Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter30


__ADS_3

1 Bulan Kemudian


Kini, putri Lylyan Qiran sudah sembuh total. Sudah bisa beraktifitas seperti biasanya. Tetapi ia belum pulang ke istana kerjaan Qiran.


Pagi hari, terlihatlah dua insan yang duduk di kursi taman belakang istana kerjaan Shin, yaitu putri Lylyan Qiran dan pangeran Chian Shin.


"Pangeran, aku sekarang sudah sembuh," Kata putri Lylyan.


"Apakah aku sudah bisa pulang ke istana ku?" Tanya putri Lylyan pada pangeran Chian.


"Tentu saja boleh. Tapi kamu harus jaga kesehatan," Kata pangeran Chian.


"Baiklah. Terimakasih, pangeran ku," Kata putri Lylyan. Pangeran Chian pun mengangguk.


"Kapan kamu ingin pulang?" Tanya pangeran Chian.


"Terserah kamu saja. Aku ingin di antar oleh mu, naik kuda," Kata putri Lylyan seraya tersenyum.


"Dasar anak manja. Baiklah, tiga hari aku akan mengantarmu," Kata pangeran Chian seraya menarik hidung putri Lylyan. Putri Lylyan hanya memegangi hidungnya yang sedikit memerah.


"Lylyan, aku nanti mau pergi sebentar ya. Kamu disini saja," Tutur putri Lylyan.


"Kamu mau kemana?" Tanya putri Lylyan penasaran.


"Aku ingin pergi ke suatu tempat," Sahut pangeran Chian.


"Aku tidak mau disini. Aku mau ikut," Kata putri Lylyan.


"Tidak boleh," Kata pangeran Chian ketus.


"AKU MAU IKUT," Kata putri Lylyan. Ia menekan kata-katanya.


"Kamu mau ngapain ikut aku, heh? "Tanya pangeran Chian dengan aura dingin yang ia miliki.


"POKOKNYA, AKU MAU IKUT!!," Kata putri Lylyan berteriak.


"Apaan sih, jangan berteriak begitu!!" Kata pangeran Chian membentak.


"Huaaa. pangeran jahat, hiks hiks," Putri Lylyan berkata seraya menangis. Pangeran Chian terkejut.


"Jangan menangis, aku tidak sengaja membentak mu," Tutur pangeran Chian. Lalu ia memeluk putri Lylyan.


"Hiks hiks, pangeran tidak sa-sayang pada ku," Kata putri Lylyan seraya meronta-ronta tidak ingin di peluk. Memukul dada bidang pangeran Chian.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja. Jangan berkata seperti itu," Kata pangeran Chian semakin mengeratkan pelukannya. Putri Lylyan masih menangis hingga sesenggukan.


Beberapa menit, putri Lylyan Qiran pun berhenti menangis.


"Lylyan," Pangeran Chian memanggil putri Lylyan yang masih didalam dekapan pangeran Chian. Tetapi tidak ada jawaban. Lalu, pangeran Chian melepaskan pelukannya.


"Lylyan, kamu mimisan," Tutur pangeran Chian.


"Hmmm," Lirih putri Lylyan, badannya sangat lemas dan matanya terpejam.


"Maafkan aku, aku lupa," Kata pangeran Chian. Lalu ia menggendong putri Lylyan ke kamarnya. Sedangkan tubuh putri Lylyan sudah lemas sekali.

__ADS_1


Note:


Sejak kecil, putri Lylyan Qiran tidak bisa dibentak. Jika ia dibentak, lalu terkejut kamudian langsung menangis sampai lebih dari 5 menit, maka ia akan mimisan, dan seketika badannya akan lemah.


Pangeran Chian sudah tahu masalah itu, saat pangeran Chian hendak pergi ke dunia Modern untuk mencari putri Lylyan Qiran. Ia diberi tahu oleh raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran.


*****


"Putraku, kenapa kamu menggendong putri Lylyan?" Tanya raja Sanji sedikit bingung. Pangeran Chian berhenti berjalan menuju kamarnya.


"Lylyan mimisan, lemas, lalu pingsan, ayahanda," Kata pangeran Chian.


"Apa? Kamu apakan dia?" Tanya permaisuri Chylian terkejut mendengar ucapan anaknya.


"Aku lupa kalau Lylyan tidak bisa dibentak lalu mengangis sampai lebih dari lima menit," Kata pangeran Chian.


"Kenapa kamu bisa lupa?" Tanya permaisuri Chylian sedikit marah.


"Aku benar-benar lupa, Ibunda. Sudah lah, jika Ibunda ingin marah padaku, nanti saja. Aku ingin membawa Lylyan ke kamar ku," Tutur pangeran Chian.


"Yasudah, cepat lah!. Kami akan memanggilkan tabib" Kata permaisuri Chylian.


Dengan langkah cepat dan lebar, pangeran Chian Shin menuju kamarnya. Lalu ia membaringkan putri Lylyan Qiran di atas tempat tidur. Tidak lama kemudian, tabib pun datang ke kamar pangeran Chian Shin. Tabib itu memeriksa putri Lylyan Qiran.


"Putri Lylyan tidak bisa dibentak dengan suara keras. Jika sering terjadi, tubuhnya akan semakin lemah," Kata tabib.


"Dan penyakit seperti ini tidak bisa di obati. Maka, hindarilah membentaknya," Tutur Tabib itu lagi.


"Baiklah, Tabib," Kata pangeran Chian.


"Kalau begitu, saya keluar dulu," Kata Tabib.


"Terimakasih, Tabib," Kata raja Sanji. Tabib pun mengguk lalu keluar dari kamar itu.


"Putraku, jangan ulangi kesalahan mu lagi. Sudah dua kali kamu melakukan itu. Pertama, putri Lylyan celaka dan tidak sadarkan diri sampai beberapa bulan karena ulah mu. Yang kedua, dia tidak bisa dibentak, dan kamu membentaknya. Maka, hilangkanlah sikap dingin mu padanya, jangan penah membentaknya, jangan berbicara keras sampai putri Lylyan menangis," Tutur permaisuri Chylian mengingatkan putra nya.


"Iya, putraku. Jangan sampai nantinya kamu menyesal. Karena, kehilangan orang yang sangat kita cintai seperti kehilangan separuh jiwa kita sendiri," Kata raja Sanji.


"Baiklah, Ayahanda, Ibunda. Aku akan selalu mengingat," Kata pangeran Chian.


"Yasudah, kamu jaga putri Lylyan. Kami keluar dulu," Kata raja Sanji.


"Baik, Ayahanda," Kata pangeran Chian.


Raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin pun keluar dari kamar pangeran Chian Shin.


"Lylyan, maafin aku. Aku benar-benar lupa," Tutur pangeran Chian, lalu ia mencium punggung tangan putri Lylyan.


"Pangeran," Lirih putri Lylyan, ia baru sadar dari pingsan.


"Iya, aku disini," Kata pangeran Chian.


"Jangan pergi," Kata putri Lylyan lirih.


"Iya, aku tidak akan pergi. Aku akan pergi besok," Kata pangeran Chian.

__ADS_1


"Aku besok ikut ya?" Tanya putri Lylyan.


"Baiklah. Tapi kamu janji pada ku, jika kamu ikut. Kamu harus nurut apa kata ku," Tutur pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk.


"Sekarang, kamu tidur dulu ya!" Kata pangeran Chian. Ia mengelap hidung putri Lylyan yang masih ada sedikit darah.


"Baiklah. Tapi kamu temani aku!" Tutur putri Lylyan. Pangeran Chian pun tersenyum.


"Tidur lah sayang ku," Kata pangeran Chian.


'Cup'


Pangeran Chian mencium dahi putri Lylyan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Beberapa menit, putri Lylyan pun tidur.


"Aku tidak akan membiarkan mu terluka sedikit pun," Kata pangeran Chian seraya mengelus pucuk kepala putri Lylyan.


*****


Keesokan Harinya


Dipagi hari, pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran bersiap untuk pergi ke penjara bawah tanah. Tetapi putri Lylyan tidak tahu.


"Kamu sudah siap?" Tanya pangeran Chian.


"Sudah," Kata putri Lylyan antusias.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran melajukan kudanya ke arah penjara bawah tanah. Dua jam menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai ke tujuan.


"Pangeran, kita ada di mana? kenapa banyak penjaga berbadan besar, membawa panah dan pedang?" Tanya putri Lylyan sedikit takut. Ia memegang lengan pangeran Chian.


"Kita ada di gerbang menuju penjara bawah tanah," Tutur pangeran Chian.


"Kamu jangan takut, mereka tidak akan menyakiti kita," Kata pangeran Chian menenangkan putri Lylyan. Putri Lylyan pun mengguk.


Kemudian mereka masuk kedalam penjara bawah tanah yang sangat luas. Disana banyak penjaga dan banyak tahanan.


"Kita sudah sampai," Kata pangeran Chian.


"Kita ingin melihat siapa?" Tanya putri Lylyan.


"Nanti kamu akan tahu," Tutur pangeran Chian, lalu tersenyum.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2