
Sudah dua minggu pangeran Chian Shin tidak bertemu dengan putri Lylyan Qiran. Mereka berdua sangat gelisah.
Dikerjaan Qiran, terlihatlah putri Lylyan Qiran yang sedang duduk di kursi teman bedan istana Qiran.
"Aku bosan sekali, tidak bisa ketemu pangeran, tidak bisa keluar istana. Hanya bisa disekitar istana saja," Putri Lylyan Qiran menggerutu sendiri.
"Kira-kira, pangeran lagi ngapain ya?" Putri Lylyan berbicara sendiri.
"Aku sangat rindu padanya," Lirih putri Lylyan.
"Ekhem, ekhem," Deheman permaisuri Lyana membuat putri Lylyan terkejut. Permaisuri Lyana duduk di kursi taman.
"Ibunda, membuat ku kaget saja," Celetuk putri Lylyan.
"Heheh, maaf. Kamu ngapain disini sendirian?" Tanya permaisuri Lyana kepada putrinya.
"Aku bosan, **Ib**unda," Lylyan berkata lalu memanyunkan bibirnya.
"Ulu ulu, pasti putri Ibunda lagi rindu seseorang," Permaisuri Lyana mengejek putrinya.
"Iih, Ibunda... kenapa mala mengejekku," Putri Lylyan kesal. Permaisuri Lyana hanya cengengesan.
"Yasudah, Ibunda temani ya, agar kamu tidak kesepian," Kata permaisuri Lyana. Putri Lylyan mengangguk.
"Ibunda, apakah berumah tangga itu enak?" Tanya putri Lylyan kepada permaisuri Lyana. Lalu ia menyandarkan kepalanya di bahu ibundanya.
"Ada enaknya juga ada tidak enaknya. Semua itu tergantung diri kita sendiri," Sahut permaisuri Lyana.
"Apa dalam rumah tangga pasti ada masalah?" Imbuh putri Lylyan.
"Ada, putriku. Didalam berumah tangga pasti ada permasalahan. Jika kita mempunyai masalah dengan suami kita. Maka kita harus menyikapinya dengan hati dan pikiran dingin, agar permasalahan dalam rumah tangga kita tidak semakin besar," Tutur permaisuri Lyana.
"Apakah kita harus selalu mengalah?" Tanya putri Lylyan lagi.
"Jika kita merasa benar maka kita tidak berlu mengalah, akan tetapi kita cari bukti dulu sebelum bertindak. Jika kita salah maka meminta maaf lah pada suami kita," Kata permaisuri Lyana seraya tersenyum pada putri nya itu.
"Putri ku, jika suami mu meminta hak miliknya maka berikan lah. Jika kamu tidak memberikan nya kamu akan berdosa.Dan kamu harus memenuhi keinginan suamimu dalam hal yang positif. Apa yang menjadi kewajiban mu maka lakukanlah," Lanjut permaisuri Lyana menjelaskan pada putri polosnya.
"Hak miliknya, maksudnya bagaimana, Ibunda?" Tanya putri Lylyan. Ia tidak paham.
"Contohnya, melayani dia saat di ranjang, menyiapkan semua hal yang dibutuhkannya, masih banyak lagi. Ibunda yakin, pangeran Chian Shin akan mengajari mu nanti," Sahut permaisuri Lyana seraya tersenyum pada putri cantiknya.
"Baiklah,Ibunda. Aku paham," Sahut putri Lylyan.
__ADS_1
"Putriku, jadilah istri yang penyayang dan bijak sana. Ubahlah sifat polos dan kekanak-kanakan mu," Tutur permaisuri Lyana. Ia menasehati putrinya. Putri Lylyan pun mengangguk.
"Putriku, ayo kita masuk ke istana. Hari sudah mulai siang," Kata permaisuri Lyana.
"Iya, Ibunda," Sahut putri Lylyan. Mereka pun pergi ke dalam istana.
*****
Istana Kerjaan Shin
Disisi lain, yaitu istana kerjaan Shin. Terlihatlah pangeran Chian Shin yang sedang berkumpul dengan kedua orang tuanya di ruang tamu.
"Putraku, kamu sudah akan menikah. Maka jagalah istri mu dengan baik," Tutur permaisuri Chylian.
"Iya, Ibunda," Sahut pangeran Chian seraya tersenyum.
"Ingat nak, jika kamu ada masalah dengan istrimu, maka selesaikan lah dengan hati dan pikiran dingin. Mengalahlah demi istrimu. Apalagi putri Lylyan tidak bisa di bentak, kamu harus lebih bersabar menghadapinya. Kamu menikah dengan nya sudah pilihan mu," Jelas raja Sanji.
"Iya, Ayahanda. Aku selalu akan mengingat apa yang kalian katakan," Sahut pangeran Chian dengan mantap.
"Jadilah laki-laki yang dewasa. Kamu kan tiga tahun lebih tua dari putri Lylyan. Berikan kehangatan pada putri Lylyan. Ajarkan ia hal yang baik dan jauhkan ia dari hal yang buruk," Imbuh permaisuri Chylian.
"Jika ia salah melangkah, maka kamu harus bisa meluruskannya. Karena kamu adalah kepala rumah tangga," Lanjut permaisuri Chylian menasehati putra satu-satunya itu.
"Dan penuhilah semua kebutuhan dan yang menjadi hak putri Lylyan, jangan membuatnya bersedih dan menangis, tetapi buat dia selalu tersenyum. Laksanakan yang menjadi tanggaung jawab mu dan kewajiban mu sebagai seorang suami. Jadilah suami yang baik untuk istri mu, dan jadilah ayahanda yang baik untuk anak-anak mu nanti," Imbuh raja Sanji.
Setelah itu, mereka pun melanjutkan perbincangan mereka akan hal yang lain. Bercanda gurau layaknya seorang keluarga bahagia.
*****
Hari Pernikahan
Satu minggu kemudian, hari ini adalah hari yang paling bahagia untuk kedua keluarga itu, yaitu pernikahan pangeran Chian Shin dengan putri Lylyan Qiran yang diselenggarakan di istana kerjaan Qiran.
Pernikahan itu dilaksanakan dari pagi hari hingga malam hari. Mereka tidak melewatkan satu ritual pun. Mereka mengikuti adat yang ada dalam kerjaan.
Keluarga Shin telah datang ke istana Qiran, mereka di sambut baik oleh kerluarga Qiran. Disana sudah banyak orang yang datang untuk melihat acara pernikahan pangeran Chian Shin dengan putri Lylyan Qiran. Pangeran Chian dan putri Lylyan Qiran memakai pakaian pengantin nan indah di pandang yaitu ala kerjaan zaman kuno.
Karena kedua mempelai pengantin sudah ada, dan keluaga serta para tamu sudah datang. Acara ritual pernikahan pun dilaksanakan dengan hening dan penuh kebahagiaan serta haru bahagia. Beberapa jam, ritual pernikahan itu pun selesai. Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran sudah sah menjadi suami istri. Setelah itu lanjut ke acara resepsi pernikahannya.
"Selamat ya, akhirnya kalian sudah menikah juga," Kata permaisuri Lyana pada anak dan menantunya.
"Terimakasih, Ibunda," Sahut putri Lylyan.
__ADS_1
"Putraku, ingat nasehat kami ya. Bahagiakan istrimu," Kata permaisuri Chylian. Pangeran Chian pun mengiyakannya.
"Ekhem, ciee yang sudah menjadi suami," Raja Sanji mengejek putra nya.
"Iya, kamu akan merasakan apa yang kami rasaakan, heheh," Imbuh raja Wian mengejek pangeran Chian juga.
"Hmmm," Kata pangeran Chian dengan dinginnya.
"Jangan dingin seperti itu, entar menantuku takut dengan mu," Celetuk raja Sanji.
"Apaan sih, Ayahanda," Sahut pangeran Chian malas.
"Putriku, jika pangeran Chian ini main kasar saat di ranjang, katakan saja pada Ayahanda," Celetuk raja Wian.
"Jangan menggangu putraku dan menantuku," Kata permiasuri Chylian tidak terima karena suaminya mengejek putra nya terus.
"Kalian sudah tua pun, masih saja bersifat seperti remaja. Tidak pantas ditiru," Imbuh permaisuri Lyana.
"Heheh, maaf," Kata raja Wian pada permaisuri Lyana.
"Aku juga minta maaf," Imbuh raja Sanji.
"Selamat ya, anak ku, menantu ku," Kata raja Wian.
"Selamat ya, semoga cepat buat momongan," Kata raja Sanji seraya nyengir kuda.
"Ayahanda. Bisakah jangan mengejek terus?" Tanya pangeran Chian kesal.
"Ok ok. Tidak akan lagi," Kata raja Sanji.
"Yasudah, kami ke sana dulu. Berkumpul dengan raja dan permaisuri dari kerjaan lain," Kata raja Wian. Pangeran Chian dan putri Lylyan pun mengiyakannya.
Raja Wian Qiran, permaisuri Chylian Qiran, raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin pun meninggalkan anak dan memantu mereka. Mereka pergi menemui para tamu undangan.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Like, coment, vote
Lanjut...