Pengantin Pengganti Tuan Arogan

Pengantin Pengganti Tuan Arogan
Jangan-jangan kamu?


__ADS_3

"Kak Morgan sudah minum obat?" tanya Mai. Morgan hanya menggeleng menanggapi ucapannya.


"Ya sudah, tunggu sebentar. Aku akan mengambil obat dan juga mengompres tubuh kak Morgan supaya panasnya turun." ucap Mai khawatir. Morgan langsung menarik tangannya hingga tubuh Mai terjatuh di atas pangkuannya.


"Tak perlu melakukannya aku baik-baik saja. Tetaplah disini, aku hanya ingin memelukmu." ucap Morgan dengan mata sendu lalu memeluk tubuh istrinya dengan eratnya layaknya anak kecil bermanja-manja kepada ibunya.


Cukup lama mereka berpelukan diposisi seperti itu. Setelah itu, Morgan membiarkan Mai ke dapur. Tak lama kemudian, Mai kembali masuk ke kamar membawa wadah kecil beserta handuk kecil. Dia segera mengompres kening sang suami lalu tak lupa memberi nya obat penurun panas.


Malam harinya mereka makan malam bersama dengan suasana hangat dan penuh khidmat. Mereka begitu bersyukur dan senang bisa tinggal bersama.


Tiga hari kemudian, Mai dan Morgan memutuskan untuk kembali ke negara A. Karena kondisi Morgan sudah membaik, ditambah pekerjaannya sudah menumpuk dan tidak bisa di tinggal begitu saja.


Meskipun bekerja dari rumah, tapi tetap saja Morgan harus selalu standby di perusahaan untuk melakukan rapat penting setiap produk baru perusahaan kembali di luncurkan.


Kemudian Mereka berpamitan kepada Bu Siti, dan akan kembali mengunjunginya sebulan sekali. Kalau perlu Mai ingin membawa ibunya untuk tinggal bersamanya.


Suasana haru menyelimuti mereka. Bahkan Mai enggan untuk meninggalkan ibunya, dia ingin terus bersama ibunya.


"Sudah nduk, sebaiknya kamu pergi. Kapan-kapan ibu akan jalan-jalan ke sana." ucap ibunya dengan mata berkaca-kaca.


Lagi-lagi Mai memeluk erat tubuh ibunya, dia sungguh tidak rela pergi tanpa membawa ibunya.


"Bagaimana kalau sekarang ibu ikut bersama kami." ucap Morgan yang ingin mengajak ibu mertuanya ikut bersamanya. Dikarenakan dia tidak tega melihat sang istri terus menempel pada ibunya.


"Tidak nak, untuk saat ini ibu belum ada niatan ke sana. Lain kali saja ya."ucap Bu Siti yang menolak secara halus ajakan menantunya.


"Tapi, jika Mai kembali hamil. Insyaallah ibu akan tinggal bersama kalian agar ibu bisa membantu kalian merawat cucu ibu." Bu Siti tersenyum mengatakannya.


Sedangkan Mai hanya mampu menunduk, sungguh dia ingin kembali hamil secepatnya. Karena harapan para orang tuanya ingin menimang cucu darinya.


Setelah itu, mereka berangkat ke bandara karena jadwal keberangkatannya terhitung setengah jam lagi. Mai bertekad untuk segera mewujudkan ucapan ibunya. Semoga secepatnya dia kembali hamil.


*


*


*

__ADS_1


2 Tahun kemudian.....


Mai dan Morgan sedang menikmati hari weekend di Savana. Morgan sengaja mengajak Mai untuk memetik buah jeruk langsung dari kebunnya. Karena akhir-akhir ini, Mai lebih suka makan jeruk dibandingkan buah-buahan lainnya.


Mereka terlihat asyik memetik buah jeruk. Tawa bahagia terus terpancar di wajah keduanya saat memetik buah jeruk yang siap panen. Bahkan Mai begitu antusias memakan buah jeruk langsung dari pohonnya.


Mai sudah menghabiskan tiga buah jeruk dan masih mengupas buah jeruk yang baru saja dipetik. Morgan hanya mampu tersenyum melihatnya dan tak berani untuk menegurnya.


Mai yang tengah asyik makan jeruk mulai mengedarkan pandangannya di sekitarnya, hingga matanya memicing melihat mangga muda bergelantungan di pohon. Mai bahkan menjatuhkan buah jeruk di tangannya.


"Kak Morgan, aku pengen mangga muda." ucap Mai mengecap lidahnya sambil menunjuk mangga muda yang bergelantungan di atas pohon. Dia bertingkah seperti orang yang sedang ngidam mangga muda.


"Mangga muda, jangan-jangan kamu?" ucap Morgan curiga sambil menjeda ucapannya.


"Jangan-jangan kamu hamil sayang." ucapnya antusias dengan tebakannya.


"Semoga saja kak, tapi kata dokter pemeriksaannya akan dilakukan pekan depan. Apakah program kehamilanku berhasil atau tidak?." ucap Mai dan diakhir kalimatnya raut wajahnya berubah masam.


Sudah dua tahun penantiannya untuk memiliki momongan. Pasca mengalami keguguran tak membuat Mai cepat hamil. Dokter yang pernah menanganinya menyarankan dia bisa kembali hamil setelah dua tahun.


Untuk itu, setelah dua tahun, mereka memutuskan untuk melakukan program kehamilan dengan sistem bayi tabung.


"Iya kak. Aamiin." Mai tersenyum mengatakannya, lalu dia kembali menunjuk mangga muda yang dimaksud.


"Tunggu sebentar, aku akan mengambilnya." ucap Morgan tersenyum tipis. Tingkah istrinya benar-benar seperti wanita yang sedang ngidam. Semoga saja tebakannya benar.


Mai memilih duduk di bangku kayu yang biasa digunakan para petani ketika beristirahat sembari menunggu kedatangan Morgan yang tengah mengambil mangga muda.


Tak berselang lama kemudian, Morgan datang membawa mangga muda yang diinginkan oleh istrinya.


"Sebaiknya kita pulang sekarang. Aku mau buat, manisan dan rujak di rumah. Ibu pasti senang membantuku buat manisan, sudah lama sekali aku tidak membuat manisan bersama ibu" ucap Mai antusias menarik tangan Morgan untuk segera pulang.


"Iya sayang, tapi tunggu dulu, kenapa mesti buru-buru pulang. Tunggulah sebentar, Pak Joko masih memetik buah jeruk dan buah anggur untuk kita bawa pulang." ucap Morgan menghentikannya.


"Tuan, ini buah jeruk beserta buah anggur untuk anda. Semoga tuan dan nyonya menyukainya." ucap Pak Joko menyerahkan keranjang buah berisi buah jeruk dan buah anggur.


"Terima kasih pak." ucap Morgan dan Mai bersamaan.

__ADS_1


Kemudian Morgan mengambil keranjang buah tersebut lalu berpamitan untuk pulang.


Setibanya di rumah barunya, bangunan dua lantai yang sudah setahun belakangan mereka tempati. Hingga mereka mampu membawa Bu Siti untuk tinggal bersamanya karena bujukan serta rayuan dari putri semata wayangnya.


Kedatangannya langsung disambut oleh Mama Milan dan Bu Siti. Mai begitu antusias melihat mereka lalu mengajaknya untuk membuat manisan, sungguh dia ingin sekali mencicipi manisan mangga muda.


"Mangga muda? Jangan-jangan kamu...hamil sayang." ucap Nyonya Milan menembaknya sambil menatap Mai yang tengah mengupas mangga muda. Mai hanya mampu tersenyum mendengar ucapan ibu mertuanya.


"Semoga saja, Mai kembali hamil." timpal Bu Siti tersenyum sambil membantu putrinya.


"Aamiin, karena ucapan adalah doa, semoga saja benar adanya. Karena Allah tidak pernah tidur dan akan selalu mendengarkan serta men- ijabah doa-doa hambanya" ucap Nyonya Milan tersenyum mencairkan suasana.


Mereka tersenyum bersama dan terlihat senang membahas tentang kehamilan Mai yang masih tanda tanya. Lalu mereka begitu kompak membuat manisan.


*


*


*


Sementara itu, terlihat pria jangkung sedang menggendong bayi laki-laki kisaran umur sembilan bulan di dalam kamarnya. Raut wajahnya berseri-seri memancarkan kebahagiaan hanya memandangi wajah bayi laki-laki menggemaskan dalam gendongannya itu yang sudah tertidur pulas.


"Mas Ken, apa Kenzo sudah tidur?." tanya wanita cantik yang baru saja masuk dalam kamar tersebut. Terlihat wanita itu tengah hamil dengan perut menonjol.


Pria itu hanya menanggapinya dengan anggukan kepala. Kemudian dengan hati-hati merebahkan tubuh bayi yang digendongnya di boks bayi, lalu memandanginya sesaat. Setelah itu, mengalihkan pandangannya ke arah wanita tadi.


"Syukurlah, akhir-akhir ini Kenzo begitu rewel dan selalu ingin digendong." ucapnya sambil menghembuskan nafasnya dengan tangan mengelus lembut perutnya yang buncit.


"Maureen, bagaimana dengannya? apa kalian sudah makan?." tanya pria itu yang juga ikut mengelus perut wanitanya.


"Dia selalu tenang di dalam perut Mommynya. Dan kami belum makan Daddy." ucapnya tersenyum manis memancarkan gigi ratanya. Pria itu ikut tersenyum lalu mencium bibirnya, setelah puas menciumnya, kembali berpindah menciumi seluruh perutnya.


Mereka adalah pasangan Kendrick dan Maureen yang sudah dikaruniai anak pertama berjenis kelamin laki-laki dan beberapa bulan lagi, mereka akan kembali dikaruniai anak kedua. Karena usia kandungan Maureen saat ini sudah memasuki lima bulan.


Mengenai hubungan rumah tangga Kendrick dan Maureen berjalan harmonis. Kerja keras Maureen yang tidak pernah menyerah selama ini, akhirnya membuahkan hasil, suami kulkasnya akhirnya mencintainya dan bertekuk lutut kepadanya.


Hingga hasil buah cinta mereka adalah lahirnya baby Kenzo. Disaat Baby Kenzo belum bisa berjalan, sebentar lagi akan memiliki seorang adik. Semua itu gara-gara Daddy nya yang begitu kebablasan hingga membuat Mommynya kembali hamil.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak 🤗


__ADS_2