
Pangeran Chian sudah sampai ke istana nya. Ia langsung manaruh kudanya di tempatnya semula. Kemudian ia masuk kedalam istana. Saat menuju ke kamarnya, ada seseorang yang membuatnya berhenti bejalan.
"Ekhem ekhem," Raja Sanji berdehem. Pangeran Chian pun menoleh.
"Ck, ada apa, Ayahanda?" Tanya pangeran Chian kesal.
"Kenapa kamu tidak menegur kami, heh?" Tanya permaisuri Lyana.
"Iya, padahal kami disini dari tadi. Tapi kamu lewat begitu saja," Kata permaisuri Chylian seraya menaikkan satu alisnya.
"Memang ada yang salah," Celetuk pangeran Chian seraya kedua tangan yang bersedekap di dadanya.
"Ya jelas salah, kami ini lebih tua dari mu. Maka sopan lah sesikit," Kata raja Wian.
"Maaf, aku tadi tidak melihat kalau ada kalian disini," Kata pangeran Chian.
"Alasan," Kata permaisuri Chylian.
"Ya, Tuhan. Salah apa lah hamba mu ini. Padahal, aku sudah jujur pada mereka," Tutur pangeran Chian seraya melihat ke atas.
"Biasa saja, pangeran. Tidak usah seperti itu juga," Kata permaisuri Lyana, lalu memutar bola matanya.
"Entah itu, lebay," Kata permaisuri Chylian kesal.
"Kenapa kamu tidak melihat kami ada disini?" Tanya raja Sanji. Sedangkan pangeran Chian hanya nyengir kuda.
"Pasti karena Lylyan," Kata raja Wian.
"Eh, tahu saja," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.
"Tumben kamu bisa tersenyum," Celetuk raja Sanji.
"Memang tidak boleh?" Tanya pangeran Chian malas.
"Iya boleh. Hanya saja, biasanya kamu kan seperti Es dan hampir tidak pernah tersenyum," Kata raja Sanji.
"Ayahanda dulunya juga dingin seperti Es," Celetuk pangeran Chian.
"Sok tahu!!" Kata raja Sanji.
"Ya tahu lah. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," Kata pangeran Chian dengan dinginnya.
'Bwahahahah'
Raja Wian Qiran, permaisuri Lyana Qiran dan permaisuri Chylian Shin tertawa terbahak-bahak.
"Benar, pangeran. Aku setuju dengan mu," Celetul raja Wian.
"Dasar anak kurang ajar," Raja Sanji marah. Tetapi pangeran Chian diam saja.
"Ibunda. Yang ku katakan tadi benar bukan?" Tanya pangeran Chian pada permaisuri Chylian.
"Benar, putraku," Kata permaisuri Chylian.
__ADS_1
"Kenapa kamu memihak anak kita?" Tanya raja Sanji kesal.
"Tapi yang dikatakan Chian itu benar, suamiku," Kata permaisuri Chylian dengan santainya. Sedangkan raja Sanji hanya diam menahan amarah.
"Jangan marah, Ayahanda. Kalau ayahanda marah, entar Ibunda tidak mau lagi dengan Ayahanda," Kata pangeran Chian.
"Sudahlah, aku mau melihat pujaan hati ku yang sedang tidur. Byeee," Kata pangeran Chian berlalu pergi dari tempat itu.
"Dasar anak durhaka!!," Raja Sanji marah dan berteriak.
"Jangan seperti itu. Bagaimana pun, dia itu putra mu," Kata permaisuri Lyana.
"Sudah lah, Suamiku, jangan marah lagi," Kata permaisuri Chylian menenangkan suaminya.
Kemudian suasana pun menjadi dingin kembali, setelah pangeran Chian Shin pergi dari hadapan mereka. Lalu, mereka melanjutkan mengobrol bersama.
*****
Didalam kamar, pangeran Chian sudah duduk di sebelah Putri Lylyan Qiran. Ternyata putri Lylyan Qiran masih tidur dengan pulas.
'Cup cup'
Pangeran Chian mencium sekilas pipi kanan dan kiri putri Lylyan Qiran.
"Emmm," Putri Lylyan menggeliat karena ciuman dipipinya, yang dilakukan oleh pangeran Chian. Lalu putri Lylyan mengerjapkan matanya dan membuka matanya perlahan.
"Pangeran, kenapa kamu membangunkan ku?" Tanya putri Lylyan dengan suara serak, khas orang yang baru bangun tidur.
"Maaf, aku tidak sengaja," Kata pangeran Chian tanpa dosa.
"Tidak ada," Pangeran Chian berbohong.
"Jangan bohong," Kata putri Lylyan.
"Heheh, iya aku tadi dari luar," Kata pangeran Chian.
"Kenapa lama sekali?" Tanya putri Lylyan.
"Hmm, tadi habis melihat keadaan desa, lalu ke gudang penyimpanan bahan pangan," Kata pangeran Chian.
"Oooh," Kata putri Lylyan.
"Pangeran, aku ingin mandi," Kata putri Lylyan dengan polosnya.
"Mau ku mandikan?" Tanya pangeran Chian menjahili putri Lylyan.
"MESUM!!," Kata putri Lylyan.
"Habisnya kamu seperti minta mandikan," Celetuk pangeran Chian.
"Tidak lah. Aku tidak mau di mandikan. Sekarang aku mau ke kamar mandi," Tutur putri Lylyan.
"Sini, aku gendong!" Kata pangeran Chian.
__ADS_1
"Aku tidak mau, aku bisa sendiri. Kumohon, jangan membuatku manja. Aku akan pelan-pelan," Kata putri Lylyan.
"Baiklah. Dan ingat, jangan lama-lama mandinya. Takutnya luka mu menjadi basah lagi dan lama pulihnya," Kata pangeran Chian.
"Iya iya. Kamu suruh Maid untuk menyiapkan pakaian ku, ya!" Perintah putri Lylyan.
"Baik, Ibu Negara. Perintah akan di jalankan," Kata pangeran Chian, kemudian tersenyum. Putri Lylyan pun juga tersenyum melihat tingkah pangeran Chian.
"Terimakasih," Kata putri Lylyan.
Kemudian pangeran Chian Shin keluar kamar untuk mencari Maid. Agar Maid itu menyiapkan pakaian putri Lylyan Qiran. Sedangkan putri Lylyan Qiran sudah masuk kedalam kamar mandi yang berada di dalam kamar pangeran Chian Shin, tempatnya sangat besar seperti ruangan, tetapi terdapat Umbul Pasiraman (Kolam kecil) yang bisa di pakai untuk berendam. Tetapi, putri Lylyan Qiran tidak berendam di dalam Umbul Pasiraman khusus untuk berendam. Ia hanya memasukkan kakinya saja dan ia duduk di pinggiran Umbul pasiraman (Kolam kecil) itu. Kemudian menyiramkan air ke tubuhnya sedikit demi sedikit.
Setiap kerjaan pasti memiliki Umbul Pasiraman(Kolam kecil) didalam kamar mandi mereka.
*****
Setelah dari memanggil Maid, pangeran Chian Shin masuk lagi kedalam kamar nya. Disana sudah ada pakaian putri Lylyan Qiran yang diletakkan di atas tempat tidur oleh Maid. Karena pangeran Chian Shin yang menyuruh Maid itu untuk meletakkan pakaian putri Lylyan di atas tempat tidur. Kemudian Maid itu keluar.
Beberpaa menit, putri Lylyan Qiran pun selesai membersihkan badannya, setelah itu ia keluar dari kamar mandi. Ia sudah memakai handuk mandi lengan panjang dan panjangnya sampai mata kaki, yang terdapat ikatan di samping kiri perut (Khas kerjaan kuno). Ketika ia keluar kamar mandi, betapa terkejutnya ia.
"Pangeran, ngapain kamu disini?" Tanya putri Lylyan sedikit malu.
"Ini kan kamar ku, ya terserahku lah," Celetuk pangeran Chian. Ia sedang berbaring di atas kursi panjang.
"Tapi aku ingin ganti pakaian," Kata putri Lylyan kesal.
"Yasudah, ambil pakaian itu, kemudian kamu masuk ke kamar mandi. Dan berganti pakaian lah di dalam kamar mandi," Kata pangeran Chian dengan santainya.
"*I*iiss, Aku tidak terbiasa berganti pakaian di dalam kamar mandi," Kata putri Lylyan semakin kesal karena ucapan pangeran Chian.
"Yaudah, terserah kamu," Kata pangeran Chian dingin.
"Pangeran, keluarlah!!" Kata putri Lylyan.
"Aku tidak mau," Kata pangeran Chian.
"Aku aduin ke Ayahanda dan Ibunda," Ancam putri Lylyan pada pangeran Chian.
"Aku tidak takut," Kata pangeran Chian santai.
"Dasar pangeran gila!!" Bentak putri Lylyan. Pangeran Chian hanya diam saja.
"Yasudah, aku akan berganti pakaian di dalam kamar mandi," Kata putri Lylyan kesal. Ia terpaksa mengambil pakaiannya di atas tempat tidur kemudian balik lagi ke dalam kamar mandi, lalu berganti pakaian disana.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Like, coment, vote
Lanjut...