
Waktu berlalu dengan begitu cepatnya, keluarga Bram dan Renata terlihat begitu harmonis. Violetta kini sudah mulai sekolah dasar, Renata pun masih belum dikaruniai seorang anak, walaupun begitu Bram tidak pernah menuntut sang istri untuk memiliki keturunan darinya. Karena menurut Bram, meskipun Renata tak bisa hamil sekalipun tak membuat cintanya pudar begitu saja.
"Bunda, kaos kakinya mana?" tanya Violetta.
"Bun, dasi daddy dimana ya?" tanya Bram.
Seperti itulah keributan di setiap pagi harinya, Renata yang tengah memasak di dapur pun menghentikan pekerjaannya sejenak. Dia melepaskan apron dari tubuhnya, dia berjalan menemui anak dan juga suaminya untuk mencarikan barang yang mereka butuhkan.
"Kaos kakinya mau yang mana Vio? gambar Elsa atau Minion?" tanya Renata.
"Monion bun." sahut Violetta.
Renata langsung saja mengambil kaos kaki dengan gambar minion, dia menyerahkannya pada Violetta untuk dipakainya. Selesai dengan Violetta, Renata melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Ceklek.
Bram tengah mencari dasi yang akan dipakainya, Renata pun menggelengkan kepalanya melihat kebiasaan suaminya yang tak pernah berubah sama sekali.
"Mau pakai dasi yang mana?" tanya Renata.
"Yang merah bun, tapi daddy cari-cari kok gak ada ya?" jawab Bram.
Renata berjalan menuju walk in closet, dia menarik laci yang digunakan khusus untuk menyimpan semua dasi Bram. Bagitu ia mendapatkan dasi yang Bram butuhkan, dia memberikannya pada Bram yang tengah cengengesan menatap kearahnya.
"Aneh bin ajaib ya, padahal daritadi aku nyari tetap aja kamu yang nemuinnya hihi." ucap Bram terkekeh.
"Sini, aku pakein ya." ucap Renata
Renata memasangkan dasi di leher suaminya, Bram menarik pinggang Renata menjadi tak berjarak. Ditatapnya wajah cantik sang istri yang menemani hari-harinya, selsai memasangkan dasinya Bram mengecup kening Renata dengan lembut. Pandangannya tertuju pada b*b*r ranum Renata, dia memejamkan matanya kemudian m*****t b*b*r Renata dengan lembut yang dibalas oleh Renata, keduanya saling bertukar saliva tanpa menyadaei ada seorang anak yang tengah berdiri di ambang pintu yang terbuka.
"Eekkheeemm." dehem Violetta.
Renata dan Bram terkejut mendengar deheman Violetta, mereka langsung menghentikan aktifitasnya, Renata menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bram karena malu ketahuan oleh Violetta.
__ADS_1
"Gak sarapan nih?" tanya Violetta.
"Vio, kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu, gak sopan." tegur Bram kesal sekaligus malu.
"Emang daddy gak denger ya? Vio udah ketuk pintu kok." jawab Violetta.
"Hah? Iyakah? Daddy gak denger Vio." tanya Bram bingung.
"E-mm, ya-yaudah kita sa-sarapan dulu." ucap Renata tergagap.
Renata berjalan keluar dari kamarnya mengajak Violetta untuk turun, Bram hanya tersenyum melihat wajah malu Renata. Bram ikut menyusul Renata dan Violetta yang turun terlebih dahulu, ketiganya kini duduk di meja makan sarapan bersama. Saat baru menyantap makanannya, Renata merasakan sensai mual yang kuar biasa di perutnya, dia segera bangkit dari duduknya kemudian berlari kearah kamar mandi memuntahkan semua isi perutnya. Bram dan Violetta terkejut dibuatnya, mereka langsung pergi menyusul Renata ke kamar mandi karena takut terjadi sesuatu pada Renata.
"Bun, bunda kenapa?" tanya Violetta cemas.
Hueekkk..Hueekkk.
"Sayang, kenapa tiba-tiba muntah?" tanya Bram khawatir.
Renata mengelap mulutnya menggunakan tangannya, rasanya lega sekali karena sudah mengeluarkan isi perutnya yang tiba-tiba bergejolak. Wajah Renata terlihat pucat, Bram menuntun Renata untuk keluar dari dalam kamar mandi.
"Aku gapapa kok mas, nanti juga bakalan sembuh kok." ucap Renata.
Huekk..Hueekkk.
Baru saja duduk, Renata kembali merasakan mual di perutnya. Bram kembali mengejar Renata yang berlari kearah kamar mandi, ia memijat tengkuk Renata saat ia terus mengeluarkan isis perutnya walaupun hanya air saja yang di muntahkan oleh Renata. Bram teringat sesuatu yang membuatnya tersenyum, dia menggendong tubuh Renata keluar dari dalam kamar mandi, Bram membawa Renata naik keatas kamarnya diikuti oleh Violetta.
"Sayang, aku mau tanya sama kamu?" tanya Bram.
"Tanyakan aja mas." jawab Renata lesu.
"Kapan terakhir kamu menstruasi?" tanya Bram.
Renata mengerutkan dahinya mendapati pertanyaan Bram, seketika matanya terbelalak saat mengingat kapan terakhir ia datang bulan.
__ADS_1
"Aku lupa, udah satu bulan ini aku gak datang bulan." ucap Renata syok.
"Coba di cek deh, mas rasa kamu lagi isi." ucap Bram.
"Tolong ambilin pregnancy testnya di laci mas, aku rasa masih ada stoknya disana." ucap Renata.
Bram langsung saja mengambil apa yang Renata inginkan, dia mengambil alat tes kehamilan lalu menyerahkannya pada Renata. Dengan wajah yang gembira dan juga perasaan yang tak karuan, Renata memberanikan diri untuk melakukan tes kehamilan.
"Bunda kenapa dad?" tanya Violetta.
"Bunda gak papa kok, kita tunggu bunda keluar dari kamar mandi ya." jawab Bram.
Di dalam kamar mandi Renata menunggu hasil tes yang ia lakukan, dia terus memanjatkan doa mengharapkan hasil tesnya sesuai dengan perkiraannya. Beberapa menit kemudian Renata mengambil alat tes kehamilannya, dia terkejut melihat hasilnya positif sesuai dengan dugaannya. Renata langsung keluar dari dalam kamar mandinya, dengan wajah yang berlinang air mata Renata langsung memeluk tubuh Bram.
Grep.
"Akhirnya aku hamil mas, hiks." ucap Renata terharu.
"Ini beneran sayang?" tanya Bram syok.
Renata memperlihatkan hasil tesnya pada Bram, setelah sekian lama Renata menunggu akhirnya ia diberikan kepercayaan oleh sang pencipta.
"Selamat sayang, akhirnya semua doa kita terkabulkan." ucap Bram.
"Ada apa daddy? Vio gak ngerti? Kenapa kalian menangis?" tanya Violetta beruntun.
"Sebentar lagi Vio punya adik," ucap Renata.
"Beneran bun? YEEEAAAYYY, VIO BAKALAN JADI KAKAK, HORREEEE...." sorak Violetta.
Sudah lama Violetta mengharapkan kehadiran adiknya di dalam perut Renata, dia selalu menanyakan apakah ada adik didalam perut bundanya, sampai Renata sendiri bingung menjawabnya.
Kebahagiaan Bram dan juga Renata kini bertambah, mereka saling berpelukan satu sama lain. Badai pasti berlalu dan pelangi pasti akan datang, setelah sekian lama Violetta terpuruk akhirnya ia bisa menemukan kebahagiaan.
__ADS_1
...END...
Terimakasih untuk semua dukungan yang sudah kalian berikan 🙏🥰 jangan lupa, terus ikuti semua karya author ya, dukungan kalian sangat berarti untuk author 🤗🥰 Sampai jumpa di novel selanjutnya ya, kita sambung ke novel Aksara dan Violetta, byebye 💞