Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter37


__ADS_3

2 Bulan kemudian


Sudah dua bulan lebih pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran menikah dan menjalani rumah tangga mereka.


Pagi ini, nampaklah pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin duduk di ayunan yang berada di paviliun istana kerjaan Shin.


"Sayang, kamu belum ada tanda-tanda mengisi?" Tanya pangeran Chian lembut. Ia masih berdiri disamping ayunan dan mengayun istrinya.


"Mengisi apa?" Tanya putri Lylyan bingung.


"Perut mu loh. Sudah ada yang menghuni belum?" Tanya pangeran Chian tidak secara langsung. Putri Lylyan hanya diam dan mengerutkan dahinya.


"Kamu sudah hamil belum?" Tanya pangeran Chian. Ia kesal karena istrinya sangat lah polos.


"Oooh. Sepertinya belum," Sahut putri Lylyan.


"Benarkah?" Tanya pangeran Chian lagi. Dan hanya di balas anggukan oleh putri Lylyan.


"Sepertinya harus lebih baik lagi dalam membuatnya," Batin pangeran Chian.


"Yasudah, jangan di pikirkan lagi," Kata pangeran Chian pada putri Lylyan.


"Suamiku, duduk sini!" Perintah putri Lylyan.


Pangeran Chian Shin pun mengikutinya.


"Suamiku, kita tidak ke penjara bawah tanah lagi?" Tanya putri Lylyan.


"Untuk apa?" Tanya pangeran Chian.


"Melihat raja Sishan dan permaisuri Axyun," Sahut putri Lylyan.


"Istriku tersayang, apakah kamu lupa. Raja Sishan dan permaisuri Axyun sudah keluar dari penjara dua minggu yang lalu?" Tanya pangeran Chian.


"Oh iya, aku lupa," Sahut putri Lylyan. Ia nyengir kuda.


"Dasar pelupa!!" Ejek pangeran Chian pada putri Lylyan.


"Biarin, wlee," Putri Lylyan mengejek pangeran Chian dan menjulurkan lidahnya.


'Pletak'


Suara dahi yang di sentil.


"Aduh, sakit," Kata putri Lylyan seraya mengelus dahinya.


"Rasakan, suruh siapa mengejek ku!" Kata pangeran Chian.


"Iiih," Kata putri Lylya. Ia memukul-mukul bahu suaminya. Pangeran Chian hanya tertawa, dan geli karena pukulan istrinya.


"Aku marah padamu, nanti malam jangan tidur di kamar bersama ku!!" Kata putri Lylyan kesal.


"Eh, Istriku sangat tega sekali," Kata pangeran Chian.


"Biarin. Pokoknya nanti malam kamu tidak boleh tidur bersama ku, titik," Kata putri Lylyan.


"Jangan dong. Aku minta maaf ya Istriku yang paling baik," Tutur pangeran Chian. Ia mnegtupkan kedua telapak tangannya tanda memohon.


"Aku tidak mau!!" Kata putri Lylyan.


Putri Lylyan Qiran Shin langsung masuk kedalam istana kerjaan Shin. Pangeran Chian mengikuti dari belakang.


*****


Putri Lylyan Qiran Shin masuk kedalam kamarnya. Dan diikuti oleh pangeran Chian Shin.


"Istriku tersayang," Panggil pangeran Chian.


"Hmm," Sahut putri Lylyan. Ia masih marah.


"Aku minta maaf. Tidak akan ku ulangi lagi," Tutur pangeran Chian.


"Keluar lah, aku ingin sendirian," Kata putri Lylyan.


"Yasudah lah, aku keluar," Kata pangeran Chian.

__ADS_1


Lalu, pangeran Chian Shin keluar dari kamar. Ia menuju ruangan depan.


"Eh, kenapa wajah mu di tekuk begitu?" Tanya Raja Sanji.


"Masam sekali wajah mu," Celetuk permaisuri Chylian.


"Hmm," Sahut pangeran Chian.


"Ceritalah, kenapa tidak bersemangat begitu," Kata permaisuri Chylian.


"Istriku marah pada ku," Sahut pangeran Chian.


"Bujuk lah dia, gitu saja susah," Kata raja Sanji.


"Sudah ku bujuk. Tetapi tidak bisa," Kata pangeran Chian.


"Masuk lah kedalam kamar mu, dan gunakan cara lain!" Perintah raja Sanji.


"Bagaimana mau masuk ke kamar, aku saja di suruh keluar, bahkan nanti malam tidak boleh tidur dikamar," Kata pangeran Chian lesu.


'Bwahahaha'


Raja Sanji dan permaisuri Chylian tertawa terbahak-bahak.


"Ayahanda, Ibunda. Kalian bukannya memberi solusi. Malah mentertawaiku," Kata pangeran Chian.


"Maaf-maaf," Kata permaisuri Chylian.


"Ternyata istrimu kejam juga," Celetuk raja Sanji.


"Ayahanda saja tidak pernah sampai disuruh seperti itu," Lanjutnya.


"Entah lah," Sahut pangeran Chian.


"Sudah lah, biarkan saja dulu. Nanti kamu coba lagi membujuk nya. Mungkin hati nya akan luluh lagi," Tutur permaisuri Chylian.


"Iya, Ibunda," Sahut pangeran Chian.


"Yasudah, aku mau melihat keadaan desa dan seluruh rakyat kita," Tutur pangeran Chian.


"Tidak, Ibunda," Sahut pangeran Chian.


"Kalau begitu, aku pergi dulu!" Lanjutnya. Raja Sanji dan permaisuri Chylian pun mengangguk.


Pangeran Chian pun menunggangi kudanya menuju pedesaan.


*****


Siang harinya, masih di tempat yang sama. Putri Lylyan Qiran Shin keluar dari kamar nya dan menuju ruang makan.


"Siang Ayahanda, Ibunda," Putri Lylyan menyapa mertuanya.


"Siang, Menantuku," Sahut permaisuri Chylian.


"Duduk lah, makan siang dulu!" Imbuh raja Sanji seraya tersenyum.


"Suamiku kenapa tidak makan siang?" Tanya putri Lylyan pada mertuanya.


"Em anu itu dia...," Perimaisuri Chylian bingung mau menjawab apa.


"Dia pergi ke desa untuk melihat rakyat," Kata raja Sanji.


"Kenapa dia tidak bilang pada ku?" Tanya putri Lylyan. Raja Sanji dan permaisuri Chylian hanya diam tidak berani menjawab.


"Yasudah lah. Aku mau ke kemar dulu. Ibunda dan ayahanda lanjutkan saja makan nya," Kata putri Lylyan. Lalu, ia tersenyum.


"Kamu tidak makan?" Tanya permaisuri Chylian.


"Nanti saja, aku masih kenyang," Bohong putri Lylyan.


"Baiklah, kalau kamu lapar minta saja pada Maid," Sahut permaisuri Chylian. Putri Lylyan pun mengangguk.


"Ayahanda, Ibunda. Kalau suamiku pulang. Beri tahu aku ya!" Kata putri Lylyan. Kedua mertuanya pun mengangguk.


Lalu, ia pergi ke masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Putra kita memang bodoh!!" Kata permaisuri Chylian kesal.


"Kenapa begitu?" Tanya raja Sanji tidak paham.


"Iya dia tidak mau memberi tahu Istrinya kalau mau pergi. Pasti Lylyan sangat kecewa. Seharusnya, walaupun ada masalah ya tetap berpamitan jika ingin pergi," Tutur permaisuri Chylian.


"Iya juga ya," Celetuk raja Sanji.


"Kamu ini, kenapa tiba-tiba jadi bodoh begini?" Tanya permaisuri Chylian.


"Entah lah. Mungkin karena dirimu semakin pintar, Istriku," Tutur raja Sanji seraya tersnyum.


Raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin melanjutkan acara makan siang nya.


*****


Didalam Kamar


Putri Lylyan Qiran Shin menunggu pangeran Chian Shin pulang ke istana. Tetapi sampai sore begini tidak ada tanda-tanda bahwa suaminya itu pulang ke istana.


"Sudah sore begini, kenapa dia belum pulang juga?" Batin putri Lylyan.


"Dia pergi pun tidak memberi tahuku," Lanjutnya.


"Seharusnya aku yang marah padanya," Putri Lylyan terus membatin.


Tanpa disengaja air matanya mengalir di pipinya, ia menangis karena kecewa pada Suaminya. Kareba saminya tidak memberi tahunya jika ingin pergi ke pedesaan untuk melihat rakyat disana. Karena kecapean mangangis, ia pun tertidur.


*****


Hari sudah malam, pangeran Chian baru pulang dari pedesaan. Saat ia berjalan masuk istana, ia berpapasan dengan raja Sanji dan perimaisuri Chylian.


"Putraku, kenapa sudah malam begini baru pulang?" Tanya raja Sanji.


"Iya, tidak biasanya kamu seperti ini," Kata permaisuri Chylian.


"Maaf, Ayahanda, Ibunda. Tadi ada beberapa anak rakyat di pedesaan yang sedang sakit, jadi aku membawanya ke tabib. setelah itu aku mengecek gudang dan persediaan bahan pangan di gudang. Makanya pulangnya lama," Tutur pangeran Chian.


"Jangan minta maaf pada kami, minta maaflah pada istrimu!" Sahut permaisuri Chylian.


"Dia kan masih marah padaku, percuma aku minta maaf, dia pasti tidak akan perduli pada ku," Tutur pangeran Chian.


"Kamu sangat gila!" Kata permaisuri Chylian. Ia tidak habis pikir dengan pemikiran putra nya itu.


"Kenapa Ibunda menyebutku gila?" Tanya pangeran Chian bingung.


"Kamu kenapa tidak peka, kamu sebagai suami harus peka pada istrimu," Sahut permaisuri Chylian. Pangeran Chian mengerutkan dahinya.


"Istrimu tadi siang datang ke ruang makan tetapi tidak ada dirimu, lalu dia tidak jadi makan gara-gara kamu," Kata raja Sanji.


"Dan kata Maid. Istrimu belum ada makan sampai sekarang dan tidak keluar kamar dari tadi siang," Imbuh permaisuri Chylian.


"Kenapa Ayahanda dan Ibunda tidak bilang dari tadi?" Tanya pangeran Chian kesal.


"Kamu saja tidak menanyakannya pada kami," Sahut raja Sanji.


"Dasar suami tidak peka pada istrinya," Celetuk permiasuri Chylian pada putranya.


"Arrkkh. Yasudah, aku mau ke kamar dulu," Kata pangeran Chian.


Pangeran Chian meninggalkan kedua orang tuanya, dan menuju kamarnya.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2