
Hari-hari terasa berat untuk Bram, setiap harinya ia lewati tanpa kehadiran Renata maupun Violetta. Bagaimana tidak, Fadlan melakukan tradisi pingit dimana ia gidak boleh bertemu dengan Renata, lebih menyebalkannya lagi Violetta merengek ingin bersama Renata karena tak mau berpisah darinya.
Sayang aku kangen âšī¸
^^^Sabar ya mas, kan cuman tinggal beberapa hari lagi đ^^^
Apa Vio nakal disana? Hari-hariku sepi tanpa kalian, kenapa papa harus pingin kamu sih? Padahal zaman sudah berubah loh.
^^^Kita turuti aja kemauan papa, daripada gak jadi nikah gimana? Hayoo. đ¤^^^
Menyebalkan đ¤§
^^^Yasudah, aku mau masak dulu buat makan siang nanti^^^
Mau dong bun, udah lama gak makan masakan kamu âšī¸
^^^Nanti suruh aja Yandi kesini, aku siapin bekalnya biar nanti tinggal diambil.^^^
Makasih sayangku đ¤đĨ°đ
__ADS_1
^^^Semangat kejanya cuami đ^^^
Siap calon istri đĢĄđ¤
Bram menghela nafasnya panjang, tubuhnya kembali lesu saat melihat layar hp nya chat nya hanya dibaca saja. Yandi masuk dengan tumpukan berkas di tangannya, akhir-akhir ini keduanya sangatlah sibuk karena Bram ingin merencanakan bulan madu setelah menikah nanti.
"Kenapa loyo kayak gitu? Nih kerjain, katanya mau bulan madu, tapi males-malesan kayak gini." protes Yandi.
"Gimana gak loyo, sumber energinya jauh." jawab Bram lesu.
"Ck, yaelah kak. Loe pisah cuman seminggu, sedangkan tinggal menghitung hari loe nikah dan tinggal bareng-bareng lagi." ucap Yandi berdecak.
"Iya sih, nyebelin banget bokapnya Rena harus ada pingit segala. Nanti tolong ambilin bekal di rumah Rena ya, dia sengaja mau ngasih hasil masakannya buat makan siang." ucap Bram.
"Aku yang minta, puas!" sewot Bram.
"Yaudah, kerjain dulu tuh berkasnya. Kalau gak di kerjain gue gak mau ambil bekalnya, gue juga masih banyak pekerjaan." ucap Yandi.
"Iya bawel banget sih, udah kayak emak-emak aja kerjaannya ngereog mulu." omel Bram.
__ADS_1
Yandi langsung pergi meninggalkan Bram begitu saja, dia masuk kedalam ruangannya mengerjakan pekerjaannya yang hampir sama banyaknya dengan Bram. Dengan menghela nafas yang berat, Bram mengambil satu persatu berkas yang harus di periksa serta di tandatangani olehnya.
.
.
Renata kini tengah berkutat di dapur bersama Violetta, mereka memasak bersama yang lebih tepatnya Renata lah yang memasak, sedangkan Violetta hanya bertugas mencuci sayuran dan menjadi mandor.
"Vio, tolong ambilin kotak bekal nasi yang udah bunda cuci." ucap Renata.
"Siap bunda." sahut Violetta.
Violetta berjalan kearah wastafel, dia mengambil kotak bekal nasi yang sudah di cuci oleh Renata sebelumnya. Renata mengambil wadah yang ia perlukan dari tangan Violetta, dia memasak sambil memasukkan nasi kedalam kotak bekal tersebut. Selesai memasak, Renata menata lauk pauk kedalam kotak bekal untuk Bram. Renata juga mengambil kembali satu kotak bekal nasi untuk Yandi, dia tidak mungkin membuatkan untuk Bram saja, jadi ia membuatkan sekalian untuk Yandi yang memang akan protes jika tidak sama-sama di berikan bekal.
"Bun, itu bekal buat siapa?" tanya Violetta.
"Itu untuk daddy, sama om Yandi." jawab Renata.
"Oh, emang daddy minta ya bun?" tanya Violetta.
__ADS_1
"Iya, makanya bunda buatin." ucap Renata.
Fadlan datang menghampiri Renata dan Violetta, dia membantu Renata menata makanan diatas meja bersama Violetta. Sesekali Fadlan mengajak Violetta bercanda, keduanya nampak sangat akrab sampai tidur pun tak ingin pisah.