Pengasuh Tangguh Violetta

Pengasuh Tangguh Violetta
Mengusir Bilqis.


__ADS_3

Sudah satu minggu belakangan Bilqis tak bisa memuaskan hasrat Gabriel, dia juga kadang menghindar daru Gabriel selaku pria yang memfasilitasi dan juga sebagai jalur cepat untuk Bilqis bisa masuk ke dalam dunia modeling. Kesabaran Gabriel sudah diatas puncak, saat ini juga ia mengusir Bilqis dari apartemen miliknya, menyita semua yang pernah ia berikan, mengeluarkan Bilqis dari dunia modelling serta memblacklistnya.


"Pergi dari sini!" usir Gabriel.


"Babe, jangan usir aku dari sini, aku mohon!" ucap Bilqis memohon dihadapan Gabriel.


"Aku paling tidak suka pada orang yang tidak tahu diri! Sudah cukup kesabaranku menghadapimu, kau tahu kalau aku hanya ingin di puaskan saja, tetapi kau selalu saja menghindar sekalinya melayani tidak ada kata puas darimu." tukas Gabriel.


Gabriel sudah tak ingin melihat wajah Bilqis lagi, dia menyeret koper Bilqis keluar dari apartemennya. Wajah Gabriel sudah merah padam bahkan urat-uratnya pun sangat terlihat jelas, Bilqis kini sudah hancur terutama karir yang selama ini ia dambakan hilang begitu saja tanpa bisa masuk kembali, walaupun dia melemparkan tubuhnya pada pria hidung belang manapun tidak akan bisa bergabung di dunia modelling lagi karena Gabriel sudah memasukkan Bilqis ke dalam daftar hitam jadi tidak akan ada yang berani melawan Gabriel si raja dunia entertainment.


"Oh ya, aku lupa memberitahumu kalau semua uang yang sudah aku berikan padamu akan secara otomatis kembali padaku, semua kartu kredit sudah aku bekukan." ucap Gabriel tersenyum miring.

__ADS_1


"Apa?!" beo Bilqis.


Gabriel melemparkan koper Bilqis tepat di lantai dasar, dia pergi meninggalkan Bilqis yang terus memohon padanya tanpa ia hiraukan sama sekali.


"Cihh, dia pikir hanya karena dia orang pertama yang bisa memuaskanku bisa seenaknya? Kau salah Bilqis, aku seorang Gabriel tidak akan pernah kekurangan apapun, bahkan tanpa aku minta banyak wanita yang berlomba-lomba mendekatiku." gumam Gabriel.


Bukk.


"Brengsek!" umpat Bilqis.


Bilqis tidak tahu harus kemana lagi ia pergi, jika kembali pada Regan pun tidak mungkin karena ia tahu kabar Regan yang terancam bangkrut. Bilqis berpikiran untuk kembali pada Bram dan meminta tinggal bersamanya, namun pikiran itu seketika sirna saat ia baru saja membuka hp nya ada sebuah berita yang lewat, dimana berita tersebut mengabarkan kalau terjadi kebakaran di mansion Bram, bahkan mansionnya pun sudah di beri garis polisi yang pastinya rumah itu di kosongkan.

__ADS_1


"Gue harus kemana lagi ini?! gue gak tahu kemana mas Bram saat ini, mansionnya aja di garis polisi, huufftt apes banget deh gue hari ini gegara si Gabriel, awas aja loe gue bakal bales semua perbuatan loe." gumam Bilqis frustasi.


Bilqis berjalan gontai keluar meninggalkan apartemen yang selama ini ia tinggali selama berhubungan dengan Gabriel, ia mengotak-atik hpnya mencari pekerjaan yang akan ia gunakan sebagai sumber mata uang untuknya.


"Masa gue harus jadi pelayan di resto? Mana mau gue. Perawatan gue mahal masa jadi tukang nganterin pesenan orang, hiih najis." gumam Bilqis.


Bilqis kembali mencari informasi lewat media sosialnya, dia menemukan lowongan menjadi seorang pekerja di club dimana ia harus menemani orang mabuk sampai menemani tidur.


"Nah, kalo ini gapapa sih mending gue kerja kek hini dulu buat sementara, lagian si Gabriel seenaknya aja blacklist gue dari dunia model." kesal Bilqis.


Bilqis memutuskan untuk menjadi seorang pelayan di sebuah lub malam, dia juga suka minum-minum toh hasilnya untuk menambah biaya kehidupannya serta gaya hidupnya yang tinggi, ia selalu ingin tampil cetar meskipun dengan cara menjual diriny sendiri.

__ADS_1


__ADS_2