Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Ramalan/Di Ramal


__ADS_3

Banyak pujian yang dilontarkan para tamu kerjaan untuk putri Lylyan Qiran (Lyly).


"Bagus sekali puisi dan pantun mu, putri Lyly," Kata Phily Wen memuji lalu mengacungkan jempolnya.


"Iya, aku sampai terharu seperti ini," Kata putri Yiyin Lim seraya menghapus air matanya.


"Bagus sekali, makna puisinya menyentuh hati," Kata permaisuri Liu.


"Iya, aku suka sekali," Kata permaisuri Rin.


Para raja juga memuji bakat yang dimiliki putri Lylyan Qiran (Lyly)


"Kamu pintar sekali, putri Lyly," Kata raja Ginz.


"Iya, dimana kamu belajar pantun dan puisi?" Tanya raja Zhin.


"Aku hanya belajar-belajar sendiri, raja Zhin," Kata putri Lylyan(Lyly) berbohong, sebenarnya ia belajar saat sekolah dan kuliah di jaman modern. Lalu diangguki oleh raja Zhin.


Sedangkan raja Sanji Shin, permaisuri Chylian Shin dan pangeran Chian Shin serta raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran diam saja. Karena mereka tahu bahwa putri Lylyan Qiran(Lyly) bisa berpantun dan berpuisi itu karena belajar di jaman modern. Pasalnya di zaman kuno tidak ada pantun dan puisi. Mereka sangat bangga, terharu dan bahagia lalu tersenyum dengan putri Lylyan Qiran (Lyly).


Lain halnya dengan raja Sishan Min, permaisuri Axyun Min dan putri Fiyen Min tidak suka dengan pujian-pujian yang di berikan para tamu untuk putri Lylyan Qiran (Lyly).


"Kenapa jadi dia yang di punji begitu.Padahal aku tadi ingin menjatuhkannya," Batin putri Fiyen kesal.


"Sial, kenapa jadi putri Lyly yang jadi bahan pujian," Batin permaisuri Axyun kesal.


"Dasar anak angkat. Hari ini kamu selamat dan mendapat banyak pujian. Tetapi lihat saja di lain waktu," Batin raja Sishan dengan wajah sedikit memerah karena menahan amarahnya.


Pangeran Chian Shin melihat kearah raja Sishan Min.


"Rasakan. Putri Lylyan Qiran kamu lawan. Kalau kamu ingin berbuat jahat padanya kamu akan berhadapan pada ku, raja Sishan yang licik," Batin pangeran Chian senang melihat amarah yang dipendam raja Sishan.


"Ekhem ekhem. Yasudah, ayo kita lanjutkan acara menyantap hidangannya!" Kata raja Sishan.


Mereka pun melanjutkan memakan makanan yang telah di persiapkan tadi dan diselingi berbincang-bincang. Dua jam kemudian para tamu pun pulang ke kerajaannya masing-masing.


"Ayahanda harus cari cara untuk menyingkirkan putri Lyly!" Kata putri Fiyen.


"Iya ini Ayahanda masih mencari cara, putriku," Kata raja Sishan.


"Tunggu saja pembalasan kami," Kata permaisuri Axyun yang tidak suka dengan putri Lylyan(Lyly).


*****


2 Hari Kemudian


Hari ini adalah hari latihan bela diri dan cara menggunakan pedang, pangeran Chian pun datang keistana kerjaan Qiran.


"Pangeran Chian...," Teriak putri Lylyan(Lyly) kegirangan melihat pangeran Chian masuk ke istana. Kemudian putri Lylyan(Lyly) memeluk pangeran Chian.


"Eh, ada apa ini. Kok tiba-tiba seperti ini?" Tanya pangeran Chian pada putri Lylyan(Lyly).


"Putriku rindu pada mu," Kata raja Wian yang baru datang dari kamarnya bersama permaisuri Lyana.


"Iya terus menunggu mu," Kata permaisuri Lyana.


"Benarkah?" Tanya pangeran Chian pada putri Lylyan(Lyly).


"Tidak," Kata putri Lylyan(Lyly) malu hingga pipinya memerah seperti tomat.


"Sudah lah. Aku kan sudah disini," Kata pangeran Chian lalu menangkup wajah putri Lylyan(Lyly) dengan kedua telapak tangannya.


"Iya," Kata putri Lylyan(Lyly) seraya tersenyum.


"Hatiku jadi sejuk jika melihatmu tersenyum. Kelemahan ku itu adalah dirimu putri Lylyan ku," Batin pangeran Chian.


" Yasudah, mari kita latihan memanah!" Kata pangeran Chian.


"Memanah. Wah, aku suka itu. Ayo kita ke tempat latihan," Kata putri Lylyan(Lyly) antusias. Lalu diangguki oleh pangeran Chian.


Mereka berdua pun pergi ke tempat berlatih memanah.


"Semoga kamu tetap sabar dalam menghadapi putri ku, pangeran Chian," Batin raja Wian.


"Suamiku, kenapa kamu diam saja?" Tanya permaisuri Lyana.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Ayo kita melihat para Maid yang sedang bekerja!" Kata raja Wian. Kemudian permaisuri Lyana mengangguk.


*****


Ditempat latihan pedang


Putri Lylyan Qiran(Lyly) sangat bersemangat dalam latihan memanah. satu jam kemudian mereka beristirahat.


"Cukup sampai disini saja latihan hari ini," Kata pangeran Chian.


"Masih asik tahu...," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Kita akan lanjut di latihan berikutnya," Kata pangeran Chian.


"Yasudahlah," Kata putri Lylyan(Lyly) memanyunkan bibirnya.


Kemudian mereka duduk berdua menikmati minuman dan makanan yang telah di siapkan Maid.


"Putri Lylyan!" Kata pangeran Chian. Tetapi tidak ada jawaban.


"Kamu tidak punya mulut untuk menjawab ku?" Tanya pangeran Chian kembali. Tetapi tidak ada jawaban juga. Hingga pangeran Chian kesal dan memutar badannya.


'Cup'


Pangeran Chian mencium dan ******* bibir putri Lylyan hingga beberapa detik kemudian dilepaskan.


"Iiihhh, kenapa mencium ku begitu?" Tanya putri Lylyan(Lyly) kesal.


"Salah siapa kamu tidak menjawab ku," Kata pangeran Chian dengan dingin.


"Biarin," Kata putri Lylyan(Lyly) ketus.


"Jangan marah. Di latihan selanjutnya kan kita belajar memanah lagi," Tutur pangeran Chian.


"Hmmm," Kata putri Lylyan(Lyly) malas.


"Nanti sore kamu mau tidak pergi ke pawai?" Tanya pangeran Chian.


"Pawai apa? Dimana? " Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Aku mau," Kata putri Lylyan Qiran seraya tersenyum.


"Baiklah, nanti sore kita akan pergi kesana," Seraya tersenyum.


Setelah itu mereka masuk ke dalam istana kemudian berpamitan pada raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran bahwa mereka nanti sore akan pergi ke pertunjukan itu. Dan di beri izin oleh raja dan permaisuri.


*****


Ditempat Pertunjukan(Pawai)


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran (Lyly) berjalan secara berdampingan. Di pawai itu banyak sekali orang yang datang dan juga yang berjualan. Baik perjualan pernak-pernik, makanan dan minuman.


"Wah, banyak sekali orang disini," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Kamu suka?" Tanya pangeran Chian. Lalu dibalas senyuman oleh putri Lylyan(Lyly).


"Pangeran, ayo kita beli itu!" Kata putri Lylyan(Lyly) menunjuk makanan. Lalu pangeran Chian mengiyakan.


Setelah itu putri Lylyan Qiran (Lyly) mengajak pangeran Chian membeli pernak-pernik. Putri Lylyan Qiran (Lyly) sibuk memilih.


"Pangeran, apakah ini bagus?" Tanya putri Lylyan(Lyly) menunjuk jepitan rambut.


"Bagus," Kata pangeran.


"Kalau yang ini dengan yang itu, bagusan mana?" Tanya putri Lylyan(Lyly) lagi.


"Terserah kamu saja," Kata pangeran Chian malas.


"Iiiiss, sudahlah tidak jadi," Kata putri Lylyan(Lyly) kesal.


"Kenapa?" Tanya pangeran Chian.


"Tidak tahu," Kata putri Lylyan(Lyly) lalu memanyunkan bibirnya.


"Yausudah, kita ambil dua-duanya saja," Tutur pangeran Chian.

__ADS_1


Kemudian mereka membeli dua jepitan rambut itu. Satu jepitan rambut di pasangkan oleh pangeran Chian Shin ke rambut putri Lylyan Qiran (Lyly). Yang satu lagi di bawa oleh putri Lylyan Qiran (Lyly).


Kemudian mereka berjalan menuju tempat pawai. Tetapi mereka dihentikan oleh seseorang.


"Tuan dan nona tidak ingin meramal?" Tanya peramal tua itu.


"Tidak," Kata pangeran Chian dingin.


"Aku mau, sepertinya asik," Kata putri Lylyan(Lyly).


"Kemarilah nona!" Kata peramal itu.


"Tidak boleh," Kata pangeran Chian menarik tangan putri Lylyan(Lyly).


"Kenapa?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Kalau kubilang tidak boleh ya tidak boleh," Tutur pangeran Chian.


"Pokoknya aku mau," Kata putri Lylyan(Lyly). Kemudian menghempaskan tangannya dari genggaman pangeran Chian. Lalu menuju tempat peramal itu.


Mau tidak mau pangeran Chian Shin juga mengikuti putri Lylyan Qiran (Lyly).


"Tunjukkan telapak tangan mu!" Kata peramal.


Putri Lylyan Qiran (Lyly) menunjukkan kedua telapak tangannya kemudian peramal itu meramal.


"Kamu mempunyai hati yang baik, penolong, manja dan polos, kamu juga disayang dengan orang yang dekat dengan mu" Kata peramal itu.


"Kamu juga sedang jatuh cinta dan juga dicintai oleh orang itu. Cinta mu tidak bertepuk sebelah tangan" Lanjut peramal itu.


"Benarkah?" Tanya putri Lylyan(Lyly) senang. Lalu diangguki oleh peramal itu.


"Tetapi...," Kata peramal itu sedikit ragu mengatakannya.


"Tetapi apa, peramal?" Tanya pangeran Chian. Karena ia juga penasaran.


"Tetapi nona ini nyawanya di ujung tanduk. Ada yang mengincar kebahagian dan nyawanya," Kata peramal itu sedikit takut.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran (Lyly) terkejut dengan yang dikatakan peramal itu.


"Tetapi nona jangan takut, ada seorang laki-laki yang akan melindungi mu. Tetapi aku tidak tahu siapa dia," Kata peramal itu.


"Apa dia sudah tua atau masih muda?" Tanya putri Lylyan(Lyly) penasaran.


"Ia masih muda, belum menikah. Dia adalah orang mencintai mu," Kata peramal itu seraya tersenyum. Kemudian diangguki oleh putri Lylyan(Lyly) paham dengan ucapan peramal itu.


"Kamu tidak ingin diramal, pangeran?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Tidak," Kata pangeran Chian dingin.


"Dasar gunung es," Kata putri Lylyan(Lyly) ketus.


"Aku tidak akan meramal mu tuan. Lagian tanpa kamu memperlihatkan telapak tangan mu juga aku bisa melihat kepribadian dan kisah cinta mu," Kata peramal itu seraya tersenyum.


"Peramal, apakah dia mencintaiku?" Tanya putri Lylyan(Lyly).


"Dari pandangan mata nya, tuan ini sangat perhatian dan khawatir pada nona," Kata peramal itu.


"Benarkah, pangeran?" Tanya putri Lylyan(Lyly) seraya tersenyum.


"Tidak perlu tahu. Ayo kita ke tempat pawainya," Kata pangeran Chian dingin.


Kemudian pangeran Chian Shin memberi 15 koin emas kepada peramal. Lalu menarik putri Lylyan Qiran (Lyly) pergi menjauhi tempat peramal itu. Sedangkan peramal hanya menggelengkan kepalanya melihat pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran (Lyly).


*


*


*


*


*


Like, coment, vote

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2