
Bilqis sudah selesai diobati, matanya terlihat ada lengkungan warna ungu bercampur hijau, ditambah lagi bibirnya robek akibat ulah penghuni sel.
"Brengsek! Awas aja loe semua, gue bakalan bikin perhitungan sama orang-orang yang udah bikin gue kayak gini, Bram tunggu pembalasanku!" gumam Renata marah.
Selesai diobati Bilqis kembali dibawa ke ruang tahanan, dia dimasukkan kedalam sel yang berbeda. Bilqis melihat penghuni tahanan yang tengah tertidur meringkuk beralaskan tikar, dia mencium bau tak sedap yang berasal dari tubuh tahanan yang lainnya, perutnya terasa bergejolak ia juga memegangi hidungnya karena baunya terasa begitu menyengat.
"Huek, huek, bau banget." ucap Bilqis mengibaskan tangannya.
Bilqis tak ingin bergabung dengan yang lainnya, dia lebih memilih berdiri memisahkan dirinya di sudut sel tahanan tempat tinggalnya sekarang.
.
.
3 hari kemudian.
Violetta dan Renata tengah mengemas barang yang akan mereka bawa, sesuai permintaan Violetta di hari weekend ia meminta pada ayahnya untuk mengantarnya menemui bu Sarina dan juga Aksara, dan sekarang Bram memenuhi keinginan Violetta berkunjung ke desa.
"Semua sudah siap?" tanya Bram.
__ADS_1
"Sudah daddy," jawab Violetta.
"Tinggal sembakonya belum mas," ucap Renata.
"Biar mas aja yang masukin kedalam mobil, kita tunggu Yandi dulu sebelum berangkat." ucap Bram.
Renata menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, Bram menyuruh Violetta dan juga Renata untuk masuk kedalam mobil terlebih dahulu. Bram memasukkan sembako kedalam bagasi yang akan ia berikan pada bu Sarina dan juga kepala desa sebagai buah tangannya, saat tengah sibuk membereskan barang bawaannya Yandi datang bersama Nurul.
Tin..Tin..
Yandi membunyikan klakson mobilnya, Bram menoleh kearah Yandi yang tengah tersenyum dengan tengilnya. Renata melambaikan tangannya begitu melihat Nurul yang turun dari dalam mobil Yandi, sedangkan Yandi sendiri membantu Bram memasukkan barang bawaanya.
"Udah jadian nih?" goda Bram.
"Gercep juga ternyata." ucap Bram.
"Iya dong." ucap Yandi bangga.
Setelah semuanya beres Bram dan Yandi masuk kedalam mobil yang sama, Yandi duduk di depan bersama Nurul sedangkan keluarga cemara duduk di belakang dengan Violetta yang duduk dipangkuan ayahnya. Yandi melajukan mobilnya keluar dari mansion, dari dalam mobil semua orang mengobrol diselingi canda tawa.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian.
Mobil yang di tumpangi oleh Bram dan yang lainnya sudah sampai di tempat tujuan, Violetta sangat bersemangat dibandingkan yang lainnya, ia tidak sabar untuk bertemu dengan Aksara.
Saat hendak turun melewati gapura, ada dua orang pekerja tuan Zanid yang lewat, mereka menghampiri Renata dan juga Violetta yang di kenalnya.
"Neng, udah lama gak kesini lagi, kemana aja?" tanya salah seorang pria.
"Eh pak, iya saya sama Vio udah kembali ke kota dan sekarang lagi berkunjung kesini lagi." jawab Renata.
"Barang bawaannya banyak juga, sini saya bantuin." ucap salah seorang pria lainnya.
"Boleh, boleh, maaf ya merepotkan." ucap Bram tidak enak.
Dua orang pekerja pak Zanid pun membantu Bram membawa barang bawaannya, mereka berjalan bersama menuju rumah pak Zanid sebelum ke rumah bu Sarina. Bram berbincang-bincang sebentar bersama tuan Zanid mengucapkan terimakasih seraya memberikan buah tangan yang sudah ia siapkan, setelah selesai mengobrol dengan tuan Zanid Bram dan juga yang lainnya berpamitan untuk pergi ke rumah bu Sarina. Saking tak sabarnya Violetta berlari menuju rumah bu Sarina, Renata ikut mengejar Violetta takutnya dia terjatuh.
"AKSARA." teriak Violetta.
Violetta melihat Aksara dari kejauhan, Aksara yang merasa di panggil pun menoleh kearah Violetta, ia segera menyimpan ikan hasil tangkapannya kemudian ia berjalan kearah Violetta.
__ADS_1
Untuk para readers yang ingin memberikan kritik ataupun saran di kolom komentar silahkan aja, janga merasa sungkan saya selaku author pasti akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian semua. Kalau pun kalian merasa sungkan memberikan kritik ataupun saran , kalian bisa chat pribadi sama author ya 🙏😊
jangan khawatir, author gak akan marah dengan kritikan kalian ataupun saran dari kalian semua. Semua karya yang aku buat pastinya ada kesalahan, tidak mungkin 100% berjalan mulus, di karya kedua ku banyak yang memberikan kritik dan saran atas keslaahan yang author tidak sadari, alhamdulillah author langsung revisi. Terimaksih berkat kalian author jadi berusaha lebih baik lagi, berkat kalian juga banyak inspirasi yang author dapatkan 🙏🥰