Pengeran Es VS Putri Polos

Pengeran Es VS Putri Polos
Chapter54


__ADS_3

Malam Harinya


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin sedang duduk ditaman.


"Hmm, aku sangat merindukan tempat ini," Tutur putri Lylyan.


"Akhirnya bisa menikmati suasana malam di sini bersama suamiku," Sambungnya. Ia berkata Pad diri sendiri.


"Kamu senang aku bisa menemanimu disini?" Pangeran Chian bertanya pada istrinya.


Putri Lylyan mengangguk dan tersenyum.


"Suamiku, terimakasih ya," Kata putri Lylyan.


"Terimakasih untuk apa?" Pangeran Chian balik bertanya pada istrinya.


"Karena kamu selalu ada untukku," Sahut putri Lylyan. Lalu, ia memeluk suaminya.


"Tidak perlu berterimakasih, seharusnya aku yang berterimakasih padamu karena kamu menerima segala kekuranganku," Tutur pangeran Chian. Ia juga membalas pelukan itu.


"Sayang, kita masuk yuk!" Pangeran Chian mengajak istrinya ke kamar.


"Baiklah," Sahut putri Lylyan.


"Tumben nurut," Celetuk pangeran Chian.


"Iiisss nyebelin," Sahut putri Lylyan. Ia memanyunkan bibirnya.


"Heheh, maaf-maaf," Kata pangeran Chian.


"Hmm," Kata pangeran Chian.


Tiba-tiba.


"Turunkan aku," Kata putri Lylyan. Ia digendong oleh suaminya.


"Aku tidak mau," Sahut pangeran Chian.


"Iiiih, aku malu nanti dilihat oleh Ayahanda dan Ibunda," Kata putri Lylyan.


"Tidak usah malu. Pagangan yang bagus!" Sahut pangeran Chian.


Putri Lylyan pun mengikuti ucapan suaminya.


*****


Dikamar


"Lelah sekali," Gumam pangeran Chian.


"Mau aku pijitin?" Putri Lylyan bertanya pada suaminya.


"Eh," Pangeran Chian terkejut.


"Katanya kamu lelah. Jadi aku mau mijitin kamu," Kata putri Lylyan. Ia tersenyum pada suamimya.


"Gausah. Kamu juga pasti lelah," Sahut pangeran Chian.


"Aku tidak lelah," Sahut putri Lylyan.


"Aku pijitin ya. Kamu mau minta pijitin apanya? " Sambungnya.


"Bahu dan punggung saja," Kata pangeran Chian.


Putri Lylyan Qiran Shin memijut suaminya.


"Ternyata istriku pandai memijit juga," Celoteh pangeran Chian.


"Ya iya lah, aku gitu loh, wanita serba bisa," Sahut putri Lylyan. Ia membanggakan dirinya sendiri.


"Hmm, Iya Istriku lah yang paling pandai," Kata pangeran Chian.


"Eh, mau ngapain?" Tanya putri Lylyan. Setelah tangannya ditarik oleh pangeran Chian dan sudah duduk di pangkuan suaminya itu.


"Mau olahraga malam bersama Istriku," Sahut pangeran Chian berbisik di telinga istrinya.


"Ngapain olahraga malam-malam. Pesok pagi saja kita olahraga ditaman belakang," Sahut putri Lylyan. Ia sama sekali tidak paham.


"Dasar Istri polos," Kata pangeran Chian. Lalu, ia mencubit pelan hidung istrinya.


"Maksud aku bukan olahraga seperti itu," Sambungnya.


"Jadi?" Tanya putri Lylyan.


"Olahraga layaknya suami istri," Sahut pangeran Chian. Ia mengeluarkan senyum semirknya.

__ADS_1


"Dasar mesum!!" Kata putri Lylyan.


"Mesum dengan istri sendiri kan tidak apa-apa," Bisik pangeran Chian.


"Apaan sih. Geli aku dengarnya," Kata putri Lylyan.


'Cup'


Pangeran Chian mencium putri Lylyan.


"Iiih, aku sedang hamil," Kata putri Lylyan. Ia melepas ciumannya. Ia mencari alasan.


"Hmm, yasudahlah," Sahut pangeran Chian.


"Kamu marah padaku?" Tanya putri Lylyan.


"Tidak, Istriku," Sahut pangeran Chian. Ia selalu memahami istrinya.


"Terimakasih suamiku," Sahut putri Lylyan.


"Yasudah, ayo kita tidur!" Pangeran Chian mengajak istrinya berbaring.


Mereka berdua pun berbaring bersebelahan dalam satu selimut.


*****


Beberapa Menit Kemudian


"Suamiku," Putri Lylyan memanggil suaminya.


"Iya, sayang," Sahut pangeran Chian. Matanya masih terpejam.


Tiba-tiba.


"Eh, kenapa kamu duduk di atas perutku, sayang?" Tanya pangeran Chian. Ia sudah membuka matanya. Ya, putri Lylyan sudah berada di atas pangeran Chian.


"Heheh. Bisakah kita lanjutkan yang tadi?" Tanya putri Lylyan dengan serius.


Pangeran Chian mengerutkan alisnya karena tidak paham.


"Yasudahlah. Tidak jadi," Kata putri Lylyan. Ia sedikit kecewa karena suaminya tidak peka.


"Jangan kecewa. Aku paham kok apa yang kamu maksudkan," Kata pangeran Chian. Ternyata ia hanya berpura-pura tidak paham.


"Ternyata Istriku memiliki inisiatif juga ya. Memang Istri terbaik," Sambungnya.


Putri Lylyan Qiran Shin tersenyum.


"Aku yang ambil alih," Kata putri Lylyan.


"Terserah kamu saja," Sahut pangeran Chian seraya tersnyum manis.


'Cup'


Putri Lylyan mencium bibir suaminya. Ia berada diatas suaminya.


Malam itu, putri Lylyan Qiran Shin yang mengambil alih. Pangeran Chian Shin hanya mengikuti kemauan dan permainan istrinya. Malam itu menjadi malam yang terindah untum dua insan yang sedang dimabuk cinta.


*****


Pagi Harinya


"Ternyata kamu ganas juga kalau lagi mau," Gumam pangeran Chian. Ia mengingat-ingat yang terjadi tadi malam.


"Istriku sayang, terimakasih untuk tadi malam," Sambungnya. Lalu ia mengelus pipi istrinya.


"Emmm," Putri Lylyan merasa terganggu tidurnya.


"Suamiku, kamu sudah bangun," Kata putri Lylyan.


"Iya, sayang," Sahut putri Lylyan.


"Maaf ya, aku sudah buat kamu bangun," Sambungnya.


Putri Lylyan hanya tersenyum.


"Suamiku, aku sangat sayang padamu," Kata putri Lylyan. Lalu, ia memeluk suaminya.


"Aku juga sangat sayang padamu, Istriku," Sahut pangeran Chian. Ia membalas pelukan istrinya.


"Ayo kita mandi, ini sudah pagi," Sambungnya.


"Sebentar lagi," Sahut putri Lylyan.


"Sayang, apakah kamu belum puas dengan tadi malam. Sampai kamu tidak mau bagun," Pangeran Chian menggoda istrinya.

__ADS_1


"Iiih. Apaam sih. Dasar nyebelin!!" Putri Lylyan kesal.


"Makanya, ayo kita mandi. Abis itu kita keluar dan sarapan," Tutur pangeran Chian.


"Hmm, iya-iya," Sahut putri Lylyan. Ia malas menanggapi suaminya.


*****


Sore Harinya


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin sedang berjalan-jalan mengelilingi istana.


"Wah, ada kelinci," Putri Lylyan melihat kelinci yang meloncat-loncat di bawah pohon.


"Mana?" Tanya pangeran Chian. Ia melihat-lihat disekeliling istana.


"Itu dibawah pohon," Sahut putri Lylyan.


"Aku mau kesana," Sambungnya.


Tiba-tiba putri Lylyan berlari.


"Lylyan," Teriak pangeran Chian. Dan putri Lylyan pun berhenti berlari.


"Apaan sih," Putri Lylyan kesal.


Pangeran Chian menghampiri istrinya.


"Sudah berapa kali aku bilang padamu, jangan berlari," Ucap pangeran Chian.


"Maaf, aku lupa," Tutur putri Lylyan.


"Jangan marah," Sambungnya.


"Hup," Pangeran Chian menghela nafasnya.


"Yasudah jangan dibahas lagi," Tutur pangeran Chian.


"Jadi aku boleh menangkap kelinci itu?" Tanya putri Lylyan pada suaminya.


"Boleh, tapi jangan berlari," Sahut pangeran Chian.


"Ayo kita kesana bareng!" Sambungnya.


Pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin menuju bawah pohon itu. Sesampai sana, pangeran Chian menangkap kelinci itu dan memberikannya pada istri tercintanya.


"Terimakasih, Suamiku," Kata putri Lylyan seraya tersenyum manis.


Pangeran Chian Shin hanya tersenyum.


"Kelinci manis. Dari mana asal kamu, kenapa kamu sampai ke istanaku," Kata putri Lylyan seraya menggendong kelinci itu.


"Eh," Putri Lylyan terkejut. Kelinci itu terlepas dan melarikan diri.


"Yah, lepas," Kata putri Lylyan.


"Yasudahlah, biarkan saja," Kata pangeran Chian.


"Kelinci itu juga ingin bebas," Sambungnya.


"Tapi aku mau kelinci itu, Suamiku," Putri Lylyan merengek layaknya seperti anak kecil.


"Sayang, dengarkan aku!" Perintah pangeran Chian seraya menangkup pipi istrinya.


"Kita tidak boleh mengurung kelinci itu. Kelinci itu juga butuh kebebasan. Seperti layaknya manusia psti tidak mau di kekang dan ingin bebas tanpa ada dibatasi," Tutur pangeran Chian.


"Hmm, baiklah," Sahut putri Lylyan.


"Itu baru Istriku yang paling baik," Kata pangeran Chian.


"Yasudah, ayo kita jalan-jalan lagi! " Pangeran Chian mengajak istrinya.


Putri Lylyan mengiyakannya dan tersenyum manis.


*


*


*


*


*


Like, coment, vote

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2