Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter45


__ADS_3

Pangeran Chian Shin pun menyuruh salah satu penjaga istana untuk membangunkan beberapa Maid.


Setelah itu, penjaga istana pun menuju kamar Maid dan membangunkan Maid seauai perintah pangeran Chian Shin.


''Tok tok tok'


Panjaga istana mengetuk pintu kamar para Maid. Ya, Dalam satu kamar terdapat enam Maid yang tinggal di kamar itu.


"Maid, tolong bukan pintu nya!" Perintah penjaga.


Salah satu Maid, membukakan pintu kamar mereka.


"Ada apa?" Tanya salah satu Maid.


"Tolong buatkan nasi dengan lauk ayam bakar serata segelas susu!" Perintah penjaga.


"Apa kamu tidak bisa melihat ini sudah tengah malam!!" Maid itu marah.


"Para Maid sudah pada tidur," Sambungnya.


"Tapi ini perintah pangeran Chian," Sahut penjaga.


"Apa!!, aku tidak salah dengar?" Tanya Maid itu dengan tidak percaya. Penjaga itu mengguk.


"Tidak biasanya pangeran Chian minta buatkan makanan di tengah malam begini," Sambungnya.


"Ini permintaan istrinya, karena istrinya sedang hamil," Tutur Penjaga.


"Pantas saja," Sahut Maid.


"Maka dari itu, cepat buatkan. Kalau tidak kalian akan di pecat," Kata penjaga.


"Dan nanti bawa makanan itu ke kamar pangeran Chian," Lanjutnya.


"Baiklah," Sahut Maid itu dengan cepat. Ia takut jika mereka akan di pecat.


Lalu, Maid itu membangunkan para Maid yang lainnya. Kemudian, Mereka pergi ke dapur untuk memasak.


Sedangkan penjaga istana itu lanjut untuk berpatroli menjaga istana kerjaan Shin.


*****


Empat puluh menit, makanan yang di minta oleh putri Lylyan Qiran Shin pun sudah selesai. Salah satu Maid mengantarkan makanan itu. Setelah itu, para Maid pun kembali kekamar mereka.


"Hmmm. Baunya harum," Kata putri Lylyan.


"Sekarang makan lah!" Perintah pangeran Chian.


"Suapin," Kata putri Lylyan dengan manja.


Pangeran Chian Shin hanya tersenyum melihat istrinya. Lalu, ia menyuapi istrinya dengan perlahan.


"Umm, enak," Celoteh putri Lylyan. Ia mengunyah makanannya.


"Aaaaa," Kata pangeran Chian seraya menyuapkan satu suapan ke mulut istrinya.


Putri Lylyan terus Menerima suapan dari suaminya. Beberapa suapan, putri Lylyan tidak mau makan lagi.


"Aku sudah kenyang," Kata putri Lylyan.


"Ini ikannya masih banyak loh, Istriku," Tutur pangeran Chian.


"Aku tidak mau lagi. Aku mau minum susu," Sahut putri Lylyan.


"Hmm. Ini susu nya," Pangeran Chian memberi segelas susu putih pada istrinya.


Putri Lylyan pun meminum susu itu sampai habis. Pangeran Chian hanya bisa melihat istrinya meminum susu itu dengan nikmat.


"Enak?" Tanya pangeran Chian. Dan dibalas senyuman oleh putri Lylyan.


"Sekarang kamu sudah kenyang, kan. Jadi, lima menit lagi, kita tidur lagi ya, sayang!" Tutur pangeran Chian seraya mengelap susu yang ada di kedua sudut bibir istrinya.


"Iya, Suamiku," Sahut putri Lylyan dengan antusias.


Lima menit kemudian, putri Lylyan Qiran Shin merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


'Cup'


Pangeran Chian mengecup dahi istrinya.


"Selamat tidur sayang ku," Kata pangeran Chian.


"Iya, Suamiku. Selamat tidur juga," Sahut putri Lylyan.


Mereka pun tidur dengan posisi pangeran Chian Shin memeluk istri nya.


*****


2 Minggu Kemudian


Usia kehamilan putri Lylyan Qiran Shin sudah mulai tua. Dan baru hari ini raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran datang ke kerjaan Shin.


"Ayahanda, Ibunda," Zena memanggil kedua orng tuanya yang baru masuk gerbang istana kerjaan Shin. Ia ingin lari menghampiri kedua orang tuanya.


"Eiitss," Pangeran Chian menarik tangan istrinya.


"Jangan berlari. Tunggu saja disini, ok," Sambungnya.


"Hmmm," Sahut putri Lylyan.


Raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran masuk ke istana. Sesampai didepan istana, putri Lylyan Qiran Shin dan pangeran Chian Shin menyambut mereka dengan baik.


"Apa kabar putriku sayang," Permaisuri Lyana menyapa putrinya.


"Baik, Ibunda," Sahut putri Lylyan seraya tersenyum.


"Ibunda, aku rindu Ibunda," Tutur putri Lylyan. Ia pun memeluk permaisuri Lyana.


"Kamu tidak rindu dengan Ayahanda?" Tanya raja Wian.


Putri Lylyan pun melepaskan pelukannya pada ibundanya.


"Aku juga rindu dengan Ayahanda," Sahut putri Lylyan. Ia memeluk raja Wian.


"Ayahanda juga rindu dengan mu, putriku," Sahut raja Wian.


"Selamat datang Ayahanda, Ibunda," Tutur pangeran Chian.


Raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran tersenyum.


"Ayahada, Ibunda. Silahkan masuk!" Sambungnya.


Mereka pun masuk kedalam istana kerjaan Shin.


"Eh, kalian sudah datang," Kata permaisuri Chylian.


Ya, permaisuri Chylian Shin dan raja Sanji Shin baru keluar dari kamar nya.


"Iya lah. Kamu saja yang tidak mau menyambut kedatangan kami," Celetuk raja Wian.


"Heheh, maaf," Sahut permaisuri Chylian.


"Sudah lah. Jangan di perpanjang," Pangeran Chian menengahi.


"Benar kata suamiku," Kata putri Lylyan.


"Mending kita duduk dulu," Sambungnya.


Mereka pun duduk di kursi ruang tamu. Setelah itu, mereka bercerita, bercanda gurau, tertawa bersama.


"Ayahanda dan Ibunda menginap di sini kan?" Tanya putri Lylyan.


"Tidak," Sahut raja Wian. Ia berbohong pada putrinya.


"Yah," Sahut putri Lylyan. Ia sedikit kecewa dengan jawaban raja Wian.


"Kenapa Ayahanda dan Ibunda tidak menginap?" Tanyanya.


"Kata siapa kami tidak menginap?" Tanya permaisuri Lyana.


"Tapi tadi Ayahanda yang bilang," Sahut putri Lylyan dengan polosnya.

__ADS_1


"Ayahanda tidak mengatakan itu," Sahut raja Wian.


"Ayahanda mengerjaiku ya?" Tanya putri Lylyan. Raja Wian hanya tersenyum.


"Iiiih, aku kesal dengan Ayahanda," Sahut putri Lylyan.


"Istriku tersayang, tidak boleh seperti itu," Pangeran Chian membujuk istrinya agar tidak marah.


"Hmmm," Sahut putri Lylyan.


"Oh iya, makan siang nanti makan apa yang enak?" Tanya permaisuri Chylian. Ia mengalihkan pembicaraan.


"Gimana kalau menunya sof ayam saja?" Sahut permaisuri Lyana.


"Enak juga," Sahut raja Sanji.


"Iya, aku setuju," Sahut raja Wian.


"Aku tidak mau," Sahut putri Lylyan dengan ketus.


'Ha' Kata mereka semua. Kecuali putri Lylyan.


"Apakah ada yang salah dengan ucapan ku?" Tanya putri Lylyan.


"Tidak. Tidak ada yang salah kok, Istriku," Sahut pangeran Chian. Ia mengedipkan satu matanya, tanda memberi kode kepada orang tuanya dan mertuanya.


"Eh, iya. Tidak ada yang salah kok, menantuku," Sahut permaisuri Chylian.


"Iya," Sahut raja Sanji.


"Kamu mau makan apa sayang ku?" Tanya pangeran Chian.


"Aku mau makan ikan mas panggang, ayam semur, sayur bayam, dan sambal cabai hijau," Sahut putri Lylyan.


"Lalu, makanan cuci mulutnya itu buah semangka," Sambungnya.


"Satu lagi, aku mau minum jus jambu biji," Lanjutnya.


Mereka semua terdiam dengan ucapan putri Lylyan Qiran Shin. Semenjak putri Lylyan Qiran Shin hamil, ia makan makanan sesuai keinginanya. Jika tidak, ia akan muntah jika dipaksa untuk makan makanan itu.


"*Kenapa pada diam. Apa k*alian marah?" Tanya putri Lylyan. Ia memandang suaminya, kedua orng tuanya, dan kedua mertuanya secara bergantian.


"Tidak, kami tidak marah," Sahut pangeran Chian.


"Iya kan Ayahanda, Ibunda?" Tanya pangeran Chian pada kedua orng tuanya dan kedua mertuanya.


"Iya, sayang. Kami tidak marah," Sahut permaiauri Lyana.


"Ngapain kami marah. Lagi pula, menu nya kan sehat semua," Sahut permiasuri Chylian.


"Iya kan, Suamiku?" Tanya nya. Ia menyenggol bahu raja Sanji.


"Iya, menu yang kamu katakan tadi pasti sangat enak," Sahut raja Sanji.


"Benar yang dikatakan oleh mertua mu," Kata raja Wian.


"Tuh kan. Mereka tidak ada yang marah. Mana mungkin Ayahanda dan Ibunda bisa marah dengan mu. Kamu kan anak dan menantu ersayang," Tutur pangeran Chian.


"Terimakasih Ayahanda, Ibunda," Sahut putri Lylya. Ia tersenyum bahagia.


Mereka semua memebalas senyuman putri Lylyan Qiran Shin.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2