Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter49


__ADS_3

Sebenarnya, putri Lylyan Qiran Shin tahu bahwa dari awal putri Fiyen masuk ke dalam aula. Putri Fiyen selalu curi-curi pandang pada pangeran Chian. Tetapi, pangeran Chian tidak tahu kalau ia sedang di lihati oleh putri Fiyen. Tetapi, putri Lylyan Qiran Shin hanya diam saja dan menahan gejolak di hati nya.


Setelah itu, suasana aula itu menjadi hening. Mereka hanya menikmati hidangan dan melihat tarian dan musik kecapi yang di main kan oleh para penari dan pemusik.


"Sayang kamu mau minum?" Tanya pangeran Chian pada istri nya.


"Aku tidak mau," Sahut putri Lylyan ketus.


"Kalau kue ini mau?" Tanya pangeran Chian lagi. Putri Lylyan hanya menggelengkan kepala nya.


"Ayo lah, sayang. Cicipi sedikit ya!" Tutur pangeran Chian.


"Aku suapi, mau?" Sambung nya.


"Suamiku, aku tidak mau. Jadi jangan memaksa," Sahut putri Lylyan.


"Jadi kamu mau nya apa, sayang?" Tanya pangeran Chian Shin.


"Aku tidak mau apa-apa," Sahut putri Lylyan.


"Kenapa istri ku sikap nya jadi seperti ini?. Padahal waktu pergi ke sini biasa saja. Apa ada yang salah, ya?" Batin pangeran Chian. Ia bertanya-tanya pada diri sendiri.


Tiba-tiba, pangeran Chian Shin melihat ke arah yang sedang istri nya lihat.


"Oooh, jadi karena itu," Pangeran Chian baru paham.


"Maaf, raja Ginz. Bolehkan saya dan istri saya keluar sebentar?" Tanya pangeran Chian dengan sopan.


"Boleh, pangeran," Sahut raja Ginz.


"Terimakasih, raja Ginz,"Sahut pangeran Chian.


"Istriku, ayo kita cari angin. Udara di luar pasti enak," Tutur oangeran Chian dengan lembut pada istrinya. Putri Lylyan Qiran mengguk dan tersenyum manis.


Pangeran Chian Shin pun membantu istri nya berdiri.


"Sosweet....," Kata putri Yiyin.


"Pasangan yang sangat serasi dan romantis yang pernah ku lihat," Imbuh putri Phily.


"Kalian mau kemana, pangeran?" Tanya putri Fiyen. Sedangkan pangeran Chian Shin hanya diam saja.


"Pasti mau jadi pelakor. Jika kamu menggoda nya pun, saudara ku pasti tidak akan tergoda dengan mu, putri Fiyen licik," Batin putri Yiyin. Ia menaikkan sebelah bibir nya.


"Apaan sih maksud putri Fiyen itu?" Batin putri Phily.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin keluar aula dengan berdampingan. Dan pangeran Chian Shin memengangi pinggang istri nya. Semua orang yang ada di dalam aula menyaksikan kemesraan mereka berdua.


"*Putra*ku, kamu memang yang terbaik," Batin permaisuri Chylian. Ia sangat bahagia karena pangeran Chian bisa menjaga perasaan istri nya.


"Kamu sangat beruntung memiliki suami seperti pangeran Chian," Batin permaisuri Lyana.


"Baru kali ini aku melihat pangeran Chian bisa selembut itu pada perempuan. Aku sangat bahagia melihat keromantisan mereka berdua," Batin permaisuri Liu. Ia adalah bibi nya pangeran Chian.


"Semoga kalian selalu bahagia dan selalu bersama sampai kakek-nenek. Dan hanya maut yang dapat memisahkan kalian," Batin permaisuri Rin Wen.


"Hati mu sangat baik, putri Lylyan. Kamu sangat pantas menjadi istri pangeran Chian. Dan kamu pantas untuk bahagia bersama nya. Dan semoga, kamu dan pangeraan Chian akan memiliki anak yang baik hati dan sayang pada kedua orang tua nya," Batin permaisuri Axyun. Ia juga teringat kebaikan putri Lylyan pada nya, suami nya, dan putri nya waktu dulu.


*****


Sesampai luar, pangeran Chian Shin membawa istri nya ke taman samping istana.

__ADS_1


"Sayang, duduk lah dulu!" Perintah pangeran Chian. Putri Lylyan pun duduk.


"Kamu kenapa dari tadi hanya diam saja?" Tanya pangeran Chian dengab lembut pada istri nya.


"Malas bicara saja," Sahut putri Lylyan.


"Kamu sakit hati karena ucapan putri Fiyen tadi?" Tanya pangeran Chian.


"Sedikit," Sahut putri Lylyan dengan singkat.


Pangeran Chian mengerutkan alis nya.


"Kamu cemburu pada putri Fiyen?" Tanya pangeran Chian.


"Hmm," Sahut putri Lylyan.


"Apa yang kamu cemburukan, sayangku?" Tanya pangeran Chian.


"*Kamu tahu, dari awal putri Fiyen masuk ke aula, dia terus menerus curi-curi pandang pada*mu? " Putri Lylyan balik bertanya pada pangeran Chian.


"Kamu senang kan, dipandangi oleh putri Fiyen," Sambung nya.


"Sayangku, aku tidak tahu kalau putri Fiyen memandangiku sejak tadi," Sahut pangeran Chian.


"Aku tidak senang di pandangi oleh nya. Aku lebih senang di pandangi oleh mu, istriku yang paling cantik," Pangeran Chian merayu istri nya.


"Hmm," Sahut putri Lylyan.


"Kamu cemburu ya...?" Pangeran Chian menggoda istri nya.


"Entah lah, dasar laki-laki tidak peka!" Sahut putri Lylyan dengan ketus nya.


"Eh, maaf sayangku," Tutur pangeran Chian.


"Kalau kamu ingin maaf dari ku, ada syarat nya," Sahut putri Lylyan.


"Apa syarat nya?" Tanya pangeran Chian.


"Peluk dan kecup ini," Sahut putri Lylyan. Ia mrnunjuk bibir nya.


Pangeran Chian Shin menuruti apa yang di minta oleh putri Lylyan. Ia memeluk dan mengecup istri nya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Sekarang tidak marah lagi kan, sayang?" Tanya pangeran Chian. Putri Lylyah pun tersenyum.


"Kita balik ke aula, yuk!" Pangeran Chian mengajak istri nya.


"Baiklah, Suamiku," Sahut putri Lylyan.


Mereka pun kembali ke aula. Sesampai sana, pangeran Chian Shin pun duduk di tempat mereka tadi.


"Kalian dari mana, pangeran?" Tanya raja Ginz.


"Dari taman semping istana," Sahut pangeran Chian.


"Oooh," Sahut raja Ginz.


"Pangeran. Istrimu sudah hamil belum?" Tanya permaisuri Axyun dengan sopan.


"Sudah," Sahut pangeran Chian.


"Selamat ya untuk kalian berdua," Kata permaisuri Axyun dengan tulus.

__ADS_1


"Terimakasih, permaisuri Axyun," Sahut pangeran Chian.


"Ciee yang mau jadi orang tua," Raja Zhin menggoda pangeran Chian.


"Iya. Tidak terasa, sebentar lagi pangeran dingin akan punya anak," Imbuh raja Ginz.


"Hmm," Sahut pangeran Chian tak acuh.


"Sudah berapa bulan usia kandungan nya?" Tanya permaisuri Liu.


"2 bulan," Sahut pangeran Chian.


"Oooh ternyata kandungannya masih muda," Imbuh permaisuri Liu.


"Cieee, raja Sanji, raja Wian, permaisuri Chylian dan permaisuri Lyana sebentar lagi akan menjadi kakek dan nenek ini," Tutur permaisuri Rin.


"Iya, begitu lah," Sahut permiasuri Lyana.


"Kami kan sudah tua, jadi sudah pantas menjadi kakek dan nenek," Sambung permasuri Chylian.


Sedangkan raja Sanji Shin dan raja Wian Qiran hanya membalas dengan senyuman.


"Hmm, sebentar lagi mereka akan punya anak dan keluarga mereka semakin bahagia. Sedangkan aku hanya seperti ini saja," Batin putri Fiyen.


"Terkadang dunia ini tidak adil," Batin nya lagi.


"Pangeran Chian, putri Lylyan. Selamat ya...," Kata putri Phily dengan centil nya.


"Terimakasih, putri Phily," Sahut putri Lylyan.


"Kalau acara tuju bulanan, jangan lupa undang kami," Sambung putri Yiyin.


"Ngapain kami mengundang kamu. Nanti makanan di istana kerjaanku akan habis di makan oleh mu. Kamu kan suka makan," Celetuk pangeran Chian.


"Huuuh, aku tidak bicara padamu. Aku bicara pada putri Lylyan," Sahut putri Yiyin dengan ketus.


"Sudah-sudah, jangan berkelahi," Putri Lylyan menengahi.


"Putri Yiyin, Kami akan mengundang mu kok. Jadi, jangan kamu masukkan kedalam hati perkataan suamiku, ya!" Sambung nya.


"Terimakasih, putri Lylyan. Kamu benar-benar baik. Tidak seperti suami mu itu," Sahut putri Yiyin.


Putri Lylyan hanya tersenyum mendengar ucapan putri Yiyin Lim.


Setelah itu mereka melanjutkan mengobrol dan bercanda gurau. Seperti tidak ada beban yang mereka pikirkan.


"Sayang, kamu mau minum?" Tanya pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk.


Pangeran Chian Shin pun menuangkan se cangkir air putih. Lalu, memberikan nya pada istri nya. Putri Lylyan pun menerima nya lalu meminum nya sampai habis.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2