
Disisi Lain Yaitu Kerjaan Min
Dikerajaan itu terdapat Raja Sishan Min, permaisuri Axyun Min dan putri Fiyen Min.
"Ayahanda, benarkah pangeran Chian tidak mau di jodohkan dengan ku?" Tanya putru Fiyen.
"Iya, putri ku," Kata raja Sishan.
"Tapi aku maunya hanya dengan pangeran Chian," Kata putri Fiyen.
"Tenang lah dulu putriku, aku masih mencari rencana," Kata raja Sishan.
"Baiklah, Ayahanda. Aku juga tidak suka dengan putri angkat raja Wian dan permaisuri Lyana. Ia bisa menjadi penghalangku untuk mendekati pangeran Chian," Kata putri Fiyen.
"Benarkah putri ku?" Tanya permaisuri Axyun.
"Iya, Ibunda...tadi saja waktu aku di taman belakang kerjaan Wian (menceritakan A-Z) dan sepertinya mereka akrab," Putri Fiyen menjelaskan.
"Kurang ajar," Kata permaisuri Axyun.
"Ibunda juga tidak suka dengan anak angkat mereka. Dan Ibunda rasa ada sesuatu yang di sembunyikan mereka tentang putri Lyly itu," Kata permaisuri Axyun.
"Iya aku juga merasa begitu. Tapi untungnya raja Wian dan permaisuri Lyana tidak tahu bahwa kerjaan kita lah yang menyerang mereka," Kata raja Sishan seraya tersenyum licik.
"Iya, suamiku," Kata permaisuri Axyun.
"Kalau begitu, Ayahanda harus menyusun rencana untuk menghancurkan kerjaan Wian dan kalau bisa sekalian lennyapkan putri angkat mereka," Kata putri Fiyen seraya tersenyum jahat."
"Aku setuju dengan putri ku. Dengan begitu kita akan mudah membesarkan kerjaan kita dan menjodohkan putri kita, suamiku," Kata permaisuri Axyun.
"Tenang saja, serahkan ini pada ku," Kata raja Sishan dengan sombongnya.
"Tetapi hati-hati lah suamiku, jangan sampai ada yang tahu rencana kita," Kata permaisuri Axyun.
Alangkah miris nya, ternyata ada yang mendengar rencana jahat mereka untuk mencelakakan putri Lylyan Qiran (Lyly). siapa yang mendengarkan kalau bukan mata-mata pangeran Chian Shin.
*****
Istana Kerjaan Qiran
Malam harinya pangeran Chian Shin menemani putri Lylyan Qiran (Lyly) menghidupkan bunga api di taman depan istana Qiran.
"Pangeran, ayo kita hidupkan bunga apinya!" Kata putri Lylyan(Lyly) dan diangguki oleh pangeran Chian.
"Wow, bagus sekali bunga apinya," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya tepuk tangan.
"Biasa saja kali, gausah pakai tepuk tangan juga," Kata pangeran Chian dingin.
"Suka hati lah," Kata putri Lylyan(Lyly).
Beberapa menit mereka menikmati indahnya bermain bunga api yang telah di hidupkan.
"Yah, sudah habis," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Kalau begitu kita masuk istana yuk!" Kata pangeran Chian.
"Nanti saja," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Kalau pangeran mau masuk, ya sudah duluan saja," Lanjut putri Lylyan(Lyly). Tetapi pangeran Chian tidak masuk.
Tiba-tiba di saat mereka duduk di kursi taman depan istana, ada seorang penyusup.
'Cyuuup'
Anak panah melayang ke arah putri Lylyan(Lyly) dan pangeran Chian. Tetapi panah itu meleset.
"Siapa disana?" Tanya pangeran Chian karena terkejut.
'Cyup'
Anak panah yang kedua dilayangkan dan di tangkap oleh pangeran Chian.
"Siapa disana, keluar lah!!" Marah pangeran Chian.
"Pangeran, aku takut...," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Kamu masuk lah kedalam, aku akan mengejar orang itu," Kata pangeran Chian dan diangguki oleh putri Lylyan(Lyly).
Setelah itu pangeran Chin Shin langsung berlari mengejar penyusup yang hendak membunuh mereka. Dan penyusup itu berhasil lolos.
__ADS_1
"Aarghhh sial," Kata pangeran Chian.
"Dari mana penyusup itu berasal?" Kata pangeran Chian menggerutu.
Pangeran Chian Shin kembali lagi ke istana kerjaan Qiran.
*****
Didalam Istana Kerajaan Qiran
Pangeran Chian Shin masuk kedalam istana dengan wajah yanh kesal.
"Pangeran Chian, apakah kamu berhasil menangkap penyusup itu?" Tanya raja Wian.
"Maafkan hamba, raja Wian. Penyusup itu melarikan diri," Kata pangeran Chian.
"Bagaimana sih, begitu saja kamu tidak bisa," Kata raja Sanji dengan kesal.
"Sudahlah, setiap orang pasti pernah gagal," Kata permaisuri Lyana menengahi.
"Benar kata Ibunda. Jangan menyalahkan pangeran," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Pangeran seperti ini jangan di bela," Kata permaisuri Chylian.
"Sudahlah... jangan menyalahlan pangeran, lagi pula aku kan tidak apa-apa," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya tersenyum.
Mereka semua pun mengangguk lalu tersenyum.
"Yasudah, kalau begitu mari kita istirahat. Ini sudah malam," Kata raja Wian.
Mereka langsung menuju kamar mereka masing-masing.
Didalam kamar, pangeran Chian Shin terus-terusan berfikir tentang penyusup tadi. Padahal kerjaan lain tahu bahwa putri Lylyan Qiran dikatan meninggal dunia.
"Siapa sebenarnya yang memanah tadi dan dari kerajaan mana?" Pangeran Chian membatin.
"Ohiya, bagaimana keadaan mata-mata ku di kerjaan Min ya?" Pangeran Chian bertanya pada diri sendiri.
"Kenapa aku lambat dalam bertindak seperti ini. Tidak biasanya aku seperti ini, Aaarghh," Kata pangeran Chian dengan kesal lalu mengacak-ngacak rambutnya.
Dalam keadaan seperti itu, pangeran Chian lama-lama tertidur juga hingga pagi hari.
*****
Mereka semua sarapan pagi bersama-sama yang sudah disiapkan oleh maid yang ada di kerajaan Qiran. Tetapi disana masih ada yang kurang.
"Putri Lyly mana?" Tanya pangeran Chian.
"Tahu saja ya kalau putri Lyly tidak ada disini," Kata raja Wian.
"Iya," Kata raja Shin.
"Putra ku memang seperti itu, kalau masalah putri Lyly pasti cepat," Kata permaisuri Chylian.
"Apaan sih, Ibunda," Kata pangeran Chian kesal.
'Bwahahah'
Mereka semua tertawa kecuali pangeran Chian Shin.
"Putri ku masih didalam kamar," Kata permaisuri Lyana.
"Pasti masih tidur," Batin pangeran Chin.
Pangeran Chian berdiri dari tempat duduknya.
"Mau kemana?" Tanya permaisuri Lyana.
"Mau ke kamar putri Lyly," Kata pangeran Chian.
"Mau ngapain?" Tanya permaisuri Chylian.
"Jangan takut, aku tidak akan berbuat macam-macam," Kata pangeran Chian lalu pergi ke kamar putri Lylyan(Lyly).
*****
Dikamar Putri Lylyan Qiran (Lyly)
Dugaan pangeran Chian ternyata benar. putri Lylyan Qiran (Lyly) masih tertidur pulas.
__ADS_1
"Lyly bangun lah...," Kata pangeran Chian tetapi putri Lylyan(Lyly) tidak menjawab.
"Pangeran ku...,aku benci melihat mu dengan perempuan lain. Kamu adalah laki-laki mesum," Putri Lylyan(Lyly) mengigau.
"Hmm, mengingau saja masih mengejekku seperti itu," Gumam pangeran Chian.
"Putri Lyly, bangun..." Kata pangeran Chian.
"Hmm, sini biar aku Cium kamu pangeran!" Kata putri Lylyan (Lyly) masih mengigau.
Pangeran Chian hanya tersenyum mendengar putri Lylyan (Lyly).
'Cup cup cup cup'
Pangeran Chian menghujani ciuman di wajah putri Lylyan(Lyly).
"Ibunda..., jangan seperti itu," Kata putri Lylyan(Lyly) belum begitu sadar
"Kamu ingin bangun tidak?" Tanya pangeran Chian sedikit keras.
Putri Lylyan Qiran (Lyly) membuka matanya, dan ia terkejut melihat pangeran Chian Shin sudah duduk disampingnya.
"Iiiss, kenapa jadi pangeran yang ada disini?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Aku lah yang dari tadi disini," Kata pangeran Chian malas.
"Cepat lah kamu bangun, seorang putri tidak pantas bangun terlambat," Kata pangeran Chian.
"Iya-iya," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Kalau begitu aku keluar dulu. Bersih-bersihlah dengan cepat," Kata pangeram Chian.
"Hmmm," Kata putri Lylyan(Lyly).
Pangeran Chian Shin pun pergi meninggalkan kamar putri Lylyan Qiran (Lyly). Sedangkan putri Lylyan Qiran (Lyly) membersihkan diri dengan cepat kilat.
Sekitar 15 menit putri Lylyan Qiran (Lyly) keluar dari kamar nya menuju ruang makan. Disana hanya ada pangeran Chian.
"Loh, kok hanya pangeran yang ada disini?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Ya iya lah, orang kamu bangunnya telat," Kata pangeran dengan dingin.
"Jadi mereka sudah pada sarapan?" Tanya putri Lylyan(Lyly) dengan polosnya.
"Iya, gitu masih ditanya," Kata pangeran Chian malas.
"Heheh," Putri Lylyan(Lyly) tertawa.
"Duduk lah, cepat sarapan!" Kata pangeran Chian lalu diangguki oleh putri Lylyan(Lyly).
Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran (Lyly) sarapan pagi bersama dengan hening.
Setelah selesai sarapan, putri Lylyan Qiran (Lyly) bertanya padan pangeran Chian Shin.
"Pangeran hari ini pulang?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Iya," Kata pangeran Chian.
"Yah, aku gak ada teman dong disini," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Kalau kamu bosan, kamu bisa datang ke istana ku dan kalau aku tidak sibuk, aku akan kesini," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.
"Baiklah pangeran," Kata putri Lylyan(Lyly).
Selesai pembicaraan itu, mereka berdua pergi menemui orang tua mereka.
*
*
*
*
*
Like,coment,vote
Lanjut...
__ADS_1