
Nurul menyalakan motornya dan menggantungkan pakaian yang sudah di belinya di motor, dis melajukan motornya ke alamat yang diberikan oleh Violetta.
Di belakang mansion Yandi tengah menyiapkan tempat romantis untuk Bram dan Renata, bik Marni sudah mengetahui perihal kejutan yang akan diadakan oleh Bram jadi ia membantu mengamankan Renata agar tidak pergi kebelakang.
"Mbak Rena." panggil bik Marni.
"Iya bik, ada yang bisa Rena bantu?" tanya Renata.
"Bisa tolong bantuin bibik bikin bolu gak di dapur? Tangan bibik agak keram nih." ucap bik Marni.
"Bisa bik, tapi aku mau kupasin dulu buah-buahan buat Vio." ucap Renata.
"Iya mbak, bibik siapin dulu bahan-bahannya ya." ucap bik Marni.
Renata pun menganggukkan kepalanya sebagai Jawaban, dia berjalan bersama bik Marni menuju dapur mengambil buah-buahan yang tersedia di dalam kulkas, sedangkan bik Marni menyiapkan bahan-bahan untuk adonan bolu yang akan di buatnya. Renata mengupas beberapa buah dan membuat segelas susu untuk Violetta, dia memotong buahnya dengan ukuran kecil agar memudahkan Violetta untuk memakannya.
"Vio makan dulu buahnya." ucap Renata.
"Iya bun." jawab Violetta.
Violetta yang sedang menyusun lego pun berdiri menghampiri Renata, dia mengambil piring buah-buahannya lalu duduk di sofa memakannya dengan lahap.
"Jangan lupa habisin susunya ya? Kakak mau bantuin bibik bikin bolu dulu." ucap Renata.
"Siap bundaku sayang." ucap Violetta dengan mulutnya yang penuh.
Renata melangkahkan kakinya kembali ke dapur membantu bik Marni, saat Violetta tengah menikmati buahnya suara bel berbunyi. Violetta langsung beranjak dari duduknya kearah pintu utama, dia yakin kalau tamu yang datang adalah Nurul.
Ceklek.
Benar saja Nurul datang dengan menenteng paper bag di tangannya, Violetta mengajak Nurul masuk kedalam rumahnya.
"Kakak udah dapet semuanya?" tanya Violetta.
"Udah Vio, cuman harganya lumayan untung aja kakak ada uangnya." jawab Nurul.
"Soal itu mah gampang, kata daddy dia bakal ganti semuanya." ucap Violetta.
"Kak Rena nya kemana Vio?" tanya Nurul.
"Lagi bantuin mbok bikin bolu." jawab Violetta.
"Terus apalagi tugas kakak Vio?" tanya Nurul.
__ADS_1
Violetta membisikkan sesuatu ke telinga Nurul, Nurul manggut-manggut mendengar penjelasan Violetta yang mudah di pahaminya. Dari kejauhan Renata seperti melihat sosok sahabatnya, karena penasaran Renata mencuci tangannya dan meminta izin pada bik Marni untuk menghampiri Nurul.
"Bik aku kedepan dulu ya sebentar." ucap Renata.
"Silahkan mbak." ucap bik Marni.
Renata melangkahkan kakinya menuju ruang tamu dimana Violetta tengah menenggak susunya, Nurul melihat kedatangan Renata dengan gerakan cepat ia menyembunyikan paperbag yang di bawanya.
"Nurul." panggil Renata.
"Eh Ren, loe apa kabar?" tanya Nurul.
"Baik, loe tahu alamat tuan Bram dari siapa?" tanya Renata.
"Kebetulan tadi gue gak sengaja ketemu pak Bram di jalan, sekalian aja gue minta izin sama pak Bram buat ngajak loe ke nikahan temen gue, loe mau kan? Lagian ini juga hari weekend jadi pak Bram izinin loe pergi." jawab Nurul.
"Tapi Vio nanti gak ada yang jaga, gue gak tahu kapan tuan Bram pulangnya." ucap Renata.
"Vio gapapa kok bun ditinggal, lagian tadi daddy juga bikang kalau daddy bakal pulang lebih awal katanya mau ajak Vio jalan keluar." ucap Violetta.
"Oh yaudah kalau gitu, tapi Nur gue gak punya baju bagus, gimana dong?" ucap Renata pada Nurul.
"Tenang aja, gue udah bawa baju buat loe." ucap Nurul memberikan paper bag yang sudah ia siapkan pada Renata.
"Yaudah, bawa dulu tuh bajunya nanti 15 menit lagi kita cabut Ren." ucap Nurul.
"Oke, gue sekalian izin sam bik Marni gak enak soalnya tadi dia minta bantuan gue bikin bolu." ucap Renata.
Nurul mengacungkan jempolnya pada Renata, Renata pergi ke dapur berpamitan pada bik Marni. Setelah selesai Renata pun pergi ke kamarnya, ia membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang dibawakan oleh Nurul, tak lupa Renata juga berdandan natural kemudian memasangkan jepit rambut di kepalanya sebagai hiasan.
"Udah ah, segini aja cukup." ucap Renata.
Renata keluar dari kamarnya, dia menghampiri Nurul yang tengah menunggunya bersama Violetta. Nurul dan Violetta menatap tak percaya kearah Renata, pasalnya Renata terlihat begitu cantik memakai baju berwarna biru langit dengan rambut yang dibiarkan tergerai dengan indah.
"Anjay cantik banged bestie gue." puji Renata.
"Biasa aja kale." balas Renata.
"Yuk gas Ren." ucap Nurul bangkit dari duduknya.
"Vio gapapa kakak tinggal?" tanya Renata.
"Gapapa bun, kan ada mbok." jawab Violetta.
__ADS_1
"Yaidah kalau begitu kakak berangkat dulu sama kak Nurul ya." ucap Renata.
Violetta mengacungkan jempolnya pada Renata, Nurul mengajak Renata pergi dari rumah Bram. Sebelum benar-benar pegi Nurul memberikan jempolnya pada Violetta, saat Nurul membonceng Renata keluar dari mansion Mobil Bram pun masuk.
"Kayaknya Rena gak curiga." ucap Bram.
Bram pun segera masuk menghampiri Violetta, dia mengajak Violetta pergi kebelakang rumah.di belakang semua persiapan sudah lengkap, Yandi pun sudah menyiapkan buket bunga berwarna merah untuk Renata.
"Beres Yan?" tanya Bram.
"Beres dong." jawab Yandi mantap.
"Vio ganti bajunya dulu ya?" titah Bram.
"Oke daddy." seru Violetta.
Nurul mengajak Renata pergi ke rumahnya dengan dalih mengganti bajunya, Renata pun mengikuti kemauan Nurul. Setelah semuanya selesai Nurul mengajak Renata pergi, di tengah perjalanan Nurul menghentikan motornya.
"Bestie, ada yang ketinggalan di rumahnya pak Bram." ucap Nurul.
"Emangnya barang apa?" tanya Renata.
"Dompet gue Ren, kuta balik lagi gapapa kan? Soalnya nanyi kalau kena tilang polisi gimana? Surat sama identitasnya ada di dompet semua." ucap Nurul.
"Yaudah ayo." ucap Renata.
Nurul pun memutar balik arah menuju rumah Bram. Tak laama kemudian Nurul sudah sampai di mansion Bram, tiba-tiba dari belakang tubuh Renata ada seseorang yang menutup mata Renata.
"Jalan!" tegasnya.
"Siapa ini? Jangan macem-macem sama gue!" sentak Renata.
"Ren gimana ini, kita ikutin aja kemauannya gue gak mau kuta kenapa-napa." ucap Nurul panik.
Renata pun mengikuti arahan seseorang dari belakang tubuhnya, posisinya matanya tertutup jadi dia kesusahan untuk melawan karena tangannya pun di cekal dengan kuat.
Penutup mata Renata dibuka dengan perlahan, cekalan tangannya pun dilepaskan. Saat Renata mulai membuka matanya samar-samar ia melihat seorang pria tampan dan gagah tengah bediri memegang buket bunga berwarna merah, ia tersenyum kearahnya.
Triiinggg..
Lampu-lampu mulai menyala, Bram berjalan dengan perlahan kearah Renata. Renata begitu terkejut sampai ia menutup mulutnya tak percaya, Bram bersimpuh tepat dibawah Renata membuka sebuah kotak cincin berlian yang begitu cantik nan indah.
"WILL YOU MARRY ME?" tanya Bran sambil tersenyum.
__ADS_1