
Bram dan yang lainnya sudah sampai di mansion, setelah menempuh perjalanan yang begitu panjang dan memakan waktu, seperti biasanya Violetta pasti akan tertidur jika ia sudah merasa kelelahan. Bram menggendong Violetta untuk di pindahkan ke dalam kamarnya, Renata mengekor di belakangnya bersama Nurul dan juga Yandi.
Tring..
Suara pesan masuk berbunyi ke dalam hp milik Yandi, mendengar hal itu Yandi pun menghentikan langkahnya kemudian membuka isi pesan tersebut.
'Bos lebih baik bergerak sekarang ataupun besok, sebelum Indra kembali dari luar negeri, Chandra berhasil memata-matai kalau setelah kepulangannya Indra akan langsung menyerang tuan Bram.'
Pesan tersebut dikirimkan oleh Jegel selaku anak buahnya, dia memberikan kabar terbaru mengenai Indra. Jegel ia tugaskan untuk tetap mengawasi pergerakan anak buah Indra di negaranya, sedangkan Chandra sbegai mata-mata di tugaskan untuk ikut ke luar negeri melihat pergerakan Indra.
"Wah, harus langsung kasih tahu ini." gumam Yandi.
Yandi pun segera memanggil Renata dan juga Nurul, dia meminta mereka ikut kumpul di ruang tamu, sebelum itu Yandi juga meminta Renata memanggil Bram terlebih dahulu.
"Rena, tolong panggilin kak Bram dulu, nanti kita bicara di ruang tamu." ucap Yandi.
"Iya, tunggu sebentar." ucap Renata.
Renata berjalan menaiki tangga menyusul Bram, kebetulan Bram keluar dari dalam kamar Violetta dan hendak turun.
"Mas." panggil Renata.
__ADS_1
"Iya sayang." ucap Bram.
"Tadi Yandi bilang ada yang mau di bicarakan, mending sekarang kita turun ke bawah dulu." ucap Renata.
"Yasudah, ayo sayangku." ucap Bram tersenyum.
Bluussshhh..
Wajah Renata langsung memerah mendengar kata manis dari calon suaminya, Bram merengkuh pinggang Renata membenamkan kecupan di keningnya, setelah itu Bram menarik tangan Renata mengajaknya turun ke bawah.
Yandi melihat kedatangan Bram, dia langsung saja menghubungi Jegel agar ia bisa menjelaskan rinci laporannya pada Bram. Ketika Bram sudah duduk bersama Renata, saat itu juga Jegel menjawab panggilannya.
"Kak, Jegel mau bicara." ucap Yandi menyerahkan hp nya pada Bram.
Tutt.
Sambungan telepon dimatikan sepihak oleh Bram, Renata memandangi wajah Bram yang tengah berpikir. Yandi dan yang lainnya menunggu Bram mengeluarkan suaranya, keputusan Bram adalah yang paling utama sebelum memulai tindakan.
"Besok kita akan melakukan sesuatu." ucap Bram.
"Melakukan apa dulu atuh kak? Yang jelas biar bisa dipahami maksudnya." protes Yandi.
__ADS_1
Bram pun merundingkan apa yang akan ia lakukan, jika sebelumnya Renata pernah mengusulkan sebuah rencana maka sekarang akan ada perubahan dalam rencana tersebut.
"Nurul, aku minta bantuanmu." ucap Bram.
"Oke, soal itu mah beres." ucap Nurul.
"Apa kau yakin mas?" tanya Renata.
"100% yakin." jawab Bram mantap.
"Baiklah, rencana A serahkan padaku dan Nurul serta Violetta." ucap Renata.
"Oke, sayang." ucap Bram.
"Gue bakal hubungin Regan sama Aldo, bagian pemasaran akan gue urus juga." ucap ucap Yandi.
"Selebihnya biar aku yang urus." ucap Bram.
Renata dan yang lainnya pun menyetujui rencana Bram, mereka akan memulai rencana di keesokan harinya. Yandi berpamitan pulang, ia harus mengantarkan Nurul ke rumahnya kalau tidak bisa-bisa ia di pecat jadi calon mantu.
"Sampaikan salamku pada om Rizal dan yang lainnya." ucap Renata.
__ADS_1
"Sip, bye bestod." ucap Nurul melambaikan tangannya.
Renata membalas lambaian tangan Nurul, Yandi melajukan mobilnya meninggalkan mansion Bram. Setelah kepergian Nurul dan Yandi Bram mengajak Renata masuk kembali kedalam rumah, mereka bermesraan namun tetap menjaga batasan.