
Keesokan harinya
Lyly(putri Lylyan Qiran) Masih dirawat dirumah sakit.
"Lylyan, sarapan dulu ya! abis itu minum obatnya! " Suruh pangeran Chian.
"Aku tidak mau makan dan minum obat," Kata putri Lylyan.
"Cepat lah, agar kamu cepat sembuh...," Kata pangeran dengan lembut.
"Aku tidak mau," Kata putri Lylyan lalu memalingkan wajahnya.
"Jangan membantah, Aku tidak suka dengan dengan orang yang membantah, cepat lah makan dan minum obat!!" Perintah pangeran dengan meninggikan suaranya.
Putri Lylyan Qiran terkejut mendengar penuturan pangeran Chian Shin. Ini yang kedua kalinya pangeran Chian Shin membentaknya. Seumur hidupnya ayahanda,ibunda, Lixhan dan Xixin tidak pernah membentaknya.
"Kenapa pangeran Chian seperti itu?" Kata putri Lylyan matanya berkaca-kaca. Lalu putri Lylyan Qiran menangis
"Maaf, aku refleks tadi...," Pangeran Chian memeluk putri Lylyan.
Putri Lylyan Qiran meronta-ronta tidak ingin dipeluk oleh pangeran Chian Shin.
"Lepaskan aku!, aku tidak mau dipeluk oleh laki-laki jahat seperti mu hiks hiks," Kata putri Lylyan.
Mendengar itu hati pangeran terasa sakit.
"Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya. maka nya sarapan pagi dulu setelah itu minum obat...," Kata pangeran Chian.
"Pangeran jahat, pangeran jahat hiks hiks," Kata putri Lylyan.
"Kamu boleh membenci ku, tapi kumohon menurut lah... ini demi kesembuhanmu," Kata pangeran Chian.
Putri Qiran pun sarapan, tetapi tidak mau minum obatnya. Akhirnya pangeran menemukan ide agar obat itu diminum oleh putri Lylyan Qiran
"Tidak ada pilihan lain, harus menggunakan cara ini," Batin pangeran.
Pangeran memasukkan obat kedalam mulut putri Lylyan Qiran.
'Cup'
Pangeran Chian mencium putri Lylyan lalu mendorong obat itu menggunakan lidahnya hingga akan sampai tenggorokan.
"Ini airnya, minumlah!" Suruh pangeran.
Buru-buru putri Lylyan Qiran meminum air putih itu.
"Pangeran...!!" Kata putri Lylyan Qiran marah.
"Heheh, yang penting sudah selesai," Kata pangeran Chian.
"Sudah berapa kali kamu mencium ku...dasar pangeran mesum, dingin, gunung es," Kata putri Lylyan.
"Biarin. Lagian kamu menikmatinya," Kata pangeran Chian.
"Tidak," Kata putri Lylyan.
"Apakah kau pernah berciuman dengan laki-laki lain?" Tanya pangeran Chian
"Sembarangan. Kamu lah laki-laki yang mencium ku pertama kali. Hanya kamu lah yang pernah pangeran dingin," Kata putri Lylyan kesal.
"Benarkah? Berarti aku sangat beruntung," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.
"Entah pun pangeran yang sering berciuman dengan perempuan lain di kerjaan Shin," Kata putri Lylyan.
'Pletak' Pangeran Chian menyentil dahi putri Lylyan.
"Sakit tau...," Kata putri Lylyan seraya mengelus dahinya.
"Itu tidak seberapa dengan tuduhanmu tadi, putri Lylyan Qiran," Kata pengeran Chian.
__ADS_1
"Aku kan hanya bilang saja, buktinya pangeran berani mencium ku," Kata putri Lylyan.
"Aku hanya mau mencium mu saja, aku tidak menginginkan mencium perempuan lain," Kata pangeran Chian.
"Apa alasannya? " Tanya putri Lylyan.
"Karena aku hanya mencintaimu," Kata pangeran Chian.
"Sejak kapan? bukannya pangeran dulu tidak suka dengan ku," Kata putri Lylya.
"Sejak aku menemukanmu di hutan dan saat aku dekat denganmu aku nyaman dan terkadang jantungku berdetang kencang. Saat kamu dikabarkan meninggal dunia, hatiku sangat sakit, aku membenci diriku karena tidak bisa menjagamu," Pangeran Chian menjelaskan.
"Benarkah? Apakah kamu pernah dekat dengan perempuan lain?," Tanya putri Lylyan.
"Kamu ini macam wartawan, tahu. Saat kamu pergi dariku, aku tidak pernah dekat dengan perempuan lain, paham," Kata pangeran Chian.
"Iya-iya aku percaya. Aku juga mencintaimu sejak pangeran mencium ku dan berjanji padaku saat di taman depan istana," Kata putri Lylyan.
Mereka pun saling berpelukan, melepas rasa rindu yang selama ini terpendam.
*****
Sore Harinya
Lixhan dan Xixin sudah pulang dari kerajaan Qiran di jaman kuno, mereka kesana untuk memberi informasi mengenai putri Lylyan Qiran. Setelah oulang dari sana mereka pergi ke rumah sakit.
"Sore, putri Lylyan Qiran...," Sapa Lixhan seraya masuk ke kamar rawat.
"Ayah, jangan memanggilku seperti itu...Aku juga anak mu," Kata putri Lylyan.
"Tapi...," Kata Lixhan.
"Tidak ada tapi-tapian. Aku bersyukur punya kalian. Karena kalian berdua aku masih hidup sampai sekarang. Aku juga putri kalian. Aku menganggap kalian Ayah dan Bundaku seperti Ayahanda dan Ibundaku," Kata putri Lylyan.
"Terimakasih anakku," Kata Xixin.
"Seharusnya aku yang berterimakasih...," Kata putri Lylyan.
"Ekhem Ekhem, apakah hanya Ayah dan Bunda mu saja yang dipeluk. Aku juga mau...," Kata pangeran Chian.
"Tapi aku tidak mau," Kata putri Lylyan.
'Bwahahahah' Lixhan dan Xixin tertawa melihat pangeran Chian Shin.
"Jangan menetertawakanku!!" Kata pangeran dengan dinginnya.
Lixhan dan Xixin hanya bisa diam karena takut.
"Sini-sini, aku akan memelukmu!" Kata putri Lylyan seraya merentangkan tangannya.
Pangeran Chian Shin pun berpelukan dengan putri Lylyan Qiran.
Malam ini Lixhan, Xixin dan pangeran Chian Shin menginap di rumah sakit.
*****
2 Minggu Kemudian
Putri Lylyan Qiran sudah sembuh dan sudah pulang dari rumah sakit. Dan kini mereka berencana akan pulang ke zaman kuno.
"Apakah kita harus pulang ke zaman kuno, pangeran?" Tanya Lixhan.
"Iya kita harus pulang, kasihan raja Wian dan permaisuri Lyana. Pasti mereka merindukan putri nya. Lagian kalau kita tinggal di zaman itu kita bisa dengan mudah mengumpulkan bukti-bukti bahwa yang menyerang kerjaan Qiran adalah kerjaan Min," Jelas Pangeran Chian.
"Benar juga yang pangeran Chian," Kata Xixin.
"Ayah, Bunda. Aku pulang...," Teriakan Lyly yang habis pulang dari kuliah.
"Iya sayang, kesini lah ke ruang keluarga," Kata Xixin.
__ADS_1
Putri Lylyan pun datang menghampiri mereka.
"Eh, ada pangeran Chian juga?" Tanya putri Lylyan.
"Iya, Sayang, Duduk lah! Kami ingin membicarakan sesuatu," Kata Lixhan.
Putri Lylyan Qiran pun duduk di samping pangeran Chian Shin.
"Kamu ingin pulang ke kerjaan bukan? " Tanya pangeran Chian.
"Iya aku ingin sekali," Kata putri Lylyan antusias seraya tersenyum.
"Jika kamu ingin kesana, kamu harus mengikuti perintah dan rencanaku," Kata pangeran.
"Baiklah," Kata putri Lylyan.
"Kita akan pulang jika kamu bisa berpura-pura menjadi anak kandung dari Lixhan dan Xixin dan berpura-pura menjadi putri angkat raja dan permaisuri namamu tetap lah Lyly ," Kata pangeran.
"Kenapa seperti itu?" Tanya putri Lylyan.
"Karena kami ingin mengumpulkan bukti bahwa kerjaan Min lah yang melakukan penyerangan di kerjaan Qiran danberniat membunuhmu," Jelas Lixhan.
"Kenapa mereka ingin mrmbunuhku? Aku kan tidak punya salah," Kata putri Lylyan.
"Karena mereka mendengar jika orang tua kita akan menjodohkan kita, Jadi mereka tidak terima karena mereka ingin menjodohkan putrinya dengan ku," Kata pangeran Chian.
"Hiiisss, dasar kerjaan Min yang licik," Kesal putri Lylyan.
"Kamu cemburu ya...?" Tanya pangeran Chian dengan menggoda.
"Apaan sih, aku tidak cemburu," Kata putri Lylyan.
Pangeran Chian Shin, Lixhan dan Xixin hanya tersenyum melihat putri Lylyan Qiran.
"Apakah Ayahanda, Ibunda ku tahu rencana ini?" Tanya putri Lylyan.
"Tentu saja tahu, aku sudah mengatakannya pada mereka. Aku juga sudah mengatakannya pada Ayahanda dan Ibundaku," Kata pangeran Chian.
"Oooh. Jadi kapan kita pulang ke zaman kuno?" Tanya putri Lylyan.
"Besok malam, ditengah malam," Kata pangeran.
Mereka semua setuju dengan yang dikatakan oleh pangeran Chian Shin.
*****
Tengah Malam
Mereka sudah berkumpul di kamar putri Lylyan di zaman modern.
"Kalian sudah siap?" Tanya pangeran.
'Sudah' Kata putri Lylyan, Lixhan dan Xixin.
"Sebelum kita membaca mantra, aku akan mengatakan pada kalian kita akan sampai di kerjaan ku dan berada dikamar ku," Kata pangeran Chian.
Lalu mereka saling bergandengan tangan, memjamkan mata dan membaca mantra bersama-sama. Kemudian keluarlah cahaya putih yang menyilaukan lalu membawa mereka ke zaman kuno.
*
*
*
*
*
Like, coment, vote
__ADS_1
Lanjut...