Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter50


__ADS_3

"Kamu sangat haus ya?" Tanya pangeran Chian. Ia tersenyum pada istri nya.


"Iya, Suamiku," Sahut putri Lylyan dengan polos nya.


Pangeran Chian tersenyum pada istri nya.


"Dari tadi kamu tidak makan apa-apa. Jadi, sekarang buka mulut mu dan makan lah kue ini!" Perintah pangeran Chian. Ia menyuapi istri nya. Karena ia tahu, kalau istri nya pasti sedang lapar.


Putri Lylyan Qiran Shin pun menerima suapan dari suami nya.


"Terimakasih, Suamiku," Sahut putri Lylyan.


"Kamu suka?" Tanya pangeran Chian pada istri nya. Putri Lylyan pun mengguk.


Lalu, pangeran Chian terus menyuapi kue pada istri nya dengan perlahan.


"Ekhem-kehem," Putri Fiyen berdehem dengan suara agak kuat. Karena ia melihat adegang rumantis yang dilakukan pangeran Chian dan putri Lylyan.


Tetapi, pangeran Chian dan putri Lylyan tidak menghiraukan.


"Kamu kenapa putriku?" Tanya raja Sishan.


"Tidak apa-apa," Sahut putri Fiyen.


"Aku tahu kenapa putri Fiyen seperti itu," Sahut putri Yiyin.


"Pasti pada tidak paham, ya?" Sambung nya.


Para raja dan permaisuri tidak paham.


"Lihat itu!" Putri Yiyin berkata. Ia menunjuk dengan menggunakan mata dan bibir nya ke arah pangeran Chian dan putri Lylyan.


Para raja dan permisuri melihat ke arah pangeran Chian dan putri Lylyan.


"Astaga, mereka ini bermesraan tidak tahu tempat," Batin permaisuri Lyana.


"Putra dan menantuku memang benar-benar pasangan yang romantis. Kalau di buat pertunjukan drama cinta pasti seru," Celoteh permaisuri Lylyan membatin.


"Hmm, ceritanya yang pengantin baru menebar kemesraan nih," Celetuk permaisuri Liu.


"Aku jadi pengen di suapi seperti itu juga," Kata permaisuri Rin.


"Pemandangan yang begitu enak di pandang," Celoteh putri Phily.


"Aku jadi pengen punya suami," Sambungnya.


Putri Lylyan Qiran Shin hanya tersipu malu mendengar ucapan mereka. Sedangkan pangeran Chian Shin hanya diam saja dan tidak ambil pusing dengan celotehan para mermaisuri dan putri kerajaan.


"Suamiku, aku tidak mau di suapi lagi," Tutur putri Lylyan pada pangeran Chian. Ia bicara pelan.


"Kenapa?. Kamu malu ya di suapi sama suami sendiri?" Tanya pangeran Chian.

__ADS_1


"Bukan begitu, aku tidak malu kok di suapi oleh suamiku sendiri. Tapi aku tidak enak saja di lihatin para raja, permaisuri dan putri kerjaan," Sahut putri Lylan To The Point.


"Jangan hiraukan mereka, anggap saja mereka tidak ada," Sahut pangeran Chian tanpa dosa.


"Tapi kan...," Kata putri Lylyan.


"Kamu menurut pada ku atau tetap menghiraukan ucapan mereka?" Pangeran Chian memotong ucapan putri Lylyan. Ia memberi dua pilihan pada istri nya itu.


"Hmmm, baiklah. Aku menurut," Shaut putri Lylyan.


Ia pun melanjutkan memakan kue itu. Pangeran Chian Shin tetap menyuapi istri nya.


"Aku tahu, putri Fiyen pasti ingin mecari-cari kesempatan. Tidak akan ku biarkan dia merusak hubungan rumah tangga ku yang telah ku bangun ini. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua yang telah Tuhan berikan pada ku," Batin pangeran Chian.


Maka dari itu ia terus menebar kemesraan di depan para raja, permaisuri dan putri kerajaan. Agar mereka tahu, sangat besar cinta dan kasih sayangnya pada istri nya itu.


"Huuuh, mereka berdua membuat hatiku panas," Batin putri Fiyen.


"Memang aku sempat mengikhlaskan kalian menikah. Tetapi, karena keromantisan kalian, aku tidak akan tinggal diam," Batin nya lagi.


Beberapa jam, acara jamuan itu selesai tanpa ada kendala apa pun. Para tamu kerjaan pada pulang ke kediaman mereka masing-masing.


*****


Di kerjaan Min


Di dalam istana kerjaan Min, terlihatlah putri Fiyen Min yang perasaannya sedang bercampur aduk.


"Apa aku harus merebut pangeran Chian dari putri Lylyan?" Batinya lagi.


"Tetapi, putri Lylyan sangat baik pada keluarga ku. Apakah aku sanggup merebut suami nya," Ia membatin lagi.


"Duar," Permaisuri Axyun mengagetkan putri Fiyen.


"Iiih, Ibunda, Kenapa mengaggetkanku begitu?" Tanya putri Fiyen.


"Maaf-maaf. Kenapa. kamu melamun, putriku?" Tanya permaisuri Axyun. Ia pun duduk di sebelah putri nya.


"Tidak ada," Sahut putri Fiyen.


"Jangan bohong. Cerita lah dengan Ibunda," Tutur permaisuri Axyun.


"Sebenarnya ada yang mengganggu pikiran ku, dan membuat perasaan ku bimbang," Kata putri Fiyen. Ia masih bicara bertele-tele.


"Apa itu?" Tanya permaisuri Axyun.


"Aku irih pada putri Lylyan, Ibunda. Pangeran Chian memanjakan dan romantis pada putri Lylyan. Ibunda tadi melihatnya kan bagaimana pangeran Chian memperlakukan putri Lylyan waktu di istana kerjaan Lim," Tutur putri Fiyen. Ia menjelaskan pada ibunda nya.


"Kamu tidak boleh irih, putriku. Lagi pula, putri Lylyan pantas diberi kasih sayang oleh suami nya sendiri. Lagi pula, kamu kan sudah mengikhlaskan pangeran Chian menikah dengan putri Lylyan. Sekarang, kenapa kamu jadi seperti ini?" Tutur permiasuri Axyun.


"Entah lah, Ibunda. Dunia ini tidak adil bagi ku," Sahut putri Fiyen.

__ADS_1


"Huss, tidak boleh bicara seperti itu, pamali," Kata permaisuri Axyun.


"Hmm," Sahut putri Fiyen.


"Ibunda, aku ingin memiliki pangeran Chian," Kata putri Lylyan.


"Apa!!" Permaisuri Axyun terkejut.


"Kamu mau menghancurkan rumah tangga mereka? Apakah kamu tega menghamcurkan rumah tangga mereka?" Tanya permaisuri Axyun.


"Kamu kan tahu, betapa jahat nya kita pada pangeran Chian, terutama pada putri Lylyan. Kamu tahu itu kan?. Tetapi, putri Lylyan membantu Ayahanda dan Ibunda saat kami dijatuhi hukuman penjara bawah tanah. Dan saat kerjaan kita di landa kesusahan, pangeran Chian telah membantu kita. Dimana hati nurani mu, nak?" Sambungnya.


Putri Fiyen tidak menjawab sedikit pun, ia baru medengar ibunda nya semarah ini pada nya. Beberapa detik, ia pun buka suara.


"Tetapi, aku masih mencintai pangeran Chian," Sahut putri Fiyen.


"Kalau kamu cinta pada nya, maka biarkan pangeran Chian bahagia dengan putri Lylyan. Karena pangeran Chian hanya bisa bahagia jika di samping nya ada putri Lylyan," Sahut permaisuri Axyun.


"Tapi...," Kata putri Fiyen.


"Tidak ada tapi-tapian. Dan Ibunda yakin, Ayahanda mu juga akan marah jika kamu merusak rumah tangga orang," Sahut permaisuri Axyun. Ia marah pada putri nya.


"Ibunda tidak akan membiarkan mu merusak rumah tangga pangeran Chian dengan putri Lylyan. Jika kamu mengganggu rumah tangga mereka, kamu harus melangkahi dulu mayat Ibunda. Kamu harus paham itu!!!" Permaisuri Axyun sangat marah pada putri nya.


'Deg'


Jantung putri Fiyen berdetak kencang. Seakan jantungnya akan lepas dari tempat nya disebabkan ucapan permaisuri Axyun.


"Ibunda tidak habis pikir dengan pola pikirmu, putri ku," Sambung nya.


Lalu, permaisuri Axyun Min meninggalkan putri nya, ia pun menemui suami nya.


"Apakah aku terlalu keterlaluan ingin merusak rumah tangga pangeran Chian dengan putri Lylyan," Batin putri Fiyen.


"Tapi, benar juga yang dikatakan Ibunda. Aku tidak boleh merusak hubungan rumah tangga mereka. Aku tidak boleh egois," Batin nya lagi.


"Aku harus minta maaf pada Ibunda karena ucapan ku tadi," Gumam putri Fiyen.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2