Pengasuh Tangguh Violetta

Pengasuh Tangguh Violetta
Mengingatkan


__ADS_3

Bram sudah menyelesaikan pekerjaannya, dia berjalan kearah kamarnya berniat membangunkan anaknya dan juga calon istrinya namun ternyata keduanya sudah bangun.


Ceklek.


"Eh udah bangun, baru aja mau bangunin." ucap Bram.


"Iya mas, biasanya Vio kalau tidur siang 2 sampe 3 jam makanya sekarang udah bangun." ucap Renata.


"Sebelumnya Vio susah tidur siang, mungkin kalau dia tidur dia akan bermimpi buruk makanya enggan tidur siang, tidur malampun dia hanya sebentar bangun sebentar tidur sampe matanya hitam." ucap Bram.


"Ya kan sekarang Vio udah sembuh dad," ucap Violetta.


Netra mata Bram tak sengaja melihat paper bag yang dilettakkan di bawah ranjang, dia lantas melihat isi di dalamnya.


"Kalian beli banyak barang ini untuk siapa? Kok ada baju laki-lakinya?" tanya Bram.


"Vio tadi bilang mau beli barang buat bu Sarina sama Aksara," jawab Renata.


"Daddy kalau ada waktu boleh ya kita ke desa, aku gak sempat kasih kenang-kenangan buat nenek Sarina sama Aksara." pinta Violetta.


"Boleh sayang, daddy juga emang berniat kesana tapi nunggu kerjaannya agak berkurang dulu biar enak." ucap Bram.


"Yeeeaayy." sorak Violetta.


"Yaudah kita pulang dulu ya," ajak Bram.


Violetta dan Renata pun menganggukkan kepalanya, Violetta meminta Bram mendekat kearahnya kemudian ia naik ke punggung sang ayah, mereka bertiga berjalan keluar dari kamar berniat untuk pulang namun saat membuka pintu Bilqis tengah berdiri disana bersama Yandi.


"Kak, nih orang maen terobos aja tanpa izin." ucap Yandi.


"Biarkan saja." ucap Bram.


Violetta meminta Bram menurunkan tubuhnya, Renata meminta Vietta berdiri disampingnya. Bilqis menatap tak suka pada Renata yang ia duga telah merebut posisinya, dia berjalan hendak menghampiri Bram namun Bram langsung menyingkir.


"Mas, kenapa malah menjauh sih?" tanya Bilqis.


"Siapa anda? Kayaknya saya tidak mengenali anda sebelumnya?" tanya Bram.

__ADS_1


"Mas, jangan pura-pura gak kenal deh. Mana mungkin gak kenal bisa ada tuh anak kecil diantara kita, kamu lupain semua kenangan kita mas?" ucap Bilqis kesal.


"Jangan ganggu kami lagi!" tegas Violetta.


Renata tak berniat ikut campur, karena itu urusan pribadi antara Bram dan Bilqis, namun jika sedang berdua saja dengan Violetta maka ia akan turun tangan karena takut Bilqis msnyakiti Violetta.


"Vio sayang, kamu gak kangen sama mommy?" ucap Bilqis dibuat selembut mungkin.


"Kangen? Heh, aku sama sekali gak kangen sama penjahat." ucap Violetta.


"Jangan gitu Vio, kamu lupa kalau aku adalah ibu kandungmu? Gak akan ada kamu loh kalau mommy gak ngelahirin kamu di dunia ini." ucap Bilqis.


"Oh, ibu kandung ya? Ibu yang sudah dengan teganya menyiksa anaknya begitu? Oh ya, kalau begitu biar aku ingatkan satu hal padamu MOMMY." ucap Violetta.


Flashback


Violetta tengah menyapu rumahnya dengan wajah yang sudah sangat kelelahan karena bik Marni saat itu sedang pulang kampung, perutnya sudah berbunyi sejak pagi karena ia belum mengisi perutnya.


Kruukkkk..


"Adduuhhh, Vio lapal cekali." ucap Violetta memegangi perutnya.


"Mommy Vio lapal." lirih Violetta.


"Kenapa laporan sama mommy? Tinggal masak aja apa susahnya sih?" marah Bilqis.


"Vio ndak bisa masak mommy." rengek Violetta.


"Apaan sih, ganggu aja. Sana pergi ke dapur, jangan manja!" sentak Bilqis.


Bilqis mengibaskan tangannya seraya mendorong Violetta menjauh darinya, dengan terpaksa Violetta berjalan ke dapur dengan perutnya yang lapar. Violetta melihat isi kulkas yang kosong, hanya tersisa figa butir telur saja.


"Gimana cala masaknya?" gumam Violetta.


Violetta berinisiatip mengambil kursi, dia mengambil wajan untuk memasak telurnya. Tak lupa Violetta mengambil minyaknya, dia meletakkan wajan tersebut keatas kompor lalu menyalakannya. Violetta menambahkan sedikit minyak kedalam wajan, dia memecahkan telurnya keatas wajan lalu mengorak- ariknya, wajan yang di gunakan oleh Violetta tiba-tiba mengeluarkan asap karena Violetta memasak dengan api yang besar sedangkan minyak yang digunakan hanya sedikit. Api mulai muncul dari dalam wajan membuat Violetta kaget, ia segera turun dari kursi yang biasa dia gunakan untuk menjangkau ketinggian.


"Aaaarrgghh, MOMMY!" teriak Violetta.

__ADS_1


Bilqis terkwjut mendengar teriakan Violetta, dia mengecek ke dapur dan betapa terkejutnya ia melihat kobaran api dari wajan.


"VIO APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!" teriak Bilqis.


Dengan langkah cepat Bilqis mengambik ember yang diisi oleh air, dia mencoba mematikan kompornya lalu ia menyiram wajan tersebut menggunakan air yang ia bawa.


Wusshh..


"Uhukk..Uhukk..Mommy Vio tatut." ucal Violetta terbatuk, tubuhnya pun bergetar ketakutan.


"Dasar anak tidak berguna! sini kamu!" amuk Bilqis.


Bukannya menenangkan anaknya yang terlihat ketakutan Bilqis justru menarik tangan Violetta, dia narah pada anaknya yang sudha membuat kekacauan di dapur. Bilqis membawa Violetta ke kamar mandi, dia terus menyiram Violetta dengan air bahkan ia memasukkan tubuh Violetta ke dalam bak mandi.


"Mommy, dingin huhuhu.." rengek Violetta.


"Itu hukuman buat kamu! Lihat di dapur jadi berantakan, siapa yang mau beresin kekacauan itu hah?!" berang Bilqis.


Violetta menggigil kedinginan, Bilqis meninggalkan Violetta begitu saja. Bram saat itu harua lembur karena banyaknya pekerjaan, selama satu jam lamanya Violetta berada di dalam bak kamar mandi. Bilqis mengecek ponselnya terkejut kala membaca pesan dari Bram, disana tertulis Bram yang mengatakan akan pulang. Bilqis segera berlari ke kamar mandi, dia menguarkan Vietta yang sudah menggigil dengan wajahnya yang pucat.


"Ayo keluar, awa kalau kamu bilang sama daddy!" ancam Bilqis.


Bilqis segera membawa Violetta masuk kedalam kamarnya, dia langsung mengganti baju Violetta lalu menguruhnya tidur diatas kasur. Tak lama kemudian Bram sudah sampai di rumahnya, seperti biasanya Bilqis menyambut kedatangan suaminya.


"Vio dimana sayang?" tanya Bram.


"Dia lagi dikamar, tadi dia main air lama banget jadi kayaknya sekarang dia kedinginan." bohong Bilqis.


"Aku mau temuin Vio dulu." ucap Bram.


Bram melangkahkan kakinya menuju kamar Violetta, dia melihat sang anak tengah menggigil kedinginan. Bram menghampiri Violetta dengan wajahnya yang cemas, dua memgang dahi Violetta yang ternyata panas.


"Ya Allah sayang, badan kamu panas." ucap Bram panik.


Bram langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuh Violetta, dia mengangkat tubuh sang anak membawanya keluar dari kamar, Bilqis pura-pura panik saat Bram membawa Violetta keluar, keduanya pun pergi menaiki taksi membawa Violetta ke rumah sakit yang tak jauh dari tempat tinggalnya saat itu.


Flashback off

__ADS_1


"Aku yakin kau tidak lupa kan mommy?" tanya Violetta.


__ADS_2