Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter36


__ADS_3

Keesokan harinya, di pagi hari pangeran Chian Shin mengajak putri Lylyan Qiran ke suatu tempat. Yaitu taman bunga yang sangat luas.


"Sayang, kamu suka dengan bunga?" Tanya pangeran Chian.


"Iya," Sahut putri Lylyan.


"Kalau begitu, ayo ikut aku!" Perintah pangeran Chian.


"Kemana?" Putri Lylyan bingung.


"Sudah, ikut saja!" Perintah nya. Putri Lylyan pun mengangguk.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran pun pergi ke tempat itu. Mereka kesana menggunakan kuda.


Beberapa menit, sampailah mereka ke tempat itu. Mereka masih naik di kuda itu dan mengelilingi taman bunga yang begitu luas.


"Wah, Bungannya banyak sekali," Kata putri Lylyan dengan senang.


"Kamu suka?" Tanya pangeran Chian seraya tersenyum. Dan dibalas senyuman oleh putri Lylyan.


Pangeran Chian pun terus menunggangi kudanya. Sedangkan putri Lylyan duduk di depan pangeran Chian, ia melihat keindahan bunga-bunga itu. Ada yang sudah mekar, yang mau mekar dan yang masih kuncup.


Saat putri Lylyan masih melihat bunga-bunga itu, tiba-tiba pangeran Chian memberhentikan kudanya.


"Kenapa berhenti?" Tanya putri Lylyan. Tiba-tiba pangeran Chian turun.


"Suamiku, kenapa kamu turun?" Tanya nya lagi.


"Tunggu sebentar, kamu jangan turun," Sahut pangeran Chian. Lalu, pangeran Chian memtik satu bunga.


"Istri ku tersayang, ini bunga untukmu," Kata pangeran Chian.


"Wah, cantik sekali bunga itu," Sahut putri Lylyan.


"Sini, aku pasangkan ke rambut mu!" Kata pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk.


Lalu, pangeran Chian pun memasangkan bunga itu di rambut putri Lylyan yang dekat dengan telinganya.


"Istriku memang benar-benar cantik," Kata Pangeran Chian seraya tersenyum.


"Sudah dari lahir," Celetuk putri Lylyan seraya tersenyum.


"Kamu tahu nama bunga yang ada di rambut mu?" Tanya pangeran Chian. Putri Lylyan hanya menggelengkan kepalanya.


"Nama bunga itu, bunga Lyly," Lanjut pangeran Chian.


"Wah, hampir sama seperti nama ku," Sahut putri Lylyan senang.


"Iya. Nama mu dan diri mu sangat cantik seperti bunga Lyly, bahkan lebih cantik," Tutur pangeran Chian. Putri Lylyan hanya tersenyum.


"Aku ingin turun," Kata putri Lylyan.


Pangeran Chian pun membantu putri Lylyan Qiran turun dari kuda.


"Suamiku, aku sayang kamu," Kata putri Lylyan. Lalu ia memeluk suaminya itu.


"Aku juga menyayangimu," Sahut pangeran Chian seraya memeluk putri Lylyan.


Beberapa menit, mereka melepaskan pelukannya.


"Ayo kita keliling lagi!" Ajak pangeran Chian.


"Tapi gendong aku!" Sahut putri Lylyan.


"Kita naik kuda saja ya," Kata pangeran Chian.


"Aku tidak mau," Sahut putri Lylyan. Pangeran Chian hanya menghela nafasnya.


"Yasudah, naiklah ke punggung ku!" Perintah pangeran Chian.


"Tidak jadi, nanti saja kalau aku sudah capek," Sahut putri Lylyan dengan enteng.


"Astaga, apa sih mau nya. Sabar-sabar," Batin pangeran Chian.

__ADS_1


"Ayo kita jalan sekarang!" Kata putri Lylyan. Pangeran Chian pun mengangguk.


Mereka melanjutkan berkeliling taman itu dengan berjalan kaki. Lalu pangeran Chian memegang tali guda itu agar kudanya mengikut sesuai langkah mereka berdua.


"Bunga ini canti sekali. Warna nya merah, baunya harum lagi," Tutur putri Lylyan seraya menghirup bunga itu. Pangeran Chian hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah laku istri nya itu.


*****


Sudah satu jam mereka mengelilingi taman bunga yang sangat luas itu.


"Capeknya," Lirih putri Lylyan. Ia langsung mendudukkan tubuhnya di tanah.


"Eh, jangan duduk disitu, sayang ku,"Kata pangeran Chian.


"Tidak apa-apa, sebentar saja," Sahut putri Lylyan.


"Mau aku gendong?" Tanya pangeran Chian lembut.


"Tidak usah. Kamu pasti capek juga," Sahut putri Lylyan.


"Duduk saja dulu!" Perintah putri Lylyan.


Pangeran Chian Shin pun mendudukkan tubuhnya di samping istri polosnya. Putri Lylyan Qiran pun meletakkan kepalanya di bahu pangeran Chian Shin.


"Suamiku, terimakasih untuk semuanya. Aku sangat suka. Aku bersyukur memiliki mu," Kata putri Lylyan .


"Aku juga bersyukur memiliki dirimu. Aku akan melindungi mu dan menyayangimu sampai kapan pun," Sahut pangeran Chian. Pangeran Chian pun menangkup pipi putri Lylyan Qiran menggunakan kedua telapak tangannya.


"Tetaplah bersama ku. Hingga mau memisahkan," Kata pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk dan tersenyum.


'Cup'


Pangeran Chian Shin mencium bibir istri nya sampai beberapa detik. Setelah mereka kehabisan nafas, mereka pun melepaskan pungutannya.


"Terimakasih, Istriku Lylyan Qiran Shin," Kata pangeran Chian.


"Eh, tunggu dulu. Sejak kapan nama ku ditambah Shin?" Tanya putri Lylyan dengan bingung. Ia mengerutkan dahinya.


"Sejak kita sah menjadi suami istri," Sahut pangeran Chian.


"Terimakasih, Suamiku," Kata putri Lylyan.


"Iya sayang," Sahut pangeran Chian lalu memeluk istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Sekarang kita pulang yuk?" Tanya pangeran Chian.


"Tidak bisakah sebentar lagi baru pulang?" Tanya putri Lylyan.


"Kamu masih betah disini?" Tanya pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengangguk.


"Yasudah, tiga puluh menit lagi kita pulang," Kata pangeran Chian. Putri Lylyan pun senyum bahagia.


"Suamiku, kamu mau mendengar pantun ku?" Tanya putri Lylyan.


"Iya," Sahut pangeran Chian.


Putri Lylyan pun berpantun.


Karya : Author (Ayu)


Berjalan jauh menelusuri jalan


Akan tetapi tidak ada tujuan


Salam manis dari putri Lylyan


Untuk suamiku tersayang pangeran Chian


"Istriku ternyata pandai berpantun," Kata pangeran Chian seraya tersenyum.


"Iya dong," Sahut putri Lylyan dengan bangga.


"Mau dengar puisi ku?" Tanya nya. Pangeran Chian pun mengangguk.

__ADS_1


Putri Lylyan Qiran pun memulai Puisi nya.


Tema: Bunga


Karya : Author (Ayu)


***Bunga...


Engkau adalah tanaman yang pantas untuk dijaga


Engkau pembawa keindahan dalam kehidupan


Warna warni yang kamu miliki sebagai simbol keindahan mu


Bunga...


Secantik dan semekar apa pun dirimu


Kamu pasti akan mengalami layu


Seindah apa pun dirimu


Kamu pasti akan musnah


Itulah yang dinamakan kehidupan


Tidak akan pernah kekal selamanya***


Selesailah putri Lylyan Qiran berpantun dan berpuisi.


"Bagaimana, bagus tidak?" Tanya putri Lylyan seraya tersenyum.


"Sangat bagus, Istriku," Sahut pangeran Chian lembut.


"Kamu tahu? puisi yang telah kamu tuturkan tadi itu seperti dirimu. Dirimu bagaikan bunga dalam hidupku, yang membawa keindahan dan kecerahan selama hidupku. Walaupun suatu saat kamu akan layu seperti bunga, aku tetap akan mencintai mu dan menyayangimu serta menjagamu," Tutur pangeran Chian.


"Terimakasih, Suamiku," Sahut putri Lylyan. Lalu, ia memluk suaminya. Pangeran Chian pun balik memluk istrinya.


"Tidak perlu berterimakasih," Kata pangeran Chian seraya mengusap punggung istrinya dengan lembut.


'Cup'


Pangeran Chian mencium sekilas pucuk kepala putri Lylyan.


"Suamiku, kamu tidak ingin memberiku pantun atau puisi kepasa ku?" Tanya putri Lylyan.


"Aku tidak pandai berpantun dan berpuisi. Kamu kan tahu aku tidak pernah sekolah di zaman modern seperti kamu. Kamu juga tahu kalau aku ke dunia modern itu hanya untuk mencari mu, jadi aku tidak paham dengan hal begituan. Dan di zaman kuno tidak ada yang namanya pantun atau puisi," Sahut pangeran Chian dengan lembut.


"Heheh, aku lupa," Kata putri Lylyan.


"Tidak apa-apa. Biarpun aku tidak bisa berpantun dan berpuisi, tetapi cintaku dan kasih sayang ku hanya untukmu," Ucap pangeran Chian dari lubuk hatinya paling dalam. Putri Lylyan pun mengangguk dan tersenyum.


"Sekarang kita pulang yuk!" Ajak pangeran Chian.


"Baiklah," Sahut putri Lylyan.


"Tetapi, lain waktu kita kesini lagi ya!" Lanjutnya.


"Iya, Istriku yang polos yang paling saku sayang," Sahut pangeran Chian dengan lembut.


Mereka pun pulang ke istana kerjaan Shin. Mereka pulang dengan menggunakan kuda yang mereka gunakan saat pergi tadi.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2