Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter21


__ADS_3

Tidak butuh lama, pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran (Lyly) sampai ke iatana Qiran dengan selamat. Mereka di sambut oleh raja dan permaisuri.


"Bagaimana perjalanan mu hari ini?" Tanya raja Wian.


"Baik, Ayahanda," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya tersenyum.


"Kalian sudah makan?" Tanya permaisuri Lyana.


"Belum, permaisuri," Kata pangeran Chian.


"Kenapa begitu?" Tanya raja Wian. Sedangkan putri Lylyan(Lyly) hanya diam saja.


"Tadi ada yang berusaha meracuni makanan putri Lyly," Kata pangeran Chian.


"Apa!!" Kata raja Wian marah.


"Sudah lah, aku kan tidak apa-apa sekarang," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Hmmm," Kata raja Wian.


"Siapa yang berani mencelakai putriku," Batin raja Wian.


"Yasudah, kalian makan lah terlebih dahulu. Kami sudah makan siang tadi," Kata permaisuri Lyana. Lalu pangeran Chian dan putri Lylyan(Lyly) mengangguk.


*****


Dimeja makan


Putri Lylyan Qiran (Lyly) makan dengan lahapnya, karena ia sangat lapar. Sedangkan pangeran Chian hanya menggelengkan kepalanya.


"Lyly, makannya Pelan-pelan saja!" Kata pangeran Chian.


"Ini kan sudah pelan. Lagian aku lapar sekali," Kata putri Lylyan(Lyly) dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Terserah mu saja," Kata pangeran Chian dingin.


Pangeran Chian pun melanjutkan makannya. Begitu juga dengan putri Lylyan. Beberapa menit mereka pun selesai makan siang.


"Pangeran, bagaimana kamu bisa tahu makanan tadi ada racunnya?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Dulu waktu kakekku belum meninggal, aku sempat diajari cara membedakan rasa makanan yang beracun dan tidak beracun," Kata pangeran Chian.


"Wow hebat," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya tepuk tangan.


"Tapi maaf, aku jadi mengingatkan mu pada kakek mu," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Tidak apa-apa, putri kecil," Kata pangeran Chian mengejek.


"Aku sudah besar. Bukan anak kecil lagi," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Jadi tadi kenapa tepuk tangan? Kan seperti anak kecil," Kata pangeran Chian.


"Tidak," Kata putri Lylyan(Lyly) kesal.


" Tuh kan marah seperti anak kecil," Pangeran Chian mengejek lagi kemudian tertawa.


Seketika putri Lylyan Qiran (Lyly) mencubit perut pangeran Chian Shin dengan kuat.


"Auuuh, sakit tau gak," Kata pangeran Chian sedikit meringis kesakitan.

__ADS_1


"Rasakan sendiri. Salah siapa mengejekku," Kata putri Lylyan(Lyly) ketus.


Pangeran Chian Shin tidak menanggapi ucapan putri Lylyan Qiran (Lyly), ia hanya mengelus perutnya dan menahan sakit yang di cubit oleh putri Lylyan Qiran (Lyly).


"Kenapa diam?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Tidak apa-apa. Kalau begitu aku pulang saja," Kata pangeran Chian dingin


"Kok pulang sih?" Tanya putri Lylyan (Lyly).


"Kamu tidak asik di ajak bercanda. Yasudah kalau begitu aku pamit. Nanti di depan aku juga akan pamit pada raja dan permaisuri," Tutur pangeran Chian pada putri Lylyan(Lyly). Kemudian ia pergi menemui raja dan permaisuri untuk berpamitan.


"Aku akan mengerjai mu, sampai kapan kamu betah di diami dan dicueki oleh ku," Batin pangeran Chian.


Padahal niatnya hanya mengerjai putri Lylyan Qiran (Lyly). Lagian memang ia ingin pulang ke kerjaannya karena ada urusan penting. Tetapi bukan karena di cubit putri Lylyan Qiran (Lyly). Lalu pangeran Chian pulang ke kerjaannya dengan kuda nya itu.


"Putriku, kenapa kamu sedih begitu?" Tanya raja Wian.


"Pangeran Chian marah pada ku," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Kok bisa?" Tanya permaisuri Lyana.


"Aku tadi mencubit perut pangeran Chian dengan kuat," Kata putri Lylyan(Lyly) menundukkan wajahnya.


"Apa alasan kamu mencubit nya?" Tanya permaisuri Lyana.


"Karena dia mengejekku. Katanya aku seperti anak kecil," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Tapi memang benar yang dikatakan pangeran Chian," Kata raja Wian mengompori. Lalu mengedipkan sebelah matanya ke arah istrinya tanda mengkode. Permaisuri Lyana pun paham.


"Iya. Kalau kamu jadi pangeran Chian pasti kamu akan marah karena di cubit. Lagian kamu memang terkadang seperti anak kecil, putriku," Kata permaisuri Lyana.


"Jangan meminta maaf dengan kami. Minta maaflah dengan pangeran Chian," Kata raja Wian.


"Baiklah, Ayahanda, Ibunda," Kata putri Lylyan(Lyly).


Sebelumnya, saat pangeran Chian Shin menemui raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran. Pangeran Chian Shin sudah memeberi tahu bahwa ia sedang mengerjain putri Lylyan Qiran(Lyly).


*****


Hari demi hari sudah dilewati putri Lylyan Qiran (Lyly). Sudah 1 bulan setelah hari ulang tahunnya, pangeran Chian Shin tidak datang ke istana kerjaan Qiran dan sudah 1 bulan juga putri Lylyan Qiran (Lyly) berlatih sediri. Terkadang ia melamun, bertanya-tanya pada diri nya sendiri. Apa karena masalah 1 bulan yang lalu maka pangeran Chian Shin marah dan tidak ingin datang menemuinya lagi. Tetapi masa sebegitunya kali hingga marah berbulan-bulan. Ia sempat berfikir ingin pergi ke istana kerjaan Shin tetapi ia urungkan karena ia takut pangeran Chian Shin semakin marah padanya. Ketika ia bertanya pada orang tuanya, mereka hanya mengatakan tidak tahu.


Hari ini putri Lylyan Qiran (Lyly) berlatih pedang, ia tidak pernah menganti jadwal latihannya. Jadwalnya sama seperti dulu saat berlatih bersama pangeran Chian. Ia sempat putus asa karena tidak ada kabar dari pangeran Chian hingga hari ini.


"Hah, kenapa aku melakukan itu padanya," Kata putri Lylyan(Lyly) bergumam dengan suara lirih dan duduk di tanah, masih memengang pedang.


"Kenapa pangeran tidak melihat ku, sampai sebegitunya kamu marah dengan ku hiks," Kata putri Lylyan(Lyly) tidak sanggup menahan air matanya yang ingin jatuh.


Saat ia meratapi nasibnya, dan masih duduk di tanah. Ada seseorang bertopeng yang menyerang dari belakang. Dengan sigap putri Lylyan Qiran (Lyly) menyerang balik.


'Sring sring sring'


Pedang saling beradu hingga beberapa menit. Lalu pedang putri Lylyan(Lyly) terlepas dari tangannya.


Dan akhirnya seseorang yang memakai topeng itu angkat bicara seraya maju selangkah demi selangkah mendekati putri Lylyan Qiran (Lyly)


"Lumayan juga permainan pedang mu," Kata orang bertopeng.


"Sepertinya aku mengenali suaranya, seperti suara...," Batin putri Lylyan(Lyly).

__ADS_1


"Siapa kamu?" Tanya putri Lylyan (Lyly).


"Kamu tidak mengenal ku?" Tanya orang bertopeng.


"Bagaimana aku mengenalimu. Kamu saja memakai topeng," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Benarkah?" Tanya orang bertopeng seraya terus mendekat.


"Jangan mendekat," Kata putri Lylyan(Lyly) sedikit takut dan terus mundur ke belakang hingga terpentok.


"Mau lari kemana kamu ha?" Tanya orang bertopeng semakin mendekat.


"Tolong tolong," Putri Lylyan(Lyly) meminta tolong.


"Hanya kita berdua yang ada disini. Tidak akan ada yang bisa menolong mu," Kata orang bertopeng yang sudah dekat dengan putri Lylyan(Lyly). Hanya sejengkal jarak antara mereka berdua.


"Bau badannya sepertinya aku mengenalinya. Tetapi tidak mungkin ia seperti ini padaku," Batin putri Lylyan(Lyly).


"jika aku membunuhmu, apakah kamu akan senang?" Tanya orang bertopeng menakut-nakuti.


"Jangan bunuh aku sekarang. Bunuhlah aku tiga hari lagi," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Bwahahah, lucu sekali," Batin orang bertopeng.


"Kenapa?" Tanya orang bertopeng.


"Aku ingin memeberi hal yang istimewa terlebih dahulu pada kedua orang tuaku. Dan satu lagi aku ingin meminta maaf terlebih dahulu pada pangeran ku," Kata putri Lylyan(Lyly) lirih.


"Siapa nama pangeran Itu?" Tanya orang bertopeng pura-pura tidak tahu.


"Pangeran Chian Shin," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya memejamkan matanya.


'Cup'


Orang bertopeng itu mencium bibir putri Lylyan(Lyly) sekilas.


"Kamu siapa?, berani-beraninya menciumku tanpa seizinku," Kata putri Lylyan(Lyly) marah. Kemudian orang bertopeng membuka topengnya kemudian menyunggingkan senyumannya.


"Pangeran, Apa ini kamu?" Tanya putri Lylyan(Lyly). Ia sedikit tidak percaya.


"Iya ini aku, putri Lyly," Kata pangeran Chian.


Dengan cepat, putri Lylyan Qiran (Lyly) memeluk pangeran Chian Shin dengan erat. Karena Ia sangat merindukan sosok pangeran nya itu.


*


*


*


*


*


Dukung terus ya :)


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2