
Sampailah pangeran Chian Shin di dalam kamar nya. Ia langsung merebahkan badannya dan tidur di kursi panjang tempat ia tidur saat putri Lylyan Qiran belum sadarkan diri.
"Jangan, jangan bunuh aku," Teriak putri Lylyan mengigau.
"Hiks hiks, kumohon," Kata putri Lylyan masih mengigau. Pangeran Chian tersentak dan terbangun lalu mendekati putri Lylyan.
"Lylyan, Aku disini," Kata pangeran Chian memegang tangan putri Lylyan.
"Sayang," Kata pangeran Chian seraya mengelus pelan pipi putri Lylyan.
"Pangeran," Lirih putri Lylyan, lalu duduk dan memeluk pangeran Chian.
"Iya, jangan takut. Aku ada disini," Tutur pangeran Chian memeluk pangeran putri Lylyan. Beberapa menit, pangeran Chian memeluk putri Lylyan dan menenangkannya. Lalu melepas pelukan itu.
"Minum lah ini!, agar kamu tenang," Pangeran Chian memberi segelas air putih. Lalu, putri Lylyan meneguk air minum itu hingga habis.
"Sekarang, berbaring lah. Aku akan mengganti obat yang ada di luka mu, Karena sudah waktunya di ganti," Tutur pangeran Chian.
Putri Lylyan Qiran pun mengikuti ucapan pangeran Chian Shin. Lalu pangeran Chian Shin mengganti obat yang ada di luka putri Lylyan Qiran.
"Auuuh," Lirih putri Lylyan.
"Maaf. Tahanlah sebentar lagi," Kata pangeran Chian Shin.
"Selesai," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.
"Terimakasih, Pangeran," Kata putri Lylyan. Pangeran Chian mengangguk.
"Ohiya, orang tua mu sudah datang," Tutur pangeran Chian.
"Mana mereka, pangeran?" Tanya putri Lylyan antusias.
"Sebentar, aku panggilkan dulu!" Kata pangeran Chian. Belum sempat melangkahkan kakinya. Orang tua putri Lylyan dan orang tua pangeran Chian pun datang.
"Putriku sayang!" Teriak permaisuri Lyana seraya masuk ke kamar.
"Ibunda, Ayahanda," Kata putri Lylyan seraya tersenyum. Merek pun berpelukan.
"Bagaimana keadaan mu, putriku?" Tanya raja Wian.
"Sudah agak mendingan, Ayahanda," Kata putri Lylyan.
"Bagus lah kalau begitu," Kata putri Lylyan.
"*Putri Lylyan, kamu ingin tahu tidak tentang putraku yang laknat ini, selama kamu belum sadarkan diri*," Kata permaisuri Chylian. Putri Lylyan hanya menggeleng.
"Ibunda, apaan sih. Ibunda mau cerita apa?" Tanya pangeran Chian kesal.
"Sudah lah, kamu diam saja. Jangan membuat Ibundamu mengamuk," Tutur raja Sanji.
"Jadi begini. Waktu kamu belum sadarkan diri. Pangeran mu ini seperti orang yang tidak punya semangat hidup, ia hanya menangis terus-terusan," Tutur permaisuri Chylian.
"Maksudnya?" Tanya putri Lylyan tidak paham.
"Ia sempat tidak makan sampai beberapa hari, Sebab kamu tak kunjung ada perubahan. Ia hanya duduk di seblah mu, menunggumu seperti orang hilang ingatan," Sambung permaisuri Lyana.
"Benarkah, pangeran?" Tanya putri Lylyan. Pangeran Chian hanya nyengir kuda karena malu.
__ADS_1
"Dia tuh cinta mati dengan mu," Celetuk raja Sanji.
"Apaan sih, Ayahanda," Kata pangeran Chian malu.
"Sudah lah, akui saja. Lagi pula putriku juga mencintai mu. Iya kan, putri ku," Kata raja Wian. Putri Lylyan hanya tersipu malu.
"Jangan malu-malu. Kami sudah setuju jika kalian menikah," Kata raja Wian.
"Benarkah, Ayahanda?" Tanya putri Lylyan antusias. Dan diangguki oleh mereka semua.
Setelah itu mereka berbincang-bincang hingga lama. Bercanda gurau, tertawa dan kebahagiaan yang terpancar di wajah mereka semua.
*****
Malam Harinya
Raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran menginap di istana kerjaan Shin. Mereka berkumpul di ruang tamu kerjaan yang letaknya dekat dengan kamar pangeran Chian Shin, kecuali putri Lylyan Qiran. Karena putri Lylyan Qiran belum diperbolehkan banyak bergerak oleh tabib.
"Pangeran, kamu sudah menjenguk raja Sishan dan istri nya di penjara bawah tanah?" Tanya permaisuri Lyana.
"Belum, aku belum pernah kesana," Kata pangeran Chian.
"Kenapa kamu tidak melihat mereka, bagaimana pun mereka pernah baik," Kata permaisuri Lyana.
"Benar yang di katakan permaisuri Lyana, putraku," Kata permaisuri Chylian.
"Baiklah. Aku akan mengunjunginya setelah putri Lylyan benar-benar sembuh," Kata pangeran Chian santai. Mereka pun mengangguk.
"Pangeran, bagaimana dengan putri Fiyen?" Tanya raja Wian.
"Iya sedang mengurus kerjaan nya. Ya hidup seperti normal. Hanya saja tidak didampingi orang tuanya," Tutur pangeran Chian.
"Ohiya, Apakah putri Lylyan sudah tidur? " Tanya raja Sanji.
"Sudah, Ayahanda," Kata pangeran Chian.
"Sebaiknya kamu masuk saja kedalam kamar. Takutnya putri Lylyan terbangun," Tutur raja Sanji.
"Benar yang dikatakan Ayahana mu, putraku," Kata permaisuri Chylian.
Tiba-tiba terdengar suara putri Lylyan Qiran memanggil. Dengan cepat, pangeran Chian langsung berjalan cepat masuk ke kamar nya.
"Iya, ada apa? Kenapa kamu terbangun?" Tanya pangeran Chian seraya mendekati putri Lylyan.
"Aku ingin ke kamar mandi," Kata putri Lylyan.
"Yasudah, aku bantu!" Kata pangeran Chian.
Pangeran Chian menggendong putri Lylyan Qiran ke menuju kamar mandi yang berada didalam kamar pangeran Chian Shin. Dan setelah sampai didalam kamar mandi. Pangeran Chian menunggu di luar sampai putri Lylyan selesai.
"Pangeran. Aku sudah selesai," Kata putri Lylyan seraya berjalan keluar.
"Kenapa tidak menungguku didalam?" Tanya pangeran Chian.
"Aku tidak apa-apa. Luka ku hanya sedikit nyeri jika untuk berjalan," Kata putri Lylyan seraya tersenyum.
"Hmmm," Kata pangeran Chian. Lalu ia menggendong putri Lylyan sampai ke atas tempat tidur. Dan merebahkan badan putri Lylyan.
__ADS_1
"Sekarang, kamu tidur lagi ya!" Perintah pangeran Chian. Lalu ia duduk di kursi sebelah temoat tidur.
"Aku tidak mau jika pangeran meninggalkan ku sendiri disini," Kata putri Lylyan.
"Tenang lah. Aku tidak akan meninggalkan mu," Kata pangeran Chian. Seraya mengelus pucuk kepala putri Lylyan. Lalu putri Lylyan memejamkan matanya, beberapa menit putri Lylyan tertidur pulas.
"Tidurlah yang nyenyak, sayang ku. Aku akan tetap menjagamu disini," Kata pangeram Chian
'Cup'
Pangeran Chian Shin mencium sekilas dahi putri lylyan Qiran. Lalu pangeran Chian duduk kembali.
Beberapa jam kemudian, mata pangeran Chian tidak sanggup lagi untuk mengawasi putri Lylyan Qiran. Akhirnya pangeran Chian Shin tertidur dalam keadaan duduk di samping tempat tidur dengan tangannya yang memegang tangan putri Lylyan Qiran. Dan kepalanya bertumpu di tangannya.
*****
Pagi Hari
Putri Lylyan Qiran terbangun duluan dibanding pangeran Chian Shin.
"Emmm," Putri Lylyan mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya pagi yang menyilaukan mata. Lalu ia menoleh ke arah kanan.
"Pasti kamu kecapean menjagaku, Pangeran Chian," Kata putri Lylyan seraya memandangi wajah pangeran Chian yang sedang tertidur.
"Maafkan aku, selama satu bulan lebih, aku merepotkan mu," Tutur putri Lylyan dengan suara pelan.
"Aku sangat menyayangimu," Kata putri Lylyan seraya tersenyum.
Tidak beberapa lama, pangeran Chian Shin terbangun dari tidur pulasnya. Lalu ia mengerjapkan matanya dan mengangkat kepalanya sehingga terduduk dengan benar.
"Emmm, Kamu sudah bangun," Kata pangeran Chian dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur. Dan hanya di balas senyuman oleh putri Lylyan.
"Kenapa kamu tidur dengan posisi duduk seperti itu?" Tanya putri Lylyan.
"Aku kan menjagamu. Tetapi karena mata ku sangat mengantuk, jadi aku ketiduran disini," Kata pangeran Chian dengan suara serak.
"Terimakasih," Kata putri Lylyan. Dan dibalas anggukan oleh pangeran Chian.
"Kalau begitu, kamu mandi dulu sana!" Tutur putri Lylyan.
"Iya, aku akan mandi. Tapi kamu tunggu disini," Kata pangeran Chian. Lalu putri Lylyan mengiyakannya.
Pangeran Chian pun berdiri dan menggerakkan badannya agar tidak kaku. Kemudian ia berjalan ke arah kamar mandi, lalu masuk untuk membersihkan dirinya.
Sejak kecil, setiap hari dan masih pagi-pagi sekali, waktu pangeran Chian Shin masih tidur. Para Maid sudah menyiapkan air hangat serta peralatan mandi, untuk pangeran Chian Shin. Karena pangeran Chian Shin tidak suka menunggu untuk hal mandi saja. Jadi, saat ia terbangun, sudah siap air hangat untuk ia pakai mandi di pagi hari.
*
*
*
*
*
Like, comet, vote
__ADS_1
Lanjut...