Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter58


__ADS_3

Keesokan Harinya


Masih di kerjaan Qiran, masalah perampokan yang membuat putri Lylyan Qiran Shin sudah terungkap dan sudah di jatuhi hukuman penjara di kerjaan Qiran. Karena kantung koin emas yang di pegang putri Lylyan Qoran Shin waktu itu ada simbul kerjaan Qiran dan dari itu orang kepercayaan raja Wian Qiran menyelidiki dan mencari keberadaan orang itu.


Dan hari ini juga, putri Lylyan Qiran Shin dan pangeran Chian Shin pulang ke kerjaan Shin.


"Ayahanda, Ibunda. Kami pulang dulu," Tutur pangeran Chian.


"Iya, Menantuku," Sahut raja Wian.


"Hati-hati dijalan," Sambungnya.


"Jaga putriku dan calon cucuku," Kata permaisuri Lyana.


"Iya, Ibunda. Aku pasti menjaga mereka," Sahut pangeran Chian seraya memeluk pingang istrinya.


"Ayahanda dan Ibunda jangan khawatir. Aku pasti dijaga oleh Suami tercinta ku," Tutur putri Lylyan pada kedua orang tuanya.


Raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran tersenyum bahagia.


"Ayahanda, Ibunda. Kami pamit," Kata putri Lylyan.


"Iya, sayang," Sahut permaisuri Lyana.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin menyalim tangan raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran. Kemudian, mereka naik ke kereta kuda dan beberapa menit kereta kuda itu melaju kearah kerjaan Shin.


*****


Di Kerajaan Shin


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin baru sampai ke istana kerjaan Shin.


"Anak perempuan ku. Akhirnya kamu pulang juga," Celetuk permaisuri Chylian pada putri Lylyan.


"Iya dong, Ibunda. Ini kan rumah aku juga," Sahut putri Lylyan.


"Ibunda. Aku rindu sama Ibunda," Sambungnya.


Putri Lylyan pun memeluk permaisuri Chylian.


"Ibunda juga rindu kamu, Lylyan," Sahut permaisuri Chylian.


Beberapa detik, mereka melepaskan pelukannya.


"Ibunda tidak rindu dengan ku?" Tanya pangeran Chian pada permaisuri Chylian.


"Tidak," Jawab permasuri Chylian dengan singkat.


Pangeran Chian hanya bisa menghela nafasnya mendengar jawaban ibundanya itu.


"Lylyan, ayo masuk!" Permaisuri Chylian mengajak menantunya masuk kedalam istana.

__ADS_1


Putri Lylyan mengangguk dan tersenyum.


Mereka berdua pun masuk kedalam istana kerjaan Shin, dan meninggalkan suami mereka berdua yang masih berdiri didepan istana.


"Huh. Ibunda dan Lylyan sama saja, tidak ada sopan nya," Pangeran Chian menggerutu kesal.


"Sudahlah, Anakku. Mereka berdua sedang dimabuk rindu. Jadi harap maklum saja," Tutur raja Sanji pada putranya.


"Baiklah-baiklah," Sahut pangeran Chian.


"Ayo kita susul mereka berdua!" Raja Sanji mengajak pangeran Chian.


Pangeran Chian Shin dan raja Sanji Shin menyusul istri mereka berdua.


*****


Di Ruang Santai


Permaisuri Chylian Shin sudah menyuruh Maid untuk memyiapkan air minum untuk mereka. Dan saat putri Lylyan Qiran Shin hendak minum air minum yang telah disedikan oleh Maid tadi, permaisuri Chylian Shin baru sadar ada yang berbeda dari putri Lylyan Qiran Shin.


"Lylyan, tangan kamu kenapa?" Tanya permaisuri Chylian. Ia sedikit khawatir.


"Oooh, ini hanya kegores saja kok, Ibunda," Sahut putri Lylyan dengan santai.


"Kenapa bisa kegores begitu?" Tanya permaisuri Chylian.


"Iya, sepertinya goresannya agak lebar," Kata raja Sanji.


"Ayahanda, Ibunda. Jangan khawatir ya. Ini tidak apa-apa kok," Tutur putri Lylyan. Karena ia tidak ingin mertuanya khawatir padanya.


Putri Lylyan melotot ke arah suaminya, ia memberi kode agar suaminya itu tidak memberi tahu apa yang telah terjadi.


"Kalian kenapa? Kok aneh begitu," Celetuk raja Sanji.


"Seperti ada yang kalian rahasiakan," Sambungnya. Ia menyipitkan kedua matanya tanda menyelidik.


"Ini hanya kecelakaan kecil kok, Ibunda," Tutur putri Lylyan. Ia terpaksa mengatakannya karena ia takut mertuanya salah paham.


"Apa karena suami mu, kamu jadi tangan mu terluka seperti itu?" Tanya permaisuri Chylian.


"Bukan-bukan. Ini tidak ada hubungannya dengan Suamiku," Sahut putri Lylyan dengan cepat seraya melambaikan tangannya tanda syarat artinya tidak suaminya yang melakukannya.


"Jadi?" Tany permaisuri Chylian.


"Jadi begini ceritanya," Kata pangeran Chian.


"Kemarin waktu acara perayaan panen buah...," Pangeran Chian menceritakan kejadian pada saat itu.


"Begitulah ceritanya, Ayahanda, Ibunda," Sambungnya.


"Itu lah, kamu tidak becus menjaga Istrimu. Jadi tangannya luka seperti itu," Permaisuri Chylian menyalahkan pangeran Chian.

__ADS_1


"Tapi aku tidak tahu akan ada perampok yang mencelakai Istriku. Kalau aku tahu, pasti aku tidak meninggalkannya sediri saat membeli manisan," Sahut pangeran Chian.


"Sama saja, itu salah mu," Kata permaisuri Chylian. Ia tetap menyalahkan anaknya itu.


"Huuh," Pangeran Chian kesal.


"Ibunda, jangan salahkan suamiku. Kasihan dia disalahkan seperti itu. Ini juga salah ku juga, Ibunda. Karena aku tidak berhati-hati," Putri Lylyan membela Suaminya.


"Malahan, aku bangga dengannya karena Suamiku ini sangat menjadi Pahlawan untukku. Dan selalu ada saat aku butuh dia. Dan saat tangan ku terluka, dia sangat khawatir sekali, dan langsung mencari pertolongan dengan cepat. Mau bagaimana pun dialah yang selalu ada untukku," Tutur nya lagi. Lalu, ia tersenyum.


'Deg'


Pangeran Chian tersentuh mendengar penuturan istrinya. Begitu juga dengan raja Wian dan permaisuri Chylian. Lalu, mereka pun tersenyum pada putri Lylyan.


"Terimakasih, Istriku. Ucapan mu membuat hati ku tersntuh," Kata pangeran Chian. Ia pun mengecup lembut pucuk kepala istrinya.


"Kamu sangat beruntung memiliki Istri yang tulus seperti Lylyan. Jagalah dia, Putraku!" Tutur raja Sanji.


"Iya, Ayahanda," Sahut pangeran Chian.


"Lylyan, kamu memang menantu terbaik sampai kapan pun," Kata permaisuri Chylian seraya tersenyum.


"Terimakasih, Ibunda," Sahut putri Lylyan. Ia juga memberikan senyuman manisnya.


"Yasudah. Kalian istirahat dulu. Kalian pasti lelah," Kata raja Sanji.


Pangeran Chian dan putri Lylyan mengiyakan.


"Lylyan, jangan lupa obati luka mu agar cepat sembuh," Kata permaisuri Chylian. Ia memgingatkan menantunya.


"Siap, Ibunda," Sahut putri Lylyan seraya telapak tangan kanannya di pelipis tanda hormat.


Permaisuri Chylian, raja Sanji dan pangeran Chian hanya bisa tersenyum melihat tingkah putri Lylyan yang terkadang membuat mereka geram/gemas dan ingin tertawa terbahak-bahak. Dan tingkahnya yang terkadang aneh itu lah yang membuat raja Sanji, pangeran Chian dan permaisuri Chylian menjadi selalu rindu terhadap putri Lylyan dan sayang terhadapnya. Di mata mereka, itulah daya tarik putri Lylyan, sehingga mereka tidak bosan saat didekat putri Lylyan.


Raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin sangat bersyukur memiliki menantu seperti putri Lylyan Qiran Shin yang memmbuat mereka selalu tertawa dan bahagia. Dan saat ada masalah kerajaan, lalu melihat putri Lylyan Qiran Shin langsung masalah itu terasa tidak berat lagi dan seraya tidak ada masalah apapun.


Bagi pangeran Chian Shin, Istrinya itu menjadi semangat dalam hidupnya. Baginya, istrinya itu seperti malaikat pembawa berkah, kebahagiaan, kenyamanan, dan kehangatan dalam hidupnya. Dan sebagai penerang dalam keluarga Shin. Dan istrinya lah yang membuat ia selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan yang penuh lika-liku.


Putri Lylyan Qiran Shin yang polos dan menja adalah pembawa kebahagiaan dalam kehidupan kerluarga Qiran, yaitu keluarga kandungnya sendiri. Yang paling utama, putri Lylyan Qiran Shin sangat membawa kebahagiaan dalam keluaga Shin, yang merupakan keluarga dari sebelah pihak laki-laki (Suami putri Lylyan).


Rumah tangga pangeran Chian Shin dengan putri Lylyan Qiran Shin sangat bahagia. Sudah tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka berdua. Karena mereka berdua sudah saling mengunci hati mereka satu sama lain.


Author:


Maaf, untuk para pembaca. Cerita "Pangeran Es VS Putri Polos" harus Author tamatin sampai sini saja. Karena, Author masih sibuk kuliah online dan banyak tugas. Jadi, Author mau fokus dengan kuliah dan sambil menulis cerita tentang "Rahasia dan Cinta Seorang CEO".


Saya ucapkan terimakasih atas dukungan para pembaca.


Jangan lupa tinggalkan jejak :)


Like, coment, vote

__ADS_1


...~TAMAT~...


...Salam dari Author untuk pembaca :)...


__ADS_2