
Beberapa menit, datangnlah para putri kerjaan yang mengucapkan selamat pada kedua mempelai pengantin.
"Pangeran, selamat ya. Akhirnya kamu menikah dengan saudari ku," Phily berkata pada pangeran Chian.
"Terimakasih," Jawab pangeran Chian dengan singkat.
"Putri Lylyan. Kenapa lah kamu mau dengan pangeran irit bicara seperti dia?" Phily beetanya pada putri Lylyan.
"Iya, kalau aku jadi kamu, aku tidak akan mau menikah dengan pangeran Chian ini," Celetuk putri Yiyin.
"Siapa juga yang mau menikah dengan mu, orang cerewet seperti mu," Jawab pangeran Chian kepada Yiyin.
"Sudah lah, kenapa kalian pada berantem. Kita semua kan saudara," Putri Lylyan menengahi.
"Putri Phily, putri Yiyin. Memang, pangeran Chian sikapnya dingin dan irit bicara. Tetapi itu tidak berlaku untukku. Dia selalu bersikap baik dan menuruti semua keinginanku serta selalu ada untukku," Imbuh putri Lylyan seraya tersenyum. Pangeran pun tertegun mendengar ucapan istrinya.
"Ekhem, ekhem. Cie ada yang dipuji," Celetuk putri Yiyin.
"Putri Yiyin yang terhormat, kamu kesini ingin mengucapkan selamat pada kami berdua atau mencari masalah dengan ku?" Pangeran Chian sangat kesal.
"Heheh, maaf. Aku kesini ingin mengucapkan selamat pada kalian. Jadi jangan marah ya, saudara ku," Ucap putri Yiyin.
"Hmmm," Pangeran Chian berkata dingin.
"Terimakasih, putri Yiyin," Sahut putri Lylyan seraya tersenyum. Putri Yiyin pun mengangguk.
"Kalau begitu, kami berdua mau makan hidangan yang telah disiapkan," Kata putri Phily.
"Iya, aku sudah lapar," Celetuk putri Yiyin.
Mereka berdua pun meninggalkan pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran.
Sedangkan putri Fiyen Min tidak datang ke acara pernikahan pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran. Karena ia masih sibuk mengurus kerajaannya. Sedangkan raja Sishan Min dan permisuri Axyun Min masih dipenjara. Tetapi, putri Lylyan Qiran sudah membantu mereka agar mereka dikurangi masa tahananya.
*****
Malam harinya, acara pernikahan sudah selesai. Para tamu juga sudah pulang sejak sore tadi. Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan pun masu kedalam kamar. Mereka berdua sudah berganti pakaian dan sudah makan malam. Kini waktunya mereka beritirahat karena hari sudah malam sekali.
"Istriku, apa kamu sudah mengantuk?" Pangeran Chian bertanya lembut pada putri Lylyan.
"Iya, aku sangat capek dan sudah mengantuk," Putri Lylyan menjawab pertanyaan pangeran Chian.
"Yasudah, kalau begitu tidur lah," Imbuh pangeran Chian. Lalu ia memeluk putri Lylyan, sang istri tercinta nya.
__ADS_1
Putri Lylyan Qiran pun menenggelamkan wajahnya di dada bidang yang dimiliki suaminya yaitu pangeran Chian Shin. Kehangatan yang diberikan oleh pangeran Chian sangat membuatnya nyaman berlama-lama bersama suami nya.
"Suamiku, apakah kita besok harus ke istana mu?" Putri Lylyan bertanya pada pangeran Chian. Tubuhnya masih berada dalam dekapan suaminya dan wajahnya masih berada di dada suaminya.
"Iya, sayang. Kita besok harus berkemas dan pindah ke istana kerjaan ku," Pangeran Chian menjawab dengan kelembutan.
"Kenapa mesti besok? Apa tidak bisa di undur lagi?" Putri Lylyan bertanya lagi seraya mendongakkan wajahnya melihat suaminya. Pangeran Chian pun tersenyum, istri polosnya itu membuatnya gemas.
"Tidak bisa, Istriku tersayang. Itu sudah peraturan dan adat dari kerajaan," Sahut pangeran Chian. Ia membelai rambut istrinya itu.
"Tapi, Bagaimana jika aku rindu pada Ayahanda dan Ibunda?" Tanyanya lagi.
"Istri cantikku, jika kamu merindukan mereka. Kita bisa kesini lagi," Tutur pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk.
"Sekarang kita tidur ya. Kamu pasti capek," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.
"Tetapi, cium dulu!" Perintah putri Lylyan manja.
'Cup'
Pangeran Chian mencium dahi putri Lylyan.
"Sudah kan?" Tanya pangeran Chian kepada putri Lylyan.
"Emm, aku tidak di cium?" Alibi pangeran Chian.
"Tidak gratis, tahu," Celetuk putri Lylyan.
"Memang berapa harga ciuman mu untukku?" Tanya pangeran Chian. Ia menaikkan satu alis matanya.
"Tidak bisa di beli dengan uang atau koin emas," Sahut putri Lylyan. Pangeran Chian mengerutkan dahinya, ia sedikit bingung.
"Jadi, bagaimana aku bisa membayarnya?" Pangeran Chian bertanya pada istrinya dengan lembut.
"Jika aku mengatakannya. Apakah kamu akan memberinya?" Tanya putri Lylyan seraya tersenyum.
"Apa pun yang kamu minta akan ku turuti, sekali pun nyawaku," Jawab pangeran Chian dengan lembut dan dengan hati yang tulus.
"Jika kamu meninggal, aku dengan siapa?" Tanya putri Lylyan, lalu memanyunkan bibirnya.
"Dasar, istri ku yang polos. Itu kan jika kamu meminta nyawaku," Pangeran Chian mengacak rambut istrinya. Putri Lylyan hanya diam saja.
"Aku tidak meminta itu," Sahut putri Lylyan. Ia terlihat sedih karena ucapan suaminya.
__ADS_1
"Jadi, apa yang kamu minta?" Tanya pangeran Chian.
"Aku hanya meminta kasih sayang dan cinta mu. Jangan berikan kasih sayang dan cinta mu pada perempuan lain. Kasi sayang dan cinta mu hanya kamu berikan padaku. Aku tidak mau, kamu membagi cinta dan kasih sayang mu pada perempuan lain. Dan aku tidak mau berbagi suami dengan perempuan lain. Dan berjanjilah pada ku, kamu tidak akan mencari selir atau permaisuri lain," Sahut putri Lylyan. Lalu ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Ia juga memeluk suaminya dengan sangat erat.
"Iya, sayang. Aku berjanji padamu. Aku tidak akan membagi cinta dan kasih sayang ku pada perempuan lain. Aku hanya akan cinta dan sayang pada istri ku dan anak-anak ku nanti. Aku tidak akan mempunyai selir maupun permaisuri lian. Istri ku hanya kamu sampai kapan pun. Sampai ajal menjemputku. Dan hanya maut yang dapat memisahkan kita," Kata pangeran Chian dari lubum hatinya yang paling dalam. Lalu, ia mengeratkan pelukannya pada istri tercintanya.
"Aku akan pegang janji mu, jika kamu mengingkarinya. Kamu akan kehilangan semuanya termasuk kehilangan aku," Kata putri Lylyan.
"Iya, sayang, aku berjanji dan bersumpah," Kata pangeran Chian.
"Terimakasih, Suamiku. Aku percaya pada mu," Tutur putri Lylyan. Pangeran Chian pu mengangguk.
"Sekarang, kita tidur ya. Hari sudah hampir tengah malam," Imbuh pangeran Chian kepada istrinya. Putri Lylyan pun mengangguk.
'Cup cup cup cup'
Putri Lylyan menghujani ciuman di pipi, dahi dan yang terakhir di bibir pangeran Chian.
"Aku cinta kamu pangeran ku plus suami ku tersayang," Ucap putri Lylyan seraya tersenyum manis.
"Aku juga cinta kamu istri ku tersayang," Sahut pangeran Chian seraya tersnyum. Ia sangat bahagia memiliki istri polosnya itu.
'Cup'
Pangeran Chian Shin mencium dan ******* bibir putri Lylyan Qiran. Ciuman itu mendapat respon dari putri Lylyan Qiran. Pangeran Chian pun memegang tengkuk leher putri Lylyan Qiran. Lalu, ia semakin memperdalam ciumannya. Mengabsen seluruh rongga mulut putri Lylyan Qiran.
Setelah beberapa menit, pangeran Chian Shin melepaskan ciumannya. Lalu menjalar ke bagian tubuh lain putri Lylyan Qiran. Sedangkan putri Lylyan Qiran hanya menikmatinya, ia tidak bisa menolak karena tubuhnya menginginkannya.
Malam itu menjadi malam yang sangat panjang bagi dua insan yang sudah sah menjadi suami istri itu. Mereka meluapkan semua emosi dan kasih sayang mereka.
*
*
*
*
*
Like, coment, vote
Lanjut...
__ADS_1