Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter39


__ADS_3

Beberapa detik, putri Lylyan Qiran Shin mimisan. Karena terkejut dengan amarah suaminya.


"Maaf, aku tidak sengaja," Kata pangeran Chian. Ia. memeluk istrinya. Tetapi, tidak ada respon dari istrinya.


"Lylyan," Panggil pangeran Chian.


"Lylyan, Istriku. Bangun lah!" Kata pangeran Chian. Ia menepuk pipi istrinya dengan lembut. Tidak ada respon juga.


Pangeran Chian Shin pun menaruh istrinya lalu menyelimutinya. Kemudian, pangeran Chian Shin memanggil tabib yang berada di istananya. Pangeran Chian Shin dan tabib itu masuk kedalam kamar pangeran Chian.


Beberapa menit, tabib selesai memeriksa putri Lylyan Qiran Shin.


"Bagaimana keadaanya, Tabib?" Tanya pangeran Chian dengan cemas.


"Tubuhnya sangat lemah, bahkan lebih lemah dari yang pernah ku periksa beberapa waktu lalu. Kali ini dia benar-benar terkejut," Tutur Tabib.


"Ya, Tuhan. Apa yang telah kulakukan," Kata pangeran Chian. Lalu, ia mendekati istrinya.


"Biarkan putri Lylyan istirahat, jika ia sudah sadar, minumkan ramuan ini padanya," Tutur Tabib. Pangeran Chian Shin pun mengiyakannya.


Tabib itu pun keluar dari kamar, sedangkan pangeran Chian Shin menunggu istrinya yang belum sadarkan diri. Sampai ia tertidur di samping istrinya hingga pago hari.


*****


Pagi harinya, putri Lylyan Qiran Shin sudah sadarkan diri.


"Auuh, sakit sekali kepala ku," Gumamnya seraya memegang kepalanya.


Mendengar suara istrinya, pangeran Chian pun terbangun.


"Istriku, kamu sudah sadar," Ucap pangeran Chian. Lalu, ia duduk.


"Hmm," Sahut putri Lylyan.


"Minum lah ini, agar kamu baikan," Tutur pangeran Chian. Putri Lylyan pun menurut.


"Lylyan, aku minta maaf karena aku marah pada mu tadi malam," Tutur pangeran Chian.


"Tidak apa-apa," Sahut putri Lylyan.


"Ohiya, aku ingin pulang ke istana Qiran," Sambungnya.


"Yasudah, besok kita akan kesana," Sahut pangeran Chian.


"Aku ingin pulang sendiri, kamu disini saja mengurus kerjaan ini," Kata putri Lylyan tanpa melihat suaminya. Pangeran Chian mengerutkan dahinya.


"Kenapa? Urusan kerjaan bisa di tangani oleh Ayahanda, selama kita berada disana," Tutur pangeran Chian.


"Kamu disini saja. Aku ingin pulang sendiri. Nanti ayah Lixhan akan ku suruh menjemput ku, aku akan mengirim surat padanya hari ini," Tutur putri Lylyan.


"Kamu ingin meninggalkan ku, Istriku?" Tanya pangeran Chian.


"Tidak. Aku hanya ingin tinggal bersama orang tua kandungku di istana kerjaan Qiran," Sahut putri Lylyan.


"Itu sama saja kamu meninggalkan ku," Tutur pangeran Chian.


"Terserah apa kata mu," Sahut putri Lylyan.


"Apakah kamu masih marah pada ku?" Tanya pangeran Chian lirih.


"Tidak, aku tidak marah," Sahut putri Lylyan.


"Tolong tinggalkan aku sendiri!" Sambungnya.


"Istriku, maafkan aku," Kata pangeran Chian dengan lirih.


"Pergilah keluar, aku ingin sendiri!" Kata putri Lylyan.


Pangeran Chian pun pergi keluar kamar dengan wajah sedih. Ia sangat menyesal atas perbuatannya. Tapi mau bagaimana lagi, ibarat nasi sudah menjadi bubur.


*****

__ADS_1


Pangeran Chian Shin menuju ruang makan, disana sudah ada di sana.


"Putraku. Istri mu mana? Tanya raja Sanji.


"Dikamar," Sahut pangeran Chian.


"Kenapa tidak kamu ajak sarapan?" Tanya permaisuri Chylian.


"Apakah dia masih marah dengan mu?" Sambungnya.


"Dia sudah tidak marah dengan ku. Tetapi...," Tutur pangeran Chian terhenti.


"Tetapi apa?" Sahut permaisuri Chylian.


Pangeran Chian Shin menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya.


"Apa?" Permaisuri Chylian tidak menyangka.


"Sudah Ibunda katakan padamu, jangan terulang lagi," Sambungnya.


"Aku khilaf, aku harus bagaimana. Aku tidak mau dia pergi ke istana kerjaan Qiran tanpa diriku," Tutur pangeran Chian.


"Maaf, Putra ku. Kali ini kami tidak bisa membantu rumah tangga mu," Tutur raja Sanji.


"Kamu harus bisa menyelesaikan masalah mu sendiri. Jika kamu tidak bisa, kamu akan menyesal sendiri," Sambungnya.


"Baiklah," Sahut pangeran Chian.


"Sekarang, makan lah dulu!" Kata permaisuri Chylian. Pangeran Chian pun mengangguk.


Ke esokan harinya, Putri Lylyan Qiran Shin sudah pulang ke istana kerjaan Qiran. Ia dijemput oleh Lixhan yaitu ayah angkatnya.


*****


2 Minggu Kemudian


Kini putri Lylyan Qiran Shin sudah sudah dua minggu di istana kerjaan Qiran.


Didalam istana kerjaan Qiran, terlihatlah putri Lylyan Qiran yang sedang melamun di dalam ruang kerajaan.


"Apa kamu juga merindukan ku, Suamiku?" Batinnya lagi.


Tiba-tiba raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran datang.


"Putriku," Panggil permaisuri Lyana.


"Iya, Ibunda," Sahut putri Lylyan.


"Kamu ngapain sendirian disini, sayang?" Tanya raja Wian.


"Tidak apa-apa," Sahut putri Lylyan.


"Sayang, Ibunda boleh tanya sesuatu?" Tanya permaisuri Lyana. Putri Lylyan pun mengngguk.


"Apakah kamu ada masalah dengan suami mu?" Tanya permaisuri Lyana.


"Selama dua minggu ini kamu tidak pernah jujur dengan kami," Sambungnya.


"Tidak," Sahut putri Lylyan dengan bohong.


"Jujur lah, nak. Kami tidak akan marah pada mu," Tutur permisuri Lyana.


"Iya, aku sedang ada masalah dengan suami ku," Sahut putri Lylyan dengan lirih.


"Apakah masalah mu sangat parah sehingga kamu pulang kesini?" Tanya raja Wian.


"Entah lah, aku tidak tahu," Sahut putri Lylyan.


"Coba kamu cerita dengan kami, semoga kaami bisa memberi solusi," Tutur raja Wian.


"Jadi waktu itu...(Menceritakan dari A-Z)," Putri Lylyan menceritakan apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Begitulah ceritanya, Ayahanda, Ibunda," Kata putri Lylyan.


"Ooh seperti itu," Sahut permaisuri Lyana.


"Dari yang kamu ceritakan tadi. Ya memang suami mu salah pada mu. Tetapi, kamu juga salah. Jujur saja, sifat mu terkadang seperti anak kecil, putriku. Ya mungkin karena dia sangat capek dengan pekerjaan nya jadi dia tidak bisa menahan emosinya sehingga meluapkannya pada mu," Tutur raja Wian dengan lembut.


"Yang dikatakan Ayahanda mu itu benar, nak. Coba lah ubah sifat mu sedikit. Dan jika ada masalah, selesaikanlah dengan baik-baik. Seperti yang Ibunda katakan sewaktu kamu mau menikah," Tutur permaisuri Lyana.


"Tapi...," Sahut putri Lylyan.


"Sayang, jika kamu seperti ini terus. Masalah dalam rumah tangga mu tidak akan pernah membaik. Coba untuk mengerti satu sama lain," Permaisuri Lyana memotong ucapan putrinya.


"Lagi pula, sepuluh hari yang lalu suami mu sudah pernah menjemput mu kesini, tetapi kamu tidak mau menemuinya. Pasti ia sedih dengan sikap mu yang seperti ini, Putri ku. Pulang lah nak ke istana kerjaan Shin. Kasihan suami mu, ia pasti merindukan mu," Imbuh raja Wian.


"Baiklah, Ayahanda, Ibunda. Besok aku akan pulang kesana," Sahut putri Lylyan.


"Ayahanda, Ibunda. Apakah aku boleh memeluk kalian?" Tanya putri Lylyan.


"Tentu saja boleh," Sahut permaisuri Lyana.


Raja Wian Qiran dan permaisuri Lyana Qiran memeluk putri Lylyan Qiran Shin dengan penuh kasih sayang.


*****


Istana Kerajaan Shin


Disana, Didalam kamar terlihatlah pangeran Chian yang sudah seperti orang yang kehilangan semangat hidup.


"Aku memang bodoh, aku memang suami tidak. berguna," Celoteh pangeran Chian. Ia sedang mabuk.


"Lylyan, kenapa kamu tega meninggalkan ku. Aku minta maaf atas kebodohanku," Sambungnya.


'Tuaaarrr'


Suara gelas yang pecah karena di leparkan.


"Suamiku, kamu dengar suara itu?" Tanya permaisuri Chylian.


"Iya, sepertinya dari arah kamar Chian," Sahut raja Sanji.


Mereka berdua masuk kedalam kamar putra nya.


"Putraku, apa yang kamu lakukan?" Kata permaisuri Chylian.


"Ibunda jangan ikut campur. Pergilah kalian!!" Sahut pangeran Chian yang sudah setengah sadar karena kebanyakan minum arak (minuman yang memabukkan).


"Putraku, jangan minum arak lagi. Setiap hari kamu selalu minum-minum seperti ini!!" Permaisuri Chylian marah.


"Chian, jangan seperti ini. Sudah satu minggu lebih kamu mengurung diri dikamar," Tutur raja Sanji.


"Ayahanda, Ibunda. Untuk apa aku hidup jika istriku meninggalkan ku," Tutur pangeran Chian.


"Dia meninggalkan mu karena ulah mu sendiri. Sudah berapa kali kami mengingatkan mu agar berhati-hati dalam berbicara dan melakukan sesuatu," Sahut raja Sanji.


"Ayahanda memang benar. Aku memang tidak pantas untuknya. Aku benar-benar bodoh sehingga membuat istri ku pergi meninggalkan ku," Celoteh pangeran Chian.


"Kamu mau istri mu pulang kan?" Tanya permaisuri Chylian. Pangeran Chian hanya mengangguk.


"Kalau begitu bangun lah. Jangan mabuk-mabukan lagi!"Tutur permaisuri Chylian.


"Aku tidak akan beehenti minum arak jika istri ku belum ada disini," Sahut pangeran Chian.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Like, coment, vote


Lanjut...


__ADS_2