Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter24


__ADS_3

Dalam Kamar Pangeran Chian


Pangeran Chian mendekati putri Lylyan Qiran yang belum sadarkan diri.


"Putri Lylyan, bangun lah!. Maafkan aku tidak bisa menjagamu. Jika kamu bangun, aku berjanji padamu, aku akan selalu terbuka padamu," Kata pangeran Chian seraya mengelus punggung tangan putri Lylyan.


"Jangan tinggalkan aku sendiri. Aku tidak bisa hidup jika kamu tidak hidup," Kata pangeran Chian meneteskan air matanya.


"Sabarlah, putraku!" Kata permaisuri Chylian.


"Bagaimana aku bisa sabar, sedangkan orang yang aku sayangi terbaring lemah," Tutur pangeran Chian.


"Jangan seperti ini, pangeran. Jika putriku tahu kamu lemah seperti ini, ia pasti akan kecewa padamu," Kata permaisuri Lyana.


"Kami orang tua kandungnya. kami juga sedih melihatnya seperti ini. Tetapi kami berusaha tegar dan kami yakin putri kami pasti sembuh," Kata raja Wian.


"Benar, putraku. Jika kamu ingin putri Lylyan Qiran sembuh, maka bangkitlah. Jangan terpuruk dalam kesedihanmu," Tutur raja Sishan. Lalu pangeran Chian mengguk.


"Baiklah. Aku juga tidak akan melanjutkan pernikahan ku dengan putri Fiyen Min," Kata pangeran Chian.


"Mengapa?" Tanya raja Wian.


"Karena aku sudah punya bukti yang kuat tentang penyerangan 11 tahun yang lalu. Lagi pula aku sama sekali tidak mencintainya," Tutur pangeran Chian.


"Dari mana kamu mendapatkannya?" Tanya raja Sanji.


"Dari putri Lylyan yang paling aku sayang," Kata pangeran Chian lirih.


"Dari mana ia mendapatkan bukti itu?" Tanya raja Wian tidak percaya.


"Ia sudah menyelidikinya dan mencari bukti. Dan ia mendapatkan bukti yang kuat. Tetapi aku tidak tahu kapan ia melakukan itu," Kata pangeran Chian.


"Aku juga tidak tahu hal itu, putriku tidak pernah cerita pada ku," Kata raja Wian tidak menyangka bahwa putrinya sangat cerdas dalam bertindak.


"Apakah bukti itu ada didalam kertas yang di beri oleh putriku pada mu?" Tanya permaisuri Lyana. Pangaran Chian mengguk.


"Aku tidak menyangka, ternyata Lylyan tersayang ku adalah perempuan yang cerdas" Kata pangeran Chian tersenyum.


"Lalu apa yang aka kamu lakukan?" Tanya permaisuri Chylian.


"Aku akan mencari Kinhan dan bekerja sama dengannya. Karena di kertas yang putri Lylyan tulis, ia mengatakan Kinhan tahu semua kebusukan raja Sishan Min," Kata pangeran Chian.


"Baiklah. Aku juga akan membawa bukti yaitu dengan menggunakan orang yang telah menusuk putriku tadi," Kata raja Wian.


"Jadi orang itu tadi suruhan raja Sishan Min?" Tanya permaisuri Lyana.


"Benar, Istriku," Kata raja Wian.


Mereka benar-benar tidak menyangka sebusuk dan sekejam itu keluarga Min terhadap putri Lylyan Qiran.


*****


3 Hari Kemudian


Pangeran Chian Shin sudah mengirimkan surat kepada raja Sishan Shin bahwa pangeran Chian Shin telah membatalkan pernikahannya dengan putri Fiyen Min.

__ADS_1


"Kurang ajar, beraninya pangeran Chian Shin mempermalukanku seperti ini!!" Marah raja Sishan. Kemudian meremas surat itu hingga kusut.


"Suamiku, kamu kenapa?" Tanya permaisuri Axyun.


"Pangeran Chian, membatalkan pernikahannya dengan putri kita," Kata raja Sishan.


"Apa!!," Kata putri Fiyen yang baru datang ke ruang kerjaan.


"Mengapa bisa terjadi, Ayahanda?" Tanya putri Fiyen.


"Entah lah, aku juga tidak tahu. Tiba-tiba ia mengirim surat pada ku bahwa pernikahan batal," Kata raja Sishan.


"Beraninya kamu mempermalukan kami, pangeran," Kata permaisuri Axyun marah.


"Apa yang harus kita lakukan, Ayahanda?" Tanya putri Fiyen.


"Aku belum tahu, putriku," Kata raja Sishan.


"Tapi, aku tidak ingin pernikahan ini batal," Kata putri Fiyen.


"Kita besok akan kesana. Menanyakan apa maksud dari semua ini," Kata raja Sishan.


Keesokan harinya raja Sishan Min, permaisuri Axyun Min dan putri Fiyen Min datang ke istana kerjaan Shin. Sampailah mereka di dalam istana kerjaan Shin.


"Maaf, raja Sanji. Kami datang kesini ingin menanyakan mengapa pangeran Chian membatalkan pernikahan ini? " Tanya raja Sishan.


"Tanyakan saja pada putraku," Kata raja Sanji.


"Pangeran Chian ada dimana, raja Sishan?" Tanya putri Fiyen.


Tidak butuh waktu lama, pangeran Chian Shin datang dan berjalan dengan gagahnya.


"Mengapa kalian mencariku?" Tanya pangeran Chian dengan suara dinginnya.


"Mengapa pangeran membatalkan pernikahan kita?" Tanya putri Fiyen, to the point.


"Heh, tanyakan pada Ayahmu!" Perintah pangeran Chian.


"Aku tidak paham, pangeran," Kata raja Sishan.


"Kamu tidak tahu ya?," Kata pangeran Chian. Lalu bertepuk tangan.


"Ingatkah dirimu, bahwa kamu memaksa ku untuk menikah dengan putri mu. Dan jika aku tidak menuruti mu maka kamu akan membunuh putri Lylyan," Tutur pangeran Chian dengan menahan amarahnya.


"Lagi pula apa hebatnya putri Lylyan itu. Cantik juga tidak," Kata putri Fiyen menghina.


"DIAM!!!. AKU SANGAT MENCINTAINYA," Kata pangeran Chian menekan kata-katanya dan marah.


"Pangeran, kamu tidak bisa seenaknya membatalkan pernikahan ini. Kami sudah mempersiapkan segala keperluan pernikahan. Kamu harus bertanggung jawab," Kata permaisuri Axyun.


"Aku tidak salah dengar?" Tanya pangeran Chian dengan senyum dibuat-buat.


"Kumohon, pangeran. Jangan batalkan pernikahan ini. Kami akan malu jika pernikahan ini batal," Kata raja Sishan.


"Aku minta maaf atas ancaman ku padamu dulu," Lanjut raja Sishan.

__ADS_1


"Kamu sudah terlambat, raja Sishan. Aku sudah memberi mu kesempatan. Tetapi kamu tetap melakukannya," Kata pangeran Chian.


"Maksudmu apa, pangeran?" Alibi raja Sishan.


"Hahahah, jangan berpura-pura menjadi orang bodoh, raja Sishan," Kata pangeran Chian.


"Berani sekali kamu mengatai Suamiku seperti itu," Kata permaisuri Axyun marah.


"Kamu tahu, perempuan yang aku cintai. Sekarang ia lemah tidak berdaya. Itu karena siapa? Karena raja Sishan yang licik dan tidak punya hati. Kamu menyuruh orang untuk membunuhnya. Padahal kamu sudah janji padaku tidak akan melukiannya walau sedikit," Teriak pangeran Chian sangat marah.


"Putraku, sabar lah," Kata permaisuri Chylian.


"Tenang lah sedikit, putraku!" Kata raja Sanji.


"Ibunda, Ayahanda. Selama ini aku sudah cukup sabar. Aku sudah tidak tahan lagi dengan perbuatan mereka," Kata pangeran Chian.


"Aku tidak melakukannya," Alibi raja Sishan.


"Aku punya bukti," Kata pangeran Chian.


"Pangeran, maafkan Ayahanda ku, dan kangan batalkan pernikahan ini," Kata putri Fiyen.


"Aku tidak peduli, nasi sudah menjadi bubur," Kata pangeran Chian.


"Pangeran, kasihani lah kami," Kata permaisuri Axyun berpura-pura.


"Tidak ada kata kasihan. Aku tetap akan membawa masalah ini ke pengadilan kerjaan. Dan diadili sesuai dengan peraturan yang berlaku di kerjaan. Dan aku akan memberi tahu pada pengadilan tentang kejadian 11 tahun yang lalu atas penyerangan di kerjaan Qiran." Tutur pangeran Chian.


"Kamu tidak akan bisa melawan ku, pangeran Chian," Kata raja Sishan dengan sombongnya.


"Siapa bilang? Kita lihat saja nanti di pengadilan kerjaan," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.


"Ayahanda, jangan bicara seperti itu. Aku hanya ingin pangeran Chian," Kata putri Fiyen.


"Sudahlah, putriku. Lupakan dia. Ayo kita pulang," Kata raja Sishan.


"Tapi," Kata putri Fiyen.


"Tidak ada tapi-tapian," Kata raja Sishan.


Lalu ia menarik putrinya keluar dari istana kerjaan Shin. Dan permaisuri Axyun Min mengikuti suaminya.


*


*


*


*


*


Ikuti terus ceritaku ya:)


Like, coment, vote

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2