Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Kembali Ke Zaman Kuno


__ADS_3

Zaman Kuno


Pangeran Chian Shin, putri Lylyan Qiran, Lixhan dan Xixin sudah sampai ke zaman kuno. Dan dijaman ini sudah pagi hari dan mereka berada di kamar pangeran Chian Shin. Setelah itu mereka membuka mata.


"Apakah kita sudah sampai?" Tanya putri Lylyan seraya melepaskan tangannya.


"Iya" Kata pangeran.


"Wow keren sekali, apakah ini kamar mu?" Tanya putri Lylyan.


"Iya ini kamar ku," kata pangeran Chian dingin.


"Wah besar sekali kamar mu pangeran," Kata putri Lylyan seraya menjatuhkan badannya ke ranjang pangeran Chian.


"Dasar bocah," Ejek pangeran Chian.


"Biarin wleee. Ohiya, ranjang mu empuk sekali. Kasurku yang ada di zaman modern saja kalah," Kata putri Lylyan.


"Putri Lylyan, turun lah dari ranjang pangeran. Sopan lah sedikit, putri ku," Kata Lixhan.


"Iya anakku," Kata Xixin.


"Ayah, Bunda...Aku tidak mau... Lagi pula pangeran tidak marah," Kata putri Lylyan.


"Biarkan saja. Tidak apa-apa," Kata pangeran Chian.


"Wow, pakaian ku juga otomatis berganti. Aku sangat cantik memakai pakaian ini," Kata putri Lylyan memuji diri sendiri.


"Cih, cantik saja tidak," Kata pangeran Chian.


"Mata mu saja yang salah melihatku, wleee," Ejek putri Lylyan.


"Dasar bocah," Pangeran balik mengejek.


"Biarin. Dari pada kamu es balok," Kata putri Lylyan.


Lixhan dan Xixin hanya menonton pangeran Chian Shin dan putri Lilyan Qiran yang lagi saling mengejek.


"Kalian disini dulu ya, aku mau menemui Ayahanda dan Ibunda ku dulu. Aku akan mengatakan kalau kita sudah sampai," Tutur pangeran.


Putri Lylyan Qiran, Lixhan dan Xixin hanya mengangguk paham.


*****


Di Kamar Raja Sanji Shin dan Permaisuri Chylian Shin


Pangeran Chian Shin masuk ke dalam kamar ayahanda dan ibunda nya


"Ayahanda, Ibunda... aku sudah pulang," Kata pangeran seraya membungkuk.


"Iya, putra ku," Kata permaisuri Chylian seraya memeluk putranya.


"Ada hal apa kamu datang kemari? sepertinya ada hal penting," Kata raja Sanji.


"Aku kesini membawa kabar bahwa putri Lylyan Qiran, Lixhan dan Xixin juga pulang bersamaku," Kata pangeran Chian.


"Maksudmu mereka sudah ada disini?" Tanya permaisuri Chylian.


"Iya, Ibunda," Kata pangeran Chian.


"Dimana mereka? bawalah mereka ke ruang tamu sekalian kita sarapan bersama," Kata raja Sanji.


"Baiklah, Ayahanda. Kalau begitu aku permisi dulu," Kata pangeran Chian undur diri lalu membungkuk.


Pangeran pun kembali ke kamarnya untuk memanggil putri Lylyan Qiran, Lixhan dan Xixin agar sarapan pagi bersama.


"Salam pangeran..." Kata Lixhan lalu membungkuk.


"Mana putri Lylyan?" Tanya pangeran Chian.


"Maafkan kami pangeran. putri Lylyan sedang tidur di ranjang milik pangeran," Kata Xixin.


Pangeran Chian Shin menghampiri putri Lylyan Qiran yang sedang tidur pulas.


"Kamu sangat polos dan cantik Lylyan, aku tidak akan membiarkan orang lain memanfaatkan kepolosan mu itu," Batin pangeran Chian.


"Putri Lylyan Qiran bangun lah...kita sarapan pagi dulu...," Kata pangeran Chian membangunkan putri Lylyan.


"Emmm," Putri Lylyan berdehem.


"Bangun lah Lylyan...," Kata pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran tidak menjawab karena masih mengantuk.


"Dasar putri malas bangun," Kata pangeran Chian kesal.


'Cup'


Pangeran Chian Shin mencium bibir putri Lylyan Qiran sekilas.


Lixhan dan Xixin terkejut melihat adegan itu, tapi mereka tidak berani berkomentar.


"Emmm," Putri Lylyan hanya ber dehem.


Putri Lylyan Qiran tidak menyadari bahwa ia dicium oleh pangeran Chian Shin.


"Aku masih mengantuk...lima menit lagi ya...," Pinta putri Lylyan dengan mata terpejam.

__ADS_1


'Cup cup cup cup"


Pangeran Chian menghujani Ciman di wajah putri Lylyan Qiran karena kesal. Lagi-lagi Lixhan dan Xixin melihat adegan itu.


Sontak putri Lylyan Qiran terbangun lalu duduk.


"Nah, bangun juga kamu gadis manis," Kata pangeran.


"Kenapa pangeran terus-terusan mencium ku...," Kata putri Lylyan.


"Salah siapa malas bangun, heh. Lagi pula mencium mu sudah menjadi candu ku," Kata pangeran.


"Iisss dasar mesum," Kata putri Lylyan kesal.


Pangeran Chian Shin hanya tertawa melihat putri Lylyan Qiran yang sedang kesal.


"Ayo kita ke ruang tamu untuk makan bersama dengan Ayahanda dan Ibunda ku!" Kata pangeran Chian.


"Kita ber empat kesana? " Tanya putri Lylyan.


"Ya iya lah, jadi siapa lagi? " Tanya pangeran Chian dingin yang sudah kesal dengan tingkah putri Lylyan.


"Heheheh, yaudah ayo kita kesana!" Kata putri Lylyan antusias.


Mereka pun pergi ke ruang tamu untuk sarapan pagi bersama-sama.


*****


Sesampai di ruang tamu.


"Ayahanda, Ibunda. Maaf kami terlambat...," Kata pangeran Chian.


"Tidak apa. Sekarang duduk lah!" Kata raja Wian mempersilahkan.


Mereka pun duduk lalu sarapan pagi bersama. hingga mereka selesai sarapan pagi.


"Ohiya, kamu yang bernama Lylyan Qiran kan?" Tanya permaisuri Chylian.


"Iya permaisuri Chylian," Kata putri Lylyan.


"Eh, kamu masih mengingat nama ku rupanya," Permaisuri Chylian terkejut.


"Iya permaisuri, ingatan ku waktu kecil aku masih mengingatnya," Kata putri Lylyan seraya tersenyum.


"Wow kamu hebat putri Lylyan Qiran," Kata raja Sanji.


"Terimakasih, raja Sanji," Kata putri Lylyan.


"Kamu tambah cantik putri Lylyan. pasti putra ku akan klepek-klepek," Kata permaisuri Chylian.


"Ohiya, Kalian pasti Lixhan dan Xixin orang kepercayaan Wian Qiran kan?" Tanya raja Sanji


"Iya raja Sanji Shin, saya adalah Lixhan dan ini istri ku Xixin," Kata Lixhan menjelaskan.


"Salam hormat raja dan permaisuri," Kata Xixin.


Raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Qiran mengangguk.


"Ayahanda, Ibunda aku dan mereka setelah ini akan pergi ke kerjaan Qiran," Kata pangeran Chian.


"Baiklah putra ku, bawalah keperluan untuk pergi kesana, dan bawalah dua kreta kuda. Perintah raja Sanji.


"Ohiya nak, sampaikan salam kami untuk raja Wian dan permasuri Lyana," Kata permasuri Chylian.


"Baik, Ibunda...," Kata pangeran Chylian.


*****


Pergi ke kerajaan Qiran


Lixhan dan Xixin satu kreta kuda, sedangkan pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran satu kreta kuda. mereka membawa beberapa perajurit dan dua kusir.


"Wow indah sekali pemandangannya, ada gunung, bukit, sungai, hutan, sawah, kebun sayuran, taman bunga," Kata putri Lylyan dengan senang.


"Kamu kan pernah lewat sini. masa gitu saja kamu kegirangan," Kata pangeran Chian.


"Aku kan lewat dari sini waktu masih kecil, aku sudah agak lupa," Kata putri Lylyan.


"Hmmm," Pangeran berdhem.


"Masih lama kah kita sampai?" Tanya putri Lylyan.


"Mungkin sekitar 3 jam lagi," Kata pangeran Chian dengan dinginnya.


"Iiiss lama sekali, aku mengantuk...Hoaamm," Kata putri Lylyan.


"Yasudah tidur lah," Suruh pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran langsung memejamkan matanya. Lalu tertidur dengan posisi bersandar di kreta kuda. Pada saat dijalanan yang tidak halus, kepala putri Lylyan jatuh ke pundak pangeran Chian.


"Eh," Pangeran Chian terkejut.


"Emmm, jangan pergi," Kata putri Lylyan mengigau.


"Iya aku tidak akan pergi," Kata pangeran Chian.


Pangeran mengelus pipi putri Lylyan Qiran dengan lembut.

__ADS_1


Saat di tengah perjalanan didalam hutan, mereka di hadang oleh kawanan perampok yang jumlahnya banyak.


"Berhentikan kretanya!" Perintah perampok.


"Jangan halangi perjalanan kami," Kata pengawal.


"Jangan banyak bicara, serahkan harta kalian!" Kata perampok itu.


"Kami tidak membawa itu," Kata pengawal.


Tiba-tiba kawanan perampok menyerang mereka. Terjadilah aduh bedang disana. Pangeran pun mendengarnya lalu keluar dari kreta kuda dan membiarkan putri Lylyan didalam kreta itu. Begitu juga Lixhan pun keluar dari kreta kuda untuk membantu.


"Perampok sialan!!!" Marah pangeran Chian.


Pangeran langsung menyerang kawanan perampok, begitu pula dengan Lixhan.


'Sring, sring, sring' Suara pedang saling beradu.


15 menit mereka berperang, tiba-tiba ada salah satu kawanan perampok yang masuk ke kreta kuda dan membawa putri Lylyan Qiran keluar kreta.


"Tolong...tolong...tolong aku pangeran!" Teriak putri Lylyan.


Sontak pangeran Chian Qiran terkejut mendengar teriakan itu lalu ia menoleh.


"Lylyan!" Teriak pangeran Chian.


"Tolong aku pangeran Chian, hiks hiks," Putri Lylyan menangis.


"Lepaskan dia!!" Marah pangeran Chian.


"Kamu mengingikan gadis manis ini?" Tanya perampok itu dengan licik dan megang kedua tangan putri Lylyan ke belakang.


"Iya, lepaskan dia!" Kata pangeran seraya mendekat ke arah perampok.


"Jangan mendekat!! Atau aku akan membunuhnya," Ancam perampok itu.


"Jangan bunuh dia!!" Teriak pangeran Chian.


"Jangan bunuh aku... kumohon hiks," Kata putri Lylyan.


Tiba-tiba ada salah satu perampok yang ingin meyerang dari belakang pangeran Chian Shin.


"Pangeran Chian, awas dibelakang mu!!" Teriak Lixhan seraya melawan perampok lain.


'Sring jleb' Pangeran dengan cepat menusuk perut salah satu perampok.


"Beraninya kamu membunuh pasukanku!! Akan ku bunuh juga perempuan ini," Kata perampok itu.


Lalu perampok itu menggores sedikit lengan putri Lylyan Qiran.


"Arkhhh, sakit Hiks hiks " Teriak putri Lylyan.


"Apa yang kamu lakukan!!" Marah pangeran Chian, tetapi ia tidak bisa berkutik.


"Jangan bunuh aku...," Lirih putri Lylyan lalu pingsan.


"Dasar perempuan lemah. Akan ku bunuh sekalin kamu!!," Kata peramopok itu lalu menangkat pedangnya dan mengarahkan ke leher putri Lylyan.


Tiba-tiba 'Jleb jleb' Perampok itu di tusuk dari belakang oleh Xixin hingga mati.


Lalu pangeran Chian Shin berlari ke arah putri Lylyan Qiran.


"Lylyan, bangun lah...," Kata pangeran Chian dengn cemas.


"Kita bawa putri Lylyan ke dalam kreta kuda saja pangeran Chian!" Kata Xixin.


"Baiklah," Kata pangeran Chian.


Pangeran Chian Shin menggendong putri Lylyan Qiran ke dalam kreta kuda.


"Xixin, tunggu lah putri Lylyan dulu! aku ingin mmebantu Lixhan dulu!" Kata pangeran.


"Hati-hati lah," Kata Xixin.


Pangeran Chian Shin mengangguk lalu pergi membantu Lixhan. Tidak lama kemudian kawanan perampok yang belum mati pun kabur karena merasa kalah. Setelah itu pangeran Chian Shin dan Lixhan kembali.


"Bagaimana keadaannya apakah Lylyan sudah sadar?" Tanya pangeran Chian.


"Belum, pangeran. Dan darah terus mengalir di lengan putri Lylyan, dan kita tidak membawa obat-obatan apapun...," Lirih Xixin.


"Apa??" Tanya pangeran marah.


Pangeran Chian Shin naik ke kreta kuda lalu memangku putri Lylyan Qiran dan Xixin turun.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2