Pengasuh Tangguh Violetta

Pengasuh Tangguh Violetta
Aksara dan Violetta


__ADS_3

Bilqis kini tengah mondar mandir di kamarnya, lebih tepatnya apartemen yang diberikan oleh Gabriel. Dia tengah memikirkan bagaimana caranya untuk bisa kembali pada Bram, saat ini Bram tengah Viral di media sosial karena selain mendapatkan beberapa penghargaan Bram juga menjadi inspirasi bagi generasi muda.


"Nama mas Bram semakin melejit, aku harus segera kembali padanya, sekarang job menjadi model juga sepi gara-gara ada pendatang baru yang songong itu." gumam Bilqis.


Gabriel memang menjamin Bilqis masuk kedalam agensinya menjadi model, tetapi untuk semakin naik ke atas tentu saja Bilqis harus menaikkan performanya sebagai model tanpa harus ada uluran tangan dari Gabriel sendiri.


"Aku harus coba deketin lagi si Vio, dengan begitu mas Bram pasti bakalan mau balikan lagi." ucap Bilqis.


Bilqis mengambil tas dan juga kunci mobil miliknya turun ke lantai dasar, dia berniat menemui Bram kembali dikantornya tapi sebelum itu dia akan memasang muka dua untuk mendekati Violetta.


Perusahaan Bramasta.


Seperti biasanya Bram bekerja di dampingi beberapa berkas yang selalu menemani kesehariannya, sejak Vio tinggal di desa Bram menyibukkan dirinya dengann bekerja seraya menyelidiki kasus kebakaran yang terjadi di proyeknya.


Tok..Tok..Tok..


"Masuk." sahut Bram dari dalam.


Ceklek.


Sekertaris Bram masuk kedalam ruangannya, saat ini Bram mempekerjakan seorang sekertaris karena jika semua ditangani oleh Yandi sendirian maka ia akan kewalahan, pasalnya sekarang banyak sekali gangguan dari luar yang menyerang dunia bisnis yang tengah di geluti Bram.


"Ada apa Calvin?" tanya Bram.


"Tuan, ada salah satu laporan yang janggal disini, coba kau teliti lagi takutnya aku salah atau ada yang belum aku pahami disini." ucap Calvin menyodorkan satu map pada Bram.


Bram mengambil berkas yang diberikan oleh Calvin, dia juga meneliti bagian-bagian penting mencari kejanggalan yang dimaksud oleh Calvin.


"Benar, laporan ini tidak sesuai dengan apa yang mereka presentasikan. Tolak kerjasama yang mereka anukan, aku tidak mau bekerja sama dengan orang yang licik demi meraup keuntungan sendiri." tegas Bram.


"Baik tuan." seru Calvin.


Calvin kembali ke ruangannya, dia mengerjakan kembali beberapa berkas penting agar tidak terjadi kesalahan akibat ketidak telitiannya. Setelah Calvin pergi Bram menyandarkan tubuhnya, dia menyugar rambutnya kasar entah mengapa rasanya dia merindukan dua wanita yang selalu ia lihat di rumahnya saat pergi maupun pulang kerja.


"Bagaimana perkembangan Vio ya? luka Renata udah sembuh belum ya? Huufff, rasanya sepi sekali tidak ada kalian berdua, biasanya saat aku lelah bekerja ada Vio yang menyambut dan aku juga bisa menggoda Renata." gumam Bram.


Di desa terpencil dua anak kecil sedang memburu ikan di sungai, keduanya tertawa dengan riang tanpa beban. Aksara berhasil menangkap banyak ikan di sungai, ia memberikannya pada Violetta yang bertugas memegang wadah hasil tangkapannya.


"Aksala ini udah banyak." ucap Violetta.


"Namaku Aksara, bukan Aksala." prites Aksara.

__ADS_1


"Kan aku cadel Aksala." ucap Violetta.


"Tinggal belajar huruf R apa susahnya sih?" heran Aksara.


"Ajalin dong pak gulu." goda Violetta.


"Yaudah, sini duduk." ucap Aksara menepuk batu besar yang tengah di dudukinya.


Violetta duduk di sebelah Aksara, dia menghadap tepat di depan wajah Aksara.


"Coba bilang RRRRRRRRR" ucap Aksara.


"Erllllĺĺl." ucap Violetta mencoba mengucapkan huruf R.


"Tuh tadi ada huruf R nya, coba lakukan terus berulang." titah Aksara.


Violetta menuruti perintah Aksara, dia terus mengulang kembali mengucapkan huruf R. Violetta terus berusaha sampai baju yang tadinya basah kuyup kini perlahan mengering, Aksara dengan sabar menunggu hasil terbaik dari Violetta.


"Mana coba aku mau dengar?" tanya Aksara.


"Aksara." ucap Violetta.


"Aksara kampret." ucap Violetta cengengesan.


Aksara menatap kesal pada Violetta yang dengan beraninya menyebut 'kampret' padanya, dia menarik tangan Violetta kemudian menggelitiki pinggangnya sampai Violetta cekikikan karena geli.


"Udah, hahaha. Udah Aksara Vio capek, kita pulang yuk." ucap Violetta.


"Yasudah kita pulang." ucap Aksara.


Aksara mengajak Violetta kembali ke rumahnya, mereka berjalan melewati semak-semak belukar. Saat sedang berjalan Aksara mendengar suara dibalik tumbuhan yang rimbun, dia menarik tubuh Violetta agar bersembunyi di belakangnya.


"Ada apa Aksara?"tanya Violetta.


"Sssttt, dengarlah." ucap Aksara dengan suara pelan.


Aksara berjalan mengendap-endap kearah sumber suara, dia membuka tumbuhan merambat yang menghalangi jalannya dan ternyata dibaliknya ada seekor kelinci putih yang tengah terperangkap.


"Vio, ada kelinci." ucap Aksara.


"Mana?" tanya Violetta antusias.

__ADS_1


Aksara membuka perangkapnya lalu mengeluarkan kelinci putih tersebut, dia menyerhakan kelincinya pada Violetta.


"Cantik sekali Aksara, buat Vio ya kelincinya." ucap Violetta mengusap kepala kelinci tersebut.


"Ambil saja." ucap Aksara.


"Yaudah, nih ikannya bawa sama kamu." ucap Violetta menyerahkan wadah yang berisikan ikan-ikan hasil tangkapannya.


Aksara mengambil wadah ikannya, keduanya kembali melanjutkan perjalanannya dan di sepanjang perjalanan Violetta terus berceloteh seakan tak ada kata lelahnya, Aksara hanya menggelengkan kepalanya yang lama-kelamaan dia pusing mendengarkan celotehan Violetta.


'Kenapa dia seberisik ini? jadinya kan pusing dengernya, malahan sampe mau muntah saking pusingnya.' batin Aksara.


Sampai di rumah Keduanya disambut oleh Renata, Violetta tersenyum senang karena ia mendapatkan seekor kelinci pemberian dari Aksara.


"Wah kelincinya bagus sekali Vio." puji Renata.


"Iya kakak, tadi nemu dijalan jadi Aksara kasih ke Vio." ucap Violetta.


"Tunggu, Vio udah bisa ngomong R sama KAKAK?" tanya Renata.


"Iya kakak, tadi diajarin Aksara." jawab Violetta.


"Ahh syukurlah, kakak seneng dengernya. Sekarang kalian mandi ya, nanti kalau udah mandinya kita makan." ucap Renata.


Aksara dan Violetta mandi secara bergantian, setelah selesai mandi keduanya bergabung dengan Sarina dan juga Renata. Selesai makan Violetta mengajak Aksara bermain bersama kelincinya, mereka berdua mengobrol bersama.


"Boleh kakak gabung?" tanya Renata.


"Boleh." jawab Vio.


"Vio, kakak mau bertanya sama Vio? Apa sekarang Vio masih sering mimpi buruk? Atau mengingat kejadian dulu?" tanya Renata.


"Kadang-kadang kakak, aku lagi berusaha buat ngelupain semuanya meskipun sulit tapi kata daddy aku harus yakin, aku mungkin bisa melupakannya sejenak tetapi untuk memaafkan mommy rasanya aku tidak mau." ucap Violetta menatap lurus kearah depan.


"Kakak yakin Vio pasti bisa, kakak harap dengan kita disini bisa mempersiapkan mental dan juga kemampuan bela diri kita agar tidak ada sembarang orang yang berani menindas kita." ucap Renata.


"Iya kakak." ucap Violetta.


'Sepertinya Vio mempunyai masalah yang cukup berat, sebelum dia pulang aku harus membekali dirinya sesuatu' batin Aksara.


Aksara tidak mau mencampuri obrolan Violetta dan Renata, jadi dia lebih memilih dan menyimak dan juga menangkap kemana arah obrolan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2