Cepatlah, tempat ini tidak aman, kita tidak punya waktu lagi. Aqil dibawa pergi oleh salah satu pria pelaku penyerangan. Aku tidak bisa bayangkan jika mereka menyakiti Aqil." ucap Kendrick menjelaskan.


"Kalau begitu aku ambil mobil dulu, tunggu disini." ucap Dilan kemudian keluar dari Mall dan berlari menuju parkiran.


Aqila sudah mengantuk dalam gendongan Kendrick, matanya tampak sembab karena terlalu lama menangis. Kendrick begitu kasihan kepada ponakannya itu.


Dia pun mengedarkan pandangannya sembari menunggu kedatangan Dilan. Tak sengaja matanya menangkap sosok wanita cantik berpenampilan seksi tampak melenggak-lenggok membawa begitu banyak paper bag ditangannya.


"Hei kamu." panggil Kendrick pada wanita cantik itu.


Seketika wanita cantik itu mengalihkan pandangannya dan terlonjat kaget melihat keberadaan Kendrick.


"Oh my God! aduh... kenapa si kutub berada di sini sih. Mati aku, dia pasti akan mencurigaiku karena bolos kerja." gumamnya kesal lalu memilih berpura-pura tidak mendengar.


"Nona Maureen Maharani Perayoga." ucap Kendrick menyebutkan nama lengkap wanita cantik itu.


"Hehehe, iya aku datang." ucapnya cemberut lalu melangkah mendekat ke arah Kendrick.


Kendrick kemudian memerintahkannya untuk membangunkan Khumaira dan wanita cantik itu tampak patuh melakukannya.

__ADS_1


***


Sementara itu, Etha yang sedang mengejar saudaranya mulai kehilangan arah. Dia pun memilih melangkah menuju toilet. Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara anak kecil sedang menangis bahkan berteriak-teriak untuk dilepaskan.


Etha segera melangkah mencari sumber suara tersebut. Hingga mampu menangkap sosok anak kecil memberontak dalam gendongan pria bertopeng yang sedang menuruni tangga darurat yang mencoba keluar melewati pintu belakang.


"Berhenti, lepaskan anak itu." ucap Etha tanpa kenal takut.


Pria bertopeng itu mempercepat langkahnya, Etha lekas mengejarnya. Setibanya di lantai dasar. Pria itu kembali mengeluarkan pisau lipatnya lalu diarahkan ke arah Etha. Sedangkan Etha tampak waspada dan diam-diam mengambil sesuatu dalam tasnya.


Setelah menemukannya, Etha langsung menyemprotkan sebuah cairan berwarna merah ke arah mata pria itu dan sedetik kemudian Pria bertopeng itu menjerit kesakitan merasakan matanya seperti terbakar.


Etha tersenyum puas dan langsung mengambil alih anak kecil dari gendongan pria yang sepertinya sudah tak berdaya. Etha terkejut bukan main melihat anak kecil itu dan segera membawanya pergi.


"Wanita sialan!, kamu harus membayarnya nanti!." ucap pria bertopeng itu sambil guling-guling di lantai merasakan matanya terasa terbakar.


Sementara Morgan sudah bergabung dengan Kendrick. Tampak Morgan menggandeng tangan Mai dan bersiap untuk pulang dengan langkah berat karena Aqil tidak bersamanya. Morgan sudah mengerahkan para anggota The Tiger untuk mencari keberadaan Aqil di sekitaran Mall.


Saat bersiap untuk pulang, terdengar suara ledakan di pelataran Mall, dua unit mobil terbakar dan langsung meledak. Semua orang begitu panik dan berlarian mencari tempat aman.


"Ayo, mobil sudah siap." ucap Kendrick serius karena merasa musuh kembali datang mengintai.


Dan benar saja kembali pria bertopeng berdatangan melakukan penyerangan di tempat tersebut. Untungnya para anggota The Tiger sudah siaga untuk melawan mereka.


Morgan sama sekali tidak bergeming di tempatnya dan merasa tidak becus menjaga ponakan kembarnya. Begitu halnya dengan Mai tampak sedih dan belum pernah mengucapkan sepatah kata pun.


Tiba-tiba sebuah mobil hitam melaju kencang membelah keramaian orang-orang yang tengah melakukan perkelahian. Lalu disusul tiga unit mobil kepolisian yang sengaja didatangkan untuk mengamankan tempat tersebut.


Tampak pria gagah turun dari mobil dengan raut wajah sulit diartikan, lalu disusul wanita bercadar. Morgan hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar dan siap menerima segala amarah dari saudaranya itu.


Bersamaan pula, Etha datang tepat waktu yang sedang bersama dengan Aqil.


"Paman, kakak baik" teriak Aqil dengan senangnya sambil berlari menghampiri mereka.


Morgan dan Mai langsung mengalihkan pandangannya, raut wajahnya seketika berubah. Morgan langsung merentangkan kedua tangannya dan siap menangkap tubuh ponakannya itu.


Aqil langsung melompat ke tubuhnya dan memeluknya erat. Morgan tak kuasa menahan air matanya hingga lolos begitu saja, namun secepat kilat menghapusnya. Perasaannya begitu lega, Aqil kembali bersamanya.


Semua orang tampak terharu menyaksikan pasangan suami istri itu. Bahkan Aqila sudah bergabung bersamanya. Mereka berempat berpelukan bersama persis sebuah keluarga kecil.


Dan kebetulan Malfin dan Adelia sudah bergabung bersama mereka, Malfin dan Adelia hanya mampu tersenyum menyaksikan keakraban anak kembarnya bersama dengan Morgan dan Mai.


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗

__ADS_1


__ADS_2