Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter47


__ADS_3

Sesampainya di istana Shin. Putri Lylyan Qiran Shin memberikan buah mangga itu pada Maid agar di kupas oleh nya. Beberapa menit, buah mangga itu selesai di kupas oleh Maid.


"Tuan putri, ini buah mangga nya telah selesai saya kupas," Tutur salah satu Maid. Ia memberikan satu piring mangga yang siap di makan.


"Terimakasih," Sahut putri Lylyan dengan senyuman.


Putri Lylyan Qiran Shin pun mencicipi satu potong buah mangga itu.


"Hummm, enak," Tutur putri Lylyan.


"Kamu ambil lah satu potong buah ini!" Perintah putri Lylyan pada Maid.


"Tidak usah, putri. Itu untuk putri saja," Sahut Maid. Karena ia tahu bahwa rasa mangga itu pasti asam.


"Ayo lah. Satu saja, enak loh," Imbuh putri Lylyan.


Mau tidak mau, Maid itu pun mengambil satu potong buah mangga muda itu.


"Makan lah!" Perintah putri Lylyan. Dengan terpaksa, Maid itu pun memakan mangga muda itu.


"Rasa nya enak kan?" Tanya putri Lylyan.


"Iya, enak," Maid itu berbohong.


Lalu, putri Lylyan Qiran Shin membawa buah mangga nya ke ruang khusus untuk para keluarga kerjaan saja.


*****


Ruang Khusus


"Hay semua," Putri Lylyan menyapa.


"Iya, sayang. Duduk lah!" Perintah pangeran Chian.


"Sebentar," Sahut putri Lylyan.


"Ayahanda wian, Ayahanda sanji, Ibunda Lyana dan Ibunda Chylian. Ambil lah mangga ini, rasa nya enak loh. Aku tadi sudah mencicipi nya," Tutur putri Lylyan.


Semua yang ada di sana terdiam mendengar ucapan putri Lylyan.


"Kalian mau kan?" Tanya putri Lylyan.


"Mereka mau kok, sayang," Sahut pangeran Chian.


"Iya kan, Ayahanda, Ibunda?" Tanya pangeran Chian. Karena ia tidak ingin membuat istrinya kecewa.


Raja Wian, raja Sanji, permaisuri Lyana dan permaisuri Chylian hanya membalas dengan senyuman.


Lalu, putri Lylyan membagikan buah mangga yang sudah di potong-potong itu. Setiap orang mendapatkan dua potong mangga.


"Pasti rasa nya asam," Batin raja Sanji.


"Putri ku, kamu mengerjai kami semua," Batin raja Wian.


"Sungguh tega diri mu, nak," Batin permaisuri Lyana.


"Menantu ku hari ini membuat ku pusing. Sekarang aku disuruh makan mangga mudah begini, pasti rasa nya asam sekali," Batin permaisuri Chylian


Kira-kira seperti itu lah mereka ber empat membatin secara bersamaan.


"Loh, kenapa kamu tidak memberi buah mangga pada suami mu, nak?" Tanya raja Sanji pada menantu nya. Ia bingung, karena hanya pangeran Chian yang tidak di beri buah mangga oleh putri Lylyan.

__ADS_1


"Karena aku tahu kalau suamiku tidak suka buah mangga," Sahut putri Lylyan dengan enteng nya.


"Memang istri ku yang terbaik," Kata pangeran Chian pada istri nya. Putri Lylyan pun tersenyum.


"Tapi, nak. Buah mangga ini...," Kata raja Wian pada putri nya.


"Aku tahu, mangga nya enak kan, Ayahanda," Putri Lylyan memotong perkataan raja Wian.


"Sekarang, makan lah!" Kata putri Lylyan seraya tersenyum.


"Baiklah," Sahut raja Wian dengan lemas.


Raja Wian, raja sanji, permaisuri Chylian, permaisuri Lyana pun memakan mangga itu dengan perasaan terpaksa.


"Kali ini aku selamat dari istriku," Batin pangeran Chian.


"Bagaimana rasa nya, Ayahanda?" Tanya pangeran Chian pada raja Sanji dan raja Wian. Ia mengernyitkan satu alis mata nya.


"Jangan mengejek," Sahut raja Sanji dengan ketus.


Pangeran Chian hanya diam saja.


"Ayahanda dan Ibunda mau mangga nya lagi atau tidak?" Tanya putri Lylyan dengan santai nya.


"Tidak," Sahut para raja dan permaisuri secara bersamaan.


"Wisss, kompak nie," Celoteh pangeran Chian.


"Kompak gundul mu!!" Sahut permaisuri Chylian dengan ketus. Ia kesal pada putra nya yang hanya bisa mengejek.


"Heheh," Pangeran Chian cengengesan.


"Suamiku, jadi sisa mangga nya ini untuk siapa?" Tanya putri Lylyan.


"Beri saja pada suami mu, nak," Sahut permaisuri Lyana dengan cepat.


"Ibunda, sudah ku katakan. Suamiku tidak suka mangga," Sahut putri Lylyan.


"Huuuh," Permaisuri Lyana kesal.


Sedangkan pangeran Chian tersenyum puas dan penuh kemenangan.


"Suamiku, sisa nya kita bagi kepada para Maid, ya?" Kata putri Lylyan.


"Iya, sayang," Sahut pangeran Chian seraya tersenyum.


"Ayo sekarang kita bagikan!" Tutur pangeran Chian.


Lalu, pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin pun keluar dari ruangan itu.


"Akhir nya Lylyan pergi juga," Kata raja Wian. Ia sangat lega karena masih ada satu potong buah mangga yang belum ia makan.


"Iya. Cukup-cukup aku makan mangga yang asam nya sampai ubun-ubun," Kata permaisuri Lyana. Ia meletakkan mangga itu di atas meja.


"Wian, Lyana. Putri kalian memang luar biasa," Kata raja Sanji.


"Iya. Kalau tidak karena Lylyan hamil. Aku tidak akan mau makan mangga asam nya luar biasa ini. Untung saja baru setengah potong yang baru ku makan," Tutur permaisuri Chylian.


Para raja dan permaisuri sangat bersyukur karena putri Lylyan tidak memberi mereka mangga muda lagi.


*****

__ADS_1


Pangeran Chian dan putri Lylyan pergi ke dapur. Sesampai dapur, putri Lylyan membagikan potongan mangga muda itu pada para Maid. Sedangkan para Maid hanya bisa pasrah. Apa boleh buat, mereka hanya lah pelayan yang harus tunduk pada majikannya.


"Sayang, ayo kita ke kamar. Aku sangat lelah," Kata putri Lylyan.


"Baik lah, sayang," Sahut pangeran Chian Shin.


Mereka pun meninggalkan dapur itu. Lalu, menuju kamar mereka. Sesampai nya, putri Lylyan Qiran Shin langsung merebahkan tubuh nya di ranjang.


"Pinggang ku dari tadi kenapa sakit ya," Batin putri Lylyan. Ia membenarkan tubuhnya sehingga posisi nya miring. Lalu, menggosok pinggang nya.


"Kenapa, sayang?" Tanya pangeran Chian yang baru ke luar dari kamar mandi.


"Pinggang ku sakit," Sahut putri Lylyan.


"Kok bisa?" Tanya pangeran Chian seraya mendekati istrinya. Ia duduk di pinggir ranjang.


"Aku tidak tahu," Sahut putri Lylyan dengan lirih.


Lalu, pangeran Chian Shin menggosok pelan pinggang bagian belakang istrinya.


"Mungkin karena kamu kecapean," Tutur pangeran Chian.


"Hmm," Sahut putri Lylyan.


"Apakah sudah mendingan?" Tanya pangeran Chian.


"Iya, suamiku," Sahut putri Lylyan.


Pangeran Chian Shin terus menggosok pelan pinggang istrinya.


"Aku sangat bahagia memiliki mu, Istriku," Batin pangeran Chian.


Beberapa menit, putri Lylyan tertidur.


"Tidur yang nyenyak, sayang," Gumam pangeran Chian. Lalu, ia berhenti menggosok pinggang istri nya.


"Aku mau mandi dulu," Gumam nya lagi.


'Cup'


Pangeran Chian mengecup pipi istri nya.


Kemudian, pangeran Chian melakukan aktifitas nya yaitu mandi. Setelah siap mandi, ia memakai pakaian yang bersih dan menyisir rambut nya.


"Lylyan belum mandi, tapi kalau ku bangun kan kasian," Batin pangeran Chian.


"Biarkan saja lah," Gumam nya.


Pangeran Chian Shin pun menjaga istri nya yang sedang tidur. Ia takut, jika istri nya bangun dan tidak ada diri nya di samping istri nya.


Ya, begitu lah pangeran Chian. Ia sangat menyayangi dan mencintai istri nya. Ia rela melakukan apa saja demi istri nya.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Like, coment, vote


Lanjut...


__ADS_2