
"Lama-lama saya lempar kamu ke kali Rena." ucap Bram kesal.
"Ampun bang jago." ucap Renata mengatupkan kedua tangannya pada Bram.
Bram segera menyelesaikan makannya, dia pergi begitu saja keluar dari rumahnya. Violetta pun sudah selesai makan, dia turun dari meja makan dan pergi ke kamarnya.
"Waduh, gue ditinggalin. Apa gue dah keterlaluan ya? Habisnya ngakak banget liat komuknya tuan Bram sama bik Marni." gumam Renata.
Bram keluar dari rumah lalu menghubungi Yandi, ia masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya. Di dalam mobil Bram menceritakan kejadian memalukannya pada Yandi, reaksi Yandi sungguh membuat dirinya semakin kesal, pasalnya Yandi menertawakannya sampai terbahak-bahak.
"Pada ngeselin banget sih." kesal Bram.
Bram mengemudikan mobilnya ke suatu tempat, dia pergi tanpa di temani siapapun karena Yandi ia utus untuk mempersiapkan lokasi yang akan ia gunakan untuk melamar Renata.
Violetta mondar-mandir di kamarnya memikirkan sesuatu, dia mencoba mencari nomor hp Nurul dari hp Renata yang di letakan di kamarnya saat memandikannya.
Tuutt..Tuut..
"Hallo, kak Nurul ini aku Vio." ucap Violetta.
"......"
__ADS_1
"Aku butuh bantuan kakak, tolong kakak datang ke alamat yang akan aku kirimkan, nanti aku akan menjelaskan semuanya begitu kakak sampai di mansion." ucap Violetta.
"......."
Violetta meminta bantuan pada Nurul lewat telepon, dia meminta Nurul untuk membelikan sesuatu yang akan dipakai oleh Renata sore hari nanti sesuai rencananya dengan Bram. Nurul paham apa yang akan ia lakukan, ia lantas mematikan ponselnya dan langsung menjalankan tugas dari Violetta.
Tok..Tok..Tok..
"Vio." panggil Renata.
"Iya kak." sahut Violetta dari dalam.
"Kok pintunya di kunci sih?" tanya Renata.
Violetta menghapus penggilannya di hp Renata, dia buru-buru berjalan membukakakn pintu untuk Renata.
Ceklek.
"Kamu lagi ngapain di dalam? Jangan bikin khawatir kakak deh, kalo ada apa-apa gimana?" cecar Renata.
"Iya maaf bun, gak bakal diulangin lagi." ucap Violetta.
__ADS_1
"Yaudah, yuk turun kita liat-liat sekeliling mansion, kayaknya tamannya bagus." ajak Renata.
Mata Violetta langsung membulat sempurna, dia mencoba berusaha untuk berekspresi biasa saja agar tidak mengundang curiga Renata.
"Emm, gak dulu deh bun Vio lagi males jalan, coba besok lagi aja ya." ucap Violetta menolak secara halus ajakan Renata.
"Yaudah deh gapapa, besok janji ya kita keliling mansion biar gak bosen." ucap Renata.
"Okey bun." seru Renata mengacungkan jempolnya.
Di sebuah toko pakaian Nurul tengah memilah dan memilih baju yang cocok sesuai perintah Violetta, tak hanya itu ia juga membeli sepatu dan pakaian senada untuk Violetta.
"Duh tuh bocil bikin acara dadakan banget, gue jadi bingung milih bajunya yang kek gimana? Sepatunya size berapa? Kalo Rena gue tahu, lah buat Vio gak ada gambaran sama sekali." ucap Nurul.
Sesudah di telpon oleh Violetta Nurul langsung bergegas pergi ke toko baju, sekarang ia tengah kebingungan mencari baju couple sampai hampir sayu jam lamanya ia mencari.
"Waduh lumayan cape juga ya." gumam Nurul.
Pandangan Nurul jatuh kepada baju couple dengan warna senada, desainnya elegan sesuai dengan karakter Renata. Nurul akhirnya melangkahkan kakinya melihat baju tersebut, begitu syoknya ia melihat harga yang tertulis di gantungan baju tersebut.
"Astaga, ini uang jajan gue selama 5 bulan habis cuman buat beli baju doang." ucap Nurul terkejut.
__ADS_1
Mau tidak mau Nurul membelinya, tak ada pilihan lain selain membelinya karena ia sudah lelah mencari.
"Demi bestie gue." ucap Nurul lesu.