
Hari perjamuan
Hari ini adalah hari perjamuan di kerjaan Qiran untuk mengumumkan bahwa raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran akan mengangkat anak(Menjalankan rencana yang telah di susun rapih) untuk mengelabui kerjaan Min.
Para tamu undangan telah berkumpul di aula perjamuan itu, disana ada beberapa raja dan ratu yang di undang dari kerjaan lain serta pangeran dan putri dari kerajaan lain.
"Para hadirin sekalian, saya raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran mengundang kalian kesini untuk memberi tahu bahwa kami akan mengangkat seorang anak," Kata raja Wian.
Beberapa orang di aula ada yang berbisik-bisik karena ucapan raja Wian Qiran. Ada yang suka. dan ada yang tidak suka mendengarnya. Hingga ada salah satu raja dari kerjaan lain yang angkat bicara.
"Maaf atas kelancangan hamba raja Wian, atas dasar apa raja Wian ingin mengangkat seorang anak?" Tanya raja Sishan.
Raja Sishan adalah raja dari kerjaan Min, kerjaan terbesar ketiga. Nama lengkapnya adalah Sishan Min. Yang merupakan
"Tidak ada atas dasar apa pun. Kami hanya ingin mempunyai seorang anak, setelah kepergian anak kamu dulu yang telah di bunuh saat kerajaan kami diserang oleh kerajaan lain," Kata raja Wian berpura-pura sedih.
Setelah itu suasana menjadi hening kembali.
"Apakah anda tahu kerjaan mana yang menyerang kerjaanmu, raja Wian?" Tanya Zhin Wen dari kerjaan Wen kerjaan terbesar ke 5.
"Iya, raja Wian, karena yang saya dengar, kerjaan mu menutup penyelidikan kasus pembunuhan putri mu 10 tahun yang lalu," Kata raja Ginz Lim, dari kerjaan Lim kerjaan terbesar ke 4.
Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan oleh raja dari kerjaan lain.
"Kami tidak tahu kerjaan mana yang menyerang kami. Soal penutupan penyelidikan kasus pembunuhan putri kami itu sudah kami sepakati berdua agar tidak ada perselisihan antar kerjaan," Kata raja Wian berbohong.
"Baik sekali kamu raja Wian. Aku kagum dengan mu," Kata raja Zhin Wen.
"Terimakasih atas pujiannya raja Zhin," Kata raja Wian.
"Sial, kenapa raja Wian malah mendapatkan pujian seperti ini," Batin raja Sishan.
"Siapa yang akan kamu jadikan anak angkat mu, raja Wian. Laki-laki atau perempuan?" Tanya raja Sishan penasaran.
"Perempuan," Kata raja Wian.
"Dari kerjaan kalangan apa?" Tanya raja Sishan.
"Dia hanya dari kalangan biasa, bukan kalangan bangsawan. Hanya ia sedikit mirip sifatnya dengan putri ku dulu," Kata raja Wian.
Para tamu yang ada di aula menganggu paham. Di dalam aula itu hanya raja Sanji Shin dan pangeran Chian Shin yang tidak angkat bicara karena mereka tahu rencana itu. Sedangkan para permaisuri hanya mendengar.
"Baiklah, aku akan memperkenalkan pada kalian siapa orang yang akan menjadi putri angkat ku," Kata raja Wian.
"Lyly, keluar lah sekarang," Perintah raja Wian.
Putri Lylyan Qiran keluar dari balik pintu yang sudah disekat dengan tirai dan berjalan anggun. Semua orang yang di sana terkejut melihat kecantikan putri Lylyan Qiran.
"Kamu sangat cantik putri Lylyan Qiran," Batin pangeran Chian dan tidak berkedip.
"Duduk lah putri ku," Kata permaisuri Lyana.
"Baik Ibunda," Kata putri Lylyan.
"Namanya adalah Lyly, Kami yang memberi namanya Lyly. Dan dia lah yang akan menjadi anak angkat ku mulai hari ini dan aku memberi nya marga Qiran seperti marga ku. Lyly ini adalah anak kandung dari Lixhan dan Xixin yang telah bekerja di kerajaanku sudah berpuluh-puluh tahun," Raja Wian menjelaskan.
"Itu orang tua Lyly," Kata raja Wian seraya menunjuk Lixhan dan Xixin.
Lixhan dan Xixin pun berdiri lalu membungkukkan badannya tanda hormat, setelah itu mereka kembali duduk.
"Kamu cantik sekali Lyly Qiran," Kata permaisuri Chylian.
"Iya, kamu sangat cantik," Kata permaisuri Rin Wen.
"Imut lagi," Kata permaisuri Liu Lim.
Tetapi permaisuri Axyun Min hanya diam saja, karena benci melihat putri angkat raja Wian Qiran.
"Terimakasih atas pujiannya para permaisuri," Kata putri Lylyan seraya tersenyum.
"Manisnya senyummu," Batin pangeran Chian.
"Cantik saja tidak, cantikan lagi aku," Kata Fiyen Min tidak suka, putri dari kerjaan Min.
"Apaan, ya jelas-jelas cantikan putri Lyly Qiran lah," Kata Yiyin Lim, putri dari kerjaan Lim
"Iya, aku setuju," Kata Phyli Wen, putri dari kerjaan Wen.
"Sudah-sudah jangan ribut. Di acara seperti ini kalian malah ribut sendiri," Kata raja Sanji.
__ADS_1
Fiyen Min, Yiyin Lim dan phily Wen pun diam karena takut.
"Pangeran Chian, mengapa dari tadi kamu diam saja?" Kata permaisuri Axyun Min.
"Tidak apa-apa permaisuri Axyun," Kata pangeran Chian dnegan dingin.
"Pangeran ku, kamu benar-benar dingin. Aku menyukai sikap mu seperti itu didepan para tamu," Batin putri Lylyan(Lyly).
"Yausudah, silahkan makan jamuan yang kami persiapkan. Semoga kalian menyukainya," Kata raja Wian seraya tersenyum.
Seluruh para tamu pun meyantap jamuan yang telah di persiapkan.
"Ibunda, apakah acaranya sudah selesai?" Tanya putri Lylyan(Lyly) berbisik.
"Belum sayang, memangnya kenapa?" Tanya permaisuri Lyana.
"Aku bosan Ibunda...,aku ingin keluar..." Kata putri Lylyan(Lyly).
"Yaudah, Ibunda tanyakan pada Ayahanda mu terlebih dahulu," Kata permaisuri Lyana.
Permaisuri Lyana Qiran pun berbisik kepada raja Wian Qiran tentang yang dikatakan putri Lylyan Qiran(Lyly). Dan raja Wian Qiran pun menyetujuinya. Lalu putri Lylyan Qiran(Lyly) keluar aula. Sedangkan pangeran Chian Shin melihatnya keluar.
"Kenapa Lylyan keluar?Apa yang ingin ia lakukan?" Batin pangeran Chian.
Karena penasaran pangeran Chian Shin pun permisi keluar aula lalu mengikuti putri Lylyan Qiran(Lyly).
*****
Putri Lylyan Qiran pergi ke taman belakang istana kerjaan Qiran dan duduk di kursi taman.
"Acara apaan seperti itu, membosankan!!" Gerutu putri Lylyan(Lyly).
"Kenapa Kamu keluar?" Tanya pangeran Chian tiba-tiba datang.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Jawab dulu pertanyaan ku," Kata pangeran Chian.
"Aku bosan di dalam aula tadi. Jadi aku kesini," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Dasar gadis nakal," Kata pangeran Chian dingin.
"Tidak," Kata pangeran Chian.
"Buktinya kamu keluar juga, wleee," Ejek putri Lylyan(Lyly).
"Hisss. Dasar putri Lylyan Qiran yang menjengkelkan," Kata pangeran Chian ketus.
"Eeehh, jangan memanggilku Lylyan tapi Lyly saja. Takutnya ada mata-mata atau orang jahat yang mendengar," Kata putri Lylyan(Lyly). Dan di angguki oleh pangeran Chian.
"Baiklah putri Lylyan eh Lyly Qiran," Kata pangeran Chian.
"Haaa begitu baru benar," Kata putri Lylyan(Lyly).
Disela-sela mereka berbicara, datang lah seorang putri kerjaan lain.
"Hay pangeran tampan...," Kata putri Fiyen.
"Hmmm," Kata pangeran Chian dingin.
"Jangan dingin seperti itu dong pangeran...aku cantik seperti ini masa kamu abaikan," Kata putri Fiyen.
"Apaan sih, jijik aku melihatnya," Batin putri Lylyan(Lyly).
"Hay, siapa nama mu?" Tanya putri Lylyan(Lyly) seraya tersenyum dan ingin berjabat tangan.
"Fiyen Min, putri dari kerjaan min dan dijodohkan dengan pangeran Chian yang tampan," Kata putru Fiyen.
'Deg'
Jantung putri Lylyan Qiran (Lyly) berdetak dan hatinya terasa sakit mendenger ucapan putri Fiyen Min.
"Siapa yang ingin dijodohkan dengan mu? Lagian orang tua mu yang ingin menjodohkan kita sedangkan aku tidak mau dengan mu. Dan menolak perjodohan itu," Kata pangeran Chian dengan dingin.
"Tapi orang tua mu setuju kan...," Kata putri Fiyen.
"Siapa bilang, mereka tergantung aku mau atau tidak," Kata pangeran Chian ketus.
"Awas saja kamu pangeran Chian. Aku akan mendapatkan mu," Kata putri Fiyen mengancam.
__ADS_1
Tiba-tiba ada dua putri kerjaan lain yang datang dan mendengar.
'Bwahahah' Tawa putri Yiyin Lim dan Phily Wen pecah.
"Jangan tertawa!" Bentak putri Fiyen.
Lalu putri Fiyen Min pergi menuju aula dengan wajah kesal.
"Hay putri Lyly," Sapa putri Phily.
"Hay juga," Kata putri Lylyan(Lyly) Seraya tersenyum.
"Perkenalkan nama ku Phily Wen," Kata putri Phily.
"Perkenalkan, aku Yiyin Lim," Kata putri Yiyin.
"Salam kenal putri Phily, putri Yiyin," Kata putri Lylyan(Lyly).
Mereka pun saling berkenalan dengan baik dan senang.
"Ekhem ekhem," Kata pangeran Chian.
"Eh, ada pangeran Chian. Heheh," Kata putri Yiyin.
"Udah dari tadi aku disini sebelum kalian datang," Kata pangeran Chian ketus.
"Eh, maaf-maaf," Kata putri Yiyin.
"Ngomong-ngomong kalian sudah saling mengenal ya?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Hmmm," Kata pangeran Chian.
"Iya jelas kami saling kenal, kami kan sering ikut acara perjamuan antar kerjaan. Sedangkan aku dan Yiyin sudah berteman lama," Kata putri Phily.
"Oooh," Kata putri Lylyan(Lyly).
"Jangan mau dengan pangeran Chian, dia orangnya dingin loh," Kata putri Yiyin.
"Apa katamu?" Tanya pangeran Chian dingin.
"Heheh, tidak ada saudaraku," Kata putri Yiyin.
"Kalian bersaudara?" Tanya putri Lylyan(Lyly).
"Iya begitu lah," Kata putri Yiyin.
"Kita juga saudara loh," Kata putri Shily.
"Maksudnya?" Putri Lylyan(Lyly) tidak paham.
"Kita itu saudara-an karena Ibundaku dan Ibunda mu sepupu-an," Kata putri Phily.
"Kalau aku dan pangeran Chian yang dingin ini kami saudara karena Ibunda ku dengan Ibunda nya kakak beradik," Kata putri Yiyin.
"Cih, siapa juga yang ingin bersaudara dengan mu," Kata pangeran dengan ketus.
"Hiss, dasar pangeran Es batu," Kata putri Yiyin.
"Sudah-sudah. Jangan bertengkar terus...," Kata putri Lylyan(Lyly) Menengahi.
"Kapan-kapan mainlah ke kerjaan ku, putri Lyly," Kata Yiyin.
"Jangan lupa mampir ke kerjaan ku juga heheh," Kata putri Phily.
Putri Lylyan Qiran (Lyly) Hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian mereka kembali ke dalam Aula.
*
*
*
*
*
Jangan lupa dukung...
Like, coment, vote
__ADS_1
Lanjut...