Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter46


__ADS_3

Siang harinya, mereka makan siang bersama. Setelah selesai makan siang, tiba-tiba putri Lylyan Qiran Shin berkata.


"Makan mangga sepertinya enak," Kata putri Lylyan.


"Kamu mau mangga, sayang?" Tanya pangeran Chian.


"Iya, suamiku," Sahut putri Lylyan dengan santainya.


"Yasudah, nanti aku suruh Maid membeli mangga di pasar," Tutur pangeran Chian.


"Aku maunya sekarang," Sahut putri Lylyan.


"Aku tidak mau mangga dari pasar," Sambung nya.


"Jadi mau mangga dari mana, putriku?" Tanya permaisuri Chylian.


"Aku mau mangga muda yang depetik langsung oleh suamiku," Sahut putri Lylyan dengan senyuman.


'Ha' Raja Wian, raja Sanji, pangeran Chian terkejut mendengar ucapan putri Lylyan Qiran Shin.


"Kenapa?" Tanya putri Lylyan.


"Kamu mau aku yang metik mangga muda nya?" Pangeran Chian balik bertanya. Putri Lylyan mengangguk.


"Rasakan tuh!!" Ejek raja Sanji pada putra nya.


"Whahaha, panjat lah itu pohon mangga," Sambung raja Wian. Ia juga mengejek menantunya.


Pangeran Chian mendengus kesal.


"Dimana aku bisa mendapat mangga muda itu, Istriku? Di istana kita kan tidak ada pohon mangga," Tutur pangeran Chian.


"Cari di desa, pasti ada," Sahut putri Lylyan dengan enteng.


"Tapi," Kata pangeran Chian.


"Ikuti saja, putraku. Itu permintaan anak mu yang ada di dalam perut istrimu," Permaisuri Chylian memotong perkataan pangeran Chian.


"Hmm," Sahut pangeran Chian. Mau tidak mau, ia harus melakukannya.


"Yasudah, aku mau mencari mangga muda dulu," Tutur pangeran Chian.


"Aku ikut," Sambung putri Lylyan.


"Kamu disini saja, kalau kamu ikut membuat repot saja!" Jawab pangeran Chian dengan ketus dan dengan dinginnya. Karena ia sedikit kesal.


Putri Lylyan terdiam mendengar ucapan suami nya.


"Chian, apa yang kamu katakan!!" Raja sanji membentak putra nya.


"Bisa-bisa nya kamu berkata ketus seperti itu pada istrimu," Kata permaisuri Chylian.


Pangeran Chian Shin baru tersadar dengan ucapan nya. Ia melihat ke arah istri nya.


"Maafkan aku, Istriku. Aku refleks," Tutur pangeran Chian.


"Ayo kita cari mangga muda nya!" Sambungnya. Tetapi, putri Lylyan hanya diam saja.


"Putri ku, Suami mu sedang bicara pada mu. Jawab lah sayang," Kata permaisuri Lyana.


"Iya, nak. Kamu kan putri Ayahanda yang paling baik, tidak sepantas nya kamu diam saja begitu saat suami mu berbicara," Raja Wian menambahi.


"Hmmm," Sahut putri Lylyan.


"Ayo sayang. Kita berangkat! Kita pergi ke desa dengan naik kuda. Kamu kan suka naik kuda dengan ku," Tutur pangeran Chian dengan lembut.


"Iya," Sahut putri Lylyan dengan singkat.


"Hati-hati ya, sayang. Oh iya, jangan sampai menantu dan calon cucu ku lecet sedikit pun, putra ku," Tutur permaisuri Chylian.

__ADS_1


"Iya, Ibunda. Aku pasti menjaga mereka berdua," Sahut pangeran Chian.


Setelah itu, pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin pergi ke pedesaan untuk mencari mangga muda.


*****


Mereka berkeliling pedesaan yang letaknya tidak jauh dari kerjaan Shin.


"Mana sih, kenapa susah sekali mencari pohon mangga yang berbuah, semuanya pada tidak berbuah," Batin pangeran Chian.


Beberapa menit kemudian. Ia melihat satu pohon mangga milik salah satu rakyat nya.


"Itu dia," Tutur pangeran Chian. Ia memberhentikan kuda nya.


"Apa nya?" Tanya putri Lylyan. Ia tidak paham.


"Lihat lah itu!" Pangeran Chian menunjuk pohon mangga.


Putri Lylyan mengikuti arah tangan pangeran Chian.


"Wah, lebat sekali buah nya," Tutur putri Lylya. Ia melihat buah mangga itu dengan tatapan berbinar-binar.


Mereka pun mendatangi rumah pemilik pohon mangga itu.


"Permisi," Kata pangeran Chian dari depan pintu.


"Iya," Sahut seseorang dari dalam rumah. Ia pun keluar melihat siapa yang datang.


"Eh, pangeran Chian, putri Lylyan," Sambungnya. Ia sedikut membungkukkan tubuhnya tanda hormat.


"Ada perlu apa pangeran Chian dan putri Lylyan datang kesini?" Tanya nya.


"*Istri saya sedang hamil. Jadi, bo*lehkan saya membeli mangga muda milik mu?" Tanya Bian kepada pemilik mangga dengan sopan.


"Pangeran tidak perlu membelinya. Ambil saja sesuai keinginan pangeran," Sahut wanita paruh baya itu.


Lalu, pangeran Chian menghampiri pohon mangga itu dan di ikuti oleh pemiliknya.


"Untuk saja pohon nya tidak tinggi dan buahnya bisa di petik dari bawah. Jadi tidak perlu memanjat pohon ini," Batin pangeran Chian seraya melihat pohon mangga itu.


"Kamu mau yang mana, sayang?" Tanya Bian.


"Aku mau yang itu. Yang buah nya besar," Sahut putri Lylyan.


Pangeran Chian pun memetik buah mangga itu.


"Ini, sayang," Pangeran Chian memberi mangga pada istrinya.


"Terimakasih, Suamiku," Sahut putri Lylyan dengan senyum sumringah. Dan di balas senyuman oleh pangeran Chian.


"Suamiku, apa hanya boleh mengambil satu buah saja?" Tanya putri Lylyan. Ia berbisik di telinga suami nya.


"Tapi, sayang. Ini bukan milik kita. Jadi satu saja ya," Tutur pangeran Chian.


"Baiklah," Sahut putri Lylyan dengan suara lemas. Ia mengerucutkan bibir nya.


Sang pemilik pohon mangga itu mendengar pembicaraan putri Lylyan dan pangeran Chian.


"Bu, terimakasih ya. Anda sudah memeberi buah ini pada kami," Pangeran Chian ber terimakasih pada pemilik pohon mangga.


"Apakah cukup hanya satu buah saja, pangeran?" Tanya wanita paruh baya itu dengan sopan.


"Apakah saya boleh mengambil dua buah lagi?" Tanya putri Lylyan sebelum pangeran Chian menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu.


"Istriku, tidak boleh seperti itu!" Perintah pangeran Chian.


"Maaf...," Sahut putri Lylyan. Ia menundukkan pandangannya.


"Putri mau mangga lagi?" Tanya wanita itu.

__ADS_1


"Tidak...," Sahut putri Lylyan bohong. Ia melihat wanita itu. Lalu, wanita paru baya itu tersenyum.


"Ambilah mangga sebanyak yang kamu mau, putri!"Kata wanita itu dengan sopan.


Putri Lylyan Qiran Shin melihat ke arah suaminya. Ia Memint persetujuan suaminya, karena ia takut jika suami nya marah padanya. Pangeran Chian Shin pun memberi kode bahwa ia boleh mengambil buah mangga lagi.


"Hmm, saya mengambil dua buah mangga lagi. Apakah boleh?" Tanya putri Lylyan pada wanita itu.


"Tentu saja," Sahut wanita itu seraya tersenyum.


"Terimakasih," Sahut putri Lylyan. Ia sangat senang.


Lalu, putri Lylyan pun mengambil mangga itu.


"Suamiku, tolong ambilkan yang itu!" Perintah putri Lylyan. Karena ia tidak sampai untuk memetik satu buah mangga yang ia inginkan.


Pangeran Chian Shin pun mengambilkan buah mangga itu. Lalu, ia beri pada istrinya.


"Terimakasih, Suamiku," Kata putri Lylyan seraya tersenyum.


"Sudah kan. Sudah ada tiga mangga yang sudah kita petik," Tutur pangeran Chian pada istrinya. Putri Lylyan pun menganggu dan tersenyum.


"Bu, terimakasih ya," Kata pangeran Chian pada wanita paruh baya itu.


"Iya, pangeran," Sahut wanita itu.


"Oh iya, pangeran. Tunggu sebentar!" Sambungnya.


Wanita paruh baya itu, masuk kedalam rumah mengambil kantung pelastik. Lalu, keluar lagi dari dalam rumah nya. Kemudian, ia memetik buah mangga lagi dan ia masukkan ke dalam pelastik itu.


"Ini untuk mu, putri," Kata wanita itu. Ia memberi kantung plastik yang berisi buah mangga pada putri Lylyan.


"Benarkah itu untuk ku?" Tanya putri Lylyan. Ia memastikannya. Wanita itu mengangguk.


"Terimakasih, Bu," Sahut putri Lylyan. Ia menerima buah mangga itu.


Lalu, putri Lylyan dan pangeran Chian memasukkan tiga buah mangga yang telah mereka petik ke dalam kantung plastik itu.


"Ini uang untuk mu. Tanda terimakasih ku karena anda telah memberi buah mangga muda pada kami," Tutur pangeran Chian. Ia memberi satu kantung kecil koin emas.


"Saya ikhlas, pangeran," Sahut wanita itu. Ia menolak uang yang diberikan pangeran Chian.


"Tolong terima koin emas itu ya. Plisss," Kata putri Lylyan. Ia mengatupkan kedua telapak tangannya.


Wanita itu pun langsung luluh hati nya.


"Baiklah, putri," Kata wanita itu. Ia pun menerima koin emas itu.


"Kalau begitu kami permisi pulang dulu," Pangeran Chian berpamitan.


"Baiklah. Hati-hati di jalan. Semoga anak kalian akan berkembang dengan baik. Dan putri Lylyan melahirkan dengan lancar," Tutur wanita itu.


"Terimakasih...," Sahut putri Lylyan. Ia menyunggingkan senyumannya. Dan wanita itu membalas senyuman putri Lylyan.


Lalu, pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin menaiki kuda. Kemudian, menuju istana kerjaan Shin.


*


*


*


*


*


Like, coment,vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2