
Sebelum mereka sampai ke dalam aula, ternyata para tamu jamuan sudah hendak pulang ke kerjaan masing-masing.
"Ayahanda, *I*bunda...," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Iya sayang," Kata permaisuri Lyana.
"Acaranya sudah selesai ya?" Tanya pitri Lylyan (Lyly).
"Iya putriku," Kata permaisuri Lyana.
"Putri ku, ayo kita pulang!" Kata permaisuri Liu.
"Baiklah, Ibunda," Kata putri Yiyin.
"Raja Wian, permaisuri Lyana. Kami permisi pulang dulu," Kata raja Ginz. Lalu di angguki oleh raja Wian.
Kemudian mereka pun pulang ke kerjaan Lim yaitu kerjaan terbesar ke empat.
"Ayahanda, Ibunda... Ayo kita pulang!" Kata putri Phily lalu diangguki oleh raja Zhin dan permasuri Rin.
Setelah itu mereka berpamitan dengan raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran.
Dan disana tinggalah tiga keluarga kerjaan yang belum pulang.
"Raja Wian, permaisuri Lyana. Kami pamit pulang dulu," Kata raja Sishan.
"Baiklah, hati-hati dijalan," Kata raja Wian.
"Tapi, aku ingin pulang bersama pangeran tampan ku, Ayahanda...," Kata putri Fiyen manja.
"Tidak bisa, putriku. Kita harus pulang," Kata raja Min.
"Pangeran Chian, aku merindukan mu...Aku ikut dengan mu ya...," Kata putri Fiyen lalu memeluk pangeran Chian.
"Drama banget sih tuh anak. Dan pangeran Chian kenapa diam saja di peluk begitu, cih," Batin putri Lylyan(Lyly).
"Putri ku, kita pulang dulu ya...," Kata permaisuri Axyun tapi putri Fiyen tidak menjawab.
"Putri Fiyen, kamu harus pulang ke kerjaan mu!" Kata pangeran Chian lalu melepaskan pelukan putri Fiyen tetapi putri Fiyen tidak mau melepaskan.
"Awas saja kamu putri Fiyen. Dan juga kamu pangeran. gitu saja tidak bisa melepaskan pelukan putri Fiyen," Batin putri Lylyan(Lyly) marah.
"Aduuuh bisa gawat ini, pasti putri Lylyan akan marah karena cemburu," Batin permaisuri Chylian.
"Ekhem," Raja Wian berdehem.
"Putra ku, lepaskanlah pelukan putri Fiyen pada mu. Bisa gawat kalau begini terus," Batin raja Sanji.
"Putri ku, jagalah etika mu di depan raja dan permaisuri!!" Kata raja Sishan sedikit meninggikan suaranya.
"Baiklah, Ayahanda," Kata putri Fiyen.
"Maafkan sikap putri kami pangeran Chian," Kata permaisuri Axyun.
"Tidak apa-apa," Kata pangeran Chian.
"Mati lah aku, pasti putri Lylyan akan marah," Batin pangeran Chian.
Setelah itu keluarga Min pun pulang ke kerjaan Min.
Tinggallah dua keluarga kerjaan yaitu kerjaan Wian dan Shin.
"Ayahanda, Ibunda. Aku masuk duluan," Kata putri Lylyan(Lyly). Lalu diangguki oleh raja Wian dan permaisuri Lyana.
"Tuh kan, gara-gara kamu putri Lylyan eh maksudnya putri Lyly jadi marah," Bisik permaisuri Chylian ke telinga pangeran Chian.
"Kok aku sih, Ibunda.Yang meluk kan bukan aku tadi," Kata pangeran Chian berbisik.
"Ekhem," Raja Sanji berdhem.
"Kalian berbisik apa ha?" Tanya raja Sanji.
"Itu lah, putra mu ini bodoh sekali," Kata permaisuri Chylian kesal.
"Sudah-sudah jangan bertengkar," Kata permaisuri Lyana.
"Ohiya, kalian tidak mau menginap disini ?" Tanya raja Wian.
"Tidak usah Wian, kami pulang saja," Kata raja Sanji.
"Aku mau menginap disini," Kata pangeran Chian.
__ADS_1
"Lah tumben, biasa di ajak menginap tidak mau," Kata permaisuri Chylian.
"Iya, waktu putri Lyly tidak disini kamu tidak mau menginap hanya datang dan pulang hari," Kata raja Sanji.
"Sudah lah jangan bahas itu, pokoknya kita malam ini nginap disini. Lagian kerjaan kita kan lagi aman dan saat kita pergi kan sudah ada orang kepercayaan Ayahanda dan Ibunda," Kata pangeran Chian.
"Pasti karena putri ku kan...," Kata raja Wian.
"Heheh," Pangeran Chian hanya tertawa.
"Dasar anak muda," Kata permaisuri Lyana.
"Yasudah kalau begitu aku akan mencari putri Lyly dulu," Kata pangeran Chian lalu pergi begitu saja.
"Dasar anak kurang ajar," Kata permaisuri Chylian.
"Sudahlah," Kata raja Sanji.
"Ohiya, nanti kalian bisa istirahat di kamar yang biasa kalian tempati saat menginap disini. Dan masalah pakaian nanti akan di urus oleh Maid," Kata raja Wian.
"Baiklah," Kata raja Sanji.
"Kalau begitu ayo kita masuk dulu!" Kata permaisuri Lyana.
Mereka pun masuk kedalam istana secara bersamaan. Dan ber istirahat di kamar masing-masing.
*****
Pangeran Chian mencari putri Lylyan hingga keliling istana. Dan ia menemukannya di kolam ikan samping istana.
"Duar," Kata pangeran Chian mengejutkan.
"Eh copot," Kata putri Lylyan(Lyly) latah.
"Ngapain pangeran ngagetin aku...?," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Maaf, lagian kamu kenapa melamun?" Tanya pangeran Chian.
"Tidak apa-apa," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Pangeran ngapain kesini?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Ya untuk mecari mu lah," Kata pangeran Chian.
"Eh, apa hubungannya?" Tanya pangeran Chian lalu duduk disebelah putri Lylyan(Lyly)
"Enak ya di peluk-peluk sama putri Fiyen, sampai-sampai tidak mau melepaskan gitu," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Kamu cemburu?" Tanya pangeran Chian.
"Siapa juga yang cemburu," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Sudah jujur saja dengan ku...," Kata pangeran Chian.
"Sudah ku bilang aku tidak cemburu," Kata putri Lylyan(Lyly) meninggikan suaranya.
"Sudahlah, aku ingin pergi dulu," Kata putri Lylyan(Lyly).
Putri Lylyan Qiran (Lyly) ingin pergi tetapi tangannya di tarik oleh pangeran Chian Shin hingga ia duduk di pangkuan pangeran Chian Shin.
"Eh," Putri Lylyan(Lyly) terkejut.
"Kenapa kamu menarik...," Kata putri Lylyan(Lyly) terpotong.
'Cup'
Pangeran Chian mencium bibir putri Lylyan lalu ********** sebentar hingga beberapa detik kemudian melepaskannya.
"Kamu cemburu kan?" Tanya pangeran Chian.
"Tidak," Kata putri Lylyan(Lyly).
'Cup'
Pangeran mencium bibir putri Lylyan(Lyly) Sekilas.
"Jangan membohongiku," Kata pangeran Chian.
"Iya sedikit cemburu...*t**api pangeran tadi menikmati pelukan putri Fiyen kan*," Kata putri Lylyan(Lyly)
"Jangan sok tahu...," Kata pangeran Chian.
__ADS_1
"Aku kan melihatnya jadi aku tahu," Kata putri Lylyan(Lyly) dengan ketus.
"Dasar gadis keras kepala," Kata pangeran Chian dengan dingin.
"Tapi kan...," Kata putri Lylyan(Lyly) terpotong.
'Cup'
Pangeran Chian mencium bibir putri Lylyan(Lyly).
"Kamu tidak percaya putri Lyly?" Tanya pangeran Chian.
"Iya percaya," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Dasar pangeran mesum," Kata putri Lylyan(Lyly) dengan ketus.
"Apa?" Tanya pangeran Chian pura-pura.
"PANGERAN CHIAN DINGIN MESUM," teriak putri Lylyan(Lyly) di telinga pangeran Chian dan menekan kata-katanya.
"Aduh, budek nih telinga ku," Kata pangeran Chian.
"Biarkan saja. Salah siapa menciumku sampai beberapa kali," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Tapi kamu suka kan?" Tanya pangeran Chian menggoda.
"Tidak," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Kalau begitu aku menikah saja lah dengan putri Fiyen," Kata pangeran Chian berbohong.
"Kenapa begitu?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Kamu kan tidak suka dicium oleh ku, jadi ngapain aku bersama mu," Kata pangeran Chian lalu memalingkan wajahnya.
"Jangan dong pangeran... aku nanti sama siapa...?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Suka hati mu sama siapa saja. Yasudah sana-sana jangan dekat dengan ku," Kata pangeran Chian dan ingin menurunkan putri Lylyan(Lyly) dari pangkuannya.
"Pangeran, jangan lah marah...," Kata putri Lylyan(Lyly).
Pangeran Chian Shin hanya diam saja tidak menjawab.
'Cup'
Putri Lylyan Qiran mencium sekilas pipi pangeran Chian Shin.
"Pangeran, jangan pergi dari ku...aku takut jika kamu pergi...," Kata putri Lylyan(Lyly) lirih.
"Iya, sayang ku. Gadis polosku," Kata pangeran Chian.
Mereka pun saling berpelukan hingga beberapa menit. Lalu melepaskan pelukannya.
"Kamu mau menikah dengan ku?" Tanya pangeran Chian.
"Mau... tapi tunggu masalah ini terungkap," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Baiklah, sayang. Dan aku akan berusaha mencari bukti atas kasus ini agar cepat selesai," Kata pangeran Chian.
"Pangeran tidak pulang?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Tidak. Kami menginap disini," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.
"Yey, kalau begitu entar malam aku ada teman memasang bunga api di taman depan istana," Kata putri Lylyan(Lyly) senang.
"Seperti apa pun sifat dan sikap mu, aku tetap sayang padamu," Batin pangeran Chian lalu tersenyum.
"Hari sudah sore. Mari kita masuk ke istana!" Kata pangeran Chian.
"Baiklah," Kata putri Lylyan(Lyly).
Mereka berdua masuk kedalam istana kerjaan Qiran dalam suasana hati yang bahagia.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Like, comet, vote
Lanjut...