
Bilqis langsung berdiri menahan rasa sakit di bagian belakangnya, Bram menatap tajam padanya serta tangannya yang masih mengepal.
"Kenapa kau mendorongku mas?" tanya Bilqis kesal.
"Aku bahkan ingin mencekikmu." jawab Bram dingin.
Bilqis berjalan kembali kearah Bram, dia memeluk tubuh Bram dengan begitu erat dan menelusupkan wajahnya di dada Bram.
"Aku tahu kok, kamu masih mencintaiku mas." ucap Bilqis.
Bram menarik tubuh Bilqis agar menjauh darinya, ia tidak sudi di peluk oleh barang bekas yang sudah celup sana sini. Dengan geram Bram memegang rahang Bilqis dengan kuat, dia mendorong tubuh Bilqis sampai menempel di tembok, Bilqis mulai kesusahan bernafas karena Bram mencekiknya sampai wajahnya memerah.
"Jangn coba-coba kau kembali padaku, karena sampai kapanpun aku tidak akan sudi meskipun di dunia ini hanya tersisa wanita sepertimu." tegas Bram.
Uhukk..Uhukkk..Uhukk
Bilqis terbatuk begitu Bram melepaskan cengkramannya, Bram memanggil security untuk menyeret Bilqis dari ruangannya. Tak lama kemudian security datang langsung menyeret Bilqis, dengan tidak terima Bilqis berontak melawan kedua security tersebut.
__ADS_1
"Lepasin! Gue bisa jalan sendiri." sewot Bilqis.
Bilqis keluar dari perusahaan Bram, dia mengambil tasnya yang ia tinggalkan di ruangan OG.
"Sepertinya aku harus ganti baju, gara-gara di tempelin tuh setan jadi gatel nantinya." gumam Bram.
Bram lantas mengganti pakaiannya dengan pakaian baru, dia juga membuang bajunya ke tong sampah.
Di desa.
Aksara dan Violetta sedang melatih kemampuan beladirinya, keduanya sedang bertarung untuk melihat sejauh mana ketangkasan dan kekuatan yang mereka miliki.
Aksara dan Violetta sama kuatnya, tetapi sekarang Aksara ingin Violetta jauh lebih kuat lagi sebelum ia benar-benar kembali ke tempat asalnya.
"Stop!" ucap Aksara.
"Kenapa Aksara?" tanya Violetta.
__ADS_1
"Duduklah." titah Aksara.
Violetta lantas duduk berhadapan dengan Aksara, dia menselunjurkan kakinya yang terasa keram.
"Aku mau bertanya padamu?" tanya Aksara.
"Katakan Saja." jawab Violetta.
"Kau punya penyakit?" tanya Aksara.
"Iya, tujuan aku dikirimkan kesini adalah untuk mengobati mentalku yang mengalamu trauma berat akibat perbuatan ibuku sendiri, kau tahu? Aku menyimpan luka itu sendirian selama 1,5 tahun di belakang ayahku sebelum akhirnya ia nengetahui kelakuan ibuku. Ibuku tidak mengharapkan aku ada di dunia ini, dia selalu sibuk dengan dunianya dan selalu berpura-pura di hadapan ayahku, aku dikaruniai kegeniusan yang tidak semua anak memilikinya, sejak aku usia 3 tahun ibuku selalu menganggapku babu sampai aku berusia 4 tahun. Finalnya, saat aku tidak sengaja memecahkan botol parfum mahal miliknya, saat itu pacarnya juga ada di rumahku karena setiap kali daddy pergi mommy selalu membawa pacarnya, dia mendengar suara barang pecah kemudian menghampiriku dengan amarah yang sudah tersulut, aku meminta maaf pun tak di dengarnya malah dengan teganya ia menyeretku ke kamarku dan mencambukku menggunakan ikat pinggangnya. Aku akan histeris dan berontak tanpa bisa di kendalikan jika aku melihat ikat pinggang yang sama persis seperti milik mommy, apalagi aku bertemu dengannya rasanya aku ketakutan, tetapi semenjak aku memiliki pengasuh aku perlahan bisa membuang rasa traumaku dan sejak pindah kesini hingga berteman denganmu rasa traumaku tinggal sedikit lagi." jawab Violetta menceritakan sedikit kisahnya.
Aksara terdiam mendengar cerita pahit Violetta, dia tidak menyangka ternyata selama ini Violetta begitu menderita, ia pun tak sengaja melihat bekas luka yang ada di lengan Violetta sehingga ia penasaran dibuatnya.
"Aku akan membantumu sembuh dari sakitmu, jadilah tangguh da berani melawan apapun yang menurutmu tidak benar, jika tanggapan orang lain wanita itu lemah menurutku itu adalah tidak benar. Aku yakin kau bisa kuat, jika bukan kau yang melindungi dirimu sendiri terus siapa lagi? Jangan terlalu berharap ada orang lain yang membantumu, tidak semua orang mau ataupun selalu ada untukmu, kau paham maksudku bukan?" ucap Aksara.
"Paham Aksara, terimakasih kau sudah mau mengajariku dan menjadi temanku." ucap Violetta tersenyum.
__ADS_1
Aksara hanya membalas ucapan Violetta dengan senyumannya, untuk pertama kalinya Violetta melihat senyum manis Aksara karena selama ini Aksara selalu terlihat dingin dan cuek.
Maaf banget update nya sedikit 🙏 aku gak sanggup nulis banyak soalnya lagi sakit juga dari semalam rebahan terus gegara muntaber, kalau aku udah fit lagi aku usahain update yang banyak ya guys 🙏🤗😚