Pengantin Pengganti Tuan Arogan

Pengantin Pengganti Tuan Arogan
Ya


__ADS_3

Morgan membuka pintu kamarnya lalu membawa Mai masuk ke dalam kamar, kakinya digunakan untuk menutup kembali pintu kamarnya, hingga pintu kamarnya tertutup rapat. Kemudian Morgan dengan hati-hati menurunkan Mai di atas tempat tidur.


Morgan menatap Mai dengan penuh damba lalu duduk di pinggir tempat tidur. Tangannya mulai bergerak mengelus pipi mulus Mai.


"Aku ingin melakukannya, bolehkah?" tanya Morgan.


Mai hanya mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan ambigu dari Morgan. Dia sama sekali tidak ngeh, apa maksud dari pertanyaan Morgan.


"Maksud kak Morgan melakukan apa?" Mai balik menanyakan keinginan Morgan.


"Ooh jangan-jangan maksud kak Morgan ingin mencium seluruh wajahku ya." ucap Mai dengan tebakannya yang malah menjawab pertanyaannya sendiri.


Morgan tersenyum tipis mendengar ucapan Mai, ditambah raut wajah Mai tampak menggemaskan. Morgan semakin mendekati Mai, hingga kini dirinya duduk saling berhadapan dengan Mai.


Meskipun Mai tidak mengerti apa maksud ucapannya, maklum Mai ibarat gadis kecil yang masih suci, polos dan lugu. Untuk itu, Morgan ingin mengutarakan keinginannya, dia ingin menjalani kehidupan rumah tangga seperti pasangan suami istri pada umumnya. Dia sudah memantapkan hatinya bahwa Mai wanita yang sangat dicintainya yang harus menjadi ibu dari anak-anaknya.


"Ya, termasuk itu. Tapi, maksud ucapanku lebih dari itu, sayang. Sebenarnya....aku ingin melakukan hubungan suami istri denganmu, Khumaira." ucap Morgan pada akhirnya. Pandangan mata Morgan tak pernah lepas dari wajah cantik Mai.


Deg!


Mai yang begitu loading dengan urusan orang dewasa seketika terkejut bukan main dengan mata membulat sempurna menatap wajah Morgan. Buru-buru Mai segera memutus pandangan dengan Morgan. Dia pun menunduk malu, perasaannya menjadi tak karuan, jantungnya semakin berdetak heboh mengalahkan letusan kembang api.


Ya Allah, apa sekarang waktunya aku melayani kak Morgan?. Bagaimana nantinya jika pengantin sesungguhnya kembali datang di kehidupan kami. Apa yang harus kulakukan? tidak... aku tidak boleh memikirkan hal itu. Berpikirlah positif Mai, bukankah kak Morgan sudah mengatakan jika dia mencintai mu. Batin Mai bimbang.


Mai menatap dalam manik mata Morgan mencari celah yang bisa meragukannya. Namun sayangnya, pria itu memang yakin dan bersungguh-sungguh ingin melakukannya.


Mai sadarlah, jangan berpikiran tidak-tidak. Kak Morgan suamimu dan wajib bagimu untuk melayaninya. Kamu akan berdosa jika menolaknya. Batin Mai dan kembali menundukkan kepalanya. Dia tidak boleh mundur dan harus siap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


Morgan yang melihat Mai hanya bengong kembali mengelus pipinya lalu turun menyentuh dagunya.


"Khumaira." Morgan menyentuh dagu Mai agar membuat wajah Mai mendongak menatapnya.


"Kak....."

__ADS_1


"Khumaira, sekarang aku ingin meminta hak ku sebagai suamimu. Tolong, izinkan aku untuk memberimu nafkah batin." ucap Morgan bersungguh-sungguh dari lubuk hatinya yang terdalam. Dia tidak ingin lagi menahan diri untuk tidak menyentuh Mai.


"Baik kak. Bismillah, aku siap melayani kak Morgan. Dan aku siap lahir batin untuk menunaikan tugasku sebagai istri kak Morgan" ucap Mai tersenyum.


Hal itu sontak membuat Morgan ikut tersenyum merekah ibarat mendaratkan durian runtuh. Kemudian Morgan langsung mendaratkan ciuman di kening Mai, sedang Mai hanya mampu tersipu.


Mereka saling tatap-tatapan dengan jarak dekat. Baik Mai maupun Morgan merasakan perasaan gugup dengan jantung yang begitu heboh di dalam tubuhnya.


Perlahan Morgan mengulurkan tangannya menyentuh kepala Mai, lalu dengan hati-hati membuka hijab Mai. Hingga tampaklah rambut Mai yang hitam legam yang selalu tertutupi hijab selama ini. Sementara Mai perasaannya menjadi dag dig dug, untuk pertama kalinya suaminya melihat auratnya.


Morgan menatap lekat-lekat wajah Mai, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Mai. Sebuah kecupan hangat mendarat di kening Mai. Itu sebagai awal bagi Morgan memulainya dengan mencium kening Mai, lalu Morgan turun menciumi kelopak mata Mai, hidung, kedua pipi dan terakhir mencium bibir ranum Mai.


Morgan menangkup wajah Mai untuk memperdalam ciumannya. Sedangkan Mai tak melakukan pergerakan sama sekali. Mai hanya membiarkan Morgan menyentuhnya, karena pria itu berhak atas dirinya.


Kini mata mereka terpejam menikmati gerakan bibirnya yang saling bersahut-sahutan, dimana Mai sudah membalas ciumannya. Ciuman mereka yang awalnya penuh kelembutan, berubah menjadi memanas.


Rambut panjang Mai sudah tergerai indah di balik punggungnya akibat ulah Morgan. Sedangkan Morgan terus mencium dan mellumat bibir Mai tak ada habisnya.


Nafas keduanya memburu dikala nafsu sudah menyelimuti tubuh dan pikirannya. Dan gelenyar aneh seketika membangkitkan hasrat birahi Morgan. Sesuatu yang bersembunyi di balik celananya mulai memberontak untuk lepas.


Sementara Mai sudah kesulitan bernapas dengan wajah memerah, dia langsung memukul lengan Morgan agar Morgan berhenti menciumnya. Dan benar saja Morgan menghentikan ciumannya. Seketika nafas keduanya tersengal-sengal setelah mengakhiri ciuman panasnya.


Morgan tersenyum puas lalu kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Mai hingga kening mereka bersentuhan.


"Aku mencintaimu, Khumaira." ucap Morgan tersenyum dengan tatapan mata sendunya.


"Aku juga mencintaimu kak." balas Mai tersenyum yang sudah siap melayani suaminya.


Morgan kembali membungkam mulut Mai lalu dengan hati-hati membaringkan tubuh Mai tanpa melepaskan pangutannya. Disela sela ciumannya Morgan mulai buka suara.


"Khumaira, ini pengalaman pertama bagi kita. Aku janji akan melakukannya dengan hati-hati." ucap Morgan dan Mai hanya mengangguk menanggapi ucapannya.


Morgan kembali mencium Mai dengan lembut dan penuh cinta. Setelah puas, Morgan berpindah menciumi leher jenjang Mai. Kedua tangannya sudah meraba punggung Mai lalu bergerak membuka piyama tidur Mai lalu melemparnya ke lantai.

__ADS_1


Morgan sudah tidak tahan, dia langsung membuka bajunya kemudian menindih tubuh Mai. Saat akan mencium bibir Mai, tiba-tiba Mai buka suara.


"Tunggu kak." ucap Mai dengan nafas ngos-ngosan, bahkan perasaannya begitu gugup yang sedang menghentikan aksi Morgan.


"Ada apa? aku menginginkanmu, kamu istriku aku berhak atas dirimu." ucap Morgan menatapnya.


"Pertama kak Morgan harus berjanji satu hal kepadaku." ucap Mai takut karena menghentikan aksi Morgan.


"Apapun sayang, aku siap melakukannya." ucap Morgan tersenyum hangat sambil mengusap kening Mai.


"Berjanjilah kepadaku....bahwa kak Morgan tidak akan pernah berhenti mencintaiku dan akan selalu menerima segala kekuranganku. Jikalau ujian kembali datang menerpa rumah tangga kita, kita harus menghadapinya bersama-sama..." Mai menjeda ucapannya.


"Dan aku akan berikan seluruh hidupku untukmu, kak." lanjutnya.


"Aku berjanji. Pegang kata-kata ini." ucap Morgan yakin.


"Lakukanlah." Mai tersipu malu dengan ucapannya sendiri.


Sementara Morgan hanya mampu tersenyum lalu kembali melanjutkan aksinya. Morgan mulai memberikan stempel kepemilikan di tubuh sang istri. Mai hanya mampu menerima sentuhan dari suaminya dengan ikhlas.


Pakaian mereka sudah berserakan di lantai beserta beberapa bantal dan guling ikut berjatuhan. Tubuh keduanya sudah polos di bawah selimut yang sedang memadu kasih.


Namun tiba-tiba saja Mai meringis kesakitan dengan sudut mata berair di kala sang suami mencoba menjelajahi lebih jauh mahkotanya.


"Aaaaah" Mai meringis kesakitan sambil mencengkram kuat sprei.


Dengan cepat Morgan mencium bibir Mai untuk mengalihkan kesakitannya. Hingga akhirnya aset berharga Morgan menerobos masuk dan berhasil merenggut mahkotanya.


Tak terasa air mata Mai jatuh dengan sendirinya saat dirinya sepenuhnya menjadi istri seutuh dari Morgan Leo Alexander. Mai sama sekali tidak menyesal, dia merasa bahagia karena mahkota yang dijaganya selama ini diberikan kepada suaminya.


Dan pada akhirnya Mereka pun melakukan hubungan suami istri dengan penuh cinta.


Morgan begitu bahagia, kebahagiaannya tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Untuk pertama kalinya dia menyentuh istrinya. Akhirnya ia berhasil menafkahi Mai secara lahir maupun batin.

__ADS_1


Kini mereka tidur saling berpelukan dibawah selimut yang baru saja menyelesaikan urusan malamnya.


Jangan lupa like, love, komen dan vote ya teman-teman... terima kasih 🙏


__ADS_2