Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter28


__ADS_3

Siang harinya


Putri Lylyan Qiran sangat bosan di dalam kamar terus. Selesai makan siang, ia meminta agar pangeran Chian Shin membolehkannya keluar kamar.


"Pangeran, bolehkah aku keluar kamar?" Tanya putri Lylyan.


"Untuk apa?" Tanya pangeran Chian balik.


"Aku bosan...," Tutur putri Lylyan seraya memanyunkan bibirnya.


"Tapi kamu tidak boleh banyak berjalan," Kata pangeran Chian lembut.


"Kalau begitu, gendong," Kata putri Lylyan seraya tersenyum.


"Kamu itu berat, tahu. Nanti pinggangku patah," Pangeran Chian menjahili putri Lylyan.


"Yasudah lah. Pokoknya aku mau keluar. Aku akan berjalan sendiri," Kata putri Lylyan kesal. Lalu menurunkan kakinya dari tempat tidur.


"Keras kepala," Celetuk pangeran Chian. Tanpa basa basi, ia langsung menggendong putri Lylyan ala beridal. Putri Lylyan hanya diam saja, ia merasakan kenyamanan di gendong oleh pangeran Chian. Tidak butuh lama mereka pun sampai di suatu tempat, yaitu Paviliun yang terdapat ayunan.


"Wah, kenapa di Paviliun bisa ada ayunan?" Tanya putri Lylyan sudah duduk di ayunan itu.


"Sudah dari dulu," Kata pangeran Chian malas.


"Kenapa aku tidak tahu?" Tanya putri Lylyan lagi.


"Ini kan istana ku," Kata pangeran Chian. Putri Lylyan hanya nyengir kuda.


"Udaranya sangat enak di rasakan," Kata putri Lylyan seraya tersenyum. Sedangkan pangeran Chian hanya tersenyum melihat putri Lylyan. Lalu mengayun perlahan putri Lylyan.


"Kamu suka?" Tanya pangeran Chian. Putri Lylyan mengiyakannya.


"Pangeran, sini duduk !" Perintah putri Lylyan seraya menepuk ayunan yang kosong di sebelahnya.


"Kalau kita berdua, nanti sempit. Kamu saja yang duduk," Kata pangeran Chian.


"Cepat lah, aku tidak akan kesempitan. Lagi pula, ayunanya masih cukup untuk satu orang lagi," Kata putri Lylyan. Pangeran Chian pun menurutinya. Mereka duduk bersebelahan.


"Pangeran, Kamu tahu tidak? Kalau cinta dan benci itu beda tipis," Kata putri Lylyan.


"Hmm," Kata pangeran Chian.


"Pangeran masih ingat. Dulu, pangeran itu membenci ku," Tutur putri Lylyan.


"Jangan ingat hal itu lagi," Kata pangeran Chian.


"Tetapi memang kenyataannya begitu," Tutur putri Lylyan.

__ADS_1


"Itu dulu, aku belum tahu apa itu cinta," Kata pangeran Chian.


"Terus, kenapa pangeran bisa mencintaiku?" Tanya putri Lylyan.


"Aku juga tidak tahu. Waktu itu, saat aku pulang dari istana mu, aku selalu kepikiran kamu. Tetapi karena aku masih belum paham akan hal cinta, aku mengabaikan perasaan ku. Dan saat aku ingin pergi ke istana mu lagi, ternyata istana mu di serang oleh kerjaan lain. Dan kamu di kabarkan meninggal dunia. Disitu lah aku merasa sangat terpukul, aku mencari mu kemana-mana. Tetapi hati kecilku berkata, kamu belum meninggal. Dan saat aku sudah dewasa, perasaan ku ke kamu tidak berubah sedikit mu. Malah semakin besar," Tutur pangeran Chian.


Pangeran Chian Shin, lalu melihat ke arah putri Lylyan. Putri Lylyan pun melihat pangeran Chian Shin. Pandangan mereka saling beradu satu sama lain. Tidak ada kebohongan yang dipancarkan di mata pangeran Chian.


"Pangeran. Terimakasih untuk semunya," Kata putri Lylyan. Ia memeluk pangeran Chian. Pangeran Chian pun balik memeluk.


"Tidak perlu berterimakasih," Kata pangeran Chian lembut. Lalu ia melepaskan pelukannya.


'Cup'


Pangeran Chian menempelkan bibirnya ke bibir putri Lylyan hingga beberapa detik. Putri Lylyan tidak merespon. Pangeran Chian pun memengang tengkuk putri Lyluan lalu menggigit pelan bibir putri Lylyan agar mendapat luang untuknya memperdalam ciumannya dan mengabsen inci demi inci mulut putri Lylyan Qiran.


"Emmm," Kata putri Lylyan, ia merasa tubuhnya bergejolak merasakan ciuman pangeran Chian. Pangeran Chian pun tidak tinggal diam, memeperdalam pungutannya. Setelah kehabisan nafas, pangeran Chian pun melepaskan ciumannya. Dahi mereka saling menempel satu sama lain.


"Maafkan aku. Aku tidak bisa menahannya," Kata pangeran Chian dengan nafas terengah-engah. Putri Lylyan hanya mengangguk. Lalu pangeran Chian menangkup wajah putri Lylyan dengan kedua tangannya


"Ayo kita balik ke kamar, kamu harus tidur siiang," Kata pangeran Chian.


"Nanti, aku masih ingin sini," Kata putri Lylyan.


"Baiklah. Tetapi, sebentar lagi kita harus balik ke kamar," Kata pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk.


"Lylyan, Ayo kita masuk ke kamar. Kamu harus tidur siang," Tutur pangeran Chian. Tetapi tidak ada sahutan dari putri Lylyan. Ia pun melihat putri Lylyan.


"Ya ampun, ternyata sudah tidur," Kata pangeran Chian.


"Emmm," Putri Lylyan menggeliat, menggeserkan kepalanya.


"Upsss, hampir saja jatuh," Kata pangeran Chian seraya terseyum.


"Kamu seperti anak kecil," Kata pangeran Chian dengan suara pelan. Lalu perlahan ia menggendong putri Lylyan menuju ke dalam kamar.


Sesampai kamar, pangeran Chian Shin meletakkan putri Lylyan Qiran dengan pelan agar putri Lylyan Qirab tidak terbangun. Karena tidurnya terlalu pulas, putri Lylyan Qiran tidak terusik sama sekali.


"Tidurlah yang nyenyak, sayang. Semoga mimpi baik," Kata pangeran Chian dengan suara pelan. Lalu ia mengecup kening putri Lylyan.


Setelah itu pangeran Chian Shin pergi keluar kamar, ia menitipkan putri Lylyan Qiran pada penjaga kamarnya. Lalu ia pun pergi ke desa yang ada di kerjaan Shin untuk melihat suasana disana. Karena sudah tiga hari ia tidak datang dan memantau rakyatnya.


Setiap ia memantau rakyatnya, jika ada salah satu rakyatnya yang sedang sakit, pangeran Chian tidak segan-segan untuk membantu biaya pengobatan maupun dalam hal mencari tabib untuk rakyatnya yang sedang sakit. Bukan hanya itu, jika ada rakyatnya yang kesusahan, ia juga memberikan bahan pangan dan beberapa koin emas pada mereka.


Ya, seperti itu lah pangeran Chian, jika berada diluar. Ia tidak pelit dengan harta, ia sungguh baik hati walaupun sikap nya masih saja dingin seperti Es.


Setelah itu ia pergi ke gudang untuk mengecek persediaan padi, beras, dan bahan pangan lainnya.

__ADS_1


"Ermin, masih banyak atau tidak stok bahan pangan yang kita miliki?" Tanya pangeran Chian kepada Ermin, si penjaga gudang.


"Iya, *p*angeran. Stok bahan pangan kita masih banyak," Sahut Armin dengan sopan.


"Apakah gudang ini aman?" Tanya pangeran Chian.


"Maafkan hamba, pangeran. Semalam ada yang mencuri bahan pangan kita di dalam gudang," Tutur Ermin.


"Kenapa kamu tidak melaporkannya padaku?" Tanya pangeran Chian kesal. Karena ia tidak suka dengan orang yang mencuri. Lebih baik meminta padanya dari pada mencuri seperti itu.


"Maaf, pangeran. Saya tadi hendak melaporkannya pada pangeran. Tetapi pangeran sudah datang kesini duluan," Kata Ermin sedikit takut.


"Sudah lah, tidak apa-apa. Lain kali, perketat lagi panjagaan tgudang ini. Jangan sampai kecolongan lagi," Kata pangeran Chian memerintahkan Ermin. Ermin pun mengangguk.


"Apa saja yang di curi? Dan ada berapa banyak?" Tanya pangeran Chian.


"Empat karung beras, dua karung padi, dan satu karung buah-buahan serta sayur-sayuran," Tutur Ermin.


"Baiklah. Jika ada yang mencuri lagi, segera laporkan padaku. Dan jangan lupa kamu harus terus memantau stok bahan pangan yang ada di gudang, jika tinggal sedikit, kamu juga harus melaporkannya padaku," Tutur pangeran Chian.


"Baik, pangeran. hamba akan melaksanakan semua perintah dari pangeran," Kata Ermin.


"Saya tidak bisa berlama-lama disini. Kamu kan tahu sediri, kalau putri Lylyan belum begitu sembuh," Kata pangeran Chian.


"Iya, saya paham, Pangeran," Kata Ermin.


"Maaf, pangeran. Apakah putri Lylyan sudah sadarkan diri?" Tanya Ermin.


"Sudah," Kata pangeran Chian.


"Semoga putri Lylyan cepat sembuh total. Dan beraktifitas seperti biasanya," Tutur Armin. Pangeran Chian pun mengangguk.


"Saya permisi dulu," Kata pangeran Chian. Lalu, Ermin membungkukkan badannya tanda menghormati.


Pangeran Chian Shin pun pergi dari gudang itu, lalu ia pulang ke istana kerjaan Shin. Ia tidak ingin saat putri Lylyan Qiran terbangun, disana tidak ada dirinya yang menunggu.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2