Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Bertemu Gadis


__ADS_3

1 Bulan Kemudian


Satu bulan sudah di lalui pangeran Chian Shin di dunia/zaman modern. Kini ia sudah pandai dalam menggunakan alat-alat modern dan semakin mengerti tentang dunia modern.


Tetapi sangat disayangkan ia belum menemukan pujaan hatinya selama ini. Ia hampir putus asa. Ia selalu berdoa agar dipertemukan dengan pujaan hatinya. Dan tuhan pun menjawab doa-doanya.


"Aku bosan di rumah saja, mending cari angin sebentar," Pangeran berbicara sendiri.


Pangeran melajukan mobilnya ke arah taman kota, tiba-tiba ia tidak sengaja menabrak seseorang.


'Sssiiit'


Ban mobil berdesit karena di rem oleh pangeran Chian.


"Argh sial, siapa tadi yang menyebrang sembarangan!!" Kesal pangeran Chian.


Pangeran pun keluar dari mobilnya melihat siapa yang di tabraknya.


"Hey, ngapain kamu menyebrang sembarangan? Kalau kamu ingin mati terjun saja ke jurang," Kata pangeran Chian dengan dingin.


"Maafkan aku, aku hanya ingin meyelamatkan kucing yang akan Bapak tabrak tadi, sebelum aku memegangnya ia sudah lari" Kata gadis itu ketakutan.


'Deg' Jantung pangeran berdetak kencang, gadis itu mengingatkan ia tentang gadis polosnya di zaman kuno dulu.


"Maafkan aku...," Kata gadis itu ketakutan.


"Dasar gadis polos. Ya jelas lah ia akan lari... Bukanya kucing yang tertabrak, malah kamu nya yang tertabrak," Kata pangeran dengan dingin.


Gadis itu hanya diam membisu, takut dengan laki-laki yang ada dihadapannya.


"Kamu berdirilah!!" perintah pangeran Chian.


"Aku tidak bisa berdiri, kakiku sakit," Kata gadis itu.


"D**asar gadis bodoh, polos, merepotkan," Kesal pangeran Chian.


Lalu pengeran Chian Shin membantu gadis itu berdiri dan membawanya ke mobilnya. Membawa gadis itu ke rumah sakit terdekat. Awalnya gadis itu menolak tetapi karena aura dingin pangeran Chian Shin ia mengikutinya.


*****


Setelah dari rumah sakit


Selesai memeriksakan kaki gadis itu, mereka kembali ke mobil.


"Siapa nama mu?" Tanya pangeran Chian dingin.


"Nama saya Lyly," Kata gadis itu.


"Kenapa namanya hampir sama dengan putri Lylyan Qiran ya? mungkin hanya kebetulan saja namanya hampir sama," Batin pangeran Chian.


"Dimana rumah mu? " Tanya pangeran Chian.


"Dijalan merak jingga, Pak," Kata gadis itu.


Tanpa basa basi pangeran Chian Shin langsung lemajukan mobilnya kesana dengan bantuan google maps.


Ditengah perjalanan, Lyly tertidur Dan pangeran melirik-lirik Lyly.


"Mengapa wajahnya juga hampir mirip dengan putri Lylyan Qiran di waktu kecil. Pasti ada susuatu pada diri gadis ini" Batin pangeran Chian


Lalu ia bergumam, "Aku harus meyelidiki identitas Lyly. Hati ku mengatakan kalau Lyly ada hubungannya dengan putri Lylyan Qiran," Pangeran masih fokus menyetir mobilnya.


Setelah beberapa menit, Lyly mengigau memanggil orang tuanya.


"Ayahanda, Ibunda aku sayang kalian, Aku tidak ingin pergi jauh dari kalian hiks " Lyly mengigau sambil menangis.


Mendengar yang dikatakan oleh Lylyan, pangeran Chian Shin refleks memberhentikan mobilnya ketepian jalan. Akan tetapi Lyly tidak terbangun juga.


"Ibunda, Ayahanda? apa maksudnya apa?" Gumam pangeran Chian.


"Bunda, Ayahanda jangan menyuruhku pergi, hiks hiks," Kata Lylyan yang masih mengigau.


"Pasti dia putri Lylyan Qiran, aku yakin," Kata pangeran.


Terlihatlah sedikit ratai kalung yang di pakai oleh Lyly. Lalu pangeran secara diam-diam menarik kalung itu dengan perlahan dan terlihatlah permata biru yang sangat berkilau sama seperri yang dipakainya. Pangeran terkejut melihatnya.


"Apakah aku tidak salah lihat? Apakah ini mimpi?" Tanya pangeran Chian pada diri sendiri lalu ia menepuk pipinya ternyata sakit.

__ADS_1


"Hiks hiks" Lyly menangis masih mengigau.


"Tenang lah, masih ada aku disini...," Kata pangeran Chian menenangkan.


Karena merasa terganggu, Lyly pun terbangun.


"Emm...," Lyly menggeliat dan membuka matanya.


"Lah kenapa aku nangis? " Gumam Lyly.


"Kamu tadi mengigau lalu menangis," Kata pangeran Chian.


"Apa yang ku tangiskan? perasaan aku tidak mempunyai masalah apapun," Ujar Lyly.


"Apakah kamu lupa dengan yang kamu katakan saat mengigau? " Tanya pangeran.


Lylya hanya menganggukan kepalanya.


"Pasti itu tadi ingatannya di masa lalu, sebelum pergi ke zaman modern ini. Mungkin dia belum meningat masalalu nya," Batin pangeran Chian.


*****


Rumah Lyly


Lyly berjalan di bantu oleh pangeran Chian.


"Ayah, Bunda... Aku sudah pulang," Kata Lyly


"Iya sayang..," Kata Lixhan ayah Lyly.


"Loh kaki kamu kenapa, nak?" Tanya Xixin bundanya Lyly.


"Kenapa bisa seperti itu? " Tanya Lixhan.


Lalu Lyly menjelaskan apa yang telah terjadi padanya.


"Ooh begitu," Kata Lixhan dan Xixin bersamaan


"Jadi nama kamu Chian? " Tanya Xixin.


"Iya, Tante," Kata pangeran Chian.


"Mungkin salah dengar, Om," Kata Pangeran Chian.


"Iya, mungkin saja kamu salah dengar, Suamiku," Kata Xixin


"Kalau tidak salah aku mendengar nama itu di kerjaan Qiran sebelum kami zaman modern ini," Batin Lixhan.


Mereka pun berbincang-bincang hingga malam hari. Kemudian pangeran Chian Shin pulang kerumahnya.


*****


2 minggu kemudian


Setelah hari pertemuan pangeran Chian Shin dengan Lyly. Pangeran Chian pergi pulang ke kerajaannya yaitu kerjaan Shin untuk menyelesaikan masalah tentang penyerangan pada kerjaan Qiran oleh kerajaan Min.


"Putra ku, apakah kamu menemukan putri Lylyan?" Tanya raja Sanji.


"Iya, Ayahanda," Kata pangeran Chian.


"Benarkah, bagaimana kamu bisa mengenalinya, putra ku?" Kata permaisuri Chylian.


"Begini ceritanya...," Menceritakan dari A-Z.


"Apa kamu yakin dia adalah putri Lylyan? " Tanya raja Sanji.


"Iya, putra ku," Kata permaisuri Chylian.


"Aku yakin dia adalah putri Lylyan Qiran yang asli. Aku akan menyelidikinya lebih dalam lagi," Kata pangeran Chian.


Setelah mereka berbincang-bincang, pangeran Chian Shin beristirahat di kamarnya.


Keesokan harinya pangeran Chian Shin berpamitan kepada ayahanda dan ibundanya untuk pergi ke kerajaan Qiran untuk menemui raja dan permaisuri. Orang tua nya pun menyetujuinya.


*****


Istana kerajaan Qiran

__ADS_1


Pangeran Chian Shin menceritakan semua yang telah ia alami di dunia/zaman modern dan pertemuannya dengan Lyly.


Raja Wian Qiran dan Permaisuri Lyana Qiran sangat bahagia mendengarnya.


"Apakah kamu tahu siapa nama Ayah dan Ibunda Lyly, apakah nama mereka sudah berganti ? " Tanya raja Wian.


"Aku tidak tahu raja, karena aku belum menanyakannya. Tapi ku yakin mereka berdua adalah orang kepercayaan raja yang telah raja suruh merawat putri Lylyan di duni modern," Kata pangeran Chian.


Raja Wian Qiran menganggu paham dengan yang dikatakan pangeran Chian Shin.


"Kalau begitu jagalah putri ku disana. Jangan biarkan orang lain menyakitinya," Pinta permaisuri Lyana.


"Baik, permaisuri Lyana," Kata pangeran Chian.


"Bagaimana, kamu ada rencana untuk membuktikan kalau kerjaan Min yang menyerang kerajaanku?" Tanya raja Wian.


"Belum raja, saya masih mengutus mata-mata ke kerjaan itu. Agar saya mendapatkan infomasi yang lebih akurat," Kata pangeran Chian.


"Bagus lah kalau begitu," Kata raja Wian.


"Kapan kamu akan pergi ke zaman modern lagi, pangeran? " Tanya permaksuri Lyana.


"Besok malam, permaisuri Lyana," Kata pangeran Chian.


Besok malam, ditengah malam pangeran Chian pergi ke dunia modern.


*****


Dunia/Zaman Modern


Pangeran Chian Shin sudah sampai ke dunia modern, ia berinisiatif pergi kerumah Lyly pagi hari. Lalu ia pergi ke rumah Lyly, tak butuh lama sampai lah dditemoat tujuan.


"Permisi...," Pangeran Chian mengetuk pintu.


"Iya sebentar," Teriakan orang dari dalam.


Lalu terbukalah pintu rumah itu, dan nampaklah wanita hampir tua. Siapa lagi kalau bukan Xixin.


"Eh, ada nak Chian, mari masuk!" Kata Xixin.


"Terimakasih tante," Kata pangeran Chian.


Mereka berdua pun masuk kedalam rumah.


"Silahkan duduk nak Chian. Ohiya ngomong-ngomong ada apa datang kemari? " Tanya Xixin seraya tersenyum.


"Hanya main-main saja, Tan," Kata pangeran Chian.


"Om kemana, Tan? " Tanyanya.


"Oooh, dia manjaga toko. kami membuka toko pakaian di jalan bunga, dekat kok dari sini," Xixin menjelaskan.


"Oooh. Kalau Lyly nya ada dirumah, Tan? " Tanya pangeran Chian.


"Ada tuh di kamar masih tidur. Tadi sudah Tante banguni tapi dia tidur lagi," Kesal Xixin.


"Aku boleh membangunkannya Tan? aku tidak akan berbuat yang macam-macam," Kata pangeran Chian.


"Boleh. Kamarnya ada dilantai dua, sebelah kanan," Xixin menujukkan.


"Ooh iya Tan," Kata pangeran Chian.


Ia langsung pergi kekamar yang ditunjukkan oleh Xixin.


*


*


*


*


*


Dukung terus ceritanya...


Like, coment, vote...

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2