Pengasuh Tangguh Violetta

Pengasuh Tangguh Violetta
Ungkapan hati Violetta


__ADS_3

Bram dan Renata kini tengah menyambut para tamu undangan, keduanya tersenyum berseri diatas pelaminan. Disaat semua orang tengah sibuk menikmati jamuan, mengobrol dan saling sapa bersama tamu lainnya, ketiga anak kecil justru tengah mempersiapkan diri mereka untuk naik ke atas panggung. Nurul dan Yandi ikut membantu ketiganya menyiapkan kejutan yang akan di berikan untuk kedua mempelai, Violetta merasa gugup karena ini kali pertamanya tampil dihadapan ayah dan juga ibu sambungnya.


Tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Violetta, dia meminta Denis dan juga Jevan memainkan alat musiknya masing-masing. Denis memainkan piano, sedangkan Jevan memainkan biola, sedangkan Violetta sendiri menjadi penyanyinya.


Begitu Alunan musik mulai bersuara, Violetta mulai menghayati alunan musiknya sebelum ia mengeluarkan suara emasnya, deretan tamu langsung memandang kearah panggung menatap ketiga bocah yang tengah tampil diatasnya. Renata dan Bram yang sedang bersalaman dengan tamu pun sontak mengalihkan pandangannya, mereka melihat putri kecilnya tengah berdiri tersenyum kearahnya.


Bunda.


Engkaulah muara kasih dan sayang


Apapun pasti kau lakukan


Demi anakmu yang tersayang


Bunda


Tak pernah kau berharap budi balasan


Atas apa yang kau lakukan


Untuk diriku yang kau sayang


Saat diriku dekat dalam sentuhan


Peluk kasihmu dan sayang


Saat kujauh dari jangkauan


Doamu kau sertakan


Maafkan diriku bunda


Kadang tak sengaja kumembuat


Relung hatimu terluka


Kuingin kau tau bunda


Betapa kumencintaimu lebih dari segalanya


Kumohon restu dalam langkahku


Bahagiaku seiring doamu


Bunda


Tak pernah kau berharap budi balasan


Atas apa yang kau lakukan


Untuk diriku yang kau sayang


Saat diriku dekat dalam sentuhan


Peluk kasihmu dan sayang


Saat ku jauh dari jangkauan


Doa mu kau sertakan


Maafkan diriku bunda


Kadang tak sengaja ku membuat


Relung hatimu terluka


Kuingin kau tau bunda


Betapa ku mencintaimu lebih dari segalanya


Kumohon restu dalam langkahku

__ADS_1


Bahagiaku seiring doamu


Bunda


Engkaulah muara kasih dan sayang


Apapun pasti kau lakukan


Untuk diriku yang kau sayang


Violetta bernyanyi dengan merdunya, suara khas anak kecil begitu melekat pada dirinya. Violetta mencurahkan isi hatinya lewat lagu yang ia bawakan, bukan hanya untuk ibu sambungnya yang telah merawatnya. Tetapi, untuk ibu kandung yang sudah melahirkannya, meskipun ibu kandungnya sudah menganiayanya sampai ia harus mengalami trauma berat, tetap saja ia menyayangi Bilqis. Air mata lolos begitu saja dari pelupuk matanya, meskipun ibunya telah melakukan dosa besar, ia tetap menyimpan rindu di dalam hatinya yang tak bisa orang lain rasakan.


Setelah selesai bernyanyi, Violetta mengusap air matanya. Para tamu undangan pun ikut menangis kala mendengarkan lagu yang penuh penghayatan oleh Violetta, dengan suara yang bergetar Violetta menyampaikan isi hatinya kepada Renata selaku ibu sambung yang ia sayangi.


"Bunda..Hiks," ucap Violetta dengan suara tercekat.


Violetta menjeda ucapannya, Jevan menaruh Biola yang dipegangnya kedalam pangkuannya. Dia mendorong kursi rodanya mendekat kearah Violetta, diusapnya punggung Violetta seakan memberikan kekuatan pada gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.


"Ungkapkanlah dengan perlahan." ucap Jevan dengan lembut.


Tak bisa di pungkiri bahwasannya Jevan pun merasakan hal yang sama dengan Violetta, bedanya dia ditinggalkan oleh ibunya untuk selamanya.


Bunda,


terimakasihku ungkapkan padamu.


Kau tak pernah lelah mengurusku.


Bangkitku ada dalam dukunganmu.


tangisku terhenti karenamu.


Gelap dunia, kau terangi.


Buntu jalan, kau bawa ku pergi.


Hilang harapan, kau semangati.


Bunda, hikss


Aku menyayangimu.


Doakan aku.


Dukunglah aku.


Bunda,


Aku berjanji.


Aku akan menjagamu.


Hingga akhir hayatku.


Daddy,


Aku tak bisa berkata apa lagi.


Kau lah penerang hidupku.


Pahlawan di hidupku.


Daddy,


Aku ingin kau hidup lebih lama lagi.


Akan ku tunjukkan pada dunia.


Kaulah ayah yang sempurna.


Terimakasih untuk kalian.

__ADS_1


Orangtuaku yang sempurna💜


Prokkk.prokkkk...prokkkk


Renata menangis dalam dekapan Bram begitu mendengar curahan hati Violetta, mereka bangga pada putri kecilnya yang begitu mereka sayangi. Diiringi rouh tepuk tangan dari semua orang, Renata dan Bram berjalan naik ke atas panggung, keduanya memeluk Renata dengan deraian air mata yang mengalir di pipi tanpa bisa di hentikan.


Bisa dilihat para tamu undangan beserta keluarga kedua mempelai ikut menangis, mereka mengelap air matanya berjamaah.


"Kapan kau menyiapkannya, hemm?" tanya Bram.


"Kemarin dad, dibantuin sama kak Nurul." jawab Violetta di sela tangisnya.


"Kamu hebat sayang." puji Renata.


"Makasih bunda, aku hebat karena ada dua orang hebat yang hadir di hidup Vio." ucap Violetta.


Di sudut lain, seorang anak lelaki tengah memandangi interaksi Violetta dan juga keluarga barunya dengan tatapan sendu. Anak lelaki tersebut adalah Aksara yang datang bersama kepala desa dan juga neneknya, sebelumnya Bram sudah mengundang mereka datang ke acara pernikahannya.


"Vio, ini adalah hari pertemuan terakhir kita." gumam Aksara sendu.


Bu sarina dan pak Zanid mengajak Aksara masuk kedalam, mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk para tamu undangan. Bram dan Renata melepaskan pelukannya dari Violetta, mereka saling mengusap air matanya masing-masing. Bram menggendong tubuh Violetta untuk ikut turun bersamanya, Yandi sudah memberitahukan padanya kalau para tamu undangan banyak yang mengantri menunggu pengantin, sebelum turun Bram dan Renata mengucapkan terimakasih pada Jevan dan Denis karena sudah membantu Violetta memberikan kejutan pada keduanya. Saat Bram berjalan kearah pelaminan, Violetta tak sengaja menangkap sosok Aksara yang tengah duduk bersama neneknya disalah satu kursi, dia meminta ayahnya untuk menurunkannya. Bram lantas menurunkan Violetta yang entah mau pergi kemana, Bram maulun Renata belum sadar akan kehadiran bu Sarina dan juga Aksara karena riuhnya orang-orang yang terus berdatangan.


"Aksara." panggil Violetta.


Violetta berlari kearah Aksara, dia langsung saja menubruk tubuh Aksara lalu memeluknya dengan erat. Aksara diam saja tak membalas pelukan Violetta, tubuhnya seakan membeku kala Violetta memeluknya.


"Akhirnya kau datang. Aku nungguin dsri tadi loh." ucap Violetta senang.


"Hemm." sahut Aksara berdehem.


"Nenek, aku kangen sama nenek." rengek Violetta.


"Aduh sayang, kau semakin pintar saja." puji bu Sarina.


Violetta mengobrol bersama bu Sarina, Aksara hanya memperhatikan interaksi mereka tanpa ikut berbicara.


"Vio, aku ingin bicara denganmu."ucap Aksara datar.


"Bicara aja," ucap Violetta.


"Aksara, nenek ambil minum dulu ya." pamit Bu Sarina.


"Iya nek," sahut Aksara tersenyum.


Melihat kepergian bu Sarina, Aksara langsung saja memulai obrolannya dengan Violetta.


"Hari ini adalah pertemuan terakhir kita." ucap Aksara.


Violetta terkejut mendengarkan ucapan Aksara, dia menautkan alisnya menatap kearah Aksara yang tengah menatapnya.


"Kau mau kemana Sara?" tanya Violetta.


"Aku harus ikut pamanku," jawab Aksara singkat.


"Iya kemana?" tanya Violetta.


"Aku tidak tahu, maukah kau menungguku sampai dewasa nanti?" jawab Aksara mengendikkan bahunya.


"Aku tidak tahu." jawab Violetta singkat.


"Kenapa?" tanya Aksara.


"Tidak apa-apa, aku sedih karena aku tidak bisa bermain lagi denganmu Sara." ucap Violetta menunduk.


"Aku janji akan menemuimu lagi, tunggu aku kembali." ucap Aksara.


"Aku akan menunggumu sampai kau kembali Sara." ucap Violetta.


"Janji?" tanya Aksara memastikan.


"Janji." ucap Violetta menautkan jari kelingkingnya pada Aksara.

__ADS_1


__ADS_2