Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter43


__ADS_3

"Hmm," Pangeran Chian berdehem.


"Apa tujuan kamu datang ke gudang ku?" Tanya pangeran Chian.


"Saya mau minta sedikit bahan pangan yang tuan punya untuk istri dan anak saya dirumah," Sahut Yayan. Ia berkata dengan ragu-ragu.


"Baiklah, saya akan memberi beras untukmu," Kata pangeran Chian.


Pak Yayan pun tersenyum bahagia.


"Ermin, tolong ambilkan satu karung beras!" Perintah pangeran Chian.


" Baik, pangeran," Sahut Ermin. Ia pun mengambil satu karung beras didalam gudang.


Beberapa menit, Ermin pun keluar.


"Ini, pangeran," Kata Ermin seraya menyerahkan beras itu.


"Berikan pada Pak Yayan!"Perintah pangeran.


Ermin pun memberikan beras itu pada pak Yayan.


"Terimakasih, taun," Sahut Yayan antusias.


"Pak Yayan, ini ada sedikit koin emas untuk mu," Tutur pangeran Chian. Ia memberikan satu kantung koin emas pada Yayan.


"Gunakan lah beras dan koin ini untuk menafkahi istri dan tiga anak mu," Sambung pangeran Chian dengan bijak sana.


"Terimakasih, tuan," Kata Yayan. Ia berlutut pada pangeran Chian.


"Berdirilah!.Jangan seperti ini," Tutur pangeran Chian. Ia membantu Pak Yayan berdiri.


"Walaupun sikap mu dingin tetapi hati mu baik sekali, pangeran," Batin Ermin yang sedang menyaksikan ketulusan dan kebaikan pangeran Chian.


"Sekarang, pulanglah. Istri dan anak mu pasti sedang menunggumu," Tutur pangeran Chian.


"Baik, pangeran," Sahut Yayan.


"Sekali lagi, t**erimakasih, tuan," Sambungnya.


Pangeran Chian pun mengangguk.


Pak Yayan pun pulang ke rumah nya dengan mmebawa satu karung beras dan satu kantung koin emas yang telah di beri oleh pangeran Chian Shin.


"Ermin," Panggil pangeran pada penjaga gudang.


"Iya, pangeran," Sahut Ermin.


"Jika ada orang yang meminta bahan pangan kita. Maka cepat laporkan kepada ku," Tutur pangeran Chian.


"Baik, pangeran," Sahut Ermin.


"Kalau begitu, saya pulang dulu," Kata pangeran Chian. Dan dibalas anggukan oleh Ermin.


Pangeran Chian Shin pun pulang ke istana nya.


*****


Di Istana Shin


Sesampainya di istana kerjaan Shin, pangeran Chian Shin pun langsung masuk ke kamar nya.


"Dari mana?" Tanya putri Lylyan. Ia sedang berhias wajah karena sudah selesai mandi.


"Eh, ternyata istriku sudah mandi," Alibi pangeran Chian. Ia mendekati istrinya yang sedang memakai bedak.


"Jawab pertanyaan ku!!" Perintah putri Lylyan dengan galak.


"Jangan galak-galak, sayang. Nanti cantik nya hilang," Celoteh pangeran Chian.


"Mau menjawab pertanyaan ku tidak??" Sahut putri Lylyan.


"Iya-iya," Kata pangeran Chian.


"Aku habis dari menemui Ermin," Sambungnya.


"Ermin siapa?" Tanya putri Lylyan.


"Penjaga gudang bahan pangan," Sahut pangeran Chian.


"Oh," Sahut putri Lylyan. Ia pun selesai berhias.


'Cup'


Pangeran Chian mengecup pipi istrinya.


"Jangan cium-cium. Kamu belum mandi," Putri Lylyan tidak terima karena di cium.


"Walaupun aku belum mandi, tetapi aku masih tampan," Pangeran Chian membanggakan dirinya.

__ADS_1


"Kalau tampan tapi bau keringat sama saja jelek," Celetuk putri Lylyan.


"Huuuh," Pangeran Chian kesal.


"Kenapa? Mau marah? " Kata putri Lylyan.


"Tidak, Istriku yang cantik," Sahut pangeran Chian. Padahal didalam hatinya sedang kesal.


"Sana mandi dulu!" Perintah putri Lylyan.


"Hmm," Sahut pangeran Chian.


Pangeran Chian pun menuju kamar mandi, ia pun mrmbersihkan tubuhnya. Beberapa menit, pangeran Chian Shin pun selesai mandi.


*****


Malam Harinya


Pangeran Chian Shin, putri Lylyan Qiran Shin pun makan malam bersama raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin.


"Sayang, kamu sudah selesai makan?" Tanya pangeran Chian. Ia melihat istrinya hanya memakan makan malamnya empat sendok makan saja.


"Sudah," Sahut putri Lylyan.


"Istriku, kenapa makannya sedikit sekali?" Tanya pangeran Chian. Ia sedikit bingung.


"Aku tidak selera," Sahut putri Lylyan.


"Kalau kamu makan nya sedikit, nanti berat badan mu akan turun," Tutur pangeran Chian.


"Benar yang dikatakan suami mu, nak," Imbuh permaisuri Chylian.


"Tidak akan. Sudah lah, jangan pikirkan aku. Kalian lanjut makan saja," Tutur putri Lylyan seraya tersenyum.


Mereka pun melanjutkan makan malamnya. Setelah selesai makan malam, pangeran Chian pun berkata.


"Istriku, Ayahanda, Ibunda. Ada kabar buruk tentang kerjaan Min," Tutur pangeran Chian.


"Kabar buruk apa?" Tanya raja Sanji.


"Tadi ada salah satu rakyat kerjaan Min datang ke gudang...(Menceritakan dari A-Z)," Pangeran Chian menjelaskan.


"Terus apa hubungannya dengan kita?" Tanya permaisuri Chylian.


"Ya tidak ada. Hanya saja aku kasihan mendengar apa yang dikatakan laki-laki tua tadi sore," Tutur pangeran Chian.


"Bisa, Istriku," Sahut pangeran Chian.


"Aku sudah berencana membantu mereka," Sambungnya.


"Baguslah," Sahut putri Lylyan.


"Yasudah, kalau gitu kamu bantu mereka menggunakan bahan pangan yang kita miliki. Jika masih kurang, kita ambil lagi di kebun dan sawah," Tutur raja Sanji.


"Iya, Ayahanda," Kata pangeran Chian.


"Aku juga berfikir seperti itu," Sambungnya.


Tiba-tiba...


"Kenapa aku sangat mual?" Batin putri Lylyan.


Putri Lylyan langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya permaisuri Chylian.


"Aku mau ke kamar mandi, Ibunda," Sahut putri Lylyan. Ia menahan rasa mualnya.


"Huek," Putri Lylyan tidak bisa menahan rasa mualnya. Ia pun terburu-buru masuk kedalam kamar nya.


Pangeran Chian Shin, raja Sanji Shin dan permaisuri Chylian Shin hanya terdiam melihat putri Lylyan Qiran Shin.


"Istrimu kenapa?" Tanya raja Sanji.


"Aku juga tidak tahu," Sahut pangeran Chian.


"Tadi pagi dia juga muntah seperti itu, bahkan wajahanya sampai pucat," Sambungnya.


"Apakah dia sakit?" Tanya raja Sanji.


"Nanti dia sedang hamil tidak?" Imbuh permaisuri Chylian.


"Entah lah. Aku belum memeriksakan istriku pada tabib," Tutur pangeran Chian.


"Kalau begitu, besok kamu panggil tabib untuk memeriksa istrimu. Mudah-mudahan istrimu sedang hamil," Kata permaisuri Chylain antusias.


"Iya, Ibunda," Sahut pangeran Chian.


"Sana, susul istrimu!" Perintah raja Sanji.

__ADS_1


Pangeran Chian pun mengiyakannya. Lalu, ia pergi kedalam Kamarnya.


*****


Pangeran Chian mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang, kamu didalam?" Tanya pangeran Chian.


"Iya," Sahut putri Lylyan dengan suara lemah.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya pangeran Chian lagi.


"Aku tidak apa-apa," Tutur putri Lylyan seraya keluar dari kamar mandi.


"Kenapa wajahmu pucat lagi?" Tanya pangeran Chian. Ia sangat Khawatir.


"Aku hanya pusing dan mual. Aku mau istirahat saja," Sahut putri Lylyan.


Putri Lylyan Qiran dan pangeran Chian Shin pun berbaring di ranjang.


"Sayang, aku panggil tabib saja ya?" Tanya pangeran Chian.


"Aku tidak mau," Sahut nya.


"Hmm. Tapi, besok kamu harus di periksa tabib, ya. Agar kita tahu kenapa kamu seperti ini," Tutur pangeran Chian.


"Terserah kamu saja," Sahut putri Lylyan.


Lalu, putri Lylyan Qiran Shin memeluk suaminya. Dan pangeran Chian balik memeluk istrinya.


"Cium!" Perintah putri Lylyan. Ia mendongakkan wajahnya


"Tumben minta cium," Sahut pangeran Chian.


"Yasudah lah, tidak jadi," Tutur putri Lylyan. Ia memanyunkan bibirnya.


'Cup'


Pangeran Chian mengecup dahi istrinya.


"Lagi," Kata putri Lylyan.


"Tumben sekali dia seperti ini," Batin pangeran Chian. Ia mengerutkan dahinya.


"Kenapa diam?" Tanya putri Lylyan.


"Tidak apa-apa," Sahut pangeran Chian.


"Mau minta cium apanya?" Tanyanya.


"Ini!" Kata putri Lylyan seraya menunjuk bibirnya. Lalu, Pangeran Chian tersenyum.


'Cup'


Pangeran Chian mencium putri Lylyan sesuai dengan arahan istrinya. Ia juga memperdalam ciumannya. Beberapa detik, pangeran Chian meleaskan ciumannya.


"Kenapa mata mu masih terpejam?" Tanya pangeran Chian seraya memandang wajah istrinya.


Putri Lylyan pun membuka matanya.


"Tidak apa-apa," Sahutnya seraya tersenyum.


"Terimakasih, Suamiku," Sambungnya. Ia sangat bahagia.


"Iya, Istriku," Sahut pangeran Chian.


"Sudah puas belum?" Tanya pangeran Chian.


Putri Lylyan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa hari ini istriku sangat aneh," Batin pangeran Chian. Ia merasa aneh dengan sikap istrinya.


"Kita lanjut?" Tanya pangeran Chian. Dan di balas anggukan oleh putri Lylyan.


Pangeran Chian pun melanjutkan mencium istrinya. Mereka bukan hanya berciuman saja. Tetapi layaknya suami istri.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote


Lanjut...

__ADS_1


__ADS_2