Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter52


__ADS_3

"Ibunda, Ayahanda. Aku balik ke kamar dulu," Kata pangeran Chian. Ia berpamitan pada kedua orang tua nya.


"Iya, sayang," Sahut permaisuri Chylian pada putra nya.


"J**angan lupa suruh Istri mu sarapan," Sambung raja Sanji.


"Baiklah, Ayahanda," Sahut pangeran Chian. Ia sangat bahagia, ternyata kedua orang tua nya snagat perhatian pada istri polos nya itu.


Lalu, pangeran Chian Shin pun menuju kamar nya. Sesampainya ia disana, istri nya belum juga bagun dari tidur nyenyak nya.


"Sayang, bangun yuk!" Tutur pangeran Chian. Ia membangunkan istri nya dengan suara lembut. Lalu, ia memegang wajah istri nya.


"Loh, kenapa wajah nya panas sekali," Gumam pangeran Chian.


"Dahi nya juga panas," Sambung nya. Ia memegang wajah serta dahi sang istri.


"Ibunda..., Ibunda...," Putri Lylyan mengigau memanggil permaisuri Lyana.


Pangeran Chian mengerutkan alisnya. Ia sedikit bingung.


"Sayang, kamu dengar aku?" Tanya pangeran Chian. Ia mengelus pipi istri nya.


Putri Lylyan berusaha mengerjapkan mata menyesuaikan sinar mata hari pagi.


"Suamiku," Panggil putri Lylyan pada suami nya. Ia berusaha mendudukkan tubuh nya.


"Aduuuh," Lirih putri Lylyan. Ia memegang kepala nya.


"Sudah, berbaring saja," Sahut pangeran Chian. Lalu, putri Lylyan membaringkan tubuh nya kembali.


"Kepala kamu sakit?" Tanya pangeran Chian. Ia khawatir pada istrinya. Putri Lylyan mengangguk.


"Yasudah, istirahat lah," Sahut pangeran Chian.


"Pasti kamu sedang sakit," Sambungnya.


"Nanti aku panggil tabib untuk memeriksa mu," Lanjut nya.


"Aku tidak mau...," Sahut putri Lylyan dengan suara lemas.


"Harus menurut!" Perintah pangeran Chian. Putri Lylyan hanya bisa pasrah.


Setelah itu, pangeran Chian Shin memanggil tabib pribadi kerajaan Shin. Beberapa menit, tabib itu datang.


"Putri Lylyan, coba ulurkan tangan kanan mu!" Perintah tabib itu. Putri Lylyan mengulurkan tangannya.


Tabib itu mulai memeriksa putri Lylyan Qiran Shin.


Setelah selesai.


"Putri sering lemas, kepala pusing, dan pinggang putri sering terasa sakit?" Tanya tabib itu.


Putri Lylyan mengangguk.


"Apa itu berbahaya, tabib?" Tanya pangeran Chian.


"Tidak," Sahut tabib dengan sopan.


"Tubuh lemas dan pinggang terasa sakit itu bawaan wanita hamil, jadi tidak perlu khawatir. Dan setiap wanita yang sedang hamil itu berbeda-beda bawaan tubuh nya. Ada yang lemas saja, ada yang mual-mual saja, ada yang tidak selera makan, ada yang tidak bisa mengirup wewangian, ada yang pinggangnya terasa sakit, banyak lagi," Tutur tabib itu. Ia menjaskan pada pangeran Chian dan putri Lylyan.


"Apa itu ada obat nya, tabib?" Tanya pangeran Chian.


"Tidak ada, pangeran," Sahut tabib itu.


"Hmmm," Sahut pangeran Chian dengan suara lemas.


"Sudahlah suamiku, aku tidak apa-apa," Tutur putri Lylyan.


"Pangeran Chian, putri Lylyan. Saya pamit keluar dulu," Tabib itu undur diri.


"Baiklah," Sahut pangeran Chian.


"Terimakasih, tabib," Kata putri Lylyan.

__ADS_1


"Iya, putri Lylyan," Sahut tabib.


Lalu, tabib itu keluar dari kamar pangeran Chian dan putri Lylyan.


"Sudah ku katakan, aku tidak apa-apa," Kata putri Lylyan. Pangeran Chian pun mendekati istri nya. Lalu, duduk di sebelah istri nya.


"Kamu bilang tidak apa-apa, tapi aku tahu ketika pinggang mu terasa sakit sekali jika kambuh," Sahut pangeran Chian.


"Sok tahu!!," Sahut putri Lylyan dengan ketus.


"Aku buka sok tahu. Ibunda tadi yang bilang pada ku," Tutur pangeran Chian. Putri Lylyan hanya tersenyum.


"Kenapa tersenyum?" Tanya pangeran Chian.


'Cup'


Tiba-tiba putri Lylyan mencium pipi suaminya.


"Eh," Pangerna Chian terkejut.


"Istriku sekarang s**udah berani ya," Celetuk pangeran Chian. Putri Lylyan hanya menyengir kuda.


'Cup'


Pangeran Chian mencium bibir istrinya sekilas.


"Iiih, kok balas dendam sih," Kata putri Lylyan.


"Biarin," Sahut pangeran Chian.


"Sekarang, ayo kita sarapan!" Tutur pangeran Chian.


"Aku tidak mau," Sahut putri Lylyan.


"Kamu rindu Ayahanda dan Ibunda mu?"Tanya pangeran Chian.


"Kamu tahu dari mana?" Tanya putri Lylyan seraya mengerutkan alisnya.


"Kamu tidak perlu tahu," Sahut pangeran Chian.


"Lusa kita ke istana kerjaan Qiran," Sambungnya.


"Benarkah?" Tanya putri Lylyan. Pangeran Chian mengangguk. Putri Lylyan pun sangat senang.


"Ayolah kita sarapan pagi," Kata putri Lylyan sangat antusias. Rasa sakit kepalanya serasa hilang seketika.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin menuju ruang makan.


"Duduklah!" Perintah pangeran Chian.


"Aku akan mengambilkan makanan untuk mu," Sambungnya.


"Terimakasih, Suamiku," Sahut putri Lylyan.


Pangeran Chian Shin mengambilkan makanan untuk istrinya.


"Sekarang, makanlah sarapan pagi mu!" Perintah pangeran Chian seraya memberi satu piring nasi serta lauknya. Putri Lylyan mengangguk.


"Kamu tidak makan?" Tanya putri Lylyan.


"Tadi aku sudah makan bersama Ayahanda dna Ibunda," Sahut pangeran Chian.


Lalu, putri Lylyan Qiran Shin memakan makanan nya.


"Rasanya pahit," Kata putri Lylyan setelah menyuapkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.


"Aku tidak mau makan," Sambungnya. Ia ingin mengeluarkan makanan itu dari mulutnya.


"Stop, jangan dimuntahkan!" Perintah pangeran Chian.


"Kalau kamu buang makanan itu, aku tidak akan mengajakmu pulang ke istana kerjaan Qiran," Pangeran Chian mengancam.


"Hmmm," Sahut putri Lylyan. Lalu, ia berusaha menelan makanannya.

__ADS_1


"Sudah," Sambungnya setelah selesai.


"Itu dipiring masih banyak," Kata pangeran Chian seraya melihat piring yang ada di depan istrinya.


"Aku tidak mau, titik," Kata putri Lylyan. Ia mengerucutkan bibirnya.


"Kalau tidak mau, kamu harus minum susu," Sahut pangeran Chian.


"Iiiiihhhh!!" Putri Lylyan kesal.


"Maid!!" Teriak pangeran Chian. Ia memanggil satu Maid.


Salah satu Maid datang dengan terburu-buru akibat teriakan pangeran Chian Shin.


"Iya, pangeran. Ada apa?" Tanya Maid itu.


"Buatkan secangkir susu hangat, jangan pakai gula," Tutur pangeran Chian.


"Baik, pangeran. Saya buatkan sebentar," Sahut Maid itu.


"Hmmm," Sahut pangeran Chian.


Beberapa menit, Maid itu selesai membuatkan secangkir susu hangat.


"Ini, pangeran," Kata Maid itu.


"Terimakasih," Sahut pangeran Chian.


Maid itu mengangguk, lalu pergi bekerja lagi.


"Istriku, minumlah susu nya!" Perintah pangeran Chian seraya memberi secangkir susu hangat.


"Metikah aku minum susu?" Tanya putri Lylyan.


"Mesti, sayang," Sahut pangeran Chian.


"Hmmm," Jawab putri Lylyan dengan suara lemas. Mau tidak mau, ia harus minum susu itu.


"Nah, gitu baru Istriku tersayang," Sahut pangeran Chian setelah istrinya selesai meminum susu itu.


"Hmmm," Sahut putri Lylyan dengan cueknya.


"Jangan marah lah sayangku," Tutur pangeran Chian.


"Aku tidak marah kok," Sahut putri Lylyan.


"Sekarang, gendong aku sampai kamar. Jangan sampai jatuh, ya," Tutur putri Lylyan.


"Baiklah, sayang," Sahut pangeran Chian. Ia pun menggendong istri nya ala bridal. Sedangkan putri Lylyan tersenyum bahagia.


Sesampai kamar, pangeran Chian menurunkan istrinya.


"Sudah puas?"Tanya pangeran Chian pada istrinya.


"Sudah," Sahut putri Lylyan.


"Dasar Istri manja," Celetuk putri Lylyan.


"Manja dengan suami sendiri kan tidak apa-apa," Sahut putri Lylyan.Ia tersenyum pada suaminya.


"Iya-iya, Istriku sayang," Sahut pangeran Chian. Ia menoel hidung mancung milik istrinya.


Putri Lylyan hanya nyengir kuda.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Like, coment, vote


Lanjut...


__ADS_2