Pengasuh Tangguh Violetta

Pengasuh Tangguh Violetta
Babak belur


__ADS_3

Bram pamit untuk pulang pada Regan dan yang lainnya, dia masuk ke dalam ruangannya lalu berjalan kearah kamar.


Ceklek.


Dilihatnya Renata masih memeluk tubuh Violetta yang masih menyisakan tangisan, ia menepuk pundak Renata dengan pelan sampai si empu menatap kearahnya. Bram memberikan kode pada Renata yang diangguki langsung oleh calon istrinya itu, Renata mencoba melepaskan Violetta dari dalam dekapannya.


"Vio." panggil Bram.


Mata Violetta terlihat merah dan membengkak di sertai hidungnya yang tersumbat akibat terlalu lama menangis, Bram mengusap sisa air mata puteri kecilnya.


Greepp.


"Maafkan daddy sayang," ucap Bram mendekap tubuh Violetta dengan erat.


"Eng-enggak, da-daddy hiks. .Enggak sa-lah kok." ucap Violetta terputus-putus karena masih sesenggukan.


Srooottt.

__ADS_1


"Daddy jas nya Vio pakai lap ingus, gapapakan? Daddy kan banyak uangnya." ucap Violetta.


"Tidak apa-apa sayang." ucap Bram tersenyum.


Antara ingin tertawa dan menangis melihat Violetta, Renata memalingkan wajahnya ke sembarang arah, bisa-bisanya disaat moment sedih pun Violetta bisa mampu membuat perutnya tergelitik.


"Ya Allah Vio, ada-ada aja sih kamu nak." gumam Renata pelan.


"Maafkan daddy, gara-gara daddy sering ninggalin Vio banyak sekali luka yang Vio pendam selama ini. Daddy ayah yang buruk buat Vio, mulai saat ini jangan pernah menutupi apapun dari daddy atau suatu saat daddy tidak bisa memaafkan diri daddy sendiri." ucap Bram dengan mata yang mulai memanas.


"Kata siapa kau tidak diakui? Daddy begitu menyayangimu, banyak yang menyayangimu juga selain daddy. Tolong jangan berkecil hati, keadaan kini telah berubah karena sekarang kita akan memulai hidup baru bersama bunda yang tulus menyayangi Vio." ucap Bram.


"Apakah jika nanti daddy dan bunda nikah kalian akan memberikanku adik? Apakah kalian akan lebih menyayangi adikku? Apa bunda akan tetap sayang padaku?" tanya Violetta beruntun.


"Tentu saja, kau adalah permata bunda. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisimu, jika suatu saat kau mempunyai seorang adik maka kita akan menjaganya bersama-sama tanpa membedakan siapapun." jawab Renata.


Violetta pun menganggukkan kepalanya, dia cukup puas dengan jawaban dari Renata, ketiganya berpelukan satu sama lain memberikan kehangatan pada Violetta. Tangis Violetta pun berhenti, Bram mengajak keduanya untuk segera pulang ke mansion.

__ADS_1


.


.


Di kantor polisi.


Bilqis di masukkan kedalam sel penjara, dia memberontak sambil berteriak tidak mau di penjarakan, teriakan Bilqis membuat penghuni sel lainnya merasa terganggu.


"Buka pintunya! Aku gak mau di penjara! BUKA!" teriak Bilqis.


"Sssttt, diam sialan!" sentak salah seorang tahanan.


"Punya hak apa loe larang-larang gue!" sewot Bilqis.


"Dibilangin malah ngeyel loe! Guys kita kasih pelajaran nih orang utan." ucap seorang tahanan berambut pendek.


Di dalam sel tahanan ada 4 orang wanita yang tengah tiduran, mereka merasa terganggu dengan kedatangan Bilqis yang mengganggu tidur siangnya. Keempat orang tersebut berdiri, mereka menarik dan juga mengeroyok Bilqis yang dirasa so jagoan. Mendengar keributan dari dalam tahanan sorang penjaga pun mengamankan kelima orang di dalamnya, wajh Bilqis sudah babak belur akibat dihajar oleh tahanan lainnya, Bilqis di bawa keluar untuk diobati lukanya sedangkan keempat tahanan yang masih berada di dalam tersenyum puas karena sudah berhasil membuat wajah Bilqis babal belur.

__ADS_1


__ADS_2