Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter22


__ADS_3

"Pangeran, maafkan aku," Kata putri Lylyan(Lyly) masih memeluk


"Maaf untuk hal apa?" Tanya pangeran Chian.


"Ka-karena aku sudah mencubit mu. Sampai kamu marah dan satu bulan tidak mau datang ke sini hiks hiks," Kata putri Lylyan(Lyly) menangis sesenggukan.


"Aku memang sedikit kesal karena kamu cubit. Tetapi aku tidak marah pada mu hingga satu bulan," Tutur pangeran Chian lalu mengelus punggung putri Lylyan(Lyly).


"Jadi kenapa pangeran tidak datang hiks," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Aku lagi sibuk mengurus masalah di kerjaan ku. Hingga tidak datang kesini," Kata pangeran Chian.


"Kenapa tidak menyempatkan menulis surat dan mengeirimkan surat itu lewat burung merpatih?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Maafkan aku, aku tidak kepikiran untuk menulis surat," Kata pangeran Chian.


"Huaaaa, ppangeran jahat hiks hiks," Kata putri Lylyan(Lyly) menangis sejadi-jadinya di pelukan pangeran chian.


"Jangan menangis lagi, aku tidak akan mengulanginya lagi," Kata pangeran Chian.


"Hmmm," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Lihat lah aku!" Perintah pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran (Lyly) mendongakkan kepalanya melihat wajah pangeran Chian Shin tetapi masih saling berpelukan.


"Aku tidak suka kamu menangis, jadi jangan menangis didepan Ku," Kata pangeran Chian lirih seraya menghapus air mata putri Lylyan(Lyly). Rasanya hatinya sangat sakit ketika melihat orang yang ia sayang menangis.


'Cup'


Pangeran Chian Shin mencium dan memangut dalam bibir putri Lylyan Qiran (Lyly) dan memperdalam ciumannya. Lalu putri Lylyan Qiran (Lyly) membalas ciuman itu. Baru pertama kalinya putri Lylyan membalas ciuman pangeran Chian Shin. Hingga beberapa detik mereka melepaskan ciumannya.


"Kamu sudah legah?" Tanya pangeran Chian seraya tersenyum. Lalu putri Lylyan mengangguki.


"Pangeran akan menginap disini tidak?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Tidak, aku hanya sebentar disini," Kata pangeran Chian.


"Kenapa?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Aku masih ada urusan," Kata pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran (Lyly) sedikit kecewa. Tetapi ia tidak mau egois, jadi ia merelakan pangeran Chian pulang ke kerajaan nya dan tidak menginap di Istana Qiran. Memang jujur saja, didalam hatinya ada suatu hal yang mengganjal dengan pangeran Chian Shin. Tetapi ia hempaskan rasa itu.


*****


3 Bulan Kemudian


Pangeran Chian juga tidak datang seperti dulu lagi. Juga tidak mengirimkan seutas surat pada putri Lylyan Qiran (Lyly). Ia sedikit bingung dengan pangeran Chian Shin akhir-akhir ini. Dan saat putri Lylyan Qiran (Lyly) mengirim surat, tidak ada satu surat pun yang di balas. Hingga putri Lylyan Qiran (Lyly) berinisiatif meminta izin pada orang tuanya pergi ke istana Shin.


"Ayahanda, Ibunda. Aku ingin meminta izin pergi ke kerjaan Shin." Kata putri Lylyan(Lyly).


Raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran terkejut mendengar ucapan putri mereka. Karena ada sesuatu hal yang mereka sembunyikan dari putri cantik mereka itu.


"Kamu tidak boleh kesana, putriku," Kata raja Wian.


"Kenapa aku tidak boleh kesana?" Tanya putri Lylyan(Lyly) penasaran.


"Pokoknya tidak boleh!!" Kata raja Wian sedikit membentak.


"Tapi aku ingin kesana, Ayahanda. Aku sangat merindukan pangeran Chian," Kata putri Lylyan(Lyly) sedikit meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Pelankan suara mu, putriku," Kata permaisuri Lyana.


"Jawab, kenapa aku tidak boleh kesana?" Tanya putri Lylyan(Lyly) marah. Tetapi tidak ada jawaban.


"Apa yang kalian sembunyikan dari ku?" Tanya putri Lylyan(Lyly) dengan mata berkaca-kaca.


"Tenanglah, putriku," Kata permaisuri Lyana menenangkan anaknya.


"Katakan padaku, apakah kalian menyembunyikan sesuatu dari ku?" Tanya putri Lylyan(Lyly) lagi.


"Tidak ada," Kata raja wian marah.


"Jangan bohong, Ayahanda. Aku tahu kalian menyembunyikan sesuatu dariku," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Katakan, Ayahanda, Ibunda. Atau aku akan bunuh diri didepan kalian berdua," Kata putri Lylyan(Lyly) mengambil pisau yang ada di di kerjang buah di atas meja.


"Jangan lakukan itu, nak," Kata permaisuri Lyana.


"Kalian pilih aku atau rahasia kalian," Kata putri Lylyan(Lyly) dengan mata berkaca-kaca dan meninggikan suaranya.


"Suamiku, beritahu saja pada putri kita, hiks hiks," Kata permaisuri Lyana menangis dan memohon pada suaminya.


Raja Wian Qiran terdiam sejenak untuk berfikir dan mana yang harus ia pilih. Akhirnya ia angkat bicara.


"Baiklah, aku akan mengatakannya," Kata raja Wian lirih.


"Tapi kumohon jangan bunuh diri, putri ku," Kata raja Wian.


"Tergantung kalian borbohong atau tidak," Kata putri Lylyan(Lyly). Lalu raja Wian mengangguk.


"Jadi, alasan kami tidak mengizinkan mu pergi ke kerajaan Shin adalah karena pangeran Chian Shin akan menikah dengan putri Fiyen Min dua minggu lagi," Kata raja Wian sedikit lemas.


"Tidak, nak. Pangeran Chian melakukan ini semua karena ia tidak ingin kamu meninggal," Kata raja Wian.


"Maksudnya?" Tanyanya putri Lylyan(Lyly) lagi.


"Nyawamu di incar oleh raja Sishan. Ia akan membunuhmu kapan pun ia mau. Dan raja Sishan berkata, hanya pernikahan anaknya dengan pangeran Chian yang bisa membuatmu aman," tutur raja Wian.


"Bukannya mereka tidak tahu bahwa aku adalah anak kandung Ayahanda dan Ibunda?" Tanya putri Lylyan.


"Mereka sudah tahu. Mereka tahu saat setelah kita pulang dari acara jamuan di kerjaan Min. Aku juga minta maaf karena tidak bisa mencari bukti tentang penyerangan di kerjaan kita saat 11 tahun yang lalu yang telah dilakukan oleh kerajaan Min," Kata raja Wian lirih.


"Tidak, tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Aku tidak rela pangeran Chian menikah dengan perempuan lain," Kata putri Lylyan(Lyly). Tubuhnya lemas dan terjatuh di lantai karena syok.


"Putriku," Kata permaisuri Lyana seraya menghampiri putrinya.


"Ibunda, ini tidak mungkin hiks..." Kata putri Lylyan(Lyly) menangis.


"Kenapa ini terjadi padaku. Kenapa tidak ada kebahagiaan yang datang padaku, hiks hiks," Putri Lylyan(Lyly) menangis.


"Sabar lah sayang. Kuatkan dirimu," Kata raja Wian.


Mereka bertiga berpelukan dan menenangkan dan menguatkan hati putri mereka. Dan sekarang nama putri Lyly sudah menjadi putri Lylyan Qiran yang sebenarnya.


*****


2 Hari Kemudian


Putri Lylyan Qiran dan keluarganya datang ke kerjaan Shin. Mereka kesana hanya ingin bersilaturahmi. Dan ada hal penting yang harus di bicarakan putri Lylyan Qiran (Lyly) kepada pangeran Chian Shin.


Sampailah mereka di kerjaan Shin. Mereka di sambut hangat oleh keluarga kerjaan Shin. Walaupun ada sedikit kecanggungan.

__ADS_1


"Masuklah raja Wian, permaisuri Lyana dan putri Lylyan," Kata permaisuri Chylian mempersilahkan.


Lalu mereka mengngguk dan masuk kedalam istana kerjaan Shin. Diasana sudah berkumpul dua keluarga kerjaan. Yaitu kerjaan Shin dan kerjaan Qiran. Seketika suasana menjadi hening, dan keheningan itu dipecahkan oleh putri Lylyan Qiran.


"Pangeran Chian, maaf sebelumnya aku telah merepotkan mu selama ini," Kata putri Lylyan(Lyly) berusahan tenang. Pangeran Chian hanya diam saja tidak menjawab.


"Maaf, selama ini sifat ku seperti anak kecil membuatmu kesal. Dan aku sudah tahu bahwa pangeran akan menikah dengan putri Fiyen. Aku tahu pangeran melakukan ini demi diriku. Maaf aku tidak bisa membalasnya," Tutur putri Lylyan.


"Semoga pangeran bisa melupakan ku, dan berbahagia dengan putri Fiyen," Kata putri Lylyan menundukkan wajahnya karena tidak kuat menatap pangeran Chian. Pangeran Chian hanya diam, hatinya sangat sakit. Tapi ini semua demi putri Lylyan.


"Pangeran. Hidup dan mati ada di tangan tuhan, aku tidak takut akan kematian. Jika tuhan belum berkehendak maka aku tidak akan mati. Begitupun sebaliknya," Kata putri Lylyan seraya tersenyum palsu.


"Putri Lylyan, jangan berbicara seperti Itu," Kata pangeran Chian lirih.


"Sudah lah, pangeran. Lagi pula ini sudah menjadi keputusan mu untuk menikah dengan putri Fiyen. Walaupun hati ku sedikit sakit karena dirimu tidak memberi tahu kepada ku tentang hal ini. Jadilah laki-laki sejati yang selalu tenguh pada pendiriannya" Tutur putri Lylyan seraya tersenyum palsu. Padahal hatinya sungguj sakit.


"Aku minta maaf, putri Lylyan," Kata pangeran Chian. Tidak disengaja air matanya mengalir.


"Tidak apa-apa. Tidak perlu minta maaf," Kata putri Lylyan dengan lembut dan tersenyum.


"Maafkan putra ku, putri Lylyan," Kata raja Sanji. Dan hanya di balas senyuman oleh putri Lylyan.


"Putriku, ada lagi yang ingin kamu sampaikan?" Tanya raja Wian.


"Tidak, Ayahanda," Kata putri Lylyan.


"Kalau begitu, ayo kita pulang!" Kata raja Wian lembut.


"Iya, Ayahanda," Kata putri Lylyan.


"Pangeran Chian, ini ada surat penting untukmu. Mungkin hari ini adalah waktu yang tepat aku memberikan surat ini. Mungkin isi surat ini sangat penting untukmu, mungkin saja tidak," Tutur putri Lylyan. Kemudian ia memberikan segulung surat untuk pangeran Chian.


"Kenapa tidak kamu saja yang mengatakan isi surat ini," Kata pangeran Chian.


"Aku hanya ingin kamu yang membacanya. Dan bacalah saat aku sudah pergi dari istana mu ini," Kata putri Lylyan. Dan pangeran Chian mengangguk.


"Ayahanda, Ibunda. Ayo kita pulang!" Kata putri Lylyan.


"Baiklah, nak," Kata permaisuri Lyana.


"Kalau begitu kami pamit," Kata raja Wian berpamitan pada keluarga Shin.


"Kami antar sampai depan gerbang," Kata raja Sanji.


"Hati-hatilah dijalan," Kata permaisuri Chylian.


Mereka pun pulang dan diantar sampai depan gerbang. Lalu melajukan kereta kudanya menuju kerjaan Qiran.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2