Pengasuh Tangguh Violetta

Pengasuh Tangguh Violetta
berunding


__ADS_3

Malam hari.


Bram mengajak Renata berdiskusi setelah Violetta tidur, Regan, Aldo dan Yandi pun sudah menunggu di ruang kerja untuk membahas rencana yang sudah di persiapkan oleh Renata.


"Aku mengumpulkan kalian disini untu membahas mengenai Indra, sepertinya aku butuh bantuan kalian semua, karena masalahnya disini adalah dia ingin melenyapkan orang-orang yang tidak bersalah." ucap Bram.


"Jadi apa yang akan kita lakukan?" tanya Aldo.


"Biar Renata yang menjelaskan." ucap Bram.


Renata menjelaskan rencananya pada keempat pria yang sedang duduk di sofa, mereka mendengarkan rencana Renata dengan seksama. Sembari mendengar penjelasan Renata Bram memikirkan sesuatu yang akan ia lakukan juga, tak mungkin ia diam saja tanpa melakukan apapun.


"Rencana yang bagus." puji Aldo.


"Tapi disini ada yang kurang, butuh pengawasan yang lebih ketat lagi serta harus melibatkan banyak orang dan aku juga tidak mau mengorbankan Renata disini." ucap Bram.


"Mas tenang saja, aku yakin rencana kita pasti akan berhasil." ucap Renata meyakinkan Bram.


"Untuk memancing ikan naik ke permukaan, pastinya kita harus menyediakan umpan Bram." ucap Regan.

__ADS_1


"Renata tidak sendirian kak, kita akan menjaganya bersama-sama." ucap Yandi.


"Baiklah, aku mohon bantuan kalian semua." ucap Bram.


"Siap." ucap Regan dan yang lainnya serentak.


Bram masih ragu dengan rencana yang akan mereka jalankan, namun dia tidak punya pilihan lain selain mengikutinya. Bram menyuruh Renata untuk tidur karena malam sudah semakin larut, sedangkan ia masih harus berbincang dengan yang lainnya.


"Apa ada informasi lagi dari jegel?" tanya Bram.


"Ada, mereka berdua mengatakan kalau Indra saat ini tengah berada di luar negeri, dia juga seorang duda dengan satu anak laki-laki yang memiliki kekurangan." jawab Yandi.


"Kekurangan?" tanya Bram.


"Ya Tuhan, sampai segitunya." ucap Regan.


Bram pun terdiam mendengar penjelasan dari Yandi, dia cukup tersentuh mendengar kisah Indra dan juga keluarganya. Tetapi langkah yang diambil oleh Indra tidak bisa dibenarkan, ada yang mengatakan kalau balas dendam terbaik adalah kesuksesan, tetapi jika menggapai sebuah kesuksesan dengan cara yang salah maka hal tersebut bisa merugikan orang lain, terkecuali sukses dengan hasil keringat dan juga jerih payahnya sendiri maka itu adalah hal yang wajar dan patut di apresiasi.


"Cari terus informasi mengenai Indra, jangan sampai ia kembali mengaambil tindakan yang akan merugikan lagi." ucap Bram.

__ADS_1


Yandi pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dirasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Regan dan Aldo pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Bagaimana keadaan mamang sama bibi?" tanya Bram.


"Alhamdulillah, keadaan mereka baik-baik saja." jawab Yandi.


"Jangan suruh mereka pulang sebelum semua masalahnya selesai, kita harus segera membereskan Indra. Aku juga berencana menikah ketika masalahku sama Indra selesai, aku tidak mau momen bahagiaku dirusak olehnya, apalagi sekarang aku sudah lega setidaknya Bilqis sudah di penjara." ucap Bram.


"Kalem we, urang yakin si Indra bakalan nyerah." ucap Yandi.


(Tenang aja, aku yakin Indra pasti akan nyerah)


"Mudah-mudahan we Yan, sabenerna mah urang ge cape hirup kawas kieu wae teh." ucap Bram lesu.


(Mudah-mudahan aja Yan, sebenarnya aku juga udah cape hidup kayak gini terus)


"Nya da ngarana ge takdir, pasrahkeun we sagalana kanu maha kawasa lian ti kitu mah naon deui atuh." ucap Yandi.


(Ya namanya juga takdir, pasrahkan saja segalanya pada yang maha kuasa, selain dari itu mah mau apa lagi)

__ADS_1


Bram pun menghela nafasnya panjang, kadang dia berpikir kenapa hidupnya sangatlah rumit. Banyak sekali cobaan yang datang menghampirinya, andaikan saja orangtuanya masih ada mungkin ia takkan merasa kesepian seperti saat ini.


(


__ADS_2