
Didalam kamar
Terlihatlah putri Lylyan Qiran Shin yang sedang tertidur pulas. Pangeran Chian Shin mendekati istrinya. Ia sesikit terkejut melihat istrinya.
"Kenapa hidungnya ada darah yang keluar dan matanya sembab, Apa dia habis menangis?" Batin pangeran Chian.
"Maafkan aku, Istriku," Lirih pangeran Chian.
"Betapa bodoh nya diriku, pergi keluar tidak memberi tahunya dan meninggalkannya," Batin nya lagi. Ia memandangi wajah istrinya yang sedang tertidur.
"Hiks, hiks," Putri Lylyan mengingau menangis.
"Sayang, kenapa menangis?" Panggil pangeran Chian. Tetapi tidak ada respon dari istrinya.
"Dia sampai mengigau menangis begini. Maafkan aku, sayang," Batin pangeran Chian. Ada penyesalan pada dirinya.
"Sayang, bangun yuk! Kamu makan dulu!" Kata pangeran Chian seraya mengelus pipi istrinya.
Putri Lylyan membuka matanya perlahan.
"Seuamiku," Kata putri Lylyan dengan suara serak. Ia mendudukkan tubuhnya.
"Iya, sayang," Sahut pangeran Chian.
"Kamu marah pada ku?" Tanya putri Lylyan.
"Tidak, sayang," Sahut pangeran Chian.
"Lalu, kenapa kamu pergi keluar tidak bilang pada ku?" Tanya putri Lylyan. Ia tidak bisa lagi menahan tangisnya.
"Maafkan aku. Tadi, aku kira kamu tidak akan peduli padaku," Kata pangeran Chian.
"Kamu tega pada ku, hiks hiks. Sejak kapan aku tidak peduli pada mu, hiks," Putri Lylyan menangis hingga sesenggukan.
"Jangan menangis lagi, sayang. Nanti kamu mimisan lagi," Kata pangeran Chian seraya menghapus air mata istrinya.
"Jangan tinggalkan aku!" Kata putri Lylyan. Ia langsung memeluk suaminya.
"Tidak, sayang," Sahut pangeran Chian seraya membalas pelukan istrinya.
"Kenapa kamu pergi lama sekali, kamu ngapain di luar sana? hiks," Tanya putri Lylyan. Pangeran Chian pun menceritakan apa yang ia lakukan di luar tadi.
"Kamu menungguku?" Tanya pangeran Chian.
"Hmm," Sahut putri Lylyan.
Lalu, pangeran Chian melepaskan pelukannya.
"Sudah, jangan memangis lagi ya!" Kata pangeran Chian. Putri Lylyan pun mengguk.
"Kamu belum makan dari tadi siang ya?" Tanya pangeran Chian lagi.
"Iya...," Sahut putri Lylyan.
"Ayo kita makan berdua!" Kata pangeran Chian. Lalu putri Lylyan pun mengukuti pangeran Chian.
Mereka pun pergi makan malam bersama. Saat di ruang makan, para Maid langsung menyiapkan makanan. Pangeran Chian pun menyendok nasi serta lauknya kedalam piringnya.
"Aaaaa," Pangeran Chian menyuapi putri Lylyan. Putri Lylyan pun membuka mulutnya, lalu memakan makanan itu.
Pangeran Chian dan putri Lylyan Qiran Shin makan satu piring berdua. Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar.
Didalam kamar, pangeran Chian Shin dan putri Lylyan Qiran Shin langsung merebahkan badanya.
"Sayang, kita tidur ya!" Kata pangeran Chian dengan lembut.
"Tapi peluk!" Sahut putri Lylyan.
"Iya, Istri manja ku," Kata pangeran Chian.
Pangeran Chian pun memeluk tubuh putri Lylyan dengan lembut dan penuh kasih sayang.
__ADS_1
'Cup'
Pangeran Chian mengecup pucuk kepala putri Lylyan.
"Sekarang tidur lah!" Kata pangeran Chian.
"Baiklah," Sahut putri Lylyan. Lalu ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suami tercinta nya.
"Selamat malam sayang," Tutur pangeran Chian.
"Iya, selamat malam juga, Suamiku," Sahut putri Lylyan.
Mereka pun memejamkan mata mereka, beberapa menit kemudian mereka tenggelam dalam tidur malam nya. Mereka tidur dengan posisi berpelukan.
*****
Tengah malam, putri Lylyan Qiran Shin terbangun dari tidurnya. Ia pergi ke kamar mandi, setelah itu ia balik ke tempat tidurnya.
"Suamiku kalau lagi tidur semakin tampan," Batin putri Lylya seraya tersenyum.
Lalu, putri Lylyan Qiran Shin merebahkan tubuhnya. Ia mengelus pipi suaminya, setelah itu ia memeluk suaminya. Dan mendekatkan pada wajah suaminya.
"Sayang, kenapa kamu bangun?" Tanya pangeran Chian. Ia terusik tidurnya karena pergerakan istrinya.
"Tadi habis dari kamar mandi," Sahut putri Lylyan.
"Oooh, yasudah. Tidur lah lagi!" Ucap pangeran Chian. Ia sangat mengantuk.
"Iyaiya," Sahut putri Lylyan.
'Cup'
Dahi putri Lylyan di kecup.
Pangeran Chian pun memluk istrinya, lalu ia tertidur. Sedangkan putri Lylyan tidak bisa tidur lagi. Ia terus menerus menggerakkan tubuhnya.
"Kenapa aku jadi tidak bisa tidur lagi?"Batin putri Lylyan.
Putri Lylyan Qiran Shin pun keluar dari kamar. Ia menuju luar istana kerjaan Shin. Tetapi ada seseorang yang mengejutkannya.
"Putri Lylyan," Panggil penjaga istana.
"Iiihhh, kenapa kamu mengaget kan ku," Sahut putri Lylyan.
"Putri mau kemana malam-malam begini?" Tanya penjaga itu.
"Aku mau cari angin, aku tidak bisa tidur," Sahut putri Lylyan.
"Tapi, nanti pangeran Chian akan mencari mu," Kata pengawal itu.
"Tidak, dia sudah tidur," Sahut putri Lylyan.
"Kamu tenang saja, Suamiku tidak akan marah padamu karena membiarkan ku keluar," Sambungnya.
"Pergilah berjaga lagi. Jangan sampai ada penyusup yang masuk ke istana," Tutur putri Lylyan.
"Baiklah, putri. Saya pergi dulu!" Kata penjaga istana. Lalu ia pergi meninggalkan putri Lylyan yang sedang berada di depan istana.
"Hawanya dingin sekali, tetapi sangat nyaman," Guamam putri Lylyan.
Putri Lylyan Qiran Shin memjamkan matanya dan merasakan setiap hembusan angin yang menerpa tubuhnya.
*****
Disisi lain, pangeran Chian Shin meraba tempat tidur nya, ternyata ada sesuatu yang hilang di sampingnya.
"Astaga," Pangeran Chian langsung tersentak.
"Istriku kemana? Bukannya tadi ada disini," Batinnya.
Pangeran Chian Shin langsung mencari keberadaan istri polos nya itu, ia mencari ke dalam kamar mandi ternyata tidak ada.
__ADS_1
"Kemana dia?" Gumamnya.
Ia pun keluar dari kamar nya, lalu mencari di sekitaran ruangan yang ada di dalam istana, ternyata tidak ada juga. Lalu, pangeran Chian Shin melihat pintu istana sedikit terbuka. Kemudian ia keluar, dan ia melihat istrinya sedang berdiri didepan.
"Dasar nakal. Tengah malam begini keluyuran," Kata pangeran Chian seraya memeluk istrinya dari belakang.
"Maaf, aku hanya tidak bisa tidur," Sahut putri Lylyan.
"Kalau kamu tadi diculik gimana?" Tanya pangeran Chian kesal.
"Ya kamu tinggal cari penggantiku. Kamu kan tampan," Sahut putri Lylyan.
"*D*asar kancil nakal," Kata pangeran Chian.
"Biar nakal tapi cerdik," Sahut putri Lylyan tidak mau kalah.
"Hmmm," Kata pangeran Chian.
"Kenapa kamu bangun?" Tanya putri Lylyan. Lalu, ia memegang tangan suaminya.
"Karena aku meraba tempat tidur ternyata kamu tidak ada, jadi aku bangun," Sahut pangeran Chian.
"Ayo masuk kamar, di luar sangat dingin. Nanti kamu bisa sakit, Sayang," Sambungnya.
"Sebentar lagi," Sahut putri Lylyan.
"Tidak ada kata membantah," Kata pangeran Chian kesal.
Pangeran Chian menggendong istrinya dengan bridal.
"Lepaskan, aku masih mau di luar," Kata putri Lylyan meronta-ronta.
"Kalau kamu tidak menurut, aku akan pergi meninggalkan mu," Sahut pangeran Chian. Ia sedikit mengancam.
Mendengar itu, putri Lylyan Qiran Shin pun terdiam dan tidak meronta-ronta lagi.
Tidak lama kemudian, mereka sampai ke dalam kamar. Pangeran Chian meletakkan istrinya dengan keras di atas ranjang/tempat tidur.
"Bisakah pelan sedikit, jangan membantingku seperti itu," Kata putri Lylyan, ia tidak terima.
"Kalau tidak mau dikasari, makanya jangan membantah," Sahut pangeran Chian. Ia mas mencoba menahan rasa kesalnya.
"Aku tidak membantah. Aku kan masih mau diluar tadi," Jawab putri Lylyan dengan entengnya.
"Udara di tengah malam seperti ini tidak bagus untuk kesehatan. Nanti kamu bisa sakit, Istriku," Pangera Chian kesal dengan istrinya itu.
"Jadi, penjaga istana itu ya diluar. Nanti mereka sakit juga dong," Celoteh putri Lylyan.
"Aarrkkkhhh, susah sekali bicara pada mu. Kalau kamu mau diluar yasudah keluar lah!, sekalian saja tidak usah masuk!!" Pangeran Chian tidak bisa menahan emosinya.
"Karena kamu keluar tadi, kamu jadi mengganggu tidur ku. Kamu tidak paham jika aku sedang letih. Dari tadi siang sampai agak malam aku mengurus rakyat dan gudang. Seharusnya kamu berpikir dan tida membuatku semakin letih!!" Pangeran Chian sangat marah.
"Selama ini aku berusaha sabar dengan tingkah konyol mu, manja, masih banyak lagi. Aku capek dengan tingkah mu itu. Jangan seperti anak kecil, Lylyan!!!" Pangeran Chian meluapkan amarahnya. Suaranya semakin keras.
"Kamu marah pada ku?" Tanya putri Lylyan. Matanya sudah berkaca-kaca.
'Deg'
Suara detak jantung pangeran Chian. Ia baru sadar bahwa ia telah meluapkan emosinya pada Istrinya.
*
*
*
*
*
Like, coment, vote
__ADS_1
Lanjut...