
Melihat Aksara berjalan kearahnya Violetta pun segeera mempercepat langkahnya, dia langsung menubruk Aksara lalu memeluknya.
Greepp.
"Vio, aku gak bisa nafas." keluh Aksara.
"Hehe, maaf Aksara habisnya aku kangen sama kamu." ucap Violetta sambil tersenyum.
Violetta melepaskan pelukannya dari Aksara, dia begitu excited melihat Aksara dari kejauhan. Aksara melihat kedepan dimana Bram dan juga yang lainnya berjalan membawa sesuatu, bu Sarina keluar dari dalam rumahnya terkejut melihat Violetta dan Renata datang bersama banyak orang.
"Ya Allah," ucap bu Sarina terkejut.
"Assalamu'alaikum bu," ucap Renata memberi salam.
"Wa'alaikumsalam," ucap bu Sarina menjawab salam dari Renata.
Renata meraih tangan bu Sarina, dia mengecup tangan wanita paruh baya yang selama di desa menemaninya. Violetta menarik tangan Aksara berjalan ke rumahnya, dia juga ikut menyalimi tangan bu Sarina yang ia anggap sebagai neneknya sendiri. Bu Sarina menyuruh Bram dan yang lainnya untuk masuk, Violetta terus menempel pada Aksara seakan tak ingin lepas darinya.
"Ck, Vio awas dulu." ucap Aksara berdecak.
"Apaan sih Sara, diem deh." protes Violetta.
"Hei Tata, bajuku basah. Awas dulu deh, aku mau mengganti pakaianku dulu." bisik Aksara.
__ADS_1
"Issh, yaudah jangan lama-lama soalnya ada yang aku mau kasih ke kamu Sara." ucap Violetta.
"Iya bawel." ucap Aksara.
Aksara pun bangkit dari duduknya setelah Violetta melepaskannya, dia segera masuk ke dalam kamarnya mengganti pakaiannya yang basah kuyup setelah bebrburu ikan. Di dalam kamar Aksara menatap pantulan wajahnya di cermin, senyum merekah terpancar dari wajahnya yang bahagia karena Violetta mengunjunginya.
"Akhirnya kau datang juga Vio." ucap Aksara tersenyum.
Bram menyerahkan sembako yang dibawanya dari kota pada bu Sarina, sembako tersebut berupa beras, minyak, tepung-tepungan, telur dan masih banyak lagi.
"Ya Allah nak Bram, kenapa banyak sekali?" ucap bu Sarina merasa tidak enak.
"Tidak usah sungkan bu, ini tidak seberapa." ucap Bram.
"Oh iya bu, saya ingin memberitahukan bahwasannya saya dan Renata akan melangsungkan pernikahan, kalau bu Sarina berkenan bersedia kah bu Sarina datang ke acara kami." ucap Bram.
"Alhamdulillah, ibu sangat senang mendengarnya nak. Jika ibu di berikan umur panjang ibu akan usahakan untuk datang, kalau boleh tahu kapan pernikahannya akan dilangsungkan?" ucap bu Sarina senang.
"Insyaallah secepatnya, untuk penentuan kapan harinya nanti saya akan mengirimkan kartu undangannya pada pak Aji." ucap Bram.
"Ibu doakan semoga apa yang menjadi niat baik kalian dilancarkan, ibu tidak bisa memberikan apa-apa selain doa untuk kelangsungan masa depan kalian." ucap bu Sarina tersenyum.
Aksara keluar dari dalam kamarnya, dia sudah memakai baju yang rapi lengkap dengan rambut yang sudah di sisir. Violetta tersenyum melihat wajah Aksara yang menurutnya lucu, Aksara dengan pedenya menyisir rambutnya terbelah dua.
__ADS_1
"Aksara, sini." panggil Vio.
Aksara berjalan dengan wajah datar, dia duduk disamping Violetta.
"Kau ini, segitu kangennya kah?" tanya Aksara.
"Diamlah, rambutmu akan aku tata ulang." ucap Violetta.
"Kenapa?" tanya Aksara.
"Biar ganteng." ucap Violetta.
Nurul menoel punggung Renata, dia menyuruh Renata melihat interaksi antara Violetta dan juga Aksara yang terlihat begitu menggemaskan.
"Ren, liat deh mereka." tunjuk Nurul.
"Aku sudah biasa melihat mereka berdua, kadang akur kadang juga bertengkar." ucap Renata.
"Lucu ya mereka." ucap Nurul.
"Iya, Vio yang bawel disatukan dengan Aksara yang datar dan dingin." ucap Renata.
Violetta memainkan rambut Aksara, dia mengeluarkan karet rambut miliknya lalu mengikat rambut Aksara menjadi beberapa bagian. Aksara diam saja diperlakukan seperti itu oleh Violetta, dia membiarkan Violetta melakukan apapun padanya karena ia berpikir tidak akan setiap hari bertemu dengan Violetta yang bawel menurutnya.
__ADS_1