Pengantin Pengganti Tuan Arogan

Pengantin Pengganti Tuan Arogan
Ingin segera pulang


__ADS_3

Keluarga Alexander tiba di kediaman Maura. Mereka semua berpakaian serba hitam, datang untuk melayat dan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Maura.


Salah satunya Morgan, pria yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah turut hadir. Padahal dia hampir saja ketinggalan pesawat pagi itu.


Sementara itu, dokter Samuel tampak begitu sedih dan terpukul atas kepergian Maura. Dia tidak menyangka waktu berlalu begitu cepatnya, hingga waktu yang tidak pernah diinginkan datang juga.


Tak berselang kemudian, Alfhat juga hadir bersama sekretarisnya. Ini kali pertamanya bertemu langsung dengan para penerus keluarga Alexander.


Alfhat menatap kebencian kepada mereka semua. Dadanya seketika bergemuruh ketika melihat Adelio menggenggam mesra tangan Rania yang tengah duduk bersama.


Apalagi dia tak sengaja melihat perut Rania kembali membuncit. Sial! mereka begitu bahagia sedang dirinya belum juga membalaskan dendam atas kematian kedua orang tuanya.


Walaupun sudah merelakan Rania bersama dengan musuhnya, tapi perasaan iri dan dengki selalu saja merasukinya jika melihat wanita yang dicintainya bersama dengan musuhnya.


Pandangan Alfhat beralih menatap ke arah Etha yang duduk berdampingan dengan Adelia. Bersamaan pula Etha mengalihkan pandangannya hingga tak sengaja bertemu pandang dengan Alfhat. Dengan cepat Etha buang muka dan begitu jengkel melihat pria cabul itu.


Alfhat mengepalkan tangannya. Dasar perawan tua sombong, kita lihat saja sebentar lagi ayahmu akan mengais-ngais di bawah kakiku. Batinnya penuh kebencian.


Singkat cerita pemakaman Maura berjalan lancar. Satu persatu pelayat mulai meninggalkan tempat pemakaman. Namun keluarga Alexander belum beranjak pergi.


Tampak Morgan masih menatap pusara bertuliskan nama Maura. Kematian Maura tidak pernah dia duga, memang tak ada yang tahu akan datangnya ajal, karena pada dasarnya jodoh, reseki, maut semuanya sudah ditentukan oleh Allah swt.


Maura, kuharap kamu tenang di alam sana. Kamu tidak lagi menderita dan merasakan rasa sakit atas penyakitmu. Aku ucapkan selamat tinggal. Batin Morgan.


"Ayo, kita harus segera pergi." ucap Malfin kepada yang lainnya.


"Iya, kita harus segera pergi." ucap Adelio mengangguk lalu menggandeng tangan istrinya, begitupun yang lainnya mulai beranjak pergi.


"Jangan lupa mampir ke restoran untuk makan siang, karena aku sudah lapar. Setelah itu, kita baru berangkat ke Bandara." timpal Dilan.


"Ya, atur saja." timpal Malfin kemudian menghampiri adiknya.


"Morgan, apa kamu masih ingin tetap disini?" tanya Malfin.


Morgan menoleh kearahnya lalu menggeleng cepat.


"Aku ingin segera pulang, aku tidak ingin terlalu lama meninggalkan istriku yang tengah hamil." ucap Morgan.


"Ya sudah, tunggu apalagi. Lekaslah, jangan sampai kamu ditinggal lagi." ucap Malfin sambil menepuk bahunya kemudian melangkah terlebih dahulu lalu disusul Morgan.


*

__ADS_1


*


*


Sementara itu, Mai sedang menemani ponakan kembarnya bermain di ruang keluarga dan juga ditemani oleh nyonya Milan.


"Sayang, jangan lupa minum susu. Kasian kan Oma sudah buatin susu untuk kalian, tapi kalian belum juga meminumnya." ucap Mai lemah lembut sambil memegang dua botol susu formula untuk si kembar, karena si kembar masih mengonsumsi susu formula khusus balita 3 tahun ke atas.


"Baik kakak baik." ucap si kembar dengan kompaknya. Lalu mengambil botol susunya dari tangan Mai.


"Anak pintar." ucap Mai tersenyum.


"Anak-anak, mulai sekarang kalian harus memanggil Bibi Mai, jangan lagi memanggilnya dengan sebutan kakak baik, apa kalian paham." ucap Nyonya Milan tersenyum kepada cucunya.


"Baik Oma." timpal Aqila dengan anggukan kepala.


"Bagus, kalian memang cucu kesayangan Oma." ucap Nyonya Milan tersenyum lalu mencium pipi gembul mereka secara bergantian.


*


*


*


Morgan, bersama saudaranya dan kakak iparnya tiba di mansion tepat pukul 11 malam. Mereka baru saja sampai setelah melakukan perjalanan jauh.


Malfin segera membawa Adelia ke kamar, karena sang istri tampak kelelahan. Sementara Morgan bergegas ke kamarnya.


Dengan pelan Morgan membuka pintu kamarnya, lalu bergegas masuk. Kemudian kembali menutup pintu kamarnya dengan pelan.


Morgan mengedarkan pandangannya melihat ke arah tempat tidur dimana sang istri sudah tertidur pulas di bawah selimut. Morgan memutuskan ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum ikut tidur bersama sang istri.


Tak berselang lama, Morgan keluar dari kamar mandi sudah mengenakan piyama tidur. Dengan pelan Morgan naik ke atas tempat tidur, lalu berbaring di samping istrinya.


Morgan tersenyum tipis menatap wajah cantik istrinya yang sedang tertidur pulas. Lalu dengan hati-hati memeluknya, diluar dugaan Mai malah membalas pelukannya yang sudah terbuai mimpi.


*


*


*

__ADS_1


Sementara itu, Kendrick juga baru saja sampai di apartemennya. Dia pun terkejut mendapati sang istri meringkuk di atas sofa panjang hanya mengenakan piyama tidur seksi sebatas paha. Tak ingin membangunkannya, dia memutuskan ke kamarnya.


Sudah sebulan mereka menikah. Namun sikap Kendrick selalu saja dingin kepada Maureen. Bagaimana tidak, Maureen melakukan cara licik agar menikah dengannya.


Pernikahannya layaknya sebuah sandiwara yang sedang mereka lakoni, di depan orang tua mereka akan bersandiwara, dan Maureen mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengannya.


Dan selama sebulan ini Maureen selalu saja menggodanya agar mereka melakukan hubungan suami istri, namun Kendrick selalu menolaknya dan begitu cuek.


Dia sengaja melakukannya dan terus menjauhinya, agar Maureen sadar akan ulahnya yang ngaku-ngaku sedang mengandung anaknya, namun nyatanya hanya kebohongan belaka. Karena Maureen begitu licik memanfaatkannya, maka iapun akan meladeninya dengan cara licik pula.


Cepat atau lambat kebohongan Maureen akan terbongkar, karena sampai detik ini Maureen belum juga hamil. Kalaupun Maureen hamil tentunya bukan dia yang menghamilinya, karena sampai detik ini dia belum menyentuh Maureen.


"Kamu sudah pulang." ucap Maureen dengan suara parau habis bangun tidur.


Kendrick tak menggubris ucapannya, dia langsung melangkah menuju kamarnya. Sedangkan Maureen tampak berdengus kesal sambil mengerucutkan bibirnya. Setiap hari selalu saja dicuekin sang suami.


"Awas ya, aku sumpahin kamu bucin akut dan cinta mati kepadaku." ucap Maureen kesal.


"Masa punya suami kayak kulkas, setiap hari dicuekin melulu." omel Maureen sembari bangkit berdiri lalu menyusul Kendrick ke kamarnya.


Ceklek


Maureen membuka pintu kamar Kendrick lalu bergegas masuk dengan santainya. Suara gemericik air terdengar dari dalam kamar mandi. Dia tahu betul Kendrick lah yang sedang mandi.


Maureen menyeringai licik, dia selalu punya rencana untuk menggoda sang suami. Dan malam ini, dia tidak boleh hilang kesempatan. Tanpa basa-basi Maureen membuka piyama tidurnya lalu melemparkannya ke atas tempat tidur. Setelah itu, dia melangkah ke kamar mandi.


Kepalanya terlebih dahulu dicodongkan untuk melihat mangsanya, Maureen tersenyum tipis melihat Kendrick berdiri di bawah shower yang sedang menyabuni tubuhnya.


"Butuh bantuan suamiku?" tanya Maureen sembari melangkah mendekati Kendrick hingga berhasil berdiri di belakang Kendrick.


Sementara Kendrick sama sekali tidak meladeninya dan lekas menyelesaikan ritual mandinya. Setelah itu, langsung menyambar jubah mandinya lalu memakainya.


"Hei tunggu dulu..." teriak Maureen melihat tingkah laku suaminya sudah melangkah keluar dari kamar mandi. Maureen bergegas menyusulnya namun dia pun terpeleset hingga terjatuh bahkan keningnya sempat membentur pintu kaca, hingga keningnya mengeluarkan darah segar. Bersamaan pula terdengar suara pintu kamar mandi di banting.


Brakkk


Maureen sempat terkejut sambil meringis kesakitan hingga perlahan tak sadarkan diri.


Terlihat Kendrick sudah mengenakan piyama tidur dan bersiap untuk tidur. Namun dia merasa aneh karena Maureen tak kunjung keluar dari kamar mandi. Untuk itu dia lekas menghampirinya.


Kendrick terlonjat kaget melihat Maureen tak sadarkan diri, apalagi wajah Maureen sudah berlumuran darah, dengan cepat dia membawa istrinya keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2