Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

Melanjutkan Perjalanan


Di perjalanan menuju istana kerajaan Qiran, putri Lylyan Qiran memecahkan keheningan.


"Pangeran Chian!" Putri Lylyan memanggil.


"Iya," Kata pangeran Chian.


"Pangeran ternyata baik juga ya," Kata putri Lylyan lalu tersenyum.


"Iya setiap orang pasti punya sisi baik juga," Kata pangeran Chian.


"Heheh," Putri Lylyan tertawa.


"Pangeran!" Putri Lylyan memanggil lagi.


"Apa," Kata pangeran Chian malas.


"Iiisss," Kata putri Lylyan kesal.


"Iya ada apa lagi putri Lylyan....," Kata pangeran Chian lalu tersenyum paksa.


"Kalau tidak ikhlas tidak usah senyum," Kata pitri Lylyan ketus.


"Sabar pangeran sabar, mengalah lah...," Batin pangeran seraya mengelus dada.


"Kenapa mengelus dada?" Tanya putri Lylyan.


"Tidak apa-apa," Kata pangeran Chian.


Setelah itu suasana hening pun melanda lagi hingga mereka sampai ke istana kerjaan Qiran.


*****


Istana Kerjaan Qiran


Sekte kerjaan Qiran memukul gendang menandakan ada yang datang.


"Duuuunnngg' Suara gendang.


"Pangeran Chian Shin dari kerjaan Shin datang ke istana...," Teriakan Sekte.


Setelah itu Pangeran Chian masuk kedalam istana kerjaan Qiran, dan disambut oleh raja Wian Qiran dan Permaisuri Lyana Qiran. Dan betapa terkejutnya Mereka melihat gadis yang di bawa oleh pangeran.


"Pangeran, gadis itu siapa?" Tanya permaisuri Lyana.


"Dia putri mu permaisuri Lyana," Kata pangeran Chian.


"Benarkah?" Tanya permaisuri Lyana tidak bercaya.


"Ibunda, ini aku Lylyan Qiran putri satu-satunya Ayahanda dan Ibunda," Kata putri Lylyan dengan mata berkaca-kaca.


"Putriku...," Kata permaisuri Lyana lalu memeluk putri Lylyan, mereka berdua menangis karena terharu.


"Ibunda... hiks," Kata putri Lylyan.


"Putri ku," Kata raja Wian.


Mereka saling berpelukan menghilangkan rasa rindu yang mereka rasakan bertahun-tahun.


"Ayahanda, Ibunda... Jangan menyuruhku pergu lagi hiks hiks," Kata putri Lylyan.


"Tidak akan, putriku," Kata permaisuri Lyana.


"Maafkan kami telah mengirim mu ke dunia modern, kami terpaksa melakukan itu," Kata raja Wian.


"Aku mengerti, Ayahanda," Kata putri Lylyan.

__ADS_1


Setelah itu mereka melepaskan pelukannya.


"Putriku, kamu semakin cantik," Kata permaisuri Lyana.


"Iya, sampai Ayahanda juga tidak mengenalimu," Kata raja Wian.


"Heheh, aku kan memang cantik dari dulu," Kata putri Lylyan seraya menghapus air matanya.


"Ck," Pangeran berdecak.


"Apa?" Kata putri Lylyan kepada pangeran Chian.


"Sudah-sudah jangan berantem. Memang putri Ibunda yang paling cantik," Kata permaisuri Lyana seraya tersenyum.


"Ohiya, terimakasih ya Lixhan, Xixin. Kalian telah merawat putri kami hingga dewasa seperti ini," Kata raja Wian.


"Tidak perlu berterimakasih raja Wian. Seharusnya kami yang berterimakasih selama ini raja telah memberi kehidup yang layak untuk kami berdua," Kata Lixhan.


"Iya raja, kami juga sudah menggap putri Lylyan sebagai anak kami juga," Kata Xixin


Raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran hanya tersenyum manis.


"Ohiya, masih ingat dengan rencana kita kan?" Tanya pangeran Chian.


Raja Wian Qiran, permaisuri Lyana Qiran, putru Lylyan Qiran, Lihan dan Xixin menganggu paham.


"Baguslah kalau begitu," Kata pangeran Chian.


"Tapi aku ingin tinggal dengan Ibunda dan Ayahanda ku...," Lirih putri Lylyan.


"Kamu bisa tinggal dengan mereka kok," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.


"Iya, kamu putriku akan pura-pura menjadi anak angkat kami sebelum kita menjatuhkan kerjaan Min," Kata permasuri Lyana.


"Lixhan dan Xixin juga kan tinggal disini. Mereka kan orang kepercayaan Ayahanda mu," Lanjut permaisuri Lyana.


"Terimakasih, Ayahanda," Kata putri Lylyan seraya tersenyum bahagia dan diangguki oleh raja Wian.


"Dan kamu Lixhan, Xixin. Besok jangan lupa. hadir di acara jamuan," Kata raja Wian.


"Baiklah, raja Wian," Kata Lixhan dan Xixin bersamaan.


Kemudian mereka berbincang-bincang hingga siang hari.


"Raja Wian dan permaisuri Lyana, sepertinya hari sudah siang saya mohon undur diri. Saya akan pulang ke kerajaan saya," Kata pangeran Chian.


"Yasudah, sana pulang," Kata putri Lylyan mengusir.


"Putriku, kamu tidak boleh seperti itu," Kata permaisuri Lyana. Tetapi putri Lylyan tidak menghiraukan ucapan permaisuri Lyana.


"Maafkan kami, kami tidak bisa memberi contoh yang baik untuk putru Lylyan," Kata Xixin.


"Jangan menyalahkan diri kalian, kalian tidak salah," Kata raja Wian seraya tersenyum.


"Raja Wian, saya permisi dulu," Kata pangeran Chian.


"Baiklah pangeran Chian. Mari kami antar sampai depan gerbang," Kata raja Wian dan diangguki oleh pangeran Chian.


Sstelah sampai depan gerbang, pangeran Chian Shin naik ke kreta kuda lalu pulang ke kerjaan Shin.


*****


Masih di Dalam Istana Kerajaan Qiran


Putri Lylyan Qiran masuk kedalam kamarnya di antar oleh permaisuri Lyana Qiran.


"Putriku, ini kamar mu. Masih seperti dulu," Kata permaisuri Lyana.

__ADS_1


"Iya, Ibunda. Kenapa Ibunda tidak merubahnya?" Tanya putri Lylyan.


"Karena jika Ibunda rindu dengan mu, Ibunda selalu tidur disini. Ibunda selalu menunggumu pulang kesini," Kata permaisuri Lyana sedih.


"Sudah lah Ibunda, jangan sedih lagi. Aku kan sudah pulang dan sudah ada di dekat Ibunda," Kata putri Lylyan seraya memeluk permaisuri Lyana.


"Baiklah, anakku," Kata permaisuri Lyana.


"Ohiya Ibunda, apakah aku boleh bertanya sesuatu? Tanya putri Lylyan.


"Tentu saja boleh, putriku," Kata permaisuri Lyana.


"Setelah aku pergi dari istana ini, apakah pangeran Chian sering datang kesini?" Tanya putri Lylyan.


"Iya putri ku. Dia sering kesini bersama Ayahanda dan Ibundanya, Mereka selalu meluangkan waktu untuk kesini," Kata permaisuri Lyana.


"Bukan hanya itu, saat pangeran Chian kesini, ia selalu duduk di taman depan istana tempat kalian bermain dulu, dan terkadang ia masuk ke kamar mu ini," Lanjut permaisuri Lyana.


"Benarkah?" Tanya putri Lylyan lalu di angguki oleh permaisuri Lyana.


"Saat kamu dikatakan meninggal dunia, sikap pangeran Chian semakin dingin kepada semua orang, termasuk kepada orang tuanya. Ia selalu menunggumu dan tidak mau dekat dengan perempuan lain. Padahal banyak yang suka dengannya," Kata permaisuri Lyana.


"Secinta itukah dia padaku?" Batin putri Lylyan dan mendengarkan penjelasan ibundanya.


"Ia menjadi pangeran yang kuat, berani, gagah dan disegani oleh semua orang di kerjaan Shin dan juga di kerjaan Qiran yaitu kerjaan kita ini. Ia selalu membantu dalam hal ide maupun materi untuk kerajaan kita saat kerjaan kita mendapatkan masalah," Kata permaisuri Lyana.


"Oooh," Kata putru Lyana.


"Ibunda, apakah pangeran Chian menerima perjodohan dari kerjaan Min?" Tanya putri Lylyan.


"Setau Ibunda, pangeran Chian tidak mau menerima perjodohan itu," Kata permaisuri Lyana.


"Baguslah kalau begitu, heheh," Kata putri Lylyan.


"Kenapa? Kamu suka dengan pangeran Chian?" Tanya permaisuri Lyana.


"Iya, Ibunda. Tapi jangan beri tahu siapa-siapa," Kata putri Lylyan dengan malu-malu.


"Ciee putri Ibunda jatuh cinta...," putri Lyana menggoda putri Lylyan.


"Ibunda, jangan menggoda ku...," Kata putri Lylyan seraya memanyunkan bibirnya.


"Iyaiya," Kata permaisuri Lyana.


"Kalau begitu istirahat lah dulu sayang," Perintah permaisuri Lyana.


"Baik Ibunda ku sayang," Kata putri Lylyan.


'Cup


Putri Lylyan mencium pipi permaisuri Lyana tanda sayang pada orang tuanya.


Kemudian permaisuri Lyana Qiran keluar kamar putru Lylyan Qiran.


*


*


*


*


*


Jangan lupa tinggalkan jejak :)


Like, Coment, Vote

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2