
Sesuai dengan keinginan Vio pergi ke play zone, Renata kini tengah bersiap-siap menemani sang anak asuh atau leboh tepatnya calon anak sambungnya jalan-jalan.
"Vio udah siap?" tanya Renata.
"Udah dong bun, udah cantik bak bidadari turun dari mansion." ucap Violetta.
Renata terkekeh mendengar ucapan Violetta, dia menggandeng tangan calon anak sambungnya keluar dari mansion. Pak Nanang selaku supir yang akan mengantar Renata dan Violetta pun sudah menunggu di depan rumah, dengan hati-hati Violetta masuk ke dalam mobil di susul ole Renata.
Pak Nanang duduk di kursi kemudinya, ia menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan kendaraannya mmeninggalkan mansion. Violetta begitu gembira setelah sekian lama berdiam diri di desa melepaskan rasa takutnya kini ia bisa menikmati kehidupan normalnya, Renata begitu senang melihat Violetta kini menjadi anak yang periang dan juga menggemaskan.
"Keliatannya seneng banget deh?" tanya Renata.
"Seneng banget bun, sekarang Vio bisa hidup normal seperti yang lainnya." jawab Violetta tersenyum.
"Yang pasti kalau ada yang berbuat jahat pada Vio jangan takut, lawan selagi keadilan harus kamu tegakkan jika memang kamu tidak bersalah." ucap Renata.
"Iya bun, Vio juga pasti bisa bedain mana yang harus dilawan atau tidak. Tapi untuk saat ini aku belum tahu bagaimana reaksiku kalau bertemu dengan iblis itu, apakah aku akan ketakutan atau sebaliknya." ucap Violetta.
"Selagi ada kakak Vio jangan takut." ucap Renata.
"Jangan kakak dong nyebutnya, bunda aja kan emang calon bundanya aku." ucap Violetta.
"Iya nanti diusahakan, cuman butuh waktu aja untuk terbiasa." ucap Renata tersenyum.
Violetta membalas senyuman Renata. Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di sebuah mall besar, Violetta langsung saja turun diikuti oleh Renata.
"Pak, kalau mau pulang dulu gapapa takutnya kita lama disini, nanti Rena hubungin lagi kalau udah selesai." ucap Renata.
"Enggak papa non, pak Nanang nungguin di sekitar sini aja kalau harus balik ke mansion lumayan jauh biar gak bolak-balik." ucap pak Nanang.
__ADS_1
"Yaudah, pak Nanang nanti beli makanan ya takutnya lapar." ucap Renata menyodorkan dua lembar uang berwarna merah pada pak Nanang.
"Ya Allah non, gausah." tolak pak Nanang.
"Ambil aja, saya ikhlas kok." ucap Renata tetap menyodorkan uangnya pada pak Nanang.
Dengan ragu pak Nanang pun mengambil uang yang di berikan oleh Renata, Violetta sudah tak sabar ingin membeli boneka dan bermain di play zone.
"Bunda ayo!" ajak Violetta.
"Ayo," ucap Renata.
Violetta menarik tangan Renata masuk kedalam mall, kaduanya berjalan melihat-lihat beberapa toko yang menjual pakaian, mainan, kacamata, hp dan lain sebagainya.
"Bun ke play zonenya terakhir ya, aku mau beli boneka dulu." ucap Violetta.
Renata pun membawa Violetta ke sebuah toko boneka, dilihatnya banyak sekali macam-macam boneka lucu terpajang di setiap rak.
"Aku mau beliin boneka apa ya buat Aksara?" gumam Violetta pelan.
Violetta berkeliling mencari boneka yang sekiranya cocok buat Aksara, dia teringat Aksara kala ia membuka tasnya dimana ada barang pemberian dari Aksara berupa gelang dan sabuk silat. Violetta berencana menemui Aksara saat weekend nanti, dia akan meminta Bram dan juga Renata untuk mengantarnya.
"Bun, aku mau boneka minion itu." tunjuk Violetta.
"Yang ada rambutnya apa yang gak ada rambutnya?" tanya Renata.
"Yang ada rambutnya, tapi yang lagi senyum itu lebih lucu bun." ucap Violetta.
Renata mengambil kedua boneka yang di tunjuk oleh Violetta, Violetta membandingkan kedua bonekanya dan akhirnya ia memilih boneka minion dengan wajah tersenyum.
__ADS_1
"Aku mau yang senyum aja, yapi dua ya bun?" ucap Violetta.
"Kok dua? Satunya lagi buat siapa?" tanya Renata.
"Buat Aksara bun." jawab Violetta.
"Uuhhuuy, kayaknya ada yang kangen sama Aksara nih?" goda Renata.
"Ya pastinya kangen lah bun, orang dia ngajarin banyak hal sama Vio." ucap Violetta jujur.
"Kamu mau pergi ke desa?" tanya Renata.
"Iya bun, aku mau minta daddy anterin aku ketemu sama Aksara sekalian ngasih sesuatu buat dia sama nenek Sarina." jaqab Violetta.
"Yaudah, kita beli apa aja buat mereka?" tanya Renata lagi.
"Menurut bunda apa?" ttanya Vietta meminta saran.
"Nanti kita jalan dulu, siapa tahu nemu yang cocok buat bu Sarina sama Aksara." jawab Renata.
Violetta membawa dua boneka minion dengan wajah tersenyum kearah kasir, ia membayarnya menggunakan kartu black card yang di berikan oleh ayahnya. Selesai membayar boneka yang telah di pilihnya Renata dan Violetta keluar dari toko, mereka berjalan sambil di selingi candaan dan celotehan Violetta. Saat tengah asyik melihat-lihat banyaknya toko yang berjejer Violetta tak sengaja menubruk tubuh seseorang, Renata langsung menagkap tubuh Violetta yang sedikit oleh karena bertabrakan.
"VIO!" teriak Renata terkejut.
Violetta berdiri menyeimbangkan tubuhnya, dia menengadahkan wajahnya melihat siapa yang telah ditabraknya untuk mengucapkan permintaan maafnya.
"Maa.."
Deg!
__ADS_1