
Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran (Lyly) menikmati pertunjukan/pawai yang ditampilkan hingga malam hari. Tetapi pangeran Chian Shin tidak fokus dalam melihat pawai itu. Ia hanya kepikiran tentang yang dikatakan peramal mengenai putri Lylyan Qiran (Lyly).
"Apa benar yang dikatakan peramal tadi. Tapi jika di pikir-pikir memang benar bahwa putri Lylyan sedang dalam bahaya. Apalagi saat ini raja Sishan semakin marah karena pujian-pujian yang di terima putri Lylyan," Batin pangeran Chian.
"Mau bagaimana pun aku harus melindungi putri Lylyan ku, sampai nafas terkahirku," Pangeran Chian membatin lagi dan setia dengan lamunannya walaupun matanya tertuju pada pertunjukan itu.
"Pangeran," Putri Lylyan(Lyly) memanggil. Tetapi tidak ada jawaban dari pangeran Chian.
"Pangeran!!" Kata putri Lylyan(Lyly) berteriak di telinga pangeran Chian.
"Apaan sih, kamu teriak-teriak begitu. Peka nanti telingaku gimana?" Kata pangeran Chian kesal.
"Iiih, kenapa pangeran yang jadi sewot. Padahal aku yang seharusnya kesal karena pangeran tidak mendengar saat aku panggil," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya memalingkan wajahnya kearah lain.
"Iya maaf," Kata pangeran Chian mengalah.
"Kamu kenapa tadi memanggilku?" Tanya pangeran Chian.
"Aku lapar," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Yasudah, ayo kita pulang!" Kata pangeran Chian.
"Tapi aku ingin cemilan. Kita beli saja," Kata putri Lylyan seraya tersenyum. Lalu pangeran Chian mengiyakan.
Mereka pun membeli cemilan sesuai keinginan putri lylyan. Saat mereka membeli cemilan. Perasaan pangeran Chian ada yang mengikuti mereka di belakang.
"Perasaan dari tadi ada yang mengikuti," Batin pangeran Chian. Tetapi ia menepiskan perasaannya.
"Pangeran, kita pulang sekarang?" Tanya putri Lylyan(Lyly) seraya mengunyah makanannya.
"Iya. Kita pulang sekarang saja. Lagian hari sudah malam," Kata pangeran Chian.
Mereka langsung pulang dari pawai itu menuju istana kerajaan Qiran menggunakan kuda yang di kendalikan oleh pangeran Chian Shin. Karena mereka berdua awalnya pergi menggunakan kuda.
*****
4 Bulan Kemudian
Sudah tiga bulan dilalui oleh putri Lylyan Qiran (Lyly) di jaman kuno. Ia juga rutin berlatih ilmu bela diri, berpedang dan memanah. Dan tiga hari lagi adalah acara ulang tahun putri Lylyan Qiran yang ke 21 tahun.
"Ayahanda,Ibunda...," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Iya putri ku sayang," Kata raja Wian.
"Kalian ingat tidak, tiga hari lagi hari apa?" Tanya putri Lylyan seraya tersenyum.
"Emang hari apa, putri ku?" Tanya permaisuri Lyana pura-pura tidak tahu.
"Yasudahlah," Kata putri Lylyan(Lyly) kecewa.
"Kami tahu kok. Tiga hari lagi adalah hari ulang tahun mu yang ke 21 tahun," Kata permaisuri Lyana.
"Kalian mengingatnya?" Tanya putri Lylyan(Lyly) dengan senang.
"Iya sayang ku. Masa kami tidak ingat dengan ulang tahun putri kesayangan kami," Kata raja Wian seraya tersenyum.
__ADS_1
Kemudian putri Lylyan Qiran (Lyly) memeluk kedua orang tuanya yang sudah mulai menua.
"Kamu mau apa dari Ayahanda?" Tanya raja Wian.
"Apakah acara ulang tahun yang mewah?" Tanya permaisuri Lyana.
"Aku tidak ingin apa-apa. Aku hanya ingin kalian selalu ada di sisiku. Aku tidak ingin terpisah seperti dulu lagi," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Tidak akan, putriku," Kata permaisuri Lyana. Lalu raja Wian mengiyakannya.
"Putriku, apakah kamu tidak ingin merayakan ulang tahun mu?" Tanya raja Wian.
"Tidak, Ayahanda," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Jadi mau nya apa?" Tanya permaisuri Lyana.
"Aku ingin membagi-bagikan koin emas kepada rakyat yang membutuhkan," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Baiklah, putriku. Ayahanda akan memberimu 100 koin emas, terserah kamu mau dibagikan ke siapa saja. Tetapi kamu yang harus turun tangan membagikannya," Kata raja Wian seraya tersenyum.
"Baiklah, Ayahanda. Aku setuju," Kata putri Lylyan(Lyly) antusias.
"Mulia sekali hati mu, putri ku," Batin permaisuri Lyana.
*****
3 Hari Kemudian
Hari ini adalah hari ulang tahun putri Lylyan Qiran (Lyly). Hari yang sangat bahagia baginya. Hari ini dipagi hari ia pergi membagikan koin emas ditemani pangeran Chian Shin.
Sesampai desa ia langsung membagikan beberapa kion emas pada rakyat yang menurutnya membutuhkan koin itu. Setekah selesai membagikan koin emas, putri Lylyan Qiran (Lyly) meraya capek.
"Yasudah, ayo kita cari tempat yang bisa untuk beristirahat!" Kata pangeran Chian.
Mereka pun mencari tempat agar bisa beristirahat sebentar. Mereka beristirahat di tempat makan (warung) kecil dan sekalian makan siang di tempat itu.
"Pangeran, kita makan disini ya!" Kata putri Lylyan(Lyly). Lalu pangeran Chian mengangguk.
Kemudian mereka memesan makanan ala jaman kuno dan segelas air putih.
"Mengapa Firasatku tidak enak," Batin pangeran Chian.
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang.
"Pangeran, ayo kita makan!" Kata putri Lylyan(Lyly). Karena ia sudah merasa lapar.
"Tunggu dulu!" Kata pangeran Chian.
"Kenapa?" Tanya putri Lylyan(Lyly) seraya mengerutkan dahinya.
"Biar aku cicipi dulu makanan mu," Kata pangeran Chian.
"Tapi...," Kata putri Lylyan(Lyly).
Dengan cepat pangeran Chian Shin mencicipi makanan putri Lylyan Qiran (Lyly) dan ternyata firasatnya benar. Pangeran Chian Shin langsung memuntahkan makanannya.
__ADS_1
"Kenapa dimuntahkan?" Tanya putri Lylyan(Lyly) bingung,"
"Makanan itu beracun," Kata pangeran Chian.
"Kenapa kamu bisa tahu?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Nanti akan ku ceritakan," Kata pangeran Chian.
"Siapa yang punya tempat makan ini?" Tanya pangeran Chian berteriak. Lalu ibu-ibu yang mempunyai warung pun datang dengan sedikit takut. Sedangkan orang yang sedang makan pada melihat ke sumber suara.
"A-ada apa tu-tuan?" Tanya ibu-ibu itu gelagapan.
"Siapa yang memasak makanan ini?" Tanya pangeran Chian berteriak sedikit menahan amarahnya.
"Saya, tuan," Kata ibu tersebut.
"Apakah kamu tahu, makanan ini beracun?" Tanya pangeran Chian.
"Ti-tidak, tuan. Saya tidak tahu. Saya memasak makanan itu dengan resep seperti biasanya. Saya bersumpah. Saya tidak bohong," Tutur ibu tersebut.
"Jadi mengapa makanan ini beracun?" Tanya pangeran Chian.
"Saya tidak tahu, tuan," Kata ibu tersebut.
"Apakah ada yang masuk ke dapur mu?" Tanya pangeran Chian.
"Tadi saat saya sudah selesai memasak makanan untuk tuan dan nona, saya letakkan makanan itu di atas meja dapur. Karena saya ingin mengambil cangkir di lemari terlebih dahulu, kemudian ada seorang laki-laki yang meminta izin menumpang toilet. Jadi saya suruh dia ke toilet belakang. Dan itu melewati dapur ku," Tutur ibu itu sedikit takut.
"Apa kamu tahu ciri-cirinya?" Tanya pangeran Chian.
"Seorang laki-laki tidak begitu tua, berbadan tinggi dan sedikit berisi," Tutur ibu warung.
"Kurang ajar, siapa yang berani meracuni putri Lyly," Kata pangeran Chian seraya menggebrak meja.
"Maafkan saya, tuan. Saya tidak tahu," Kata ibu itu.
"Sabar pangeran, jangan marah seperti ini. Aku kan tidak apa-apa," Kata putri Lylyan(Lyly) suaranya lirih. Seketika itu emosi pangeran Chian memudar karena suara putri Lylyan(Lyly). Ya kelemahannya adalah putri Lylyan(Lyly).
"Maafkan aku," Kata pangeran Chian lalu mendekati putri Lylyan(Lyly).
"Ini bayaran untuk makanan yang telah kami pesan tadi," Kata pangeran Chian seraya memberi 4 koin emas pada pemilik warung.
"Terimakasih, tuan," Kata ibu itu.
Kemudian pangeran Chian Shin mengajak putri Lylyan Qiran (Lyly) pulang ke istana kerjaan Qiran. Didalam benak pangeran Chian Shin bertanya-tanya siapa ya berani ingin meracuni putri Lylyan Qiran (Lyly).
*
*
*
*
*
__ADS_1
Like, coment, vote
Lanjut...